
...Ada banyak kata yang tidak pernah bisa terucapkan...
...Ada beberapa makna yang tidak bisa diartikan...
...Namun ada banyak rindu yang belum bisa teruraikan...
...Dan itu...
...Menyakitkan...
...๐น๐น๐น๐น...
" Ser, sudah dengar berita terbaru?" Ratih menghampiriku siang ini
" Tentang?" Aku mendongak
" Ehmm" Ratih hanya terdiam ragu begitu nampak dimatanya
Binggo
Sudah bisa ditebak, berita apa yang dia bawa hari ini. Aku tidak mau lagi menjadi orang yang berpura-pura bodoh dan tidak tau apa-apa. Sudah lama aku menjalani sikap yang bukan sikapku sebenarnya
" Kalau itu soal Rama dan Yanti aku sudah tau Rat" Ucapku pelan
" Ha, seriusan kamu sudah tau? kok bisa?" Ratih menatapku entah itu takjub atau heran, entah juga itu suatu ejekan.
" Kamu lupa kebiasaanku ya, aku kan pengamat profesiaonal haha" Aku tertawa walau sebenarnya hatiku perih
Tidak ada yang tau kan? kalau sebenarnya semalam telah terjadi pertengkaran hebat antara aku dan Rama.
Yang hasilnya sudah bisa ditebak, Dia menyalahkanku.Ya dalam segala hal aku dan keputusanku selalu salah tanpa ada sedikitpun yang benar.
Terkadang aku bertanya apa arti diriku ini, ingin aku memberontak namun aku tau tidak akan mampu melakukannya karena rasa sayangku yang tidak berkurang sedikitpun mesti sudah banyak luka yang mengores.
Emang kamu bodoh
Itu adalah kata-kata yang selalu bang Al ucapkan disaat aku menemui masalah.
Aku tersenyum getir
" Aku baru menyadarinya beberapa hari ini mereka kelihatan dekat, tapi aku tidak mau mengartikan kedekatan mereka seperti apa?"
" Sudahlah tidak usah dibahas, sumpah aku malas Rat. Tidakkah kamu liat drama Yanti di beberapa forum? menggelikan!"
Aku sudah tidak ingin marah namun entahlah, bohong jika benci itu tidak mampir kedalam hatiku. Tidak munafik aku mengakuinya aku benci dia
Bagiku tidak ada teman yang bisa menghianati teman sendiri, betsandiwara bahkan melakukan cara-cara yang menjijikkan
Memanipulasi keadaan dan dia berhasil karna Rama mempercayainya. Memang benar kata Bang Al aku yang terlalu " Bodoh " selama ini
Aku lupa kalau ada pepatah yang sering mengatakan
" Kucing mana yang bisa menahan lapar saat melihat seekor ikan asin didepan mata"
Aku kembali tersenyum miris!!
__ADS_1
" Rat, ada acara tidak sore ini?" Aku mengalihkan pembicaraan
Jengah sumpah !!apalagi mengingat kata-kata Rama semalam yang menusuk jauh dalam hatiku.
Orang yang ku sayang lebih membela orang lain, hebat bukan?
" Sore ya, kayaknya kagak ada deh. Kenapa emangnya Ser?"
" Bantuin aku ya, dalam beberapa hari ini aku mau off dulu Rat. Aku mau refresing, mencuci otakku yang sudah konslet ini biar kembali bersih"
" Mau kemana emang nya kamu?"
" Kemana aja yang penting bisa buat bahagia" Aku kembali tersenyum getir
" Ok, ku usahain nanti. Memang ada acara apaan di forum?"
" Kagak ada acara yang khusus sih, masih sama seperti minggu-minggu kemarin, cuma ada satu anggota mau rayain ulang tahun. Belum aku konfirmasi lagi masih, jadi tolong ya Rat kamu handle semuanya."
" Ok ku usahain, kamu juga tau sendiri kan. Akhir-akhir ini aku lagi malas bergabung diforum."
Aku menatap Ratih instens, aku sangat tau dia. Pasti ada sebab yang membuat dia malas.
" Aku sakit dan harus istirahat, mengurangi radiasi juga." Ucapnya cepat
Aku tau itu cuma alasan, tentang sakitnya aku pun sudah tau itu. Namun itu terjadi jauh sebelum dia menjadi jarang hadir diforum.
