
Osaka, Februari pukul 8.41
Dua remaja ber baju kasual tengah duduk menatap not hitam putih yg berjejer di hadapannya. Si lelaki muda yang tampaknya mahir bermain piano langsung menekan not di depannya dan beralunlah sebuah lagu yg indah. perempuan di dekatnya juga menikmati nada lembut itu.
" kamu bisa bernyanyi ? "
" Aku tidak bisa "
" Benarkah ? Cobalah "
Tangan yang menekan not not hitam putih memaksa wanita belasan itu bernyanyi. Matanya tak henti menatap lurus ke arah wajah gugup tadi sampai akhirnya si gadis mulai bersenandung.
Indah, suaranya begitu halus masuk ke gendang telinga, laki laki yang memainkan lagu bertambah semangat mengisi alunan musik pengiring.
Bohong saat dia berkata tidak bisa bernyanyi, namun mengapa dia berkata tidak tadi.
" Suaramu indah " pujinya.
Namun yang dipuji malah ambruk ke lantai, buru buru pria tadi menghampirinya serta membuat badannya menjadi sandaran. Gadis itu memegang kepalanya kuat, lalu menjerit kesakitan. Setelah itu ia langsung berdiri dan menatap pria tadi tajam.
"Kepalaku sakit karena mu ! Sudah kubilang aku tidak bisa bernyanyi ! " Bentaknya.
" Tapi suaramu indah, sungguh. "
" Hentikan ! "
Tubuh itu kembali ambruk dengan kepalanya yang sakit bukan main. Bukan menjerit, kali ini dia menangis pelan.
" Aku tidak tahan ta, aku lelah dengan diriku " ucapnya menatap pria yang sedang di depannya.
" Tidak, kau kuat. Aku janji akan menemanimu Ayumi " tangan pria tadi memeluknya.
Pukul 13.00, Bandara Tokyo.
Ayumi mengecek ponselnya, ia harus ke management tepat waktu. Dia berjalan keluar dari bandar udara itu, sampai di halte bus. Ayumi duduk di temani 2 anak SMP yang juga menunggu kendaraan umum itu lewat.
Pukul 13.43, transportasi roda 6 itu akhirnya berhenti di depan halte ber chat kuning tempat Ayumi menunggu.haru mengarahkan kartu nya pada mesin untuk membayar ongkos bus tadi.Lumayan sepi juga bus ini, apa orang yang berkerja pulang lembur ?Entahlah, sekarang Ayumi memakai earphone nya dan menyetel lagu yang ia nyanyikan.Sesekali Ayumi bergumam mengikuti lirik yang di lafalkan dalam lagu, ( cinta selembut Awan) singgel ke 2 yang ia nyanyikan.
Bus itu berhenti mulus di halte jarak beberapa meter ke arah management, qwert entertainment. Sepatu ber hak sedang menimbulkan suara seiring Ayumi berjalan.
" Hi, Ayumi manager Yamada sudah menunggumu di ruangannya " ucap seorang staf.
" Ah baiklah, terimakasih mira- san " ucap Ayumi tersenyum lembut.Ayumi berjalan ke arah ruang manager, namun baru beberapa langkah dia berbalik.
" Serta tolong sampaikan pada nya, agar tidak seenaknya merubah jadwal " ucap Ayumi penuhpenekanan.
Muka yang tadi ceria berganti sorot datar tidak suka yang di arahkan pada semua yang ada di ruang utama management itu. Mira yg mendengarnya hanya angguk kepala, sudah hafal dengan keadaan juniornya di qwerty entertainment.
Ayumi memasuki ruangan itu tanpa mengetuk pintu. Dia menganggu si manager itu yg asik berciuman dengan seorang trainee muda.
" Apa aku mengganggumu ? Pria hidung belang ? " Ucap Ayumi.
" Aku akan pergi " ucap si trainee itu yg langsung menuju ke pintu. Sempat sesaat ketika berpapasan dengan Ayumi, si trainee ini berkata. " Menyingkirlah dasar pengganggu" bisik nya.
" Bodoh, aku bahkan bisa menggagalkan debutmu " ucap Ayumi membalas.
Si trainee itu tidak membalas lalu melengos keluar. Ayumi kemudian duduk di kursi depan meja si menejer. Dia mengerjapkan mata, dan saat di buka suasananya sungguh berbeda sekarang.
" Ah maaf mengganggu manager Yamada- sama. Apa ada hal yg berkaitan dengan jadwal perekaman " tanya Ayumi sopan.
" Benar, Ayumi - Chan. Nie sedang ada masalah pribadi dan tidak mau menjalani pemotretan " ucapnya.
Ayumi mengeluarkan nafas dengan kesal, nie adalah anak dari kepala direktur yg membeli suaranya. Ayumi akan bernyanyi di belakang panggung sementara yg terlihat oleh penonton adalah si bintang nie yang bersuara emas.
