Short Story For You

Short Story For You
karena aku idola


__ADS_3

Tempat ini terlalu kecil untuk ku, aku butuh tempat yang lebih luas lagi agar seniku bisa mengalir di udara mereka. Benar, aku harus pergi.


Pemikiran itu mendorongku untuk beranjak ke kota. Dengan tetap meneruskan sekolahku, aku mengikuti audisi sebuah agensi disana. Pertama, aku gagal. Rap ku tidak jelas, dan gerakanku terlalu kaku. Ya, begitulah... Tak apa, masih panjang waktuku untuk sampai di atas pangung. Suatu saat nanti pasti para fans ku akan bersorak. * Mikio Abe, fighting*


Aku terkekeh sendiri, memikirkan khayalanku. Semoga suatu saat itu akan berhasil. Semangat mikio.


"Mikio san, latte 1" ucap pria bercelemek itu padaku.


Aku menunjukan jari jempolku padanya dan langsung mengambil cup lalu mengisinya dengan es batu dan latte.


Ku berikan satu porsi minuman menyegarkan tadi pada Ayumu. Kakak seperguruan ku, yang menawariku pekerjaan menjadi Batista di cave kecilnya.


"Kichida san, latte nya sudah siap." Ucapku bersemangat melambaikan tangan.


"Mi chan, gomen aku sedikit sibuk disini. Bisa kamu mengantarnya ke meja 15, seorang ojisan sedang menunggu. " Pinta Ayumu padaku.


"Okey !" Sahutku tidak kalah bersemangat.


Aku berjalan dengan 1 cup pesanan. Menghampiri meja nomor 15. Ano, dimana ojisan yang dimaksud ayumu-ni. Meja itu tinggal diduduki gadis. Mungkin dia yang menggantikannya.


" Sumimasen, nona, apa kau memesan latte ?" Tanyaku.


Dia menatapku lalu mengangguk. Kurasa benar dia yg menggantikan paman itu. "Arigato" ucapnya.


"Yosh" jawaban ku, dengan senyuman lalu kembali ke dapur.


Aku melihat beberapa foto idolaku, yang sengaja di tempel di tembok putih itu. Menatap potretnya saja membuat bergetar, semangat menggapai mimpiku memenuhi jiwaku. Tunggu aku Ren Chan.


" Apa masih lama, mikio" ucap seorang gadis yang membuyarkan lamunanku.


"Ah, gomen Ayumi san. Aku rasa belum bisa sekarang. Kakakmu akan kerepotan jika aku pergi "


Jawabku sambil mengambil cup.


"Santai saja mi-chan, kalian belajar saja. Aku akan membereskan sisanya" sahut kak Ayumu dari arah pintu.


"Tapi kichida ni-"


" Sudah, berangkat sana. Aku titip yumi Chan"


"arigato kichda nisan" ucapku membungkuk.


Aku melepas celemek lalu mengambil ransel yang sudah ku siapkan untuk bimbingan belajar di sekolah.


Bersama Ayumi aku berjalan ke sekolah. Tampilannya lebih kasual dengan kaos yang ditutup dengan kemeja. Rambutnya diikat ekor kuda dengan beberapa helai dibiarkan terurai. Ayumu sangat manis dengan kaca matanya.


" Mikio, sampai kapan kamu akan menatapku seperti itu" ucap Ayumi.


"Maaf, itu karna hari ini kamu cantik sekali" pujiku.


Ayumi tampak terkejut dengan pernyataan ku itu. Wajahnya seperti gurita rebus Sekarang.


"Jangan mengatakan itu dengan mendadak ! "


"Kenapa ? Kamu memang cantik" pujiku lagi.


Wajahnya bertambah merah, apa dia kepanasan?


"Akh, jangan katakan lagi !" Ucapnya sambil menutup wajahnya dan beranjak pergi.


"Tunggu aku Ayumi." Panggilku sambil mengejarnya.


🤴🏻


"Akhirnya " aku meletakan kepalaku dimeja. Setelah satu jam mendengarkan algoritma.