" Kan aku tidak memintamu untuk stanbay selama dua puluh empat jam juga Rat"
Tidak akan aku mencampuri urusan pribadi yang tidak mau dia bagi, sangat terlihat dia menutupi banyak hal
Ratih mengangguk
Masih terngiang dalam benak ini segala ucapan dan ungkapan. Sakit!! tentu saja.
Lebih menyakitkan dari penghianatan malahan, kamu tau kenapa begitu?. Dalam prinsipku penghianatan itu adalah proses akhir dari kurangnya rasa puas terhadap sesuatu yang kita punya dan ingin mendapatkan lebih dari orang lain tanpa mau melepas yang sudah ada.
Namun ketidak percayaan menjadi problem tersendiri dalam diri, coba saja berpikir andai semua rasa tidak percaya itu ditujukan untukmu bagaimana rasanya? terlebih orang yang melakukannya adalah mereka yang selalu ada bersama kita.
Sudah kuputuskan akan pergi berlibur beberapa hari kedepan, jujur saja otak dan pikiranku butuh suasana baru.
Anggap saja putus yang ke tiga kalinya ini adalah pelajaran bagi kami, andai masih bisa bersama maka kami akan bersama.
...๐น๐น๐น๐น...
" Nad, tempo hari Risky ada ngubungi lue kagak?"
" Ckck kamu ya, salam kek apa gitu nanya kabar atau apalah basa basi dulu Ser, ini mah langsung nanyain Risky" Sungut Nadya membalas chat ku
" Ckck bosen ah basa basi mulu, mending langsung kan cepet kelar kagak bertele-tele"
" Heleh kumat lagi nenek lampir"
Aku hanya tersenyum tanpa menanggapi
" Kalau ada orang nanya itu dijawab, kagak sopan bener dah?"
__ADS_1
" Iye elah, dia ngubungi gue pakai nomer baru. Katanya ngubungin lue kagak bisa-bisa"
" Yup hanphone gue mati"
" Napa hanphone lue, kena virus"
" Virus apaan pula? aku matiin hanphone beberapa hari ini. Jadi kagak kebalas dah yang chat aku wkwk"
" Tumbenan Ser, dalam sejarah nih ya baru sekali ini ku dengar lue matiin hanphone sampai berhari-hari. Lue baik-baik saja kan?"
" Sehat gue, semua nya baik. Jangan khawatir" Aku terdiam sebelum melanjutkan chatku
" Risky ada bilang sesuatu kagak sama lue Nad? mungkin ada cerita gitu alasan dia ngubungin gue" Lanjutku
" Kangen ama lue, dia bilang udah lama kagak denger lue ngomel makanya kangen"
" Dih sompret lah kalian" Aku tertawa dasar kelakuan teman-temanku pada absurd
" Nomer dia ganti baru, yang lama ono sudah tidak bisa katanya" Lanjut Nad
" Kok kagak kasih aku nomer yang barunya?"
" Au, biar kamu penasaran kali Ser"
" Aish kagak lah, bilangin dia. Kalau kagak ngubungi jangan harap aku hubungi nanti๐"
" Dih sotoy, gimana mau ngubungi dia, Lue aja nomer dia kagak punya"
" Nah tuh tau, seratus lah buat Lue Nad"
Hahahah tawa kami pecah.
Ini hari ke tiga sudah setelah pertengkaran kami, aku pun belum membuka akses ke forum. Benar-benar tidak masuk walau hanya sebentar.
Aku hanya membalas pesan WhatsApp, tapi tentu saja pesan-pesan tertentu saja yang ku buka.
Masih belum habis pikir aku, bisa-bisanya aku yang disalahkan atas semua yang terjadi. Sungguh hebat lidah temanku membolak balikkan fakta dan aku tertipu selama ini.
Setelah puas bercanda dengan Nad, aku kembali mematikan hanphone ku. Rasanya masih sangat malas
...๐น๐น๐น...
...Sudah pernah ku bilang, sakit bukan hanya karna penghianatan...
...Akan tetapi, sakit juga bisa karna diragukan...
...Silakan bertanya pada hati sendiri, bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak dipercaya lagi?...
...Pernah berfikir akan berada dalam posisi itu pada akhirnya?...
Percayalah ada banyak rasa dalam sebuah kata berbalut
......"***CINTA"......
TO BE CONTINUE***
__ADS_1