" Apa karena dia anak direktur maka bisa seenaknya. Asal si suara babi itu tau. Sudah 5 agensi besar menawariku untuk debut menjadi soloist. Aku bahkan tidak butuh uang 10 juta yg di tawarkan ayahnya itu " ucapnya cepat dan membuat dadanya naik turun.
Setelah itu Ayumi duduk dan memegangi wajahnya.
Tidak lagi - batinnya.
" Maafkan aku Yamada - sama " ucapnya membungkuk.
__ADS_1
Seperti yang lain, manager Yamada hanya mengangguk memaklumi. Ayumi adalah anak yg pendiam, dia sangat segan untuk memberi protes dan kritik. Maka jiwa lainnya akan berontak dan meluapkan unek unek nya
" Aku mengerti Ayumi Chan. Kau juga lelah jika harus di buru oleh jadwal. Aku akan mengajukan ini pada pak direktur. Dengan sedikit ancaman maka dia akan lunak "
Ayumi mengangguk, setelah itu ia diajak oleh pak manager untuk melihat anggota trainee yang akan debut 6 bulan ke depan.
Para gadis itu berdiri urut membentuk barisan ke samping.
" Konnichiwa Ayumi Senpai." Ucap mereka.
" Konnichiwa " jawab Ayumi.
" Agensi sudah menyeleksi hingga tersisa 5 orang. Mereka sudah memiliki posisi masing-masing "
" Siapa main vocalist ? " Tanya Ayumi.
Gadis bercelana pendek itu mengangkat kepalanya. " Bernyanyi lah "
Dia mulai bernyanyi lagu milik nie yang di nyanyikan Ayumi, semuanya lancar sampai pada lirik perfack yg salah pelafalannya.
" Bukan perfeke, tapi perfack. Apa kau tidak bisa bahasa Inggris ? " Tanya haru.Dia menunduk pasrah, Ayumi berganti pada bagian Rapp nya. Namun tetap saja kurang maksimal, karna pelafalannya yg kurang jelas, terlebih jika liriknya bahasa Inggris.
Konyol sekali management, jika akan terburu buru mendebutkan grup yg belum matang seperti ini. Industri hiburan tidak hanya membutuhkan visual melainkan talentanya.
" Cukup Ayumi san, mereka tidak akan langsung di debutkan. Terimakasih sudah memberi saran pada mereka " ucap manager Tiny ( grup yg akan debut )
Ayumi dan manager Yamada meninggalkan ruang trainee.
" Sumimasen, Yamada sama. Sepertinya aku sudah keterlaluan. " Ucap Ayumi dengan penuh rasa bersalah.
" Ah, sudah tidak perlu di khawatirkan. Mereka memang belum pantas"
" Yamada sama, aku akan pulang. Tolong kabari aku jika ada perubahan jadwal lagi " Ayumi berpamitan.
Toko kue jam 16.00, Ayumi membeli satu potong kue krim strawberry dan beberapa Snack kue kering pada toko di sebrang kantor pos. Dirinya menenteng belanjaan miliknya ke rumah yg hanya beberapa meter dari sana.
Ayumi meletakan kantung yg ia pegang ke atas meja, sedangkan dia bergegas ke kamar kecil.
Ayumi yg sudah memakai baju piyama, hanya membalas sahutan ibu dan berjalan menuju ruang tamu.
" Kombawa Ayumi Chan " sapa Kaito. " Kombawa, yuta Kun " jawabnya.
" Bagaimana dengan hari ini ? Ada yg terjadi ? " Tanya yuta.
" Yah, seperti yg kau tau. Aku berubah lagi. Bahkan sampai mengatai Yamada sama " jawab Ayumi.
" Oh iya, yuta Kun. Ada apa bertamu malam malam ? " Lanjut Ayumi.
"Tentang itu ..., Em, Ayumi Chan. Aku hanya ingin kau menjawab jujur. Apakan kau senang berada di qwerty entertainment ? Maksudku, sebagai penyanyi bayaran di balik panggung ? " Ujarnya.
Ayumi tampak menimang nimang ucapan yg akan keluar. Dia juga berfikir, apa dia senang dengan posisi ini ? Apa dia nyaman saat suaranya diakui orang lain, apa lagi itu nie, gadis sombong yg populer karena garis keturunan dari direktur. Ah sepertinya benar kata yuta. Ayumi tidak suka disana.
" Tentu saja, apa kau senang suaramu di akui jadi orang lain ? Berkerja di balik panggung dan selalu berhadapan dengan jadwal perekaman yg di ganti seenaknya. Aku lelah yuta Kun, tapi mereka mengancam ku ke jalur hukum saat mengakhiri kontrak ini. " Ucapnya.
