
" Hai Kak."
" Iya La gimana? ada yang bisa dibantu?."
" Kak boleh Lala cerita sesuatu?" ( Lala)
" Soal apa ya La, sepertinya serius? boleh deh asal jangan gosip aneh-aneh ya La."
" Gak aneh Kak tapi ini nyata, tapi janji Kakak gak akan marah ataupun tersinggung." ( Lala)
" Baiklah Aku janji, ceritalah Aku jadi penasaran."
" Kak, sebenarnya Rony dan Iyan adalah temanku, teman baikku mala. Mereka selalu ada untuk membantu orang lain. Mereka orang-orang baik kak."
Aku mendengar helaan nafas panjang, sepertinya Lala menyimpan sesuatu yang menyesakkan kok jadi gak enak ya.
" Kakak tau satu bulan terakhir adalah masa terpuruknya Rony Kak, awalnya Aku pun tidak tau masalah yang dihadapinya, sampai akhirnya Lala mendesaknya untuk bercerita. Lala tau semuanya Kak, bagi Rony Kakak sangat special kakak bisa mengimbanginya, Kakak bisa membuatnya nyaman. Rony gagal Kak dalam magangnya."
Kaget, itu reaksiku pertama kali saat mengetahui Rony gagal dalam prakteknya, padahal hal itu sangat berarti baginya. Rony pernah bercerita sebelum berangkat waktu itu, kalau Dia bertekat akan membawa sesuatu yang bisa dibanggakan nanti disaat kembali. Namun Aku lupa menanyakan tentang hal itu. Yang membuat Aku bingung kenapa Rony menjadikanku sebagai acuan dan semangatnya.
" Kak Rony menyukai Kakak, apa Kakak tidak tau atau memang pura-pura tak tau?"( Lala)
" Maksudmu La? maaf Aku gak ngerti. Kalau Rony menceritakan semuanya harusnya Kamu tau dong posisi kami, Kami tidak pernah hubungan khusus La. Kami murni berteman."
" Itu menurut Kakak, tapi tidak buat Rony. Kakak segalanya bagi Dia, tapi kakak mala menjalin hubungn dengan orang lain."
" Kak Lala tau Rama lebih menarik dari Rony tapi Lala bisa jamin sayang Rony tulus buat Kakak, namun keputusan Kakak menghancurkan segalanya."
Blank ya blank sudah otakku, semua yang Lala ceritakan seakan menamparku. Aku tidak tau dan tak pernah tau apapun selama ini, yang Aku tau Kami berteman. Lalu salahku dimana?
Bukankah setiap orang berhak bahagia? setiap orang punya pilihan bukan?. Kita punya jalan dan cara masing-masing untuk meraih kebahagiaan namun kenapa mendengar cerita ini Aku jadi merasa bersalah? padahal Aku tau Aku tidak bersalah.
Sisi egois dalam diriku pun berkata, bahwa Aku tidak pernah salah.
°°°°°°
" Ser, gimana kabar lue?"
" Weh gue baik Nad, lue sendiri apa kabar? sorry banget pas waktu itu gue ngamuk di forum terus ngilang."
" ist ok lah, sudah berlalu. Gue tau lue gak salah hanya jadi bagian yang disalahkan."
" Parahnya gak ada yang bantu gue"
" Keadaan tidak memungkinkan waktu itu, lue tau gue mencoba bicara saja gak dikasih kesempatan gimana mau bantu lue."
" Sudahlah lupakan saja sudah berlalu juga."
Nadya adalah temanku, Dia dan aku banyak terlibat hal-hal seru dalam kegiatan kampus namun Kami terpisah beberapa bulan lalu karna suatu kejadian dan Aku memilih mundur.
" Gue dengar lue lagi jalan sama Rama Ser? benar.?
__ADS_1
" Dengar dari mana?"
" Semua orang tau kali Ser"
" Kalau sudah tau kenapa masih nanya?"
" Dih resek kan konfirmasi apa salahnya."
" Bukan konfirmasi itu tapi kepo."
" Beda tipis lah"
" Lue seriusan ama Dia tuh orang Ser?."
" Rama maksud lue? serius lah Nad, lue hafal sifat gue masa masih nanya mulu?.
