Short Story For You

Short Story For You
pipi bakpao kesayangan


__ADS_3

Lorong sekolah ini tidak pernah sepi dengan suara injakan dari siswanya. Ku buka loker peach milikku dan mengambil sepatu olahraga dan meletakkan yang hitam disana. Pelajaran olahraga kali ini akan bimbing oleh Sasaki sensei.


" Yo, Hoshi. Ayok ke lapangan " ajak Rena, teman sebangku.


" Ayo ! " Ucapku tak kalah bersemangat.


Praktek kali ini ialah lari jarak jauh. Kami harus memutari lapangan sebanyak 3 kali dan pak guru akan menghitung waktunya.


Semua teman sekelas ku mulai melakukan pemanasan. Begitupun aku dan Rena, namun ketika hendak berjalan ke garis start Rena berteriak padaku


" Hoshi ! Kau menstruasi ! " Ucapnya dengan lantang.


Dasar Rena bodoh ! Mengapa mengatakannya dengan keras ?. Semua yang tadi sibuk pemanasan mendadak melihatku. Aku langsung jongkok dan menutup wajahku yang malu.


Sebuah jaket tersodor kepadaku, aku melihat ke arahnya. Ternyata dia pak Sasaki.


" Hoshi sebaiknya kamu tidak mengikuti praktik dulu. Pakai ini dan beristirahatlah" ucapnya, tidak lupa dengan senyum yang menampakkan gingsulnya.


Aku menerima jaket itu dan memakainya untuk menutupi darah pada celanaku.


Setelah membeli barang sakral berwarna putih.aku berjalan menuju UKS, menstruasi membuatku cepat lelah. Dan mumpung sedang free aku ingin tidur saja sepanjang jam olahraga ini.


Aku membuka pintu uks, dan masuk kedalamnya.


" Siang, Julia aku akan di sini sampai nanti " ucapku pada julia- anak PMR yang bertugas saat itu.


"Husst, Hoshi jangan terlalu keras, ada anak yang sakit di dalam " ucap julia yang menunjuk tirai penyekat ranjang UKS.


Aku menutup mulutku, dan terkekeh canggung.


" Maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa tidur disini. Aku akan kembali saja " ucapku yang membuat Julia menahan tanganku.


" Bisakah kau tetap disini ? Menggantikan aku sampai jam ke 2 ini habis. Aku punya jadwal ulangan sekarang. Oke, aku mohon " ucapnya dengan memohon


" Aku tidak bisa melakukan apapun " ucapku


" Tidak banyak, hanya perhatikan saja siswa yang sakit di dalam " ucapnya lalu melambai padaku


Ya, bahkan aku ingin bersantai. Tapi tak apa, Julia sepertinya santan membutuhkan jam ke 2 ini. Lagipula apa yang menyulitkan dengan menunggu seorang yang sakit ?


Aku penasaran dengan pasien di balik tirai ini, perlahan aku membuka tirai itu. Terlihatlah seorang siswa yang sepertinya adik kelasku. Pipinya yang menyerupai bakpao sangat menggemaskan saat tertidur.


Aku berpindah ke kursi yang berada di samping ranjang. Ku tusuk pipi bakpao lucu itu dengan telunjukku. Sangat kenyal, ini bukan bakpao tapi mochi susu.


Namun tiba tiba siswa itu terbangun dan mengalami sesak nafas. Aku belum tau bahwa dia asma.


" Hei tenanglah, kalau begini aku tidak tahu berbuat apa" ucapku.


" Obat... Di ... laci... to..long" ucapnya yang masih kesusahan bernafas.


Aku langsung membuka laci lalu menemukan botol seperti semprotan dan memberikan padanya.


" Hirup itu " ucapku panik.


Dia menyemprotkan nya tepat di hidungnya. Beberapa kali ia menyemprotkan obat itu baru kemudian dia tenang.


" Sudah tidak apa apa ? " Tanyaku.


Dia mengangguk lalu melihatku, posisinya masih terduduk. Namun aku menyuruhnya untuk tertidur lagi. Namun bel jam ke 3 sudah berbunyi dan aku tidak memiliki waktu free lagi.


" aku harus kembali ke kelas, kamu istirahat saja " ucapku yang beranjak.


" Tunggu, senpai siapa namamu ?" Tanya nya


Sambil menutup pintu aku berkata " namaku Hoshi " kemudian aku pergi dari sana.


Satu hati setelahnya, seperti biasa aku dan Rena akan bermain di depan kelas, tidak banyak yang dilakukan, kami hanya saling cerita sambil duduk di bangku kayu.


