Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Aku si buruk rupa.


__ADS_3

Namaku adalah Rani, aku adalah seorang mahasiswa baru di Universitas Tunas Harapan Bangsa. Jurusan Sastra Inggris, entah mengapa aku bisa bersekolah di sekolahan elite ini. Padahal aku ini dari kalangan yang biasa biasa saja. Keluargaku sangat sederhana, kalau bukan karena aku lolos lewat jalur prestasi mana mungkin aku bisa sekolah di kampus ini. Selama aku kuliah disini aku melihat banyak perbedaan dengan sekolah ku sebelumnya. Maklum, sekolahku hanya di pinggiran saja. jadi aku tidak pernah tahu yang namanya cewek cewek cantik. seperti di kampus ini. Selain cantik mereka yang bersekolah disini pasti berasal dari keluarga yang mampu. Paling tidak kendaraan mereka adalah mobil keluaran terbaru. Dan sekarang aku melihatnya, melihat empat orang gadis cantik di hadapanku. Mereka kakak-kakak tingkat ku, namanya Ellen. Dia adalah seorang model, dia juga anak Sastra Inggris. Dia pernah tampil di acara Mandarin Night di kampus, dan tampak mempesona. Dia berkilau dengan sangat anggunnya. Yang kedua namanya Sonya, dia juga kakak tingkat ku, dia seorang konglomerat, papanya seorang TNI dan sudah berpangkat jenderal. Yang ke tiga namanya Titin, dia seorang penyanyi yang bayarannya sudah sangat mahal. Dan yang menjadi primadona di kampus ini adalah Dewi. Dia adalah gambaran dari seorang peri menurutku, wajahnya yang cantik. Kulitnya yang putih bersih, membuat semua menjadi terpampang nyata kecantikan nya. Menurut gosip yang beredar kalau Dewi ini adalah anak dari Hotel Wahid. Hotel yang bonafit di Yogyakarta. Walaupun dia adalah kakak tingkat kualitas tapi dia OSPEK denganku, dan dia masuk di grup ku. Di kampus ku, kalau ada mahasiswa yang tidak ikut OSPEK di angkatannya. Dia tetap harus ikut di OSPEK angkatan selanjutnya. Begitupun dengan Dewi, tapi aku tidak begitu mengenalnya saat OSPEK. Karena aku terlalu tidak peduli dengan keadaan sekitar. Aku hanya peduli dengan tugas tugasku saja. Karena aku sadar, bahwa aku adalah sang itik buruk rupa. Begitu yang diucapkan teman-teman SMA ku, itulah sebabnya aku menjauh dari mereka dan memilih untuk tetap tinggal di kampus ini.


"Rani, kamu lagi ngapain sih?" Tanya Edo, dia adalah Satu-satunya sahabat laki laki di kampus ini, karena aku sadar kalau aku pasti tidak punya banyak teman.


Dari OSPEK aku sudah akrab dengan Edo, dia satu satunya teman seangkatan ku yang paling dekat denganku. Karena aku masuk ke ke kampus ini tujuannya memang ingin belajar Sastra, dan di disini kampus yang paling bagus untuk belajar tentang sastra terutama Sastra Inggris.


Dan mungkin Edo pun senasib denganku, sehingga dia memutuskan untuk menjadi sahabatku.


" Oh, aku lihatin geng cantik. " Jawabku kepada Edo yang lalu menengok ke arah geng cantik.


"Kenapa? Kamu ingin gabung dengan mereka? " Kata Edo sambil nyomot es teh ku. Aku pun menggeleng ke Edo.


"Enggaklah, mana mungkin aku bisa gabung dengan mereka. Kamu gak lihat aku bagaimana? " Kataku ke Edo. Aku sadar diri lah mana mungkin seorang Rani bisa masuk ke geng cantik. Apa kabar dunia, syukur syukur aku bisa temenan dengan Edo pun sudah bersyukur.


 


" Siapa tahu Non. Lagi pula kamu kan dekat sama Dewi. " kata Edo sambil masih tetap mengunyah rotinya. Tapi dipikir-pikir bener juga ya, aku kan dekat sama Dewi. Entah sejak kapan


 


"Ah, gak mungkin Dewi mau temenan ma aku. Lagipula aku sadar diri kok, aku itu siapa. " Kataku sambil menggelengkan kepalaku. Lagipula Edo ini apa-apaan sih, mana mungkin Dewi mau temenan ama aku. Mungkin nanti kalau aku mendekat ke Dewi, dia pikir mungkin akan merasa jijik melihat aku yang seperti ini. Kan dia juga kakak angkatan ku, mana mungkin dia mau berteman denganku.


"Ran, kamu nanti ada kelas? " Tanya Edo sambil menyalin catatan ku, abis makan dia kenyang lalu mulai menyalin catatan ku.

__ADS_1


"Iya, Edo. Kan kita nanti satu kelas bareng. Kelas Vocabulary, kenapa? "


"Ah, gak apa apa Ran. Rasanya aku mulai malas ikut kelas, pingin cabut aja. " Aku pun terperangah heran, lihat Edo pingin cabut. Bukannya anak itu biasanya rajin kalau disuruh kuliah. Mungkin karena ini kelasnya Vocabulary, jadi dia malas kuliah. Soalnya kita harus nyari beberapa kosakata, mungkin itu yang membuat si Edo malas.