Yuta memandang nanar pada teman nya itu. Hanya yuta, orang luar yang tahu bahwa lagu milik nie merupakan suara dari Ayumi. Dia juga tahu, isi kontrak yg mengikat temannya pada management itu 1 tahun lalu.
Tapi sekarang, yuta sudah bisa membantu temannya. Yuta adalah seorang pengacara hukum yang baru terjun ke dunia persidangan 9 bulan yang lalu. Ada sekitar 6 kasus ia pegang dan 4 diantara dimenangkan olehnya.
Dia sudah memiliki pengalaman di kursi pengacara maupun berhadapan dengan hakim. Sekarang yuta yakin bisa membantu Ayumi mengenai kontrak penjerat itu.
" Kau lupa temanmu ini Ayumi ? Aku adalah pengacara. Aku bisa membantumu "
" Tapi yuta Kun, mereka adalah agensi, mereka bisa saja menyewa pengacara yang hebat darimu "
Yuta menatap lesu ke lantai. " Apa kau tidak percaya padaku ? "
Baik yuta maupun Ayumi diam, menikmati atmosfir canggung ini. Sampai hari memukul mejanya keras " Percaya, ayo kita hancurkan mereka di persidangan " ucap mantap Ayumi yg di soraki oleh yuta.
"Oh aku bahkan lebih menyukai sisi ini saat membicarakan agensi itu " ucap yuta senang.
Ayumi menekuk tangannya seperti bos lalu menggeser poninya ke kiri. " Tentu saja, mengambil keputusan harusnya olehku. Tapi kesalahannya, saat menandatangani kontrak itu bukan aku "
__ADS_1
Kini yuta dan Ayumi mengumpulkan bukti dan saksi untuk memperkuat argumennya di masa depan.
Yamada menelfon hari berkali kali saat 2 hari ini dia tidak berangkat ke entertainment. Ada apa ? Biasanya dua akan bersemangat saat membawakan lagu baru.
Dia sangat frustasi sekarang, album nie harus segera selesai bulan ini. Poster dan spoiler sudah terlanjur terkirim pada fans. Jika tidak bisa tepat waktu dalam produksi nya, maka qwerty akan menanggung kerugian besar.
Ponsel Yamada bergetar, menandakan ada panggilan masuk. saat di layar tertera nama Ayumi, ia langsung mengangkatnya.
" Akhirnya kau bisa dihubungi" ucap Yamada
" Tentu, dua hari lalu aku sudah mengirimkan email pada Pak direktur. Aku akan menunggumu dan nie di kursi persidangan tanggal 27 Maret. Sampai jumpa mantan manajer ku "
Panggilan terputus sepihak. Di sisi lain yuta dan Ayumi masih tertawa terbahak-bahak menerka wajah seperti apa apa yang akan terlihat dari raut Yamada.
" Apa yg harus ku lakukan setelah ini ? " Tanya Ayumi.
" Tentu saja debut menjadi soloist, bibi ku mengenal produser musik Korea disini. Kau bisa mengembangkan karier mu ". Ayumi menoleh ke arah yuta." Apa kau yakin ? "
Yuta mengangguk mantap, meyakinkan Ayumi. Akhirnya temannya itu setuju. Mereka pergi ke tempat yg sudah di katakan yuta.
Setelah menerima test vokal Serta Rapp, akhirnya dia di terima menjadi trainee. Namun karna rencananya hari akan di debutkan menjadi soloist jadi masa teaine nya hanya perlu 1 bulan dan Ayumi bisa pergi ke Korea untuk lagu pertamanya.
" Bagaimana dengan nama panggung mu, apa akan tetap dengan Ayumi ? " Tanya direktur nya.
"Ah tidak, aku ingin sebuah nama. Mungkin nama barat, agar menarik perhatian fans "
" Emm, bagaimana dengan Ellen, aku membaca sebuah novel dan itu tokoh utamanya " ucap yuta.
" aku suka itu, ya pak aku ingin Ellen menjadi nama panggung ku " ucap Ayumi mantap.
Selesai dengan urusan karirnya, sekarang tinggal beberapa Minggu lagi. Ayumi dan yuta harus menghadapi ruang sidang.
Ruang Persidangan.
27 Maret, pukul 10.00
3 hakim duduk di kursi kebesarannya. Sementara itu, Ayumi dan yuta duduk bersebrangan dengan nie dan pengacaranya.
Disana juga ada keluargaku, beberapa fans dan tak ketinggalan, direktur qwerty entertainment dan Yamada.
Sekitar 2 reporter juga sudah on cam. Untuk merekam segala hal yg terjadi di ruang persidangan.
" Jadi apa gugatan mu, pengacara Nakamoto " tanya sang hakim.
