Serra( Luka Tak Berdarah)

Serra( Luka Tak Berdarah)
Serra


__ADS_3

Hari itu datang juga, hari dimana Ramaku dilantik jadi pengurus. Aku senang karna itu bisa membuat nama Rama semakin berjaya namun ada takut yang menggelanyut dalam hatiku. Aku sangat faham Rama yang supel akan cepat akrab dengan siapapun apalagi para cewek-cewek itu.


Tapi Aku mencoba untuk kembali menaruh kepercayaan ku padanya, yakin ku Rama tidak lagi berulah.


" Yank, tau tidak disana banyak sekali yang mengeluh-uluhkan namaku kalau Aku muncul. Rasanya gimana gitu Yank, emm seperti ada kebanggaan tersendiri dalam diri ini saat semua orang menyapa dan memanggil nama Kita." Rama bercerita dengan antusiasnya.


Narsis memang tapi itulah Ramaku, yang selalu ingin menjadi dominan. Aku yakin Dia mampu meraihnya namun rawan juga baginya untuk melangkah karna sifatnya itu yang akan muda dimanfaatkan orang.


" Tau tidak Yank, kalau Aku muncul para cewek-cewek itu langsung teriak-teriak histerias memanggil namaku. Lucu Yank tapi seru juga saat Aku lempar permainan mereka pada antusias."


Huuft cewek-cewek kan!! mana bisa Ramaku jauh dengan mahluk yang bernama cewek. Ramaku adalah Rama sang casanova penuh pesona.


" Hati-hati jaga diri, jaga sikap dan jaga hati kamu Yank, ingat biarpun Aku disini Aku bisa tau kelakuanmu disana. Kamu pikir Aku tidak tau niat Venti memintamu menjadi patnernya? Dia hanya ingin terlihat menjadi orang terdekatmu saja." Serra


" Jangan khawatir sayankku, Aku tidak mau menyakitimu lagi. Aku akan selalu mengingatmu dalam setiap waktuku."


Rama taukah Kamu, janjimu membahagiakan namun juga menakutkan. Aku hafal kenakalanmu Aku tau kelemahanmu Aku juga mengerti kebutuhanmu.


Kau lah casanovaku, Kau lah penguasa hatiku, Kau lah pemilik jiwaku dan Aku takut Kau jugalah yang akan menjadi penyebab kehancuran terbesarku.


Tak akan pernah Kamu menyangkah rasa ini begitu mendalam, bahkan mungkin tidak akan ada yang tau kebenaran cintaku begitu dasyat hingga semua yang menentangpun tak mampu lagi mengacaukannya. Akan tetapi sayang rasa ini hanya Aku yang merasa karna Kau tak pernah mau merasakannya.


°°°°


" Serr, kenapa lagi kamu? melamun tumbenan amat Kamu melamun?" Ratih menghampiriku yang sedang fokus menyaksikan anak-anak bercanda diforum


" Kagak ada apa-apa Rat, kenapa emang?" Aku mencoba menyembunyikan segala galau dan gunda yang beberapa waktu ini menderahku.


" Gak usah bersandiwara, Aku hafal betul Kamu. Tanpa masalah Kamu akan sangat energik gak loyo begini. Muka Kamu tersenyum tapi Aku tau senyummu itu palsu sekali Ser."

__ADS_1


" La sotoy Kamu mah Rat, mana ada begitu."


" Aku masuk forum itu dan ada beberapa anak-anak juga masuk, tapi Aku yakin mereka tidak tau apa-apa." Ratih memulai cerita yang aslinya Aku tidak ingin mendengar


" Aku tau Kamu terlalu baik Ser, Kamu tau bagaimana Venti dibelakangmu Dia berlagak baik namun jahat." Ratih terus berceloteh


" Sudahlah itu pilihan Rama Rat dan Aku hanya mau mendukungnya." Sanggahku


" Mendukung untuk apa? untuk Dia punya baby lain lagi dibelakangmu seperti yang sudah-sudah begitu?."


" Maksudmu apaan Rat? Rama berselingkuh lagi?."