" Kamu tau, Mark ?" Tanyanya


" Hmm, ketua OSIS itu. Tentu saja aku tau" jawabku.


"Adiknya baru pindah kemari,aku belum sempat melihatnya." Keluhannya padaku.


" Memang kelas berapa adiknya itu ? " Tanyaku.


" Adik kelas kita, kelas 10 A. Itu yang ku dengar saat di kantin " jawab Rena.


" Ahh. Sama seperti kakaknya. Dia juga pintar " jawabku.


Di tengah percakapanku dengan Rena, seseorang berlari dari belakang. Dia menepuk pundak ku sambil terengah-engah. Aku menatap kearahnya.


" Hoshi senpai, akhirnya aku menemukanmu " ucapnya.


" Mengapa kamu berlari, bagai mana jika kamu sesak nafas lagi " ucapku yang mendadak teringat hal di UKS


Dia tertawa kecil lalu menunduk, " sumimasen, aku tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya


Sambil tersenyum.


" Siapa laki-laki lucu ini " tanya Rena.


" Ah, aku bertemu dengannya saat di UKS kemarin. Ah aku lupa, siapa namamu ?" Tanyaku.


"Namaku, Seiya Takahashi. Kelas 10 A " ucapnya.


" Yakk ! Dia sangat imut " ucap Rena yang mencubit kedua pipi mochinya


Namun saat Rena sedang asik mencubit pipi Seiya. Ketua OSIS datang dari arah belakang.


" Rena, apa yang kau lakukan pada adikku" ucap Mark yang langsung membuat Rena berhenti mencubit pipinya.


Rena berbalik dan mendapati Mark sedang menatapnya dengan senyuman yang menurutku mengerikan. Siapa sangka Rena langsung pingsan saat itu.


" Rena ! Ada apa denganmu ! " Ucapku panik.


Aku mengguncangkan badannya yang ambruk itu. Wajahnya merah dan matanya berbuka menatap langit yang kosong.


" Mark tampan sekali..." Ucapnya kemudian menutup mata.


" Apa dia baik baik saja ? " Tanya Mark yang sepertinya merasa bersalah.


"Ya, sepertinya begitu. Ketua tidak perlu mengkhawatirkannya " ucapku.

__ADS_1


Mark mengangguk dan merangkul Seiya. " Maaf jika bocah ini mengganggumu. Kami permisi." Ucapnya berjalan menjauh.


" Hoshi senpai, sampai berjumpa lagi ! " Ucap Seiya melambaikan tangannya.


Setelahnya, Seiya selalu menemui ku. Entah itu saat berangkat sekolah,di kantin,jam olahraga maupun waktu dimana kegiatan belajar ku tidak berjalan. Pasti ada saja alasannya untuk menemui ku.


" Hoshi senpai ! Ohayo gozaimasu " ucapnya yang berlari menuju sampingku.


" Ohayo Seiya, jangan lari lagi" ucapku.


" Apa kamu ada waktu luang nanti ? " tanyanya.


" Mungkin saat jam fisika, pak guru tidak berangkat " jawabku lagi.


" Baiklah akan ku tunggu di atap " ucapnya lalu berlari menjauh.


Ada apa dengan anak itu ?


Pelajaran dimulai seperti biasa, sampai pada saat pelajaran fisika dimulai. Kukira akan ada jam kos saat ini, namun salah guru yang lain malah memberi tugas yang mengisi jam ke 5.


" Rena ! Aku bawa bento. Mau mencicipinya ? " Tanyaku


" Wah tumben sekali, tentu " ucapnya.


Kami saling mencicipi makanan masing masing. Telur gulung buatan ibu Rena memang yang terbaik. Apalagi nasi Nori nya.


" Hmm entak sekali " ucapku.


" Eh, tumben sekali pipi bakpao itu tidak kemari " ucapnya.


Ah Seiya, aku lupa dengan ajakannya. Apa dia tetap disana saat jam ke 5 ? Aku bangkit dari dudukku dan berlari ke arah atap. Pintu besi yang berkarat itu sedikit susah dibuka, namun akhirnya berhasil juga.


" Seiya apa kamu disini ? " Teriakku


Tidak ada jawaban, kembali aku memutari area itu sambil terus memanggil namanya. Dimana anak itu ?


" Hoshi senpai, aku disini " ucap suara yang sangat familiar. Benar itu milik Seiya


Seiya tengah duduk menyender pada tembok dengan krah baju yang di buka 2 kancing. Tangannya terkulai memegang semprotan obat asmanya. Lalu disampingnya tergeletak 2 kotak bento.


