
" Bagaimana menurutmu, Lex? " Alex hanya terdiam mendengar pertanyaan dari Sonya tadi, cowok itu masih memikirkan sesuatu. Menurut Alex geng cantik terlalu ter obsesi dengan Rani, padahal menurut Alex Rani hanyalah gadis yang biasa saja.
"Lex... Alex. " Sonya heran kenapa pacarnya ini malah terdiam saat tahu Rani dan Edo meninggalkan gazebo.
"Eh... iya Son. Menurutku Rani itu gadis yang biasa saja, tetapi entah mengapa Dewi bisa ter obsesi untuk menyelidiki Rani. " Sonya hanya bisa mengangkat bahunya tanda dia tidak tahu apa - apa, dia tidak ingin pacarnya sampai tahu tentang misi yang harus dijalani oleh semua anggota geng cantik.
Karena ini adalah sebuah misi rahasia yang harus dijalani oleh semua anggota geng cantik, tidak boleh bocor dan tidak boleh diketahui oleh siapapun. Kecuali para anggota geng cantik.
" Ya sudah Sonya, kita langsung menuju ke kelas. Bukannya kita ada kelas hari ini. " Mereka berdua pun pergi meninggalkan gazebo yang sudah penuh sesak dengan anak anak kampus, dan berjalan menuju ke kelasnya.
Tanpa sepengetahuan geng cantik Alex dan Sonya ternyata sudah berpacaran, alasan kenapa mereka menyembunyikan tentang hubungan mereka berdua adalah. Karena Dewi pernah suka dengan Alex, gadis itu tidak ingin menyakiti hati Dewi yang sudah banyak membantunya itu.
Alex memang tidak setampan Raka, yang sangat mengagumi Dewi. Bahkan rela melakukan apapun untuk seorang gadis yang bernama Aulia Dewi Pramitha, seorang anak konglomerat paling kaya di Yogyakarta. Gadis itu mempunyai kecantikan yang luar biasa, pantas saja orang tuanya menamai nya Dewi. Yang memang secantik para dewi di khayangan. Bahkan Dewi selalu melihat Alex bermain musik dengan band nya, sampai malam malam.
Sonya masih ingat saat Dewi curhat tentang cowok yang disukainya, dan ternyata itu Alex. Hanya pria itu yang mampu membuat seorang Dewi menangis karena cintanya tidak diterima, dan membuat Dewi menjadi galau.
Sonya tidak tahu alasan mengapa Alex justru menyatakan cinta kepadanya, padahal Dewi yang jelas jelas sudah suka pada Alex tidak di hiraukan nya. Malah lebih memilih Sonya yang penampilan nya memang agak tomboy.
Seandainya Dewi tahu, kalau Sonya dan Alex berpacaran pasti gadis itu marah besar. Karena cintanya ditolak Alex dan memilih Sonya, pasti Sonya juga akan dikeluarkan dari geng cantik oleh Dewi.
" Kamu kenapa lagi, cantik. " Alex menyentuh rambut Sonya, dia tahu kalau Sonya sedang kelihatan gelisah.
"Aku bingung, Lex. " Sonya mendesah panjang, untuk mengatur nafasnya.
Alex tahu tentang kebiasaan gadis pujaan hatinya, kalau sedang bingung pasti dia akan mendesah untuk mengatur nafasnya.
" Kenapa bingung, kamu tinggal mendekati Rani saja. Teman- teman mu saja bisa apalagi kamu. " Sonya masih cemberut dia tidak tahu apa yang akan dilakukan lagi, karena dia belum dapat ide untuk mendekati Rani.
Seandainya dia bisa cerita tentang misinya kepada Alex saat ini, pasti bebannya sudah agak berkurang.
"Aku ada ide, Son" Alex mengagetkan Sonya yang masih tertegun.
" Kamu ada ide apa, Lex? " Sonya penasaran dengan ide yang akan di berikan oleh Alex, siapa tahu ide itu bagus.
__ADS_1
" Sebentar lagi kan ulang tahun Universitas, nah kamu mulai pendekatan dengan Rani. " Alex pun sangat antusias, dia berharap Sonya bisa menerima idenya yang sangat bagus ini.
" Terus aku harus ngapain?" Sonya masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud Alex.
" Sini aku bisikin. " Alex pun membisikan sesuatu ke telinga Sonya, dan gadis itu pun mengangguk tanda menyetujui ide yang diutarakan oleh Alex.
Untung saat itu di taman sangat sepi, kalau sampai ketahuan Sonya sedang dekat dengan Alex pasti akan menimbulkan gosip dan membuat Sonya dan Dewi merasa tidak nyaman.
Akhirnya mereka berdua meninggalkan taman, dan pergi ke kelasnya masing - masing. Jangan sampai ada yang tahu kalau mereka sedang berhubungan, entah sampai kapan mereka akan menyembunyikan hubungan mereka. Tapi lambat laun pasti akan ketahuan.
@@@@@@
Sore ini seperti biasa, aku pergi ke butik untuk bekerja paruh waktu. Untung tidak terlambat masuk ke butiknya, tadi ada masalah di kampus sedikit tentang tugas yang harus dikerjakan. Dan ternyata bisa selesai tepat waktu.
Aku lalu berganti seragam kebanggaan butik, setelah selesai aku pun membantu Sri menata display untuk sepatu dan tas. Ternyata banyak barang baru yang datang dari supplier, untuk tas dan sepatu memang butik ini tidak memandang sendiri. Tetapi bekerja sama dengan para supplier yang sudah terpercaya, setiap sebulan sekali barang selalu baru.
Selain dipasang di butik, banyak sekali sekali dari reseller yang pasti akan datang hari ini. Jadi kita sibuk sekali.
