Serra( Luka Tak Berdarah)

Serra( Luka Tak Berdarah)
Serra


__ADS_3

" Yank please buka pesanku


Dalam perasaan tak menentu Aku masih berharap kalau Rama tidak akan salah faham akan semua yang dilihatnya tadi. Aku sudah pernah menceritakan tentang keberadaan beberapa Kakak seniorku bahkan Aku memberitahu secara detail nama-nama mereka.


Ting..Ting..Ting..


Pesan beruntun masuk ke handphone ku, sedikit rasa lega terselib dihatiKu. Aku mengira semua pesan itu adalah balasan dari pesanku buat Rama, namun ternyata Aku salah pesan beruntun itu mala semakin menyayat hatiku. Tak mampu lagi aku berfikir normal yang ada hanya sakit, kalut dan takut. Ya sakit karna kembali Aku harus menerima laporan yang sebenarnya tidak pernah aku harapkan kehadirannya. Kalut karna Rama sama sekali belum menyentuh pesanku, terbukti sampai lebih dari satu jam setelah pesan terkirim Rama masih mengacuhkanku.


Takut sangat takut Aku belum mampu menerima kenyataan jika masalah ini akan menjadi penghujung cerita Kami, Aku cinta Dia apapun keadaannya.


Laporan dan sreenshot yang masuk ke padaku tak lagi menjadi fokusku, Aku tak peduli. Bagiku rasa yang Rama hadirkan untukku adalah melebihi dari kata sayank yang sering Dia ucapkan.


" Yank please dong jangan marah, beri Aku waktu untuk menjelaskan semuanya. Jangan begini Aku mohon Yank."


satu menit ..tiga menit ..lima menit sampai dimenit ke lima belas baru ada balasan masuk darinya


" Jelaskan apalagi, semuanya sudah jelas bukan?"


" Astagfirullah, kamu salah faham Yank. Bukankah Aku sudah pernah menceritakan tentang Abang-abang seniorku padamu."


" Iya pernah cerita memang tapi Aku tidak pernah menyangka gaya berteman kalian seperti itu."


" Gaya kami yang bagaimana yang menurut Kamu keterlaluan, katakanlah karna sungguh Aku tak tau, sebab sudah biasa Aku dan Abang-abangku bercanda begitu."


" Oh sudah biasa ya, oklah silakan lanjutkan. Aku tidak tau kalau ternyata gaya bertemanmu seperti itu, mungkin Aku yang terlalu kolot hingga tidak mampu mengimbanginya. Ok mulai sekarang Aku akan mengikuti gayamu."


" Astaga Yank kenapa kamu selalu salah dalam mengartikan ucapanku, bisakah kamu tidak mencampurkan nya dalam emosi. Aku tau Aku salah, jangan marah lagi."


" Terserahlah Aku mau tidur ngantuk."


" Iya istirahatlah Yank, maaf aku membuatmu marah."


°°°°°°


Serra pov


" Ser gimana cowokmu masih marah?"( Bang Alan)


" Sudah tidak kok Bang, tadi itu Rama hanya pura-pura marah biar Serra jera Bang, kan Serra pamit mau makan eh mala ngobrol sama Abang makanya dia marah heheh maaf ya Bang"

__ADS_1


" Aduh Abang kira beneran marah, jadi kepikiran Ser. Abang tidak mau membuat hubunganmu dengannya retak karna Abang."


" Gak Bang kami baik-baik saja kok."


Maaf Bang, maafin Serra karna harus berbohong sama Abang. Serra terpaksa Bang, Aku tidak mau ada orang yang mengorek lebih dalam masalah pribadiku dan Rama.


Aku akan menyimpannya sendiri Bang, membicarakan kemarahannya hanya akan menambah pengaruh jelek bagi moodku sendiri.( Serra)


" Syukurlah kalau begitu Ser, jadi Abang tidak perlu khawatir kalau-kalau adik Abang nanti datang nagis dengan mata sembab, ingus meler dan muka kucel yang serem."


" Dih jahatnya punya Abang mala ngeledek, kan asem Bang."


" Hahahaha lucu godain kamu itu Ser, ya sudah ya lanjut kapan-kapan lagi kita ngobrol eh mending jangan ngobrol kalau ketemu Ser kita chat aja ya."


" iya Bang, makasih atas pengertiannya."


°°°°°


NADYA


" Ser lue dimana? napa tak nampak hidung lue dimanapun" ( Nadya)


" La ikutan soak nih anak, lue baik-baik aja kan Ser."