Aku berlari kearahnya.


" Apa yg terjadi Seiya ? " ucapku yang terjongkok didepannya.


" Aku kira Hoshi senpai akan kemari" ucapnya terkekeh


" Maafkan aku, tidak ada jam kosong tadi " ucapku menyesal.


"Sudahlah ayo kita makan. Aku tau kamu sangat menyukai telor gulung, ada sosis juga didalamnya " ucapnya.


Dia bersemangat membuka 2 bento itu. Aku memakan itu dengan senang, rasanya lumayan. Dan aku tidak mengira dia akan bolos hanya untuk makan siang bersama ku.


" Enak sekali " pujiku. Dia berbinar dengan mata yang tertuju pada wajahku. Itu berlangsung lama, merasa risih aku membuka topik pembicaraan lain.


" Seiya, jam istirahat akan usai. Sebaiknya kita kembali" bujuku


" Aku ingin bersama mu, Hoshi senpai " jawabnya dengan raut murung.


" Senpai, apa kamu suka laki laki yang pintar ? " Tanyanya.


Aku mengangguk " tentu, laki laki pintar dan baik adalah tipe ku " jawabku sekenanya.


Mimik wajahnya berubah jadi semangat. Aku bahkan tidak bisa menerka apa yang otak didalam muka bakpao nya berfikir.


" Baiklah, aku akan kembali ke kelas " ucapnya.


Hah ? Bukanya dia yang sedari tadi meminta untuk tetap disini ?


Lalu mengapa sekarang bersemangat sekali menuju kelas ? Ah biarkan saja, anak seusianya baru menginjak tahap remaja. Mungkin faktor itu yang di alami Seiya.


" Rena ! Aku rangking 8 !" Ucapku senang.


" Wah selamat, aku naik jadi ranking 12. Kita harus merayakannya ! " Ucapnya begitu semangat.


" Hmm, kau benar bagaimana dengan karoke ? Lagu baru Ellen benar benar boming saat ini" ucapku terlampau senang.


" Ide yang bagus Hoshi, aku juga tidak sabar menyanyikan lagu milik zvx part mikio adalah favorit ku" ucap Rena


Lalu kami berteriak bersama. Memikirkan keseruan seperti apa yang akan kami alami nanti. Lagu long Miss milik Ellen dan take my heart again dari single debut milik zvx, ah itu akan sangat menakjubkan !


" Hoshi san, Rena san ! Bagaimana rangking kalian ? " Tanya Seiya padaku dan Rena


" Syukurnya ada kemajuan kali ini." ucap Rena penuh semangat.


" Lalu bagaimana dengan ketua ?" Tanyaku.


" Peringkat 2, nilaiku turun kali ini" ucap Mark. Menghindari situasi yang menyedihkan ini, Rena kembali berucap.


"Kami akan pergi ke karoke nanti malam, kuharap masih ada ruangan di Sotrp " ucap Rena


" Wah sepertinya seru, aku akan ikut bersama kalian !" Ucap Seiya girang.


" Tidak Seiya, jangan mengganggu mereka " itu Mark yang lagi lagi datang dari arah belakang.


" Ni- san, aku ingin ikut " Seiya merengek. Dan Mark kembali mengucap kata tidak pada adiknya itu. Lalu Seiya berpindah jadi di belakangku seorang meminta pertolongan agar bisa ikut dengan Kami.


" Sumimasen, ketua, bisakah biarkan Seiya ikut bersama kami ?" Tanyaku meminta izin


Mark tampak berfikir saat itu, dan untungnya ia mengizinkan adiknya menghabiskan waktu bersamaku dengan Rena namun dengan syarat Mark juga ikut di perayaan kecil kecilan milik kami.


Seiya bersorak kesenangan dan memelukku dari belakang. Mark yang melihat itu lantas melempar tatapan tajam pada adiknya, namun sepertinya tidak di indahkan. Nyatanya dia malah makin berani sampai mencium pipiku.


Aku terdiam beberapa lama, mencerna apa yang baru Seiya lakukan. Ini baru pertama kalinya interaksi ku begitu intim dengan seorang pria. Entah karena kuper atau memang aku yang seorang anak rumahan. Namun ini benar-benar terjadi mendadak.


" Kau ! " Teriak Mark lalu mengejar Seiya yang sudah lari setelah yg dilakukan itu.


" Ekhem, Sepertinya akan ada yang jatuh cinta " ucap Rena menggoda.


" Eh, apa maksudmu itu. Di-dia hanya anak yang baru pubertas ! " Elak ku.


