Serra( Luka Tak Berdarah)

Serra( Luka Tak Berdarah)
SERRA


__ADS_3

...Selalu ada pelangi setelah hujan...


...Walau terkadang tak nampak dalam penglihatan...


...Selalu ada seyum dibalik tangis...


...Walau sering luka yang mengiringi...


...🌹🌹🌹...


Hari ke empat mogok ku masih berlanjut, tapi hari ini sudah terasa sangat bosan . Mungkin karena sudah terbiasa bercanda dan bercengkrama bersama teman-temanku membuat bosan ini datang menyambut.


" Rat, bagaimana keadaan forum saat aku off?"


" Biasa aja sih Ser, tidak banyak perubahan. Namun ya begitulah sedikit sepi karena tidak ada yang menarik obrolan"


" Lo yang lainnya pada kemana emangnya? bukannya semua pada stay ya?"


" Lala off, Dinda on tapi sebentar-sebentar karena ada kesibukan. Kalau si Yanti biasalah cari pertunjukan dia hahaha"


" Dih asem kamu ya haha, tapi seriusan belum kelar itu drama ikan asin?"


" Belum, masih berlanjut. Dia aktif di forum yang di pegang lakimu lo Ser"


" Iyakah? biarin lah emang dia suka kali jadi begituan" Cuekku


" Begituan gimana?"


" elah dudul kamu Rat, jadi pengrusak lah. Dia kagak mau disebut pelakor kan tapi ada diantara dua orang apa namanya terus? pengganggu atau pengrusak? bukannya sama saja?"


" Haha astaga tumben begini kamu Ser, biasanya cuek aja sama bibit-bibit ulat bulu🤭"


" Ish🤧, diem sih diem Rat. Tapi kalau teman sendiri yang ngaduh begini mana bisa lagi disebut teman"


" Iya juga sih, kagak tau rasanya hati kamu gimana Ser. Tidak bisa membayangkan aku."


" Sudahlah aku mau senang-senang sekarang Rat, males sudah ngurusin para ulat bulu ber revolusi hahaah😂"


" Hahah, benar ayo sekarang kita bergembira"


Ratih ikutan somplak kayaknya, tapi tak urung tingkahnya tersebut membuatku tertawa. Entah aku harus bagaimana setelah ini. Sejujurnya hatiku masih tertaut dengan Rama, sungguh sulit aku melepaskan semuanya.


" Eh Ser, gimana hari ini kamu masih mau mogok?"


"Kagak lah Rat, aku mau aktif lagi seperti biasa. Mungkin jam saja yang aku kurangi, aku tidak akan seaktif waktu-waktu kemarin"


" Maksudmu? kamu akan sering off begitu?"

__ADS_1


" Iya Rat, sebelum aku pergi" Ucapku mantap.


Sejujurnya aku telah memutuskan untuk keluar dari kepengurusan forum, otakku sungguh tidak mampu lagi menampung semuanya.


" Pergi? jangan bilang kamu mau mengundurkan diri Ser?"


" Itu rencanaku Rat, aku mau mundur dan mungkin pergi menjauh"


" Kamu gila Ser, jangan hanya karena Rama dan Yanti kamu membuang semua yang kamu dapatkan dengan kerja kerasmu selama ini"


" Semua tidak ada gunanya Rat, bukan pencapaian yang patut dibanggakan. Aku hanyalah pion yang tidak akan terpakai lagi saat otakku sudah tidak lagi mencetuskan idenya. Dan sekarang aku sudah membuat otakku berhenti memikirkan hal yang berat-berat"


Huuft, Ratih menghela nafas berat, dia sangat tau bagaimana aku. Keras kepala yang aku miliki tidak akan mempan hanya dengan bujukan.


Setelah beberapa waktu bercengkrama dengan Ratih, akhirnya aku mencoba membuka dan masuk kedalam forum. Walau masih malas untuk bergabung, aku hanya menyimak apa yang para anggota perbincangkan.


Empat hari tidak masuk forum ternyata jumlah chat tidak lagi bisa kuikuti.


" Astaga apa aja sih yang mereka obrolin sampai sebanyak ini" Gumamku sambil menghapus jumlah chat dalam forum bergantian


Saat tiba diforum yang dipegang Rama aku menghentikan acara hapus menghapus, tiba-tiba aku penasaran dengan cerita Ratih tadi tentang drama ikan asin.


Ku buka forum tersebut dan masuk, terlihat banyak chat dan tentu saja aku tak mampu lagi mengikutinya. Awal menyimak aku hanya mendapati mereka sedang bermain permainan tebak-tebakan. Lumayan menarik.