" Karna gue tau lue makanya nanya suep, tapi Ser gue punya teman nih pernah curhat kaga sengaja sih ya ini. Dia curhat pernah ditembak cowok dan bla bla bla ternyata cowok itu juga jadian sama cewek lainnya lagi. Nah cewek- cewek itu temanan. Sadis gak tuh sih cowok?."
" No komen, bukan urusan gue Nad."
" Lue mah selalu gitu, jangan terlalu cuek Ser. Bagaimanapun lue gak akan pernah tau disekeliling lue itu bagaimana?."
" Bagi gue selama mereka baik ya gue baik sudah gak mau mikir aneh-aneh lagi. Males ribet gue Nad."
Andai lue tau Ser cowok yang gue maksud pacar lue, apa lue masih bisa secuek ini.( Nadya)
Cerita Nadya sama seperti cerita yang disampaikan Cici, tapi kenapa hatiku selalu menolak informasi itu. Ram Aku gak tau mana yang benar dan mana yang salah, Aku hanya tau pasti Cinta ku sama kamu masih sama tak berubah sedikitpun.
°°°°°°
" Pagi abang, tumben ngampus bang? lagi bolong ya."( Serra)
" Anak nakal abang kangen pengan ngampus makanya nongol"
" Kangen kampus doang nih gak kangen adiknya?" manyun ku
" Lah adik abang gak kangen masa abang kangen sendiri."
" Kangen lah bang, miss you miss you bang." Tawaku pecah .
Bang Alan sudah Aku anggap abang ku sendiri, sama seperti bang fa. Mereka baik, terkadang Aku datang pada mereka hanya untuk sekedar sharing dan minta bantuan memecahkan masalah. Masih ada beberapa lagi Kakak-kakak senior yang akrab denganku selain Mereka, itu juga yang menjadi salah satu penyebab banyaknya cewek-cewek yang iri, Aku sadar dan tau tapi Aku memilih untuk tidak peduli. Selama Aku nyaman aku bisa berteman dengan siapapun.
" Oh jadi begini? pantas saja tadi Aku disuruh istirahat saja .Ternyata begini dibelakangku" Rama datang mengejutkanku.
" Lo Yank katanya tadi capek."
" Iya memang capek tapi Aku kangen makanya gak bisa tidur, eh sampai sini mala liat yang beginian. Sudah lanjutkan."
***15 menit sebelumnya
" Yank, Aku hari ini capek banget. Boleh tidak kalau istirahat."
__ADS_1
" Istirahat aja dulu kalau gitu Yank, jangan maksain nanti mala sakit."
" Tapi masih kangen."
" Nanti juga bisa kan, janji deh nanti Aku temanin."
" Ya sudah Aku istirahat dulu ya sayank, jangan nakal."
°°***
Rama pergi tanpa mau mendengarkan penjelasanku, perasaanku sudah tidak menentu. Ingin mengejar tapi gak enak sama bang Alan.
" Wah cowok kamu cemburu Ser, lain kali kalau nyapa Abang lewat chat pribadi aja ya."
" Gara-gara abang nih?"
" Kok Abang sih, sudah sana jelasin. Katakan sama Dia kalau Abang ini Abangmu gak usah cemburu, kalau kamu mau sudah dari dulu Abang pacari Kamu Ser."
" Heleh mala nyiram minyak panas, kacau dah Bang. Tinggal dulu ya Bang."
" Cinta banget kayaknya kamu sama tuh cowok Ser."
Aku hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. Namun dalam hatiku sudah bergejolak tak menentu, Aku berharap Rama tak salah faham padaku.
" Hai lagi ngumpul apa nih? boleh gabung gak?." ( Rama)
" Boleh dong Kak, gabung aja kita tambah seneng kok."
" Weh betah nih kalau gini, ngumpul sama cewek-cewek."( Rama)
" Ya sudah stay sini aja Kakak ganteng, kita rame-rame."
" Boleh itu namamu siapa cantik." ( Rama)
Astaghfirullah, huff marah bener kayaknya sampai tidak mau membalas pesanku. Mending aku diemin dulu saja biar emosinya rada reda baru aku jelasin.
Ting Ting..
Notiv handfoneku berbunyi, buru-buru Aku buka kana menyangkah itu Rama yang membalas pesanku, tapi ternyata .
Astaga ..
°°°°°°
***TBC Genk's
°Mohon dukungannya
°like komen rate ☆5 dan favorite
° makasih banyak & love you all***
__ADS_1