Sotrp, tempat karoke nomor satu di kota weqy. Bahkan aku dan Rena perlu mengosongkan dompet kami untuk menyewa 1 ruangan nanti.


" Hoshi san, Rena san aku disini !" Sepertinya kalian sudah tau siapa yang berteriak.

__ADS_1


Kamu menghampiri 2 bersaudara itu. Rena tercengang dengan perubahan penampilan yang mendadak kasual oleh keduanya. Mark memakai kaos hitam dipadupadankan dengan jaket jeans dan celana abu abu yang terdapat seperti Soekan di lutut. Sementara Seiya tampak lebih santai dengan hanya berkaos putih dengan Hem kotak kotak yang ia ikat di pinggang dan sebuah topi bertuliskan zvx di kepalanya.


" Kalian benar benar keren dengan gaya kasual" puji Rena yang lalu berpindah tempat ke sebelah Mark. Siapa sangka jika gadis ABG ini begitu tidak punya malu.


"Terimakasih, aku juga akan membayar ruang karaokenya" ucap Mark dengan sopan.


" Eh tidak apa apa, kami yang sudah mengundang kalian" ucapku yang menolak niat baik ketua OSIS ini.


" Bukan masalah Hoshi san, kami yg mengganggu perayaan kalian"


Kurasa pria ini begitu keras kepala, perdebatan tadi berakhir dengan kami iuran untuk menyewa ruangan itu.


" Siapa yang pertama bernyanyi ?" Tanya Rena.


"hoshi senpai ! " Itu Seiya yang berteriak.


Baiklah akan ku tunjukan berapa merdunya suaraku. Rena memutar lagu long Miss dan menyodorkan microfon kepada ku. Lantunan melodi yang lembut bagaikan balad mengiringi lantunanku yang fokus pada papan penunjuk lirik.


" Suaramu keren sekali !, Baiklah giliranku sekarang ! " Ucap Rena bersemangat.


Aku mundur dan duduk di sofa yang didepannya terdapat berbagai minuman dan... Bir ? Hah siapa yang meminum itu disini.


" Itu miliku, maaf meminumnya disini" ucap Mark yang mengambil kaleng itu dan meminumnya.


Jakunnya naik turun. Menandakan cairan itu tengah terjun menuju kerongkongan miliknya.


" Tidak apa ketua " jawabku.


Dia mengangguk lalu mendekatkan wajahnya padaku, aku menyesuaikan situasi ini dengan memundurkan wajahku, hingga bagian belakang kepala ku terbentur senderan sofa yang empuk.


" Ini bukan sekolahan Hoshi, panggil aku Mark" ucapnya dengan suara berat, jemarinya menyentuh pipi bersemu miliku. Sudah 2 kali aku mendapatkan perilaku intim dari 2 orang pria. jantungku bahkan tidak terkontrol dengan sentuhan nafas milik Mark itu.


" Hoshi bernyanyi lah bersamaku " ucap Rena yang menariku. Syukurlah, aku tidak ada di posisi itu lebih lama.


***


" Hoshi " panggil Rena, sekarang kami tengah di toilet.


" Ada apa ? " Sahutku yang membersihkan tangan.


" Bisakah kamu hanya memiliki Seiya saja ? Kamu tahu kan aku menyukai Mark " ucapnya melempar 5wtapwn menyeramkan padaku.


" Apa maksudmu Rena ? Aku tidak ada hubungan dengan Mark bahkan dengan Seiya pun tidak " jawabku


" Aku melihat kalian saat aku sedang bernyanyi. Kalian berciuman kan ? " Tanyanya memojokanku.


" Mark mabuk, dia tidak sadar. Akupun tidak tahu harus apa tadi " ucapku dengan jelas pada Rena. Aku tak ingin pertemanan kami harus putus karena masalah tadi.


" Percaya padaku Rena, aku tidak menyukainya sama sekali. Tentu saja aku mendukungmu Dengan Mark. Setelah ini duduklah disampingnya" ucapku.


Rena yang tadi sempat meragukan pernyataan ku sekarang lebih tenang dan kurasa sudah percaya kembali padaku. Cinta seperti ini tidak boleh merusak persahabatan kami. Biarkan kurelakan Mark bersamanya, lagipula itu yang seharusnya terjadi. Bukan masalah jika cinta pertama tidak menjadi pasangan, itu akan tetap menjadi kenangan yang indah.


" Aku percaya padamu Hoshi, tolong maafkan aku tadi" ucap Rena menyesal. Dia memelukku dengan hangat, maaf aku berbohong Rena, sebenarnya aku juga menyukai Mark.


