Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Fashion Show di Borobudur Festival.


__ADS_3

Minggu ini adalah minggu paling sibuk, kami semua di butik Rainha mulai menyiapkan diri. Semua pegawai di butik ini mulai sibuk minggu minggu ini, aku pun termasuk salah satunya. Untung minggu minggu ini tidak terlalu sibuk kuliah ku, jadi aku bisa fokus membantu untuk fashion show kali ini.


Bu Linda sudah mempersiapkan banyak model dan baju-baju yang aka dikenakan. Aku melihat baju-baju yang akan dikenakan oleh para model kelihatan sangat bagus, seandainya aku punya badan bagus dan cantik. Tentu saja aku bisa menjadi model, dunia khayal ku pun mulai tumbuh.


Ada sekitar sepuluh model yang disiapkan oleh Bu Linda, semua nya adalah model-model yang memang sudah punya nama di Yogyakarta. Nama Agensinya Starla Productions, salah satu agensi yang sudah melambungkan nama beberapa model. Bahkan ada yang masuk semifinalis Puteri Indonesia dan Miss Indonesia, pokoknya model yang bisa ke agency tersebut memang sudah punya nama sendiri. Dan setahuku nama Rosi tidak adak di agency ini, mungkin dia masuk ke agency kecil.


Padahal dulu waktu sekolah dia sering mengembar gemborkan dirinya sebagai model terkenal, selalu diliput oleh media. Ternyata itu tidak benar, bahkan ketika aku tanya kepada Kak Ellen. Dia tidak tahu siapa Rossi, dasar pembohong. Kataku dalam hati.


Sang mega model pun sudah disiapkan Bu Linda, siapa lagi kalau bukan Kak Ellen. Minggu ini memang sangat sibuk di Butik Rainha, karena sudah latihan jalan dengan kostum yang sangat mencengangkan.


Aku sangat suka dengan baju yang dipakai Kak Ellen, memang kelihatan sederhana tetapi juga kelihatan sangat mewah. Bu Linda memang luar biasa dalam merancang baju yang akan dikenakan, baju sederhana pun menjadi kelihatan lebih mewah.


"Ellen..... " Sayup sayup aku dengar ada suara membuka pintu butik, ternyata itu suara Titin. Anggota dari geng cantik tentunya, oh iya aku baru ingat kalau Kak Titin juga pengisi acara di fashion show tersebut. Mungkin Melissa Valentina atau yang sering dipanggil Titin, mungkin dia pesan baju ke Bu Linda.


" Lho ada kamu to, Ran? " Aku pun tersenyum mendengar pertanyaan Titin, sepertinya dia kaget kalau aku bekerja di sini.


Aku heran, kenapa semua geng cantik kok kenal aku. Padahal aku bukan seseorang yang terkenal seperti geng cantik.


" Iya, Kak Titin. Aku kerja disini. " Jawabku sambil membawa sekeranjang pakaian ke dalam.


"Bu Linda sama Ellen dimana? " Aku lalu menunjuk ke arah kantornya Bu Linda, Kak Titin pun langsung menuju ke ruangan Bu Linda.

__ADS_1


Setelah selesai berberes akupun penasaran dengan Kak Titin apakah memang dia bagian dari Fashion Show tersebut, dan ternyata benar disitu terpampang nama Melissa Valentina sebagai bintang tamu. Benar benar acara yang luar biasa.


Aku dulu waktu SMA sering mendengar tentang Borobudur Festival, waktu itu si Rossi yang suka bilang kalau dia sering diundang ke acara tersebut. Dan mengisi acaranya, memang dia seorang model juga. Aku dulu hanya bisa iri dengan Rossi karena hanya dia yang bisa bergabung dengan Borobudur festival, ternyata sekarang di kampusku aku kenal dengan seorang Melissa Valentina yang juga pengisi acara di situ bahkan bintang tamu.


Aku tanpa sengaja melihat ke manekin, bajunya bagus banget. Ada aksen brukat dan batik, ditambah dengan kristal Swarovski yang membuat gaun ini kelihatan sangat cantik. Dari design nya sepertinya ini bukan buat model, tetapi untuk seorang bintang.


