
Kepengurusan forum Bang Al perpindah tangan, aku pun dibuat terkejut dengan keputusan itu. Maka disini lah aku sekarang, berdua di pojok menikmati musik sambil bercerita.
" Bang, kenapa abang mundur juga? ada masalah kah bang sampai mengambil keputusan besar itu?"
" Tidak ada, Bang capek Ser. Abang pengen istirahatkan pikiran dulu"
" Beneran Bang, gak ada apa-apa kan?"
Bang Al hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Kamu sendiri, apa alasanmu?"
" Waktu, waktuku semakin menyempit bang. Aku tidak lagi mampu mengatur waktuku, terlalu banyak yang harus aku urus"
" Bagaimana usaha kamu? lancar?"
Eh, apa ini? jangan bilang si abang tau usaha yang sedang ku rintis sekarang.
" Ehmm, usaha apa ya Bang?"
" Bang tau semua Ser, nggak perlu berbohong lagi. Gimana lancar kan?" Ulangnya
Hadeh beneran dia tahu ternyata.
" Masih belum Bang, namanya juga sedang merintis kan."
" Harus extra setok kesabaran, tapi Bang yakin kamu bisa."
" Hehe, makasih lo bang atas dukungannya"
" Jangan lupain abang ya" Pintanya nyeleneh
" Lah emang Bang mau kemana"
"Mau menutup lembaran lama, Abang mau menata hidup dulu sebelum kembali nanti" Di sesapnya rokok sampai asap mengepul.
" Maksud? abang lagi becanda kan ya?"
" Bang serius, sepuluh hari lagi bang berangkat."
" Dih apa-apaan abang, becanda gak lucu banget"
" Abang serius, makanya abang mundur dari semua kegiatan yang abang ikutin."
" Emang Bang mau kemana sih? kalau semisal ini ya, Abang nggak ada rencana atau tujuan buat apa Bang. Yakin deh cuma buang waktu saja."
" Tapi Abang juga butuh waktu untuk sendiri Ser, kalau abang terus ada disini, yang ada abang selalu teringat masalah itu lagi. Abang butuh suasana baru untuk menyegarkan otak beku abang ini."
" Aku? gimana bang?" Tunjukku pada diriku sendiri
__ADS_1
Sejujurnya aku sangat tidak menyukai situasi seperti saat ini.
" Kamu harus bisa mandiri Serra, abang tidak bisa untuk selalu ada buat kamu kan?"
Huuuft
" Minggu lalu bang Jay, dua hari lalu Bang Fa. Sekarang Bang Al juga mau ninggalin aku gitu�"
" Eleh kok merajuk kayak bocah kecil aja, gak lucu."
" Lah, emang yang bisa merajuk cuma bocah gitu bang? Serra juga bisa kali."
" Gak pantes kamu merajuk, gak lucu."
Bang Al tersenyum, makin kesel kan aku, bukannya mengurungkan niatnya yang ada malah ngeledekin aku.
" Masih ada si Greyy, Jo. Mereka masih stay kok, lagi pula ada cowok kamu. Apalagi yang kamu khawatirkan?"
" Tetap saja gak lengkap"
" Abang gak lama, abang janji akan kembali dan temani kamu."
" Palingan juga bohong, seperti yang sudah-sudah. Bang Artha pergi kan, bilangnya mau kembali nengokin Serra. Nyatanya ngilang."
Bang Al menghembuskan nafas pelan, aku tau dia sedang memikirkan banyak hal. Tapi aku juga tidak mau ditinggal, mereka abang-abang kesayanganku. Hanya mereka yang bisa nasehatin aku berbagai hal, bisa lindungi aku jika ada masalah.
Bersama mereka aku bisa meluapkan semua beban ku, bersama mereka pula aku bisa menangis dan tertawa sepuasnya.
Tidak bisa ku bayangkan gimana nanti aku tanpa mereka, harus kemana aku mengeluh.
Kacau !!
Kacau, sangat kacau pikiranku, aku bahkan bingung harus bagaimana besok. Sungguh lucu, aku merasa kehilangan sesuatu, jika apa yang biasa ada bersamaku tak lagi nampak.
" Ser, maafin abang. Untuk kali ini abang benar-benar butuh waktu untuk sendiri. Abang harus menyelami hati dan diri abang sendiri dulu."
