Serra( Luka Tak Berdarah)

Serra( Luka Tak Berdarah)
SERRA


__ADS_3

Satu luka yang kau tambahkan untukku


" Yank, boleh aku jujur padamu?" Rama menghubungiku malam ini


" Soal apa?"


" Soal emm."


Rama seperti ragu untuk menjawabku, akan tetapi aku bisa menebak apa yang akan dia ucapkan. sakit? tentu, aku tau keintens'an mereka selama ini bahkan Rama rela meninggalkan acara yang ku pimpin hanya demi dapat ngobrol dengan baby nya itu.


Satu laporan kuterima waktu itu, ketika dia mengaduh pada sang baby kalau dia kalah kecepatan hingga beberapa poin terlewat.


So sweet bukan? bagaimana denganku?.


" Ya sayank selesaikan saja tugasmu dulu ya" . Hanya itu pesannya padaku.


Aku tidak ingin menagis untuk kali ini, tidak mungkin aku kalah lagi dari seorang tante.


Dalam laporan terakhir, Selvia mengaku masih sekolah dan masih usia belasan tahun.


Logika ku mengajak ku kembali kepembicaraan awal. Rama masih terdiam tanpa kata, mau tidak mau aku harus memancingnya


" Ada apa sih yank? bicaralah kalau memang ada yang mau dibicarakan".


" Maaf yank, aku .."


" Kamu tergoda lagi kan? sekarang sama cewek yang bernama Selvia"


" Kamu tau yank?"


Rama menjawab dengan kaget. Huff ku hembuskan nafas kasarku, bahkan dia lupa bagaimana aku bekerja selama ini. Aku diam bukan tidak tau, aku diam bukan membiarkan aku juga diam bukan untuk merelakan. Akan tetapi aku terdiam hanya ingin kamu bisa menyadari keberadaan dan rasaku untukmu selama ini.


" Hanya sedikit, sekarang ceritakanlah"


" Tapi apa ini tidak akan menyakitimu yank?"


" Kamu tau kalau ini akan sakit? lalu bagaimana menurutmu?"


" Aku hanya tidak ingin membohongimu yank, rasanya sangat tidak tenang jika tidak mengatakannya padamu. Aku tidak tau kenapa begini, aku lemah jika berhadapan denganmu."


" Ceritakanlah!! aku akan dengarkan semua nya."


" Dia hadir saat kita sedikit ada masalah kemarin, bukan aku sengaja mencari tapi disaat kamu sibuk dan aku kesal kemarin itu dia datang menemaniku ngobrol."


Nada bahagia bisa kurasakan disetiap ucapannya, kamu benar-benar tertarik padanya yank?


" Kamu tau, aku merasa dihargai olehnya. Saat dia mau pergi kemanapun dia berpamitan padaku seolah aku adalah orang yang patut tau apa yang dia lakukan."


Teriris rasanya hatiku, dengan mudanya Rama bercerita begitu. Lalu bagaimana denganku? apa aku kurang menghormatinya?


" Aku tidak bermaksud membandingkan yank, tapi dia benar-benar melakukannya. Lihat ini chat dia ku kirim ya supaya kamu tau"


" Abang "


" Ya baby "


" Abang maaf aku mau keluar dulu "


" Oh mau kemana baby "

__ADS_1


" Mau ke in **maret abang "


" Ok hati-hati ya baby "


" Iya abang sayang "


Sepenggal pesan yang Rama kirim untukku, tentang babynya. Sakit? jangan pertanyakan itu lagi


" Lihatlah yank, dia begitu perhatian dan menghormatiku. Senang rasanya diperlakukan seperti itu."


" Lalu apa yang kamu mau sekarang denganku?" Nanar kuucap kata itu


Tak ada lagi yang kupikirkan, hanya untuk melihatnya bahagia saja sudah cukup bagiku. Jika itu pun bukan aku yang bisa memberikan kebahagiaan untuknya, aku bisa apa?


" Bagaimana kalau kulepas kamu dan memilihnya?"


Dadaku bergemuruh, namun aku sudah tak mampu lagi menangis.


" Misal " Ucapnya lagi setelah menyadari keterdiamanku.


Aku tersenyum, dengan senyum pun aku berkata,


" Kamu menyukainya? cinta?" Tanyaku sambil mempertahankan senyum yang tak tau bagaimana bentuk senyuman itu.