"Sabar, ya. Tenang kita kan masih tingkat satu. Jadi kita harus mengulang dasar-dasar Bahasa Inggris kita. " Kataku menyemangati Edo, lagian dia jauh jauh menyeberangi pulau untuk kuliah masa harus menyerah dengan kelas Vocabulary.


"Iya sih, tapi ya begitu." Kata Edo masih malas.


" Semangat! Edo. Jangan menyerah! " Kataku menyemangati Edo, dan Edo hanya bisa tersenyum tipis.


Aku pun hanya bisa memandangi Edo. Dia adalah cowok yang berasal dari NTT, entah kenapa dia bisa sedekat itu denganku.


Ya mungkin karena kecocokan umur dan sifat. Tapi sebenarnya Edo itu nggak jelek-jelek banget, dia manis banget.


Mungkin nanti bakalan ada cewek yang bisa jatuh cinta dengannya. Di suatu sudut kantin kampus, aku melihat seorang cewek yang sangat cantik jelita.


"Eh, ngapain bengong?" Aku pun hanya tersenyum simpul saat Edo menanyakan hal itu, Edo tidak boleh tahu apa yang terjadi padaku dulu. Bagaimana aku sering dihina karena penampilanku yang tomboy.


Aku gak pernah sekalipun pakai bedak, rambutku juga acak-acakan. Oh ya, balik lagi ke Dewi. Dia adalah kakak angkatan ku dua tahun, seperti yang aku ceritakan dulu kalau di sekolahku ada peraturan jika ada anak yang belum ikut OSPEK. Maka harus ikut OSPEK di tahun berikutnya, Nah termasuk si Dewi ini. Aku tidak tahu kenapa Dewi ini tidak ikut, yang jelas dia tahun ini ikut OSPEK dan satu kelompok denganku. Sebenarnya Dewi ini adalah tipikal kakak kelas yang ramah, tidak terlalu banyak omong. Tetapi entah kenapa, banyak yang tidak terlalu suka dengan Dewi. Padahal kalau memperhatikan dari jauh mereka berempat ini lumayan ngocol juga sih, tapi itu kan menurutku. Atau mungkin saja banyak yang iri dengan Dewi, secara dia gadis paling cantik di kampus ini. Dan aku tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan mereka. Karena tujuanku disini hanya satu yaitu untuk belajar dan menjadi seorang mahasiswa sastra yang baik.


@@@@


Aku masih ingat dulu aku pernah di panggil si buruk rupa, karena memang penampilan ku yang tidak begitu cantik. Dan waktu aku SMA, aku pernah nekad menyukai salah satu anak cowok paling ganteng di kelas.

__ADS_1


Nah sejak saat itu aku dipanggil si buruk rupa, karena menurut teman temanku yang lain memang aku tidak pantas menyukai nya.


Namun nasib berkata lain, sekarang aku bisa kuliah di Universitas Tunas Harapan Bangsa. Salah satu sekolahan paling elite dan paling bagus di Yogyakarta ini, apalagi teman teman dari SMA ku tidak ada yang masuk ke kampus ini. Sehingga aku bisa dengan leluasa kuliah di kampus ini dengan leluasa.


Seandainya para pembuli ku tahu kalau aku kuliah di sini pasti mereka sudah minder duluan, karena Universitas ini terlalu mahal.


Padahal aku dulu hanya iseng iseng mengajukan beasiswa di sini, nasib ku terlalu bagus sehingga aku bisa masuk ke kampus ini tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.


" Rani, kamu besok mau kuliah ke mana? " Tanya Rosi, dia adalah bintang sekolah.


" Ah, Rosi kamu tanya ke Rani mau ngelanjutin ke mana? Gak salah? " Cibir Erna saat itu, sambil ketawa.


" Paling dia tidak melanjutkan kuliah Rod, dia kan tidak mampu. " Kata Agnes menimpali.


Aku hanya bisa tersenyum mendengar ledekan mereka, dan sekarang kalau mereka bisa lihat aku bisa masuk di UHTB. Kampus paling mahal dan paling elite se antero Jogja, sampai sekarang aku masih tidak menyangka bisa masuk ke kampus ini. Sungguh bahagianya hatiku.


Walaupun masih ada perasaan minder kuliah di sini, aku yakin kalau aku bisa kuliah tepat waktu. Dan bisa mendapatkan nilai sempurna, agar aku bisa membantu ibu dan bapak.


Orangtuaku memang hidup sederhana, tetapi aku bangga dengan mereka. Selalu menyemangatiku, bersama drnga mereka hal yang tidak mungkin pasti akan menjadi mungkin.


Kalau teman teman SMA ku tahu soal geng cantik pasti mereka bakal terpukau, karena di sini banyak sekali yang lebih kaya daripada Rosi dan teman temannya.


Kalau si Rosi kaya kenapa dia tidak kuliah di sini, malah kuliah di Universitas Negri yang biaya kuliah nya di bawah kampus ini.

__ADS_1


Entahlah, sekarang aku akan membuktikan kepada mereka kalau aku bisa menjadi seseorang yang berarti.


Sekarang di pikiranku hanya kuliah kuliah dan kuliah, aku ingin membuat orang tuaku bangga karena sudah melahirkan ku.


__ADS_2