" Baiklah, napa emang? pertanyaan lue aneh banget dah."


" Hahah cuma mau ngetes aja lue beneran baik gak lagi mewek kan?"


" La mala ngadi-ngadi lue Nad, ada apa? ayolah cerita jangan main tebak-tebakan males Aku lagi gak mood."


" Ehek, pengen bakso pedes gue Ser. Keluar yuk jajan."


" Ogah ah, lagi mager juga."


" Napa lue sakit."


" Mala ngatain orang sakit! kupret emang lue."


" Eh suep yang ngatain lue siapa? gue nanya kali Ser. Katanya lue lagi dalam keadaan baik napa sensi, ada masalah lue ya?."

__ADS_1


" Sotoy, dibilang kagak ada apa-apa juga."


" Lue berubah Ser, lue nyadar gak sih?. Sekarang lue mala lebih tertutup, marin-marin nih lue masih mau berbagi cerita ama gue. Lue gak percaya lagi ama gue ya sekarang?."


" Eh Nad kalau ngomong jangan asal napa, siapa pula yang lagi gak percaya ama lue. Kan udah gue bilang, gue baik-baik aja tidak ada masalah apapun. Lue nya aja yang sok main tebak-tebakan hasilnya zonk."


Sorry Nad, gue kagak bisa untuk bicara sekarang. Gue gak tau mana teman gue dan mana yang bukan. ( Serra)


" Gue tau kali Ser, lue lagi nyimpen sesuatu dari gue. Gue hafal sifat lue hafal banget, lue gak akan diem kalau masalah itu gak rumit. Kenapa sih lue suka bener nyiksa diri? Gue tau pasti lue sudah terima banyak laporan tentang pacar lue itu.


Kenapa lue masih diem aja? aish gue gak tau gimana jalan pikiran lue sebenarnya. Yang gue tau lue banyak berubah, tawamu sumbang Ser gak serenyah biasanya. Nada bicara lue juga sudah beda, lue banyak berbohong akhir-akhir ini. Gue hargai perasaan lue, makanya gue gak mau banyak bertanya."


" Yang lainnya gak perlu lue jawab Ser cuma pertanyaan satu ini gue butuh jawaban dari lue. Masihkah Gue jadi teman lue? masih kah gue ada hak untuk ikut berbagi ama lue?."


Aku tertegun Nadya memang temanku sejak lama, kami sering berbagi canda dan tawa. Nadya salah satu anggota dari banyak tim yang Aku bentuk. Banyak tim namun semua berhianat saat keberhasilan telah diraih.


" Nad, gue..Sorry Nad bukan maksud gue mengenyampingkan keberadaan lue. Namun gue belum mampu berbagi lebih tepatnya gue gak mau cerita, bukan karna gue gak percaya sama lue atau siapapun. Tapi ini masalah pribadi gue, gue pengen nyelesaiin semuanya sendiri."


" Makin banyak yang tau akan semakin memperburuk keadaan, gue mohon Nad lue mau ngertiin keadaan gue saat ini. Nanti kalau gue sudah siap gue pasti cerita sama Lue."


" Heleh melow amat lue sekarang Ser, mana lue yang garang kaya singa bunting? Ser lue tau banyak orang kagum sama keberanian lue, lue berani bersuara lantang dan menyuarakan pendapat lue. Dan anehnya saat lue bersuara tidak ada yang berani ngebantah atau menyelah, termasuk Rektor. Mana itu semua? mana semangat lue. Hari ini gue kecewa ama lue, melow bukan sifat lue diluaran." ( Nadya)


" Jangan tunjukin kelemahan lue dihadapan orang lain, lue banyak musuh tanpa lue sadar. Berapa rapat forum yang bisa lue bikin kacau karna amukan lue, cukup tiga sampai empat kalimat keluar dari mulut lue bisa membungkam banyak mulut nyiyir, eh lue sekarang melempem. Singa bunting gue dah berubah jadi lembu. Gue kecewa Ser!!."


Sorry Nad gue ngecewain lue .


°°°°


☆ ***Sakit itu tidak selamanya harus diungkapkan, karna kita tau tanggapan orang lain atas rasa kita


☆ Sakit yang mengendap akan menjadi obat yang menemani air mata dalam lara


TBC Genk's..


Happy reading ya ..walau ceritanya sedih tapi usahakan tetap tersenyum wkkwwk bisa gak tuh 😜


° Mohon dukungannya


° Like komen rate ☆ 5 & favorite

__ADS_1


° Terima kasih & love you all***


__ADS_2