
" Rani, kamu mau kemana? " Tanya Edo sambil agak berlari kecil ke arahku, ini anak selalu mengekor dimana pun aku pergi. Padahal tadi aku lihat dia sedang ngobrol dengan dosen, tentang project nya.
" Mau ke perpus, nyari buku. " Aku terpaksa menghentikan langkahku sebentar, agar si Edo tidak kejauhan mengejar ku. Bagaimana pun aku kasihan dengan anak itu kalau kenapa napa, keluarga nya kan jauh. Apalagi kalau sakit malah semakin kasihan, nanti kalau orang tuanya naik kapal ke Yogyakarta. Malah tambah parah dia. Eh, gak mungkin deh sepertinya orang tuanya naik pesawat.
" Oh, aku kira mau ke kantin. Ya, sudah aku ke kantin dulu makan. " Katanya sambil balik badan menuju ke kantin, memang dasar ya itu anak. Batinku dalam hati. Apa anak itu tidak mencari referensi untuk tugas kuliahnya hari ini, bukannya hari ini tugas kuliah Extensive Reading harus dikumpulkan? Entahlah, yang penting aku mengerjakan tugas ku dulu. Soal dia biarlah menjadi urusan anak gemblung itu.
Aku pun menuju ke perpus untuk melihat lihat, siapa tahu ada novel yang cocok sebagai referensi ku untuk tugas hari ini. Yang pasti bukan The Adventure of Huck Finn dan Tom Sawyer lagi. Walaupun aku sangat menyukainya, terutama The Adventure of Huck Finn. Mungkin aku akan mencari novel karangan Agatha Christie untuk referensi tugas kuliahku hari ini, kalau karangan dari Mark Twain lagi. Dosen ku akan berpikir kalau aku penggemar berat Mark Twain.
Perpustakaan di kampusku tidak terlalu besar tapi bukunya lumayan komplit, jadi tidak terlalu susah untuk mencari buku yang aku temui. Kalau misalnya tidak ada, aku bakalan lari ke perpustakaan Universitas, dekat Fakultas Ekonomi. Di sana bukunya lebih komplit lagi, karena perpustakaan di sana termasuk yang paling besar. Bahkan lebih besar daripada perpustakaan Daerah di kota ini, kalau di Perpustakaan Universitas lebih banyak lorongnya jadi pusing.
Saat akan memasuki perpustakaan kampus, aku melihat ada Kak Alex. Tetapi mengapa dia sendirian, mengapa tidak sama Kak Sonya? Namun aku segera melangkahkan kakiku menuju ke tangga perpustakaan, saat aku hendak menaiki tangga perpustakaan. Di situ aku melihat Kak Alex sudah bergabung dengan teman - teman satu gengnya, sepertinya mereka akan latihan musik.
Yang aku tahu Kak Alex punya band yang akan segera debut, seperti Kak Titin. Kalau Kakak Titin dia bernyanyi solo sendiri, sedangkan Kak Alex debut bersama band nya.
Waktu malam inagurasi mahasiswa baru, aku pernah mendengar suara Kak Alex. Suaranya memang sangat berat seperti Cakra Khan, tetapi lebih lembut. Kalau para wanita mendengar suara Kak Alex sudah pasti jatuh cinta, karena memang selembut itu suaranya.
Sampai ke perpustakaan, aku segera menuju lorong tempat rak novel dan buku - buku literasi di pojok. Banyak sekali novel yang ada di sana, dari novel moderen sampai ke novel kuno.
Aku melihat ada satu novel yang menarik perhatian ku, novel Memoirs of Geisha. Menampilkan perjuangan seseorang menjadi geisha yang terkenal, dan dia jatuh cinta kepada seorang pelanggan rumah geisha itu. Sepertinya sangat bagus buat menjadi referensi untuk tugas Extensive Reading, aku mau pinjam buku ini.
" Rani, ayo sini kita baca buku bareng bareng. " Sapa Kak Ellen dari balik mejanya, aku menoleh ke arah meja melihat Kak Ellen dan teman - temannya sedang membuat tugas.
