Serra( Luka Tak Berdarah)

Serra( Luka Tak Berdarah)
Cinta ??


__ADS_3

Cinta Tak Pernah Salah


Cinta itu tak pernah salah, hanya saja waktu dan keadaan yang membuatnya serba salah.


" Pagi My Queen😘"


" Pagi pangeranku"


Terimakasih Tuhan, aku kangen dia. Dan dia hadir pagi ini memberi warna pagi ku.


" Queen lagi apa?"


" Minum susu yank, kamu sudah sarapan?"


" yess baby"


Keningku berkerut, Rama salah kirim chat kah? dia tidak pernah memanggilku dengan sebutan itu.


" Yank, kamu gak salah manggil aku? itu bukan panggilanku lo yank"


" Astagfirullah, maaf sayankku. Aku juga lagi chat dengan nya ini, maaf sayank."


" Ok lanjutkan yank, kasihan dia nunggu balasanmu nanti"


" Ok bentar ya sayank."


Ku pandangi hanphone ditangan, ingin ku remas atau bahkan kuhancurkan, namun kewarasanku masih berjalan.


Aku tersenyum pilu, menyakinkan hati kalau ini adalah keinginanku sendiri.


Dengan Rama tak lagi mengirim pesan untukku pun harusnya aku sadar, jika Selvia benar-benar sudah merebutnya dariku.


Apakah aku harus mengakhiri semua sekarang? baru berjalan 2 hari dari waktu 1 minggu yang ku minta. Tapi mengapa sudah sesakit ini.


" Kamu kuat Ser, bukankah pangeranmu selalu bilang kalau kamu wanita kuat. Kamu harus buktikan itu."


Aku mencoba meredam segala gemuruh dihatiku, kusemangati diri sendiri untuk bisa bertahan hingga pertahanan terakhir.


" Aku pasti bisa !!."


Ku lirik gelas susu yang masih sisa separoh, sudah hilang selera.


" Sudahlah mending kerjain tugas dulu saja."


Akhir-akhir ini RK sering kali mengadakan event, sampai pusing sendiri aku mengatur jadwal untuk rektor dan dekan yang ikut berpartisipasi. Memilih diantara mereka siapa yang bisa keluar dan tidak berbenturan dengan kegiatan lainnya.


•


•


•


" Beberapa waktu ini, Aku dekat sama Anita."


Rony mengawali ceritanya siang itu setelah beberapa waktu bercanda, akhirnya kami benar-benar serius


" Waktu awal kenal itu, dia bilang masih 19 tahun. Aku percaya saja sih."


Anita, otakku bekerja tanpa komando. Berputar bagai CPU di komputer mencari info tentang nama Anita yang mungkin ku kenal.


Semua akses masuk ku jelajahi dengan ingatan di otakku, hanya untuk mrnjelajah nama Anita.


BINGGO !!

__ADS_1


Aku menemukannya, tapi aku masih terdiam. Menjadi pendengar atas cerita Rony.


" Sudah pernah mencoba nelphone atau apalah gitu sama dia?"


" Sudah, tapi tidak pernah diangkat."


" Alasan?"


" Dia bilang om nya melarang dia berlama-lama main handphone, dan juga dia harus tidur awal agar tidak telat ke sekolah."


" Lah, bagaimana dengan siang atau sore hari?"


" Sekolah."


" Eh busyet Roh, gimana cara kalian komunikasi kalau dia selalu sibuk?"


" Kadang pagi dia sempat kan sebelum berangkat sekolah, kadang juga waktu istirahat dia hubungi aku"


" Telphonenan kalian?"


" Kagak Ser, chat aja. Kalau ditelphone gak pernah dia angkat juga."


" Ada foto dia kagak Ron?"


" Kamu memang Serra ya."


" Eh, maksudmu apaan coba. Kalau bukan Serra terus aku siapa?"


" Bukan begitu maksudnya, Serra yang aku kenal itu ya begini. Kayak polisi segala ditanya jadi kayak tersangkah aku kan kesergap dan diintrogasi."


Buaahahahsa


Astaga aku sampai ketawa lepas membaca chat Rony.


Sebuah foto dan beberapa chat whatsApp Ron kirimkan padaku, astaga chat "bucin 🙈" mereka juga Ron kirim.


" Eh somplak Ron, dasar ya kamu ini."


" Kenapa lagi? astaga Serra kok aku salah mulu sih🙈"


" Kira-kira dong, astaga Ron. Kenapa chat bucin kalian juga kamu kirim coba"


" Kalau tidak dikirim kamu kan tidak bakal tau urutannya Serra !, gimana kamu tau nanti cerita sebenarnya."