" Bagaimana abang akan temani kamu? jika diri abang sendiri saja tidak tenang. Abang harap Serra lebih bersabar dan lebih kuat lagi."
Aku menunduk, tak banyak yang bisa aku ungkapkan. Kecewa? pasti, namun aku juga tidak boleh egois. Benar yang dikatakan bang Al, aku harus lebih mandiri dan kuat.
" Menangislah, abang tau kamu pengen menangis. Jangan ditahan."
Pecah!!
Tangisku pecah dihadapan bang Al, hal yang selama ini sangat aku hindari. Terlihat lemah dihadapan siapapun, aku tidak mau.
" Satu lagi pesan abang, jangan tunjukan dirimu yang asli pada orang lain. Sampai kamu yakin benar kalau itu yang terbaik."
Aku mendongak tak mengerti, keaslian diriku. Sifat kah atau apa?
__ADS_1
" Buat lah seolah dirimu orang asing namun dekat, jangan biarkan orang lain bisa membaca hatimu."
Aku mengangguk mengerti, anggap saja benteng untuk diriku sendiri.
Seperti orang memakai topeng, maka kita melakukan drama.
" Jujur dan apa adanya kamu, jangan pernah dirubah. Asal jangan sampai orang tau isi hatimu, tetaplah jadi Serra yang kuat, tegar dan tangguh. Serra yang dikenal tegas dan juga galak."
" Bang, kalau Serra kangen masih bolehkah Serra hubungi abang?"
" Boleh tapi nanti saat abang sudah kasih kabar sama kamu, karna selepas ini abang akan ganti semua nomer dan segala akun sosmed abang. Semuanya akan abang tutup."
" Haa, semuanya bang? abang berniat untuk menghilang dari semua orang?"
Bang Al mengangguk
" Tadi abang sudah bilang, kalau abang mau menutup semua masa lalu abang. Abang mau membuka lembaran baru lagi."
Aku menghembuskan nafas berat, jujur aku tidak setuju dengan langkah yang Bang Al ambil. Tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mencegahnya, terlebih ini soal Hati
Jam 11 malam akhirnya aku sudahi perkumpulanku, mungkin lebih telat sedikit dari janjiku pada Rama.
Sempat ku kirim pesan padanya tadi, sekedar mengabarkan kalau ada tambahan acara yang tidak masuk agenda.
Rama sendiri sekarang cenderung lebih terbuka lagi padaku, segala hal saling kami ceritakan. Aku sangat bersyukur dengan segala perubahannya.
Untuk Selvia, aku hanya dapat kabar kalau dia sudah pergi meninggalkan forum.
Tak ada yang tau kegundahan hatiku karna abang-abangku, tak terkecuali Ramaku. Aku tidak menceritakan tentang mereka pada Rama, bukan tidak mau. Tapi lebih tepatnya aku menghindarkan dia dari segala hal yang bisa memicu perdebatan diantara kami.
Bagaimana dengan Rony? semenjak Lala memintaku untuk menjauhinya, aku semakin menjaga jarak. Kami tidak lagi saling menghubungi satu sama lain, tapi aku tau dia baik-baik saja.
Saat ini fokusku hanya ada dua, Ramaku dan juga RK.
Lucu bukan? segala pencapaianku ku lepas perlahan demi apa yang kuanggap penting dalam hatiku. Aku benar-benar melakukan apa yang dipesankan Bang Al padaku. Menjadi diriku namun berwajah orang lain.
Sifat ku, prilakuku masih asli diriku, namun orang tidak akan lagi tau aku sesungguhnya. Aku mulai menutup diri untuk segala urusan pribadi, membatasi diri untuk bergaul dan membaur. Yang mereka tau hanya Serra yang galak dan sok berkuasa, namun aku sudah masa bodoh dengan semua itu.
TO BE CONTINUE
****
Wajah boleh tersenyum manis namun hati siapa tau kalau sedang menangis.
Ceria ku, tawaku dan juga luka ku hanya aku yang tau.
Abang- abang ku tersayang, terima kasih karna masih setia memberi nasehat untukku sampai hari ini.
Tak peduli ada dimana kalian kini, namun tetap kalian ada di hati ini.
__ADS_1
Aku Merindukan Kalianš¤