
Kata orang
Kita tidak akan pernah tau arti sebuah cinta sebelum kita kehilangan
Kata orang juga
Tanpa kehilangan, kita tidak akan pernah tau rasanya penyesalan.
Maaf
mungkin hanya sebuah kata yang mewakili banyak arti.
Namun
Sesungguhnya, maaf tak pernah mampu menutup semua luka
Ketika semua telah usai.
Barulah kita akan menyadari adanya sebuah kata "Andai" sebagai bentuk penyesalan terbesar.
****************
Event ku berjalan dengan baik, walau bukan pemenang tapi aku sudah sangat mengapresiasi segala bentuk dukungan dari para sahabatku dan juga tentunya kekasih ku.
Juara 2 ku raih malam ini, membuat semua bersorak bahagia. Bak sebuah pencapaian besar teman-teman berpesta meluapkan rasa bahagia mereka.
" Good job Serra" Rektor memberi selamat secara pribadi kepadaku
Rektor juga bergabung dengan teman-temanku, mereka bercerita dan tertawa bersama di forum pribadiku.
Ku tengok kanan kiri, namun tak nampak sosok yang aku cari.
" Apa dia langsung lanjut kerja ya?" Pikirku setelah puas menjelajah semua forum RK demi mencarinya tapi tak nampak bayangnya pun.
" yank"
10 menit berlalu belum ada balasan yang aku terima dari nya.
Mungkin Ramaku mulai sibuk !!
" Ya my queen, maaf sayang tadi masih keliling forum lain untuk merayakan kemenanganmu."
" Ha, kan aku kagak menang sayank"
" Tak apa, juara 2 juga sangat bagus kan. Ini event perdanamu pantas lah dirayakan. Lagi pula aku sudah berjanji pada mereka akan pesta, jika kamu menang yank"
" Kamu boros lagi yank?"
" Bukan masalah besar, bagaimana perasaanmu queen? Senang?"
" Ehmm, sangat senang. Aku bahagia malam ini yank, sangat bahagia melihat canda tawa teman-teman. Lihatlah mereka bersendah gurau diforum pribadiku."
" Makasih juga buat kamu yank" Lanjutku
" Untukmu, tersenyumlah queen. Aku ingin melihatmu tersenyum."
" Kita bergabung sama mereka yuk yank" Rama menutup obrolan pribadi kami
Dan benar saja, dia muncul diforumku dan ikut bergabung bersama yang lain.
………………………………
Adakah yang tau perbedaan antara teman dan sahabat?
Dulu aku berfikir, tak ada bedanya antara teman dan sahabat. Sama memiliki arti orang-orang terdekat kita.
Pada kenyataannya mereka itu berbeda.
__ADS_1
Teman akan selalu ada disaat kita bahagia dan dikala dia dalam masalah
Tetapi sahabat
Mereka akan selalu ada dimasa apapun yang kita alami, diwaktu kita bahagia maupun susah, mereka akan selalu ada bagai bayangan kita sendiri.
**********
" Ser"
" Hemm" Aku mendongak.
" Kamu baik-baik saja?"
Pertanyaan yang sama dan berulang kali aku dengar, andai aku bisa, pasti aku akan mengatakan kalau aku bosan dengan pertanyaan itu.
Tapi aku tidak pernah bisa melakukannya, aku sadar itu adalah bentuk kepedulian dari sahabatku.
Namun aku bukanlah seorang pesakitan yang akan terus terpuruk jika dalam sebuah masalah.
" Ada apa lagi sih? kenapa bertanya begitu? katakan saja kalau memang ada hal yang perlu dikatakan."
" Galak amat sih"
" Jujur aku bosen sama pertanyaan yang itu-itu mulu, kayak kagak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain galau dan bersedih. Sumpah jauh banget sama prinsip aku selama ini"
" Aku cuma takut, saat mau nyampaiin berita bukan waktu yang tepat. Dan akan menambah beban pikiranmu"
" Katakan!!, jangan berputar-putar. Pusing tau!!"
" Ckckc macan betina mulai ngamuk, ok lah aku cerita tapi konsekwensi aku kagak mau tanggung"
" Ckck cerewet ih, cerita kagak?"
Mood ku emang lagi kagak baik-baik saja, dari sebelum event aku sudah menahannya agar tidak meledak. Namun lagi dan lagi ada pancingan yang membuat semakin panas.
Aku kembali menenggelamkan diri dalam permainan game, sebuah permainan yang aku pakai sebagai alat untuk merilexkan pikiran.
Jika dulu aku suka bergabung dalam pembahasan yang menguras otak, seperti debat dan gelar pendapat. Kali ini aku memilih sendiri bermain game santai.
