Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Undangan Dari Ellen


__ADS_3

Aku belum bisa memejamkan mata, padahal jam di kamar sudah menunjukkan pukul satu malam. Menatap dinding kamar agar aku bisa tidur, tetapi tetap mata ini enggan terpejam.


Aku masih memikirkan percakapan ku dengan Kak Ellen tadi, entah mengapa dia bisa iri padaku. Ternyata menjadi seorang mahasiswa yang pintar berguna juga, pikirku dalam hati.


Aku ingat dulu adalah seorang siswa SMA yang sangat cupu, tidak ada yang mau berteman denganku. Padahal sekolah ku bukan sekolah elite seperti Universitas Tunas Harapan Bangsa, tetapi entah mengapa atmosfer di sekolahan ini berbeda.


Apalagi aku dimasukan ke kelas unggulan, yang notabene anak-anak orang kaya atau paling tidak pintar masuk di kelas itu.


Aku dimasukkan ke kelas unggulan, memang aku tidak kaya setidaknya aku pintar. Begitu kata teman-temanku, dan guru selalu bilang. Rani


Pikiranku kemudian melayang ke beberapa bulan yang lalu, saat aku berhasil masuk nominasi untuk mendapatkan beasiswa di salah satu kampus di Yogyakarta.


Aku memilih UHTB karena aku suka sekali gedungnya, dan ternyata beasiswa dari TV itu bekerja sama dengan kampus UHTB.


Karena dekat dengan pusat kota, dan satu lagi. UHTB terkenal dengan para lulusannya yang mudah mencari kerja, jadi aku memutuskan untuk masuk ke UHTB.


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi, mata ini sudah kelihatan terlelap dan ingin tidur. Untung hari Jumat ini aku tidak ada kuliah, sebenarnya ada satu mata kuliah. Tetapi tadi Dosennya sudah memberitahu kalau besok dia tidak ada kelas, karena beliau pergi ke kampusnya untuk melanjutkan S2 nya.


Dan mataku mulai terpejam.....


@@@@@@


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00, aku bangun nya kesiangan. Tapi untunglah hari ini tidak ada kuliah, jadi aku bisa agak santai di kos an.

__ADS_1


Aku pun bergegas mandi, saat menuju ke kamar mandi suasana nya sangat sepi. Karena hari ini adalah hari Jumat, banyak anak- anak kos yang pulang ke rumah mereka masing masing. Kecuali yang dari luar pulau.


Biasanya kalau weekend ini, aku gunakan untuk mencuci dan menyetrika. Tetapi karena nanti sore aku kerja paruh waktu, akhirnya aku rendam saja. Nanti malam baru aku cuci.


Di lantai satu kostan ku ini hanya aku yang tidak pulang ke rumah, padahal rumah ku masih sekitaran Yogyakarta. Tetapi karena aku juga hari sabtu dan minggu bekerja di butik, lebih baik tidak pulang saja. Bapak dan ibu juga sudah ku beritahu kalau tidak pulang, dan mereka mengizinkan.


Kost an aku terdiri dari dua lantai, bukan kosan yang mewah tapi lumayan lah untuk bisa berteduh di sini. Lantai dua di isi dengan anak anak dari luar pulau.


Hari Jumat ini aku bekerja juga mulai pukul 15.00, sedangkan sabtu dan minggu aku bekerja full dari pagi sampai malam.


Aku senang bekerja di Butiknya Mamanya Kak Ellen, karena banyak sekali pembelinya. Selalu penuh dengan orang yang mencari baju-baju yang unik, kalau aku melihat harganya. Karena mahal mahal jadi aku urungkan membeli baju-baju tersebut, mungkin kalau aku sudah kerja dan berpenghasilan tinggi.


@@@@@


Bu Linda tidak pernah membeda bedakan karyawannya, semua sama di mata beliau. Walaupun aku dan Kak Ellen satu kampus tetapi Bu Linda tetap seperti biasanya, memperlakukan ku seperti karyawan yang lainnya.


