
5 February
" Hai sayank maaf ya, kemarin aku gak bisa ngertiin kamu. Aku bukannya mau batasi lingkup pergaulan kamu, tapi aku gak suka yang kamu bilang miss sama cowok lain. Maaf ya sayank kalau aku sudah nyakitin kamu. Aku sayank sama kamu."
" Sudah jangan sedih lagi, banyak yang bilang mood kamu ancur maaf ya sayank."
" Masih mau berada disisiku? kalau kamu risih juga gak apa-apa yank, kamu boleh pergi. Maaf kemarin bukan aku sengaja nyuekin kamu tapi aku juga butuh waktu untuk instropeksi diri, aku ngaku juga salah terlalu membesar-besarkan masalah tapi memang aku gak suka yank"
Rentetan pesan Rama semakin membuat ku kacau, pesan-pesan yang seakan membuat semuanya runtuh gelap sudah semuanya
" Maksud kamu apa? kamu mau melepaskanku yank?" ( Serra)
" Justru aku yang bertanya, masih mau sayank berada disisiku dengan segala keegoisanku, masih mampukah sayank?"
" Aku bilang kemarin lakukan apa yang kamu mau yank, sayank boleh marah, boleh mencaciku atau mau balas aku dengan bilang miss atau sayank sama yang lain lakukanlah jika itu bisa membuat sayank puas. Aku akan menganggap semua itu konsekwensi dan hukuman buatku. Tapi aku gak akan pergi menjauh. Aku sayank kamu." ( Serra)
Jatuh sudah air mata ini, sungguh Aku tak mau akhir yang
begini. Aku sayank dia sungguh sayank. Marahnya membuat hariku gelap tak berwarna.
*Rapat forum managemen**t* ( flashback)
Sampai sore hari Rama masih cuekin Aku, bahkan semua pesanku tak satupun Dia balas. Hari ini moodku benar-benar kacau. Anak-anak anggota tim biasanya rapat santai penuh canda tawa namun malam itu semua tegang, aku sadar dengan situasi itu namun aku sendiri tidak mampu untuk mengendalikan emosiku.
Bahkan ada beberapa yang terkena bentakanku padahal hanya kesalahan sepele. Aku tidak tau lagi bagaimana meredam kekacauan hati dan pikiranku.
" Serr kamu kenapa sih dari tadi marah-marah mulu? lagi dapet ya?"( Dinda)
" Weh Ser ada apa denganmu, padahal tadi itu cuma masalah sepele lo kenapa bisa membuat kamu ngamuk begitu? tumben emosimu gak kekontrol Ser?. Gila aja aku kaget aku liat kamu begitu, kamu sadar gak sih siapa yang kamu bentak tadi? Dekan Ser Dekan?"( Ratih)
" Bodo amat mau siapapun kalau salah ya salah, Aku gak peduli."( Serra)
" Mau cerita sama Aku Ser?, siapa tau Aku bisa kasih solusi.Kamu juga boleh marah-marah sama Aku nanti. Jadi kamu gak perlu lampiaskan semua sama mereka, Kamu gak liat semua pada takut Ser? kamu memang tegas, memang galak tapi jangan tunjukin keseremanmu juga dong. Kami terbiasa dengan sikap tegasmu tapi jujur saja kaget liat kamu yang menyeramkan begini."( Ratih)
" Kamu ada masalah lagi sama Rama ya Ser, kalau tidak gak mungkin kamu begini. aish rapat bubar pada kabur, karna singa ngamuk. Belum dapat solusi nih kita soal acara forum dua hari lagi."( Ratih)
" Apa karna masalah tadi pagi ya Ser?"( Lala)
" Masalah apa?" ( Ratih)
" Itulo masalah yang Rama ngamuk karna Serra ngobrol sama Bang Alan, sampai sekarang Rama gak ada muncul dikampus" ( Lala)
" Hus gosip aja kamu La" ( Dinda)
" Ye siapa yang gosip, memang bener kok tanya aja sama Serra tuh kalau gak percaya" ( Lala)
" Diem La, jangan nambah keruh suasana. Kamu gak liat tuh muka Serra yang nyeremin, mau kena semprot kaya Dekan?" ( Ratih)
__ADS_1
" Sorry Aku gak bisa mikir malam ini, buntu otakku. Sorry juga rapat harus kacau. Biar besuk aku pikirkan lagi ide buat event ya, sekarang bubar saja percuma aku gak punya solusi". Putusku akhirnya, aku sadar sikapku keterlaluan. Sungguh kacau aku hari ini.