" Rani, sini gabung sama kami. " Kak Sonya pun segera menggandeng tanganku menuju ke arah mejanya, aku kaget sekali melihatnya. Tidak menyangka kalau dia akan melakukan hal itu, aku kira Kak Sonya itu sombong. Tetapi ternyata tidak, dia sangat baik sekali. Ah, aku salah menilai Kak Sonya selama ini.
__ADS_1
" Kak Dewi, kok nggak ikut kalian? " Tanyaku ke mereka, aku tak melihat ada Kak Dewi bersama para anggota geng cantik. Biasanya mereka memang tidak terpisahkan.
" Gak tahu tu, Ran. Mungkin Dewi lagi pingin sama adiknya. " Siku Kak Sonya pun mengenai dada Kak Titin, seperti ada yang dirahasiakan sama mereka.
Aku gak salah dengar. Adik! Masa Kak Dewi mempunyai adik, kok aku jadi penasaran dengan kata Kak Titin. Kok, tidak pernah ada gosip yang bilang. Kalau Kak Dewi punya adik, pasti ganteng adiknya Kak Dewi. Batinku dalam hati.
" Kamu pinjam buku apa, Ran? " Tanya Kak Ellen mengalihkan perhatian, dan aku memperlihatkan buku yang sedang aku pegang.
" Oh... Memoirs of Geisha. " Kata Kak Ellen, dan para anggota geng cantik minus Kak Dewi, memegang buku yang baru mau aku pinjam.
" Bagus ini buku, aku pernah buat tugas writing 3 menggunakan buku ini. " Semua anggota geng cantik menoleh ke arah Kak Titin, seakan tidak percaya.
" Yakin, kamu Tin." Kak Titin mengangguk pelan,
@@@@@@@
" Do, kamu percaya gak? Kak Dewi punya adik, dan kuliah di kampus kita ini? " Edo menumpahkan minumannya saat mendengar apa yang aku katakan, sepertinya cowok itu juga kaget mendengar bahwa Kak Dewi punya adik cowok. Kataku dalam hati.
"Masa sih, kok aku gak tahu ya? " Tanyanya balik, seolah - olah dia juga terkejut.
" Apa si Guntur ya? " Terkaku langsung disambut jitakan sama Edo,
" Sakit tahu. " Kataku sambil memukul lengannya menggunakan kamus yang besar dan tebal, Edo hanya meringis kesakitan.
__ADS_1
" Kamu juga aneh - aneh, mana mungkin Guntur yang jadi adiknya Dewi. Kenal aja sepertinya tidak. " Aku merasa ada yang aneh dengan gelagat Edo, sepertinya dia tidak terima kalau Guntur adiknya Dewi.
Aku pun meneruskan melanjutkan membaca buku yang baru aku pinjam dari perpustakaan tadi, karena malamnya aku ke butik untuk bekerja. Edo juga sama tenggelam dalam buku yang di bacanya, sepertinya Edo tertarik dengan dunia hewan. Dia memilih novel yang berjudul Animal Farm, sebenarnya novel itu bukan tentang fabel sesungguhnya. Kalau tidak salah tentang perbudakan.
Sayup - sayup aku mendengar suara Kak Alex yang merdu, membuatku mendongak ke atas sambil merasakan lagu yang dinyanyikan Kak Alex.
Lagu dari Dewa 19, yang liriknya seperti ini.
*Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Walau Kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu untuk bisa membuat mu
Karena Cinta terbiasa*.....
Ah, memang suara Kak Alex dan permainan gitarnya bisa membuat para wanita di kampus ini jatuh cinta, termasuk aku.
" Kamu dengar suara itu, Do? " Edo mengangguk saat aku bertanya kepadanya.
" Suaranya Kak Alex bagus ya. " Edo hanya tersenyum tipis.
Tanpa Rani sadari , sebenarnya Edo merasa sakit saat tahu kalau Rani lebih mengaggumi Alex kakak tingkatnya.
__ADS_1