Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Geng Cantik di Kampus UHTB


__ADS_3

Dewi, Ellen, Sonya dan Titin adalah empat sekawan yang sangat akrab. Sampai sampai mereka disebut dengan geng cantik, sesuai dengan namanya empat orang tersebut sangat mempesona.


Dan sepertinya geng cantik ini bukan anak-anak yang