" Belum, masih nyaman saja setidaknya sampai saat ini."


" Kalau begitu kamu mau aku bagimana? merelakanmu dan kita berpisah?"


" Ehmm aku tidak tau, aku bingung."


" Ok, kalau begitu biar aku yang memutuskan jawabannya ya" Ucapku


" Kamu tidak apa-apa kan yank?"


" Aku akan baik-baik saja, berbahagialah. Ingat 1 minggu ini meski kamu bersamanya kamu masih milikku sebelum aku merelakanmu untuknya."


" Iya sayank, kamu memang terbaik. Makasih untuk pengertiannya."


******


Orang bilang kalau cinta itu buta, bisa membutakan mata hati dan pikiran. Orang juga bilang kalau cinta itu menyakitkan, penuh kepedihan dan tangisan . Namun orang juga bilang kalau cinta itu membahagiakan, lapar pun jadi kenyang dan tangis pun jadi tawa.


Namun sekarang aku ada dibagian yang mana? bahagia, sedih atau buta?.


Jika aku dalam kebahagiaan akan cinta mengapa sekarang aku menangis?.


Jika aku dalam kesedihan cinta mengapa terkadang aku tersenyum karna kata cintanya?.


Jika aku dalam kebutaan karna cinta mengapa aku bisa menyayanginya berlebih seperti ini?.


Membiarkannya menjalin tali kasih dengan orang lain walau hati perih disebut apakah cintaku ini? kebodohan kah? atau kegilaan?


Disini aku bersujut meminta maaf untuk semua salah ku dalam hidup, meminta maaf untuk hatiku yang rapuh. Meminta maaf untuk kelemahan jiwaku.


Satu minggu waktu yang ku berikan untuk Rama, dalam satu minggu itu juga aku tak lagi meminta laporan apapun dari orang-orangku.


Aku benar-benar membebaskannya. Aku hanya ingin menyakinkan hatiku bahwa ini hasil terbaik yang harus aku terima, segala resiko sudah ku pikirkan matang-matang.


Bahkan aku sudah siap untuk pergi dari RK sekalipun, aku akan menghilang mengubur semua kenangan, semua luka dan juga cintaku padanya.

__ADS_1


****


Pagi ini terasa panas, entah lah mungkin karna tanpa dia. Pertama kali merasa diabaikan dan terabaikan, sepi atau mungkin karna aku kesepian?.


Nadya mengajak ku bermain ke room uadisi dia siang ini, nyanyi!!


Baru sekali seingatku aku bersuara diroom audisi itupun karna terpaksa haha, terpaksa harus marah.


Dani dan Nadya memutar lagu entahlah aku kurang fokus mendengarnya.


" Ser dimana?"


" Room roh, ada apa? tumben kamu hubungi aku roh?"


" Ada waktu kagak? pengen curhat."


" Elah kamu nyariin aku kalau butuh doang ya, sompret Roh"


" Masak iya aku harus bilang kangen kamu Ser, kan kagak mungkin juga"


" Iya gak usah, bentar aku out dulu ya"


Moga Iroh membawa cerita bagus yang bisa membuatku tertawa nanti.


****


" Mo ngomong apaan Roh?"


" Kebiasaan kamu Ser tanya kabar kek gitu"


" Bosen ah, jawabannya udah pasti baik. Nah kamu bisa chat begini berarti tidak lagi sakit kan?"


" Hadeh musuh orang terlalu pinter ya bengini, kalah mulu."


Aku tersenyum membaca balasan Iroh, entahlah dia itu lucu.


" Aku patah hati Ser, kemarin aku ditinggal cewek ku."


" Bentar-bentar, serius?emang kamu punya cewek?"


" Lah serius aku, kemarin dia minta putus"


" Eh ada gitu yang mau sama kamu Roh oups haha sorry"


" Dih ngetawain nanti naksir sama aku kamu tau rasa ya."


" Eleh kagak mempan, udah ih serius mau cerita apa kamu"


" Hahaha"


" Buruan elah, lama."


" Santai kenapa sih, kebiasaan kamu Ser. Oke-oke cerita."


" Akhir-akhir ini aku merasa terkekang Ser entahlah, mungkin niatnya baik namun aku tidak nyaman."


Kepala ku berdenyut mencoba berpikir kearah mana Ron berbicara, hanya satu yang membayang disana Lala.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2