" Kamu paling tau sifat lakimu Ser, Kamu juga pasti tau perubahannya beberapa hari terakhir. Aku tau Kamu gak sebodo yang mereka bilang diluaran sana, hanya saja sayangmu itu yang membuat Kamu terlihat begitu bodo dengan cinta butamu itu. Tidak ada yang salah dengan cintamu dan juga sayangmu Ser tapi bodo didalam nya yang membuat mu semakin tidak ada artinya. Kamu dibuat seperti orang yang tidak berharga."


" Rat, Aku tau kamu kesal namun Aku sendiri tidak tau mengapa Aku begini juga."


" Orang bilang sayang, bilang cinta tapi selalu tega melukai dan menyakiti perasaanmu masih Kamu pertahankan bahkan Kamu bela, Aku tidak tau lagi bagaimana membuat Kamu sadar Ser."


" Dan gak baik arogan begitu karna Kita tidak tau yang sebenarnya bukan?" Aku mencoba memberi pengertian pada Dany yang keras


" Terus saja begitu, tinggalin Papi mam baru mamy akan terbebas dari semua sakit dan penghinaan. Mana harga diri Mamy? hanya demi Papi Mamy rela diremehkan, Mamy rela jadi bahan gunjingan."


" Nad bawa pergi Dany ya, bahaya kalau sampai Dia mengamuk."


" Tapi apa yang dikatakan Dany itu benar semua Ser, Lue tidak bisa menutup mata untuk ini." Nadya


" Gue tau Nad, biar Gue cari cara lain ya. Gue yakin masih ada jalan buat Gue benahin semua."


" Terserah Lue ya yang penting Aku dan yang lain sudah ingetin Kamu Serr, demi kebaikan hati Kamu sendiri." Nadya mengomel sambil berlalu membawa Dany ikut serta

__ADS_1


Aku tau teman-teman, Kalian teman terbaik yang Aku punya. Tapi bagaimana dengan hatiku? Aku sayang Dia sangat sayang. Aku hanya ingin bahagia dan tersenyum itu saja.


°°°


Selvia


" Ser Lue dimana? masih diforum atau off sudah?." Nadya menghubungiku personal malam ini


" Forum Nad, Gue lagi rapat sama Rektor. Penting??."


" Laki Lue, Gue tinggalin pesan nanti Lue baca setelah rapat Lue beres, ingat beresin urusan Lue sama Rektor baru baca chat Gue." Nadya


" Hem, ok nanti Gue hubungi Lue lagi ya Nad. Sorry banget nih Gue harus rapat."


" Aman Ser, Lue lanjutin aja."


Rapat personal dengan Rektor sering Aku lakukan, hanya berdua. Kami sering berbicara tentang banyak hal terutama tentang RK dan anak-anak yang tergabung didalamnya.


RK bagiku adalah rumah kedua, dulu sebelum Aku bergabung, Aku ada dalam satu tim forum lain namun diRK lah aku merasa dihargai dan namaku melambung tinggi membawa nama RK terbang mengalahkan beberapa nama besar forum lain.


Bangga susah pasti, Aku dan Rektor paket komplit dalam menyelesaikan masalah dalam instansi. Dalam diam tugasku banyak tidak ada yang tau dan sadar peranku dibalik layar bersama Rektor.


Keluar masuk forum bahkan menghancurkan kerikil yang mengganggu keberlangsungan RK, Aku pelakunya. Jahatkah? bagi mereka yang tidak tau alurnya mungkin jahat tapi bagi yang faham, itu adalah bentuk pembentengan RK yang berujung tombak Aku dan Rektor.


Dan Rama menjadi kelemahan terbesar yang Aku miliki, sebelum bersamanya Aku adalah pribadi yang keras dan tertutup. Itulah alasan sebenarnya kenapa banyak yang segan padaku.


Aku jarang berbicara, bahkan jarang bercengkrama terlalu akrab dengan anggota semua Aku serahkan pada tim, peranku lebih banyak dibelakang layar bersama Rektor.


Namun belakangan Aku lebih banyak terjun keberbagai masalah terlebih soal Rama, Dia menjadi prioritas terbesarku selain RK. Konsentrasiku terbagi namun Aku selalu berusaha maksimal dalam segala hal. Serra adalah Serra yang kuat dan tangguh. Tak ada dan tidak boleh ada yang menggoyahkannya.

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2