"Menjawab yang mulia, saya sebagai pengacara dari penggugat. Ayumi saito, ingin membatalkan atau keluar dari kontrak yg menjeratnya di bawah agensi qwerty. Pada tanggal 4 April tahun lalu. Di akibatkan pelanggan pada kontrak oleh management. "
Yuta dengan tegas serta menatap tajam direktur yg masih duduk di kursi saksi.
" Izin menyela yang mulia, jika bisa. Apa yg management langgar pada pihak Ayumi saito "
"Pasal terakhir, mengenai upah. Management menjanjikan 10 % keuntungan album untuk penggugat. Namun kini nie telah memiliki 2 album dan single yg sukses di pasaran dan pihak penggugat belum menerima gaji yg pantas untuk kerja kerasnya selama 1 tahun " jelas yuta.
Jejeran para saksi terdengar berbisik-bisik Ayumi yang masih merupakan Sisi lembutnya hanya bisa berharap persidangan ini akan selesai sesuai harapannya dan yuta. Pengacara pihak qwerty tidak menunjukkan ekspresi apapun iya hanya nya membuka tutup dokumen dan bersiap untuk berbicara lagi.
" Jika demikian pihakku qwerty memang harus menanggung konsekuensinya. Namun pihak manajemen menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak penggugat. Tanggal 5 Agustus tahun lalu pihak penggugat melanggar pasal kedua yang berisiĀ pihak Ayumi tidak boleh menyebarkan pada publik mengenai posisinya di qwerty " ucapnya yang mengarah langsung pada Ayumi.
Pengacara sewaan qwerty itu, merujuk pada pesta ulang tahun temannya. Ayumi memang ikut merayakan. Dan ternyata yg dimaksud kan adalah ketika hatu bernyanyi di pesta itu. Ayumi yg mendengarnya hanya bisa tertunduk, berfikir apa benar hal itu melanggar ? Lalu bagaimana saat mingu kemarin ia juga ke karoke bersama teman temanya, apa itu termasuk pelanggaran ?
Hening sebentar, mimik dari wajah nie tampak merendahkan ke arah Ayumi. Pasti dia akan kalah, mungkin itu yg di katakan nya dalam hati. Yuta yg sangat bersemangat tadi, mendadak diam juga. Jika terus dibiarkan situasi ini malah akan berbalik menyerang Ayumi dan yuta.
" Apa dari pihak penggugat ada pembelaan " tanya hakim.
Ayumi yg masih menunduk lesu, langsung tersentak saat kaya penggugat di lontarkan sang hakim. Entah mengapa mulutnya serasa kaku, seakan mencegahnya bicara.sekarang pertama kalinya Ayumi ingin sisi tegasnya muncul.
" Ak..aku, izin menjawab yang mulia. Mengenai pasal yang menurut management saya langgar. Saya punya pembelaan, pertama isu pasal itu merupakan mempublikasikan posisi saya yg merupakan penyanyi di bekakan panggung pada fans dan publik. Namun dalam pesta itu, hanya di hadiri oleh 5 orang termasuk saya. Ke limanya merupakan orang yg mengenal saya 4 tahun belakangan. Mereka sudah tau suara saya. Dan seperti yg semua orang tahu, sebelum mengambil posisi ini saya merupakan penyanyi yg meng cover lagi penyanyi lain. Dan kebetulan 1 tahun lalu saya terkena copyright karna lagu milik artis qwerty yg saya cover. Pelanggaran hak cipta tersebut membuat management mengancam saya pada jalur hukum dan membuat saya menandatangani kontrak tersebut. Dan kembali lagi pada topik utama, saya tidak melanggar pasal kedua. Terimakasih yang mulia " jelas Ayumi.
Semua yg berada di kursi saksi terheran-heran dengan sikap Ayumi yang tiba tiba saja berbeda. Kembali, persidangan berjalan. Beberapa ada argumen yg seakan menyalahkan pihak Ayumi. Namun sepertinya tuhan ada di pihaknya. Karna sidang ini di menangkan oleh Ayumi dan yuta. Dan mulai detik itu, kontrak yg menjerat Ayumi 1 tahun ini resmi hangus. Serta pihak qwerty akan tetap membayarkan konversasi pada Ayumi.
Satu bulan pun berlalu, setelah persidangan dan trainee yang Ayumi lakukan. Akhirnya ia bisa debut menjadi solois, suaranya akan menggema dan leluasa ia tonton kan pada publik. Dirinya kini memiliki banyak fans dan tentu saja, sahabatnya yuta. Tanpa dukungan darinya mungkin hari ini pun Ayumi hanya akan menjadi penyanyi bayaran untuk nie.
Lembaran baru akan segera Ayumi goreskan dengan tintanya. Menutup lembaran lama namun tidak di buang. Biarkan bagian dari hidupnya akan terus menempel pada buku bersampul namanya. Sekarang tinggal memperkenalkan diri pada dunia. Siap ?!
__ADS_1
" HI EVERYONE I AM ELLEN ! "