Aku hanya ingin tenang
Malam ini pun sama, aku tenggelam dalam game dan tertawa sendiri, bercerita dengan komunitas di game tersebut. Sebelum sebuah chat kembali datang membuyarkan semua nya.
Kesal kembali datang mendera hatiku, pengen sekali rasanya aku mengumpat. Namun sayang aku tidak mampu.
Tak bisakah aku tenang barang sebentar saja? tak bisakah masalah seperti ini pergi menjauh dariku?
Seberapa kuat pun aku menolaknya, semua sudah terulang.
" Ser, kamu merasa tidak kalau akhir-akhir ini Yanti agak aneh?" Ratih benar-benar membuat konsentrasiku buyar.
Sudah kuhindari untuk beberapa saat ini, tentu saja aku tau perubahannya. Bagaimanapun aku mengawasi setiap keadaan orang-orang disekitarku. Lucu bukan? sepertinya aku memang kurang kerjaan.
" kenapa?"
" Ada disuatu forum, aku lihat curhatan dia. Aneh aja sih menurutku, dia punya kita yang dekat dengannya. Tapi kenapa harus memilih tempat umum buat curhat?"
" Itu hak dia kan, kita tidak usah ikut campur. Biarkan saja dia selesaiin masalahnya sendiri."
" Lakimu disana, tadi aku juga melihatnya."
Ckck..tentu saja itu pun aku sudah tau, huuft. Sepertinya memang sudah tidak bisa menghindar lagi sekarang.
" Rat, siapa saja yang tau hal ini. Selain kamu ada lagi kah?"
" Lumayan sih, kan itu forum umum. Pasti banyak yang tergabung dan menyimak hal itu Ser."
__ADS_1
" Sebisa mungkin tutupin, jangan sampai berita atau apapun itu masuk ke RK."
" Iya aku tau, bagaimana dengan anak-anak yang lain? apa kita kasih tau mereka?"
" Tidak usah, biar tidak timbul banyak pertanyaan nantinya yang tambah bikin pusing."
" Ya sudah kalau begitu, sebaiknya kamu istirahat sekarang Rat, ini juga sudah larut."
" Kamu juga Ser, ingat berbagi denganku jika ada masalah. Jangan kamu pikul sendiri ya"
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.Entahlah Ratih tau atau tidak disebrang sana.
Beberapa hari lalu, aku melihat keakraban itu. Bukan hal aneh memang, tapi menjadi aneh karna gerak gerik yang tidak biasa
Bahkan, Rama pun akhirnya sering berbohong. Saat aku tanya pun banyak sekali alasan yang dia sampaikan.
Aku harus bagaimana? segala macam pertanyaan selalu berhasil singgah di benakku dengan begitu cantiknya. Tanpa tau, kalau hatiku semakin ngilu.
Teman ku, lagi-lagi dengan temanku. Sebenarnya ada apa dengan mereka??
Setahuku Yanti sedang berpasangan dengan seseorang, tapi kenapa bisa akhir-akhir ini dia semakin dekat dengan Rama. Bahkan selalu cari perhatian dikala aku tidak nampak.
Haruskah aku menutup mata? atau bertanya?
*****
Diam
kadang menjadi pilihan terbaik saat bingung dan kecewa
Diam
juga jadi jalan terbaik untuk berfikir dan merenung
Diam
bukan berarti kita takut dan kalah
Namun Diam
terkadang lebih indah dari pada bicara tapi menyesakkan
Orang-orang yang memilih diam, kebanyakan mereka yang mencintai terlalu dalam.
Dan ternyata keterdiamanku sudah terlalu lama, salahkah jika aku mulai bosan melakukannya?
Salahkah pemberontakanku? ya pemberontakan akan semua kejadian dan juga pemberontakan akan semua rasaku.
Tidakkah kau mengingat semua? perpisahan 1-5 aku tidak pernah menyetujuinya bukan? Tak pernah sekalipun aku meng iyakan. Semua kamu putuskan sendiri selama ini.
Jadi jangan salahkan ketika aku memilih jalan ini.
Kau selalu memintaku untuk mengerti, tapi maaf mengertiku pun punya batasan.
Aku tak lagi mampu bertahan kala kecewa semakin menumpuk dihati.
Jangan salahkan Dia, Dia yang hadir mengisi hatiku sekarang. Jika ingin menyalahkan salahkan saja keadaan, Iya, keadaan yang membuat kau buta dan juga keadaan yang membuat aku jatuh cinta kepadanya.
Dengan begitu kita bisa berdamai dengan waktu, tanpa saling menyalahkan lagi.
Kepergianku ini, anggap saja sebagai pelajaran untukmu. Orang sabar tidak akan selamanya bersabar.
Sudah kumaafkan semuanya.
Berbahagialah dirimu yang pernah memberi kebahagian. Terima kasih untuk semua kenangan.
Salam damai R2💖
__ADS_1