Hari ini sibuk sekali, tampak Bu Linda sedang otak atik sebuah kertas dan pensil. Aku melihat kesibukannya saat bolak balik ke gudang, untuk mengambil barang ke customer. Karena tidak semua barang di pajang di etalase, seperti sepatu kalau ada yang mencari nomer yang beda kita tetap bisa mengambilkannya. Tidak ada kekecewaan dari konsumen, karena butik ini terkenal karena pelayanannya.


Bu Linda ini memang seorang designer baju, sepertinya tadi dia sedang merencang baju yang akan dikenakan Kak Ellen untuk fashion show.


Pasti Kak Ellen kelihatan cantik sekali dengan apa yang dikenakannya, bukankah Kak Ellen model terkenal? Pasti banyak endorsan, kenapa aku jadi yang mikir.


@@@@@@@

__ADS_1


"Rani." Panggil seseorang sambil mengagetkan ku saat sedang merapikan barang dagangan, saat aku menoleh ternyata itu Kak Ellen.


" Kak Ellen mengagetkanku. Ada apa? " Kataku sambil menengok ke arah Kak Ellen.


" Jangan lupa datang ya, minggu depan aku ulang tahun. " Kata Kak Ellen sambil menyerah kan amplop besar berwarna pink itu, sedangkan gadis itu sudah berlalu menuju ruangan Bu Linda.


"Wah, kamu beruntung sekali diundang ke acara anak bos. " Kata Sri, pegawai butik yang juga seumuran denganku. Dia juga seorang pekerja part time, kalau tidak salah menjadi mahasiswa di Kampus Nusantara.


"Pasti mbak Sri juga diundang kok. " Mbak Sri tersenyum sambil membereskan sepatu yang ada di butik, hari ini memang paling sibuk karena banyak sekali pelanggan yang datang.


Sementara itu di ruangan Bu Linda....


" Ellen, bagaimana design baju ini? " Tanya Bu Linda kepada anak gadisnya itu, Ellen melihat design mamanya hanya bisa tersenyum manis.


Ellen menatap gambar yang sudah dibuatkan mamanya itu, desain nya sangat cantik. Ada kesan modern dan tradisional, memang tema fashion kali ini tradisional dan moderen. Seperti biasa mamanya membuat dirinya semakin kuat. Sepertinya kali ini mamanya akan mendapat penghargaan, itu juga akan membuat butik mamanya yang sudah dibuat selama ini semakin meningkat.


"Bagus kok ma, sesuai dengan temanya." Kata Ellen sambil meletakkan hasil design mamanya sambil tersenyum, rasanya senang sekali mendapat dukungan dari orang tuanya yang sangat sibuk sekali.


"Makasih ya, Ma. Aku senang punya mama yang sangat sayang kepadaku. " Kata Ellen sambil memeluk mamanya, dalam hati gadis itu tahu apa yang sedang di pikirkan mamanya.


Mamanya sering membuat hati gadis itu bahagia, dia sudah lupa dengan masalah yang di hadapi orang tuanya. Dan tidak ada yang tahu kecuali orang tuanya dan Ellen.


" Mama, jangan sedih lagi ya. Ada Ellen yang selalu ada untuk mama. " Ellen tahu kalau dalam hatinya Bu Linda, mamanya. Ada sesuatu yang sangat menyedihkan dan itu sudah dirahasiakan oleh mereka berdua, dan berharap kedua orang tuanya bisa bahagia lagi. Suatu hari, begitu pikiran Ellen.

__ADS_1


"Iya, nak. Mama selalu ada untukmu. Kita bisa kok menghadapi nya bersama. " Ellen tersenyum bahagia karena mamanya sudah merasa sangat terhibur, kebahagiaan mamanya adalah yang utama. Karena mamanya selalu membuat kehidupan Ellen merasa bahagia.


__ADS_2