"Kamu suka baju itu. " Aku kaget mendengar suara Kak Titin dari balik badanku, aku mengangguk pelan ke arah Kak Titin.


"Tante Linda memang luar biasa ya. Bisa menciptakan gaun secantik ini. " Kak Titin tidak henti-hentinya berdecak kagum, dia memegang gaun itu dengan rasa takjub yang sangat luar biasa.


"Ini baju Kak Titin? " Kak Titin mengangguk mendengar pertanyaanku, aku sudah mengira kalau memang baju ini untuk Kak Titin bukan untuk Kak Ellen.


"Kamu kok ngeliatin aku kayak gitu, aku cantik banget ya. " Kak Titin terbahak bahak menggodaku, aku hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan Kak Titin.


Jujur saat aku berbincang dengan Kak Ellen dan Kak Titin, para pegawai di butik ini melihat aku dengan cara yang tidak biasa. Ada tatapan tidak suka denganku, karena aku akrab dengan mereka berdua. Namun aku segera menepisnya, aku hanya ingin bekerja dengan giat.


Aku merasa senang sekali karena bisa berkenalan dengan anggota geng cantik, mereka sangat ramah sekali padaku. Di luar logikaku yang aku ku kira sombong ternyata mereka ramah sekali.


Dan waktu pun berjalan cepat, sudah tepat jam sebelas waktu nya pulang ke kos.


@@@@@@

__ADS_1


Hari ini Borobudur Festival dimulai, aku sudah menantikan Festival ini memang sangat lama. Aku seneng banget bisa menonton pertunjukan ini.


Borobudur Festival adalah Festival budaya paling besar yang di sponsori oleh salah satu agen properti terbesar di Indonesia dan perusahaan garmen terbesar di Indonesia, selain menampilkan fashion show. Festival ini juga menampilkan tari-tarian tradisional kemudian lagu lagu tradisional, dan yang terakhir adalah Fashion Show bagi pelaku UMKM di kota Yogyakarta.


Dari awal sudah aku bilang kalau memang Festival ini memang salah satu yang terbesar dan sangat dinantikan, masih ingat waktu Rossi bilang kalau tampil di acara semegah dan semeriah ini merupakan salah satu kehormatan.


Khusus malam ini, aku tidak diperbolehkan membantu Bu Linda di belakang panggung. Karena aku adalah pegawai baru, belum waktunya. Kata Bu Linda, jadi aku bebas melihat pertunjukan ini. Lumayan bisa buat cerita ibu dan bapak nanti.


Borobudur Festival dibuka oleh para mahasiswa dari Institut Seni yang ada di Yogyakarta, penampilan mereka sangat memukau saat menampilkan tarian tradisional kontemporer. Dan mereka sering mengikuti pagelaran tari di berbagai Festival luar negeri.


Banyak tepuk tangan yang diberikan kepada mereka, menurutku sangat bagus. Pantas saja sering dipanggil untuk mengisi acara di luar negri, karena memang sedahsyat itu.


Aku menunggu penampilan Melisa Valentina yang pastinya juga memukau dengan baju yang sangat indah yang dirancang oleh Bu Linda, seandainya teman-teman SMA ku dulu tahu kalau aku berteman dengan orang- orang hebat. Pasti mereka akan berdecak kagum, aku bisa berkenalsn dengan Sang Model Ellen dan Sang Diva Titin yang sangat luar biasa.


Penampilan yang ditunggu pun tiba, Sang Diva mulai menyanyikan lagu Sang Dewi di iringi dengan gamelan membuat lagu itu menjadi sempurna. Gaun yang dipakai Kak Titin juga sempurna sekali, sangat luar biasa.


Aku sampai menangis mendengar lengkingan suara Kak Titin, akhirnya aku tahu kalau memang Kak Titin berbakat.


Di tengah lagu muncullah para model yang mengatas namakan Rainha Butik, di bawah pimpinan Bu Linda. Para model yang dipilih oleh beliau memang sudah pas, mereka sudah seperti Dewi Dewi yang turun dari kayangan.


Para penonton puas melihat rancangan Bu Linda yang sangat mengagumkan, jika aku menjadi Bu Linda tentunya aku pasti bangga dengan diriku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2