" Bagaimana kamu akan menjadi idola, jika malas seperti ini " Ayumi mengatakan itu tepat di telingaku.


" Apa idola harus belajar " ucapku malas.


" Benar, bukan tentang pintarnya. Tapi usahanya " ucapnya dingin


Huh, aku menghembuskan nafas. Benar juga katanya, Ellen pasti juga pasti berusaha keras.


Rambutku masih berwarna pirang, sejak audisiku seminggu yang lalu. Ah sebaiknya aku membersihkan ini.


Kami kembali ke cafe dan aku akan membantu bersih bersih.


Saat aku mengangkat barang tiba tiba seorang gadis memanggilku dari belakang. Ternyata itu gadis yang tadi.


" Permisi, apa kau mikio Abe ? " Tanyanya.


" Ah benar, itu aku " jawabku


" Ada apa " tanyaku


" Aku dari, knazx entertainment. Apa benar kau mengikuti audisi Minggu lalu "


" Kna- knazx entertainment ? Ah benar Minggu lalu aku ikut audisi. Tapi belum lolos " jawabku.


Perempuanerempuan itu tampak menghembuskan nafasnya. " Sebenarnya kau lolos audisi itu " ucapnya.


" Hah, tapi tidak ada yg mengirim surel padaku " Jawabku.


Perempuan itu menyodorkan sebuah kertas dan memberikannya padaku. Lembar itu berisi formulir yang aku isi saat mendaftar audisi. Tidak ada yang salah, sampai fokusku beralih pada alamat surel.


Baka !


Aku salah mengisi alamat surelku. Pantas saja tidak. Ada pemberitahuan apapun.


" Gomenasai, aku salah menulis surel " ucapku.


Dia yang sepertinya sudah mengerti tidak berekspresi apapun.


"Datanglah ke knazx entertainment besok jam 10 " ucapnya.


" Hai " ucapku cepat dan membungkuk.


" Oke, ja matane " ucapnya pergi.

__ADS_1


🤴🏻🤴🏻🤴🏻


Jam 10, aku sudah berada di gedung yang seminggu lalu sudah ku datangi. Padahal aku sudah menyerah untuk menerobos agensi ini. Namun Tuhan sepertinya punya jalan lain.


Aku berjalan sampai ke meja resepsionis dan menunjukan kartu undangan. Wanita akhir 20 itu mempersilahkan aku untuk ke ruangan di lantai 4. Para trainee lain sudah ada disana.


" Hajidhemashite wathasiwa namaewa mikio Abe desu. Yorosiku omegaishimasu ( salam kenal, namaku mikio Abe, mohon bantuannya )" ucapku sopan memperkenalkan diri.


" Hai, yorosiku " jawab mereka kompak.


Tak lama dari perkenalan itu, manager para traine ini menyuruh kami membentuk tim untuk seleksi. Aku bersama, juza dan Kaito memilih salah satu lagu dari senior kami berjudul. Love in cloud.


Kamu berlatih 3 jam sebelum tampil untuk seleksi.


" Juza Kun, perhatikan langkah mu " ucap Kaito.


" Mikio, gerakanmu salah " ucapnya lagi.


" Ah baiklah " jawabku.


Setelah bersusah payah seperti berlatih akhirnya giliran kami. Lagu diputar dan kami mulai menari. Para trainee lain memperhatikan tarian kami, walau tidak selalu kompak namun kami tetap selaras.


" Penampilan yang cukup baik dari tim 4, selanjutnya " ucap sang menejer.


Kami duduk setelah penampilan tadi. " Hah, melelahkan sekali " ucap juza Kun.


" Itu baru permulaan, juza san. Masih ada seleksi Rapp dan vocal " jawab Kaito yang mengelap kaca matanya sendiri.


" Kaito Kun, kamu benar benar keren "pujiku pada anggota tertua kami.


" Arigato, kamu juga hebat mikio" balasnya.


🤴🏻


Sekarang adalah hari terakhir seleksi, sebelum besok pengumuman untuk traine yang akan digolongkan pada line debut.