Beralih ke forum yang ku pegang, banyak anggota sedang bersendah gurau disana. Aku tersenyum menyimak mereka bercerita, namun begitu aku masih enggan untuk ikut bergabung.


" Ser, Lue on forum kagak nih hari?" Chat dari Nadya


" Ke forum Rama, simaklah dia lagi curhat"


Aku kembali masuk ke forum yang Rama pegang, memang benar dia ada disana sedang bercanda.


" Hai kamu iya kamu"


" Kamu yang katanya rindu"


" Percayalah sampai saat inipun masih kamu pemilik hati ini"


" iya hanya kamu"


Chat Rama yang dia lemparkan dalam forum itu disambut sorak sorai para anggota.


" Ser, itu buat siapa? buat kamu atau siapa?" Nadya kembali menghubungiku dengan segala kekepoannya.


" Tau, tanya aja gih" jawabku


" Ish kamu kagak asyik Ser" Aku hanya tersenyum membaca balasannya, yang aku yakini diapun tidak akan mengetahuinya.

__ADS_1


***Tentu saja aku tau itu chat buat siapa dan ada arti apa, karena beberapa saat lalu kami saling mengirim pesan. Jujur aku katakan aku merindukannya. Pertengkaran kami tidak seharusnya terjadi. Dan semua yang dia curhatkan itu ada dalam pesan yang dikirimnya padaku.


Bahagiakah aku? tentu aku mengakuinya, tapi banyak terdapat sakit dalam bahagiaku saat ini. Aku tidak ingin terluka lagi. Mungkin benar aku menyayanginya, juga benar jika aku mencintainya tapi sakit karena tidak dipercaya itu membuat ku sesak***.


Aku kembali menyimak semua curhatannya, tersenyum tipis karna hatiku kembali menghangat.


" Jadi kita baikan lagi sekarang?"


" Begini saja marahannya? padahal aku pengen diemin kamu lebih lama lagi lo"


" Ternyata memang tidak mampu, aku merindukanmu"


Pesan bertubi-tubi masuk kedalam chat pribadiku, siapa lagi pelakunya kalau bukan Rama


" Terus, mau kamu bagaimana? lanjut bertengkar?" Balasku


" Semua kata rindumu selalu membuatku tak berdaya, menahan rasa ingin jumpa. Percayalah padaku aku pun rindu kamu kuakan pulang, melepas semua kerinduan yang terpendam"( Audio lagu kangen dari dewa yang Rama nyanyikan)


" Entah dimana dirimu berada, hampa terasa hidupku tanpa dirimu, apakah disana kau rindukan aku. Seperti diriku yang selalu merindukanmu, selalu merindukanmu." ( Audio kedua lagu hampa dari Ari Lasso)


Dan masih ada tiga audio lagi yang dia kirim, kesemuanya lagu galau. Haruskah aku bahagia sekarang, Rama ku kembali. Tapi apakah secepat itu sakit ku terobati?


" Tidakkah kamu mengerti sekarang? semua lagu galau dan hanya kamu yang mampu membuatku begitu"


Aku memilih untuk tidak membalas pesannya, aku bingung dan ragu akan semua yang telah kuputuskan sebelumnya. Rama sungguh bisa menbolak balikkan hatiku begitu cepat.


" Ser, Lue baik-baik saja kan?" Pertanyaan konyol lagi-lagi Nadya lemparkan padaku


" Tentu saja aku baik, ada apa?"


" Kamu masih menyimak diforum kan? Rama sedang menyanyi tapi lagunya sedih semua dia sedang galau kah?"


" Mana aku tau Nad, kenapa kamu tidak bertanya padanya saja supaya jelas" Sungutku, perasaanku kacau sekarang antara melepaskan dan kembali menggenggam.


" Kan kamu bininya, siapa tau kamu ngerti kenapa dia begitu"


Aku kembali memilih tak menanggapi celotehan Nadya. Aku tenggelam dalam pikiranku sendiri. Segala pertanyaan kembali singgah tanpa permisi dalam benakku, membuatku kembali ragu dengan keputusanku sendiri


Apakah aku masih merindukannya?


Apakah aku masih mencintainya?


"Apakah aku bisa menjauh darinya sekarang?


Dan jawabannya berlawanan dengan tekat yang sudah kubuat sebelumnya. Beruntung aku belum mengutarakan niatku untuk fakum dari semua forum.


Sudah ke tiga kalinya kami putus, tapi ternyata rasa itu masih terlalu kuat mencengkram hatiku

__ADS_1


TO BE CONTINUE


☆ Sudah berlalu beberapa waktu, jadi sudah banyak yang terlupa kejadian yang lalu


__ADS_2