°°°°°
Ratih
" Ser, sorry gue chat lu pribadi. Gue tau lue lagi dalam mood yang jelek banget, lue jangan diem berbagila Ser gue siap jadi pendengar."
" Lue tau gue Rat masalah pribadi gak mungkin aku bagi."
" Gue tau Ser, tapi percayalah Kami anggota timmu selalu ada buat kamu, Kita bisa cari solusi bersama untuk pecahkan masalah."
" Gue masih belum percaya sepenuhnya sama tim yang gue bentuk Rat, lue tau gue gak bisa bungkam mulut orang agar tidak asal bicara."
" Kalau begitu lue bisa percaya sama gue, ceritalah agar hatimu tenang. Lue bukan Serra kalau lagi marah tau gak, asli serem."
" Kalau bukan gue terus siapa?"
" Setan kali."
Aku tertawa mendengar julukan baru yang disematkan padaku. Aku tau Ratih hanya ingin menghibur, tapi masalah hati sungguh sangat rumit.
"Akhirnya lue bisa tertawa Ser walau sebentar, huff sikap kamu yang seperti tadi bisa mengacaukan posisimu sebagai leader Ser, lue nyadar gak sih." ( Ratih)
" Gue tau gak seharusnya gue marah-marah karna hal sepele begitu."
" Lain kali jaga emosi Ser, bukan cuma gak baik buat orang lain tapi lebih gak baik lagi buat lue. Lue tau banyak yang gak suka ama lue."
" Emang benar tapi gimana sama RK kedepannya?
" Kenapa emang dengan RK?"
" Hadeh kemana otak cerdasmu bergeser Ser!!. Inget kagak Rektor dan Dekan pernah bilang tanggung jawab RK semuanya diberikan ke lue, jadi sekarang lue ngerti kaga sama maksud gue?."
" Pusing gue Rat, gk bisa mikir."
" Lue istirahat deh, kalau sudah siap cerita cari gue ya. Gue akan selalu ada waktu buat lue Ser, kepp smile kep strong gue yakin lue bisa."
" Gue usahain, thanks ya Rat lue sudah mau nemenin gue ngobrol."
" Ya sudah istirahat sono, gomel juga butuh tenaga Ser." hahaahhaahh
" Sompret hahahah bye Rat."
°°°°°
12 february.
__ADS_1
" Ser ada acara apaan diaula?, Aku kemarin bolos jadi ketinggalan berita."
" Hele alasan aja kamu Ron, acara pemilihan bintang podium."
" Maksudnya ya semacam lomba gitu, nanti akan dipilih yang terbaik."
" Ada hadiahnya?"
" Adalah pasti, minat kamu Ron?"
" Boleh juga kayaknya, ada syarat khusus gak sih?"
" Syarat khususnya harus aktif sih, lainnya gak ada tuh. Cuma syarat-syarat biasa event."
" Sama siapa nih daftar? sama kamu bisa?"
" Sama Ratih Ron, Dia yang tanggung jawab soalnya."
" Hadiahnya menarik gak, kalau gak menarik males ikutan."
" Dasar kamu ya, Aku kirim promonya aja ya. Baca sendiri jangan banyak nanya, pusing jelasinnya."
" Hele bebek masih sensi aja kamu, sini ku peluk biar tenang."
" Sompret mau tak timpuk kamu."
" Wkwkwk astaga kamu ini Ser serius mulu, awas cepat tua lo."
Tak aku jawab ledekan Rony, aish susah sekali mengendalikan moodku. Akhirnya Aku pilih pulang dan pergi ke warung rujak, hari ini jadwalku makan makanan pedas biar luntur nih beban dikit.
" Aku pulang dulu deh, hari ini gak mood aku. Kalau dipaksain
takut mala kepancing marah kaya kemarin, bisa kacau semuanya."
" Ya sudah sana biar aku sama yang lain urus nanti."
" chat gue aja kalau ada yg kurang jelas Rat." Ratih hanya mengangguk.
Untuk pertama kalinya selama aku jadi leader melepas tanggung jawabku pada tim. Kacau bukan, sungguh tidak kompeten.
°°°°°
☆ Nikmati prosesnya, nikmati rasanya karna semua itu ada pada masanya.
***TBC Genk's
° mohon dukungnnya
__ADS_1
°like komen rate ☆5 & favorite
°makasih & love you all***