" Aku tahu kalian telah berusaha sekeras mungkin. Namun dari 8 trainee hanya ada 7 yang bisa masuk ke line debut "


Semuanya memasang wajah was was, jantung ku berdegup sangat kencang. Apakah aku masuk ke line debut ?


" Hari ini cukup untuk latihannya, persiapkan dirimu esok. Karna yang terbaik yang akan lolos " perkataan itu mengakhiri ucapan manager.


Kami kembali ke drome, aku yang 1 kamar dengan Kaito, tidak merasakan kehadirannya disini. Dimana dia ?


Aku berniat untuk mencarinya, sekeliling drome bukanlah tempat yang luas, pasti aku akan menemukannya dengan cepat. Namun memengpa Kaito malah tidak tidur, saat besok adalah pengumuman ke line debut ? Aku yakin dia akan lolos. Kaito anggota terbaik di antara traine lain. Entah itu dance, vocal maupun Rapp bahkan visualpun dia yg paling keren.


Setelah mencari di sebelah Utara, aku beranjak ke timur. Ternyata tidak semudah dugaan ku. Sebenarnya dimana Kaito ?


Ah disana, Kaito sedang memegang kacamatanya dan terduduk tanpa kursi.


" Ryoichi san ! " Panggilku.


Dia tidak langsung menjawab, Melainkan memakai kacamata hitamnya.


" Ah mikio, kau disini ? " Tanya ryoichi.


Aku duduk di sebelahnya, dan memandang wajahnya yg sedikit lesu dan tanpa gairah. Kenapa dia ?


" Oh, aku tidak bisa tidur malam ini " jawabnya menatap beberapa bintang yang berkilau.


"Apa kau gugup ? Haha, sudah jelas kau akan masuk ke line debut " kataku.


Dia tersenyum, tapi bukan karena senang. Mungkin karena aku tidak tahu apa yg terjadi, sehingga senyum memaklumi ditampilkan olehnya.


" Aku tidak akan lolos mikio " ucapnya.


Aku tersentak, lelucon payah apa yang disampaikan olehnya. Hanya kemustahilan yg dilontarkan.


" Jangan becanda Ryoichi san, itu tidak mungkin. Kau yang terbaik diantara kami "


Kembali senyum itu ia tampilkan, membuat dadaku berdetak dengan sedikit melambat. Apa arti dari senyum itu sebenarnya.


" Tidak ada idola yang memakai kacamata. lagipula,lensa kontak juga tidak cocok denganku. Huffft, mungkin aku akan mencoba yg lain saja." Ucapnya, aku masih menatapnya dengan tatapan bingung.


" Semangat lah mikio " ucapnya menepuk pundak ku.


"kau dipastikan debut. Dengan berkurangnya 1 tempat olehku, trainee lain jadi bisa debut bukan" sekarang senyum yang ditampilkan adalah rasa menyerah. Aku tidak suka itu.


" Tidak, tanpamu grup ini tidak akan berjalan. Kau adalah roda yang membawa kami sampai disini, apa jadinya kami tanpamu " ucapku dengan penuh emosional, terang saja aku tidak mau di tinggal oleh Ryoichi.


Pupil coklat mocha miliknya membesar sesaat, bibirnya yang tadi tertutup, kini sedikit terbuka. Raut wajahnya sangat terkejut.


" Kami membutuhkan mu, Ryoichi san. Kau seperti leader bagi kami, walau nyatanya ini kompetisi untuk maju ke depan panggung." Lagi lagi aku kehilangan control.


"Mikio " lirihnya.


"Jika kau mengkhawatirkan teman teman lain yg mungkin gagal. Maka aku saja yg pergi " ucapku lalu pergi ke ruangan manager.


" Tunggu mikio " cegah Ryoichi yang tidak ku hiraukan.


🤴🏻🤴🏻🤴🏻


Aku berlari ke arah ruang manager kami yang masih menyala. Setelah mengetuk pintunya, suara manager menyuruhku masuk


" Ada apa ? " Tanyanya langsung pada inti.