Aku pun bergegas untuk mendisplay barang- barang yang datang, mengambil tas dan sepatu yang baru datang. Kemudian menatanya, membuat kesenangan tersendiri.
Saat aku menoleh ke belakang ternyata benar, itu suara Rosi. Orang yang paling sombong di SMA Nusantara, terutama di angkatan kelulusan ku.
"Aku kira kamu kuliah, Ran? Ternyata kamu jadi pelayan di sini. " Aku hanya bisa tersenyum kecut dan mengambil barang - barang yang berhamburan di bawah, kenapa aku harus bertemu Rossi sih. Batinku dalam hati.
"Siapa, Ros? " Tanya teman-teman Rossi yang langsung menatap wajahku, sepertinya itu teman - teman baru Rossi. Karena aku tidak kenal satupun, biasanya ada tiga orang teman satu geng nya tidak ada.
" Teman lama, aku kira dia kuliah di Universitas elite ternyata malah kerja di butik. " Kata Rossi dan disambut tawa oleh teman - temannya, akhirnya mereka berlima pergi meninggalkan ku , sambil memilih - milih barang yang sudah aku display tadi, ternyata sifat Rossi tidak berubah. Masih sombong seperti dulu, apalagi denganku yang notabene musuhnya. Karena berani mencintai Panji pacarnya.
Aku tidak mempedulikan tentang Rossi lagi, biarkanlah dia dan teman temannya memilih milih apa yang mereka sukai di butik ini. Asal dia tidak mengganggu ku, cukup waktu SMA saja dia menggangguku jangan sekarang.
Aku melanjutkan pekerjaanku agar cepat selesai, dan aku berkutat dengan barang - barang yang aku display sekarang. Menatanya hingga kelihatan cantik dan enak dipandang, sesekali Sri membantu ku dengan membawakan barang - barang yang ingin di display.
" Rani dan Sri. Ke ruangan saya sebentar ya. " Bu Linda memanggil kami berdua, kami pun langsung datang ke ruangan beliau.
__ADS_1
" Iya, bu. Ada apa memanggil kami berdua bu? " Tanya kami berdua agak takut takut, soalnya kamu takut melakukan kesalahan yang tidak disukai beliau.
"Kalian besok pergi ke rumah ibu Ambar, ada pesanan tas branded." Kata Bu Linda sambil menunjukkan tas branded yang dibawanya, memang keren sekali. Aku dan Sri melihatnya sambil membayangkan kapan punya tas seperti itu.
" Kalian akan mengantarkan di perumahan Srikandi. Rumahnya Blok C No 25, ingat jangan sampai salah. " Bu Linda menegaskan kembali, kamipun kembali ke pekerjaan kami.
@@@@@
"Bener ini tempatnya, Sri? " Tanyaku ke Sri saat berhenti di sebuah rumah besar, kelihatan sangat mewah sekali.
"Dari alamatnya sih betul, tuh bener perumahan Srikandi Blok C nomer 25." Sri memperlihatkan alamat yang diberikan Bu Linda, aku pun mengangguk tanda setuju.
Kami berdua pun mencari bel di pagar, masa kami harus teriak teriak di depan rumah yang mewah tersebut. Kami pun menekan bel yang ada di samping pagar rumah ini, seorang wanita separuh baya menggunakan kebaya model zaman dulu.
" Nyari siapa, non?" Wanita separuh baya itu pun ter gopoh gopoh saat membuka pintu,
"Kami mencari bu Ambar bi? " Kataku kepada wanita itu,
" Oh, Bu Ambar! Masuk saja non. " Bibi itu pun membuka pintu lalu mempersilakan kami untuk masuk ke dalam.
" Tunggu sebentar ya nok, bibi panggilkan nyonya. " bibi itu pun masuk ke dalam sambil memanggil Bu Ambar.
" Rumahnya bagus ya, Ran. " Aku menganggukkan kepala tanda setuju. Sri benar, rumah Bu Ambar memang bagus.
Kalau dilihat dari depan memang tidak kelihatan seperti rumah orang karena tidak kelihatan gedong, tapi bagus sekali. Halaman nya luas dan banyak sekali tanaman yang ada di pekarangan depan, seperti pohon mangga yang sedang berbuah. Ranum sekali pohonnya sehingga ada niatan untuk memetik buahnya, menggiurkan memang.
"Kalian berdua di suruh Bu Linda mengantar tas ya? " Kami berdua pun menganggukkan kepala saat perempuan yang bernama Bu Ambar menyapa kami.
"Ayo duduk di dalam, gak enak di luar nanti ada yang bergunjing. " Lanjut Bu Ambar mempersilakan kami untuk masuk ke rumah, kami berdua pun mengikuti Bu Ambar masuk ke dalam rumahnya.
Kami berdua takjub melihat rumah Bu Ambar, sangat mewah. Banyak lukisan- lukisan yang bagus, mungkin kalau ditaksir harganya bisa sampai jutaan rupiah.
Aku takjub melihat lukisan yang terpampang di dinding, aku melihat Kak Sonya ada di lukisan tersebut. Ternyata Kak Sonya adalah anak dari Bu Ambar, sahabat Bu Linda. Bosnya.
__ADS_1
Berarti benar ya, persahabatan mereka memang berasal dari orang tua mereka dulu. Dan menular ke anak - anaknya, benar - benar persahabatan yang indah.
" Makasih ya sudah mengantarkan barang ini. " Bu Ambar sangat puas melihat tasnya datang dengan selamat, dan kami berdua pun diberi tips oleh beliau. Benar - benar hari yang indah buat aku dan Sri.