" Bisa di skip elah."


Apa yang dibilang Ron memang benar. Jika hanya sepotong yang dia kirim, aku tidak akan tau kebenaran ceritanya. Akan tetapi hatiku juga meronta membaca chat bucin mereka. Rama ingat kah kamu padaku saat ini? sebuah pertanyaan yang menyesakkan kembali menghampiri hatiku.


" Ilih Ser kalau di skip itu bukan cerita tapi kutipan, dan sebuah kutipan biasanya isinya membingungkan karna tidak lengkap."


" Malah ceramah, bagi orang yang berpikir kutipan itu bisa dijabarkan menurut alur yang di berikan. Jadi tidak semua orang harus tau detail cerita atau masalahnya."


" Iya deh iya, aku lupa kalau Serra ku adalah salah satu orang yang mampu berpikir seperti itu. Aku lupa kalau Serra ku wanita kuat dan hebat."


" Heleh habis ceramah malah ngegombal kamu. Bentar ku baca dulu semua ya."


Beberapa menit aku terdiam, membaca chat demi chat Anita dan Rony.


Ada yang janggal, dan aku butuh referensi lain untuk ini. Kutinggalkan chat Rony disana sementara aku beralih ke chat pribadi dengan dekan.


Anita orang lama dalam forum, aku yakin itu dia. Dan aku yakin dekan banyak tau tentang orang-orang lama ini.


" Siang mom"

__ADS_1


" Mom sibuk kah? Serra ada sedikit pertanyaan. Dan sepertinya butuh bantuan mom untuk menyelesaikannya."


1 menit 2 menit sampai 5 menit berlalu, Tidak kudapati balasan dari dekan, mungkin dia sibuk.


" Ser, kamu masih disana?"


Pesan dari Rony tak ku balas, aku sibuk membuka laptop dan mencari arsip anggota forum yang lama. Beruntung aku punya akses khusus untuk melakukan itu.


Rektor dan dekan senantiasa mengganti sandi untuk menghindari kebocoran. Akses itu hanya Rektor,dekan dan aku yang tau.


Ting ..sebuah pesan masuk. Terlihat lampu berpijar merah di hanphone ku. Rektor !!


" Kamu bukaan akses anggotaan Ser?"


" Yess dad, Serra lagi buka arsip lama?"


" What is the problem?"


" Just a small problem, and i need a little information.


" Ok, let me know if you need help."


" Ok, thanks you dad"


Kembali ku tenggelamkan diri dalam arsip-arsip lama, mencari info hanya untuk seorang Anita dan demi Rony. Namun lebih tepatnya aku mencari kesibukan untuk mengalihkan ingatanku terhadap Rama.


Ting..kembali hanphone ku berbunyi kali ini lampu biru muda yang nampak.


Huuf kenapa tidak dari tadi sih! gerutuku karna mom baru saja membalas pesanku.


" Ya Serra, maaf mom baru lihat pesan kamu."


" Mau nanya soal apa?"


" Mom tau Anita?"


" Anita yang mana ini Ser?"


" Anita yang suka mengaku sebagai ABG, dan suka bilang kalau dia masih sekolah itu mom"


" Oh Anita itu tau aku, kenapa dengan dia?"


Aku menceritakan sedikit tentang Anita dan Rony, tapi tentu saja ku skip yang menyangkut perbucinan hahaa.


" Sebentar Ser, mom mau tertawa dulu ya. Sudah tidak kuat ini"


Eh kok 🤔


" Gak salah memang yang dibilang dad, filling kamu kuat banget ya. Kamu bisa peka dengan orang-orang yang ada disekelilingmu."


Mom mengawali bicara setelah lama sepersekian menit menghilang, mungkin benar mom tertawa disana.


" Dad selalu bilang kalau kamu itu pintar, makanya dad percayakan semua untuk kamu pegang."


Dih mom kesambet apa coba? kok malah bahas tentang aku?. Kan aku bertanya soal Anita tadi.


" Mom salah topik kagak sih? kok malah bahas Serra mom."


" Haha kamu ini dasar ya, kan mom lagi muji kamu juga Ser"


" Dih mom, kayak gak tau aja saya gimana. Gak suka mom"


Jangan puji aku, karna aku tak sempurna. Aku bagaikan butiran debu, ada tapi tak nampak. Terasa tapi tidak pernah nyata.

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2