" Sumimasen manager, aku ingin mengundurkan diri. " Ucapku dengan menunduk.


" Apa alasanmu ? " Tanya manager itu sambil menatapku.


Aku berdiri dari posisi membungkuk ku. Tidak berani menatapnya langsung, aku hanya bisa melihat geraian rambut gelombangnya. Tangannya ia dekap di dada, menunggu jawaban ku.


" Aku tidak mau debut " ceplosku asal, bodoh sekali, yang ku ucapkan malah alasan konyol.


" Benarkah ?, Lalu bagaimana dengan Ellen ?. Bukanya itu yang kau tunggu, mikio " ucapnya.


Ellen, idola yang ku tunggu itu akan datang ke konser debut pertama. Apa training yang aku lakukan akan sia sia saja ? Tapi, Ryuichi...


" Apa keinginan mu akan berhenti ? Ah sayang sekali, padahal aku mendengarkan mu untuk mengundang Ellen ke konser pertama. " Ucapnya mengambil foto Ellen- idolaku.

__ADS_1


" Aku akan tetap...p-pergi " ucapku untuk yang terakhir kali.


Dia menyayangkan keputusanku itu dan kembali duduk di kursinya. " Ya, aku tidak bisa memaksamu untuk menetap. Besok kau bisa meninggalkan drome ini " ucap manager.


" Baik, terimakasih dan maaf " akhirku lalu keluar dari ruangannya


🤴🏻🤴🏻🤴🏻


Dengan tas besar yang aku tenteng, kakiku mulai meninggalkan drome yang 7 bulan ini aku tempati. Bangunan 3 tingkat berwarna gray itu seakan melambaikan tangan padaku, selaras dengan meredupnya mentari karna awan kelabu.


Tidak ada tempat lain yang kutuju, selain tempat pertama yg menampungku di kota metropolitan ini. Cafe milik kak Ayumu, satu satunya yg terbuka lebar bagi sepatu milikku.


" Okaeri mi-chan " sambut kak Ayumu saat melihat aku masuk.


"Ta-tadaima " jawabku.


Ayumi yg sedang mengelap meja terhenti dan mendekati kami. Masih dengan kacamatanya, Ayumu menatap selidik padaku.


" Kenapa pulang, bukanya 3 Minggu lagi kamu debut ? " Seperti biasa, intuisi miliknya benar benar tidak meleset.


" A..aku gagal " jawabku.


Ayumu merengkuh badanku, menampilkan senyum cerianya.


" Sudah, akan ada kesempatan lain" setelah itu dia pergi ke dapur.


Tinggal aku dan Ayumi disini, dan atmosfer canggung mendadak berada disini. Aku masih bingung membuka pembicaraan, namun Ayumi beranjak menyelesaikan tugasnya.


" Huffft " hela ku.


🤴🏻🤴🏻🤴🏻


Seminggu setelah kejadian itu, mikio yang dulu telah berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi si ceria dengan senandung indahnya, hanya tinggal mikio tanpa tujuan. Yah hidupku sangat menyedihkan.


" Moccha 1 dan 2 hot Coco, tunggulah sebentar " ucapku setelah mengabsen pesanan dari 2 gadis remaja itu.


Aku memberi tahu kak Ayumu pesanan tadi. Lalu kembali di meja kasir. Berdiri di depanku seorang gadis bersweeter pink dengan garis hitam serta rambut yang dikuncir 2 rapih memegang tas selempang nya melihatku.


"Eee, ada yang mau kau pesan ? " Tanyaku, karna Sedari tadi dia hanya diam.


" Apa kamu bisa kembali ? " Tanyanya.


" Apa maksudnya " aku dibuat bingung oleh gadis lucu itu.


" Bukanya impianmu untuk debut, mengapa kamu pergi "


" Bagaimana kau bisa tau, aku salah satu trainee " ucapku terkejut. Karna setiap trainee tidak diperbolehkan mempublish statusnya itu. Ah aku lupa, dia adalah gadis yang sama dengan yg memberitahu ku saat alamat surelku salah.