***


Kami kembali ke ruang karaoke, musik melantun keras namun tidak ada yg bernyanyi disana. Kedua pria itu terbaring di sofa dan mengapa ada 2 kaleng bekas bir ? Apa, Seiya juga meminumnya ?!


" Seiya ! " Aku mengguncangkan badannya yang tertidur


" Senpai, perutku sakit " ucapnya padaku dengan suara yang kesakitan. Aku begitu panik saat itu, memposisikan tubuhnya agar menyender pada sofa.


" Rena, kau temani Mark sebentar aku akan menemani Seiya ke toilet." Ucapku lalu membantu Seiya berjalan. Tubuhnya benar benar berat,baju kesusahan memapahnya sampai ke toilet yang berjarak 3 ruangan dari sini.


Sampai ke wastafel dia ku tuntun agar memuntahkan isi perutnya. Mengapa juga Seiya malah meminum bir itu.


" Sudah selesai ? " Ucapku pada Seiya yang masih menunduk di wastafel.


Seiya mengangkat tangannya yang menumpu di bibir wastafel lalu menyiram mutahannya dan mengambil tisu dan menyeka mulutnya.


" Kenapa kamu meminum bir ? " Interogasi ku padanya.


Dia menunduk, aku berharap bukan alasan ingin mencoba yang akan terucap pada bibir ceri miliknya.


" Maafkan aku, tadi kukira itu cola" ucapnya aku pikir dia jujur jadi aku anggap jawabannya tadi adalah yang terjadi. Lagipula yang penting dia baik baik saja.


" Baiklah, aku percaya itu. Sekarang ayo kembali. Rena dan kakakmu pasti menunggu. Jangan buat mereka khawatir " ucapku beranjak keluar.


" Apa Hoshi senpai tau, kakakku menyukai mu ?" ucapnya yang begitu mendadak.


Aku menoleh kearahnya, apa dia melantur karna efek bir itu ?


" Dia sangat menyukaimu Hoshi san. " Namun yang dia ucapkan begitu jelas, bahkan saat dia bernafas untuk mengatakannya itu benar benar terdengar jelas di telingaku.


Tubuhku bereaksi kaku, seakan tidak bisa bergerak hanya karna 1 Kalimat. Mark menyukaiku ? Hal mustahil itu mengapa menjadi nyata saat ini ? Perasaan ini harus aku tekan karna dia- Rena juga menyukainya.


" Apa kamu terkejut ?" Ucapnya lalu memelukku. Bahkan aku benar benar tidak bisa mendorongnya menjauh. Bulir bening miliku terjun menuju gravitasi. Diriku benar benar dilema dengan situasi rumit ini.


" Kakakku memang menyukai mu, tapi aku juga. Aku tidak akan mengalah padanya" ucapnya tepat di telinga ku.


" Ayo kembali, mereka sudah menunggu" ucapku lalu benar benar beranjak dari sana.


Aku yakin tidak meminum setetes pun bir, namun mengapa kaki ini begitu berat untuk melangkah.


" Maaf menunggu lama" ucapku memasuki ruangan milik kami.


Namun pemandangan mengerutkan membuat tubuhku kaku lagi. Mark dan Rena tengah berciuman di sofa. Entah bagaimana aku mendefinisikan perasaan ku sekarang.


Tak terasa mataku sudah sembab karna kembali mengeluarkan cairan bening dari sana. Ucapan Seiya yang mengatakan bahwa Mark menyukaiku sekarang bagai peluru yang memecah perasaanku padanya. Hancur semuanya.


Tanganku ditarik ke luar ruangan, Seiya memojokanku ke dinding itu. Wajahnya perlahan mendekat, nafasnya bahkan mengenai wajahku.


" Ini tidak adil kan ?" Ucapnya, bahkan Seiya yang tadinya seperti anak kecil entah mengapa berubah menjadi seorang pria dewasa.


" Jadilah pacarku Hoshi san." Ucapnya.


Aku mendorongnya menjauh, " maaf, bukan artinya aku tidak menyukai mu Seiya. Tapi sangat sulit bagiku untuk membuka hati kembali" ucapku.


" Bisakah aku menunggu sampai waktu untukmu membuka hati lagi ?" Tanyanya.


" Tentu, bersabarlah " ucapku.


Dan kisah ini akan kututup bersama perasaan ku pada Mark. Tidak peduli bagaimana situasinya, kami memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Lagipula aku masih punya Seiya, lelaki bakpau yang akan menunggu hati ini hingga kembali terbuka. Bersabarlah Seiya sebentar lagi mungkin aku akan mencintaimu.

__ADS_1


__ADS_2