
12 -13 february
Hubunganku dengan Rama kembali membaik, tidak tau mengapa kami bisa begini. Bertengkar dan berselisih namun Kami selalu berusaha menyelesaikan semua dengan cepat.
Terkadang Aku egois menginginkan Dirinya hanya ada untukku namun Aku juga tersadar bahwa Aku sendiri punya segudang kesibukan yang tidak bisa Aku tinggal ataupun wakilkan pada anggota tim lain.
Rama adalah sosok perfeksionis, dimataku Dia pribadi yang teguh pendirian. Dia selalu mengatakan apa yang dia suka dan tidak suka secara langsung dan gamblang. Termasuk padaku yang notabenya orang terdekatnya saat ini.
Rama akan memarahiku atau bahkan membentakku jika Aku ada melakukan sesuatu yang menurutnya salah. Terkadang banyak teman-teman yang tanpa sengaja melihat Rama marah akan langsung bertanya kenapa Aku hanya diam diperlakukan begitu? dimana Serra yang selalu bisa memarahi orang lain bahkan bisa menyelesaikan segala urusan forum hanya sendiri tanpa bantuan orang lain menjadi diam dan takhluk hanya pada seorang Rama Pratama.
Aku tidak pernah membantah jika memang kesalahan itu Aku lakukan, namun Aku tidak akan diam kalau semua itu adalah fitnah belaka. Tak jarang Aku memilih diam hanya untuk menunggu amarah dan emosi Rama stabil, Aku sangat faham sifatnya Rama tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri, kalau kita membantahnya itu akan menambah kadar emosinya meningkat. Sangat tidak baik bagiku dan juga bagi Rama sendiri.
Pada awalnya Aku menjalani hubungan ini dengan satu tujuan, Aku ingin mengubah sedikit pribadi Rama yang keras. Aku tau pribadi dia sebenarnya baik namun yang Aku tidak tau mengapa Dia bisa begitu. Aku sering mendengar orang-orang diluaran sana menggunjingkan sikapnya yang terkesan sedikit arogan.
Aku ingin Rama menjadi pribadi yang lebih supel lagi, Aku tidak mau kejadian pada juniorku yang menjadi pribadi berbeda karna suatu masalah terjadi pada Rama. Namun ternyata ada yang berbeda dengan hatiku.
Semakin hari Aku semakin memahami sifat Rama, dan itu membuatku semakin terikat dengannya. Aku tidak tau ini cinta atau apa? yang Aku tau setiap saat Aku selalu menginginkannya. Pikiranku selalu penuh tentangnya, setiap langkahku selalu penuh kehati-hatian Aku tidak mau membuatnya marah ataupun kecewa. Karna semua orang tau hubungan Kami.
Aku yang terkenal karna urusan forum yang menjadi tanggung jawabku, menjadi kendala untukku bebas melangkah. Ditambah lagi hubunganku dengan Rama menjadikanku sangat berhati-hati bertindak. Sebelum bersamanya Aku tidak pernah memikirkan hal sedetail itu . Namun semenjak nama Rama selalu Aku bawa kemanapun Aku melangkah sekecil apapun kemungkinan yang membuatnya marah apalagi malu sebisa mungkin Aku hindari.
Jujur Aku tidak pernah tau bagaimana perasaan Rama kepadaku, yang Aku tau rasa sayangnya selalu menghiasi hari-hariku.
Pesan itu ada di memoriku, tidak hanya dalam handphone ku namun selalu terukir dihati dan ingatanku. Menjadi semangat disetiap tugas yang Aku lakukan karna Dia selalu ada bersamaku dihatiku.
°°°°°
14 february
" Yank boleh bercerita tapi mungkin ini akan menyakitimu Yank, namun Aku tidak bisa berbohong padamu. Cepat atau lambat Aku harus mengatakannya."
" Apa? kok sepertinya serius banget."
" Sangat serius, tapi Aku tidak tau harus memulainya dari mana. Karna Aku tau ini akan menyakitkan untukmu Yank."
__ADS_1
" Ceritakan semua Yank, katakan apa yang ingin kamu katakan."
" Tapi ini akan membuatmu sakit Yank."
" Aku akan menahannya, Aku janji."
" Yakin Yank?."
" Yakin sayankku, katakanlah."
" Huuf, Yank maaf ya sebenarnya Aku ada dekat dengan seseorang, sudah lumayan sih waktunya. Tapi sampai sekarang belum ada status resmi antara kami, lebih tepatnya Aku belum memberinya status apapun karna Aku memikirkanmu Yank."
Aku terdiam, awalnya Aku mengira Rama akan menceritakan tentang cewek-cewek yang selama ini dekat dengannya di kampus ini. Tentu saja cewek-cewek yang menghiasi laporan screenshot yang masuk ke Aku tiap hari.
Namun ternyata ini lebih dasyat dari yang Aku fikirkan, Aku tak mampu berfikir normal. Duniaku hilang sedetik kemudian. Menagis dalam diamku, terluka dalam hatiku namun Aku bisa apa?.
" Maaf ya sayank, Aku bingung harus bagaimana? jujur Aku sayank sama kamu yank. Tapi Dia ada lebih dulu diantara kita dan meminta kepastian statusnya. Katakan yank Aku harus bagaimana menjawabnya?"
" Semua Aku serahkan padamu, apapun keputusanmu akan Aku terima Yank." ( Serra)
" Kalau Aku melarang itu artinya Aku jahat sayank, karna telah menghambat masa depanmu."
" Jadi Aku anggap kamu setuju ya Yank? Aku masih ada , masih ngampus namun mungkin akan jarang datang saja."
" Bisa minta waktu, jujur Aku belum siap untuk semua ini."
" Iya sayank Aku masih menjanjikan beberapa hari lagi untuk memberi jawaban pada gadis itu."
°°°°°
Tak banyak kata yang bisa Aku ucapkan, tak banyak suara yang bisa Aku dengungkan. Aku menagis dalam diamku, Aku hancur dalam laraku. Tak tau lagi bagaimana melukiskan keadaanku saat ini.
Acara hajatan dirumahku pun tak mampu menjadi pelipur laraku, memasak yang biasanya menjadi hobyku mala kacau balau. Akhirnya Aku memilih berdiam diri mencoba berdamai dengan hatiku.
" Aku kuat itu katamu Yank, Aku harus melakukannya demimu, demi kebahagiaanmu. Hanya demi kamu sayankku.
__ADS_1
" Serr ada bahan bolu yang habis bisa kamu belikan, eh gak usah dah minta uangnya saja biar nanti Ifa yang beli."
" Dimana belinya mbak yun?"
" Aku suruh Ifa saja Ser, kamu istirahat tidur sana. Pucat gitu apa belum makan kamu?."
" Gak papa kok Mbak kurang tidur aja kali Mbak, mahklum semalam kan rame anak-anak begadang."
" Beneran gak papa? ya sudah kalau gitu belinya di Mbak Sulas yang ada diutara sana ya, kalau yang selatan kualitasnya kurang bagus."
" Iya Mbak siap, cuma itu saja atau ada lagi biar sekalian belinya."
" Sudah kayaknya, nanti kalau ada yang kurang Mbak telfone deh.
Aku berangkat dengan lunglai, Aku hanya ingin mencari udara baru karna udara dirumahku pun sudah terasa pengap. Pertigaan pertama Aku masih ingat jalan, namun beberapa saat kemudian Aku tidak tau apa yang terjadi, yang Aku ingat hanya membanting setir motor kearah kiri dan karna didepanku ada mobil pick up yang sedang melaju dan sialnya disebelah kiri terparkir minibus sejenis angkot. Setelah itu Aku tak lagi ingat apapun.
Aku tersadar tepat jam satu siang, bingung awal bangun seperti orang linglung. Hanya ada Kakak sepupuku yang sedang duduk sambil main handfhone.
" Wes tangi ( sudah bangun)?" ( Mas dwi)
" Nang endi Aku mas? kan mau ape menyang toko? ( dimana Aku mas? tadikan mau ketoko?)
" Gak duwe kerjoan awakmu, mobil meneng mok tabrak. Ngantuk turu wayae mala ngluyur!." ( tidak ada kerjaan Kamu , mobil diam ditabrak. Kalau ngantuk mending tidur mala kluyuran!)
Sudah sakit mala kena omel, beruntung karna hanya tangan kiriku yang bengkak. Sakit tapi tak terasa.
°°°°
***TBC Genk's
° mohon dukungannya
° like komen rate ☆5 & favorite
° makasih & love you all***
__ADS_1