" Maafkan aku, jika aku tetap disana. Maka jantung grup akan pergi " ucapku.


" Bisa ikut denganku setelah kau bekerja " pintanya.


Selesai dengan cafe milik kak Ayumu aku segera menghampiri gadis yang tadi memintaku bertemu dengannya. Kasus dengan tampilan seperti tadi, ya kurasa bibir tertekuk ya juga masih sama.


" Ikuti aku " dia memimpin ku menuju tempat yg dia Tuju. Mengapa ia membawaku ke agensi knazx entertainment. Dua tetap melangkah dan berhenti di depan ruang latihan.


Dia membuka pintu, terlihat teman teman trainee ku yang sedang berlatih. Lagu yang sangat bagus serta koreografi yang energik. Aku yakin ini akan tranding. Ryoichi yang pertama menyadari kehadiranku.


" Mikio " panggilnya.


Aku melambaikan ke arah mereka dengan Canggung. " Kalian berlatih saja " ucapku saat mereka berhenti menari. Seperti tidak mendengarkan ku, mereka malah mengelilingiku dari arah depan.


" Ayo berlatih, koreografi nya sangat rapat. Kamu harus berlatih lebih keras " ucap juza.


" Benar, kami kekurangan lead dancer disini " ucap haru menimpali.


" Ta- tapi aku sudah keluar " ucapku.


" Masuklah kembali, grup akan debut dengan 8 member " ucap manager yg datang di belakang ku.


Aku tersentak, keputusan hari itu hanya ada 7 member yg akan debut. Lalu mengapa ada perubahan ?


" Aku yakin kau pasti bingung, ya aku tidak bisa berbuat apapun saat putri dari pemilik saham terbesar knazx entertainment yang memintanya " jelas manager.


Putri pemilik saham ? Apa itu dia yang membawaku kemari ?


" Yosh, kemarilah mikio. Ayo kita menjadi idola " ucap Ryoichi.


Perasaanku yg berkecamuk membuatku ada dalam kebahagiaan terbesar, impian yang ku pikir akan menjadi omong kosong belaka akhirnya tinggal 1 langkah lagi untuk menggapainya.


🤴🏻🤴🏻🤴🏻


Semburat jingga telah mewarnai langit di atas menara Tokyo, aku tengah pulang masih bersama dengan putri penyelamatku.


" Aku senang kau kembali mi-chan " ucapnya.


Hah ? Panggilan itu hanya digunakan oleh orang yg dekat denganku. Lantas mengapa gadis yang baru ku kenal memakainya ?


" Mengapa kamu memanggilku seperti itu ? " Tanyaku.


"Apa kamu tidak suka aku memanggilmu dengan panggilan yg akrab "


" Tidak, maksudk-" ucapan ku terpotong.


" Ternyata kamu melupakan ku ya " ucapnya yg beranjak ke depanku.


" Coba perhatikan aku, dan ingatlah sesuatu " pintanya.


Ku perhatikan wajah oriental berwarna putih itu. Mata besar bulat indah dan bibir peach itu. Kurasa teringat pada seseorang.


" Fumiko ! Itu kamu ? " Ucapku dengan terkejut.


Fumiko adalah teman masa kecilku. Kami bersekolah bersama sampai kelas 5 SD, sampai akhirnya dia pindah entah kemana. Aku masih ingat betul saat wajahnya tertera di belakang mobil yg berjalan melihatku sambil menangis.


" Ternyata aku belum sepenuhnya di lupakan, mi - Chan apa kamu masih ingat janji kita dulu. " Tanyanya.


" Hah ? Kurasa aku tidak ingat " ucapku.


" Janji tentang, suatu saat kita akan menikah. Aku bahkan masih mengingat saat kamu mengucapkannya."

__ADS_1


Aku tercengang, mendengar penuturannya. Memang benar dialah gadis yang paling kusukai. Sampai saat dia pergi, semuanya berubah menjadi kelam. Namun warna yg hampir sama kembali mendatangi ku, pemilik warna itu ayumi. Lantas siapa yang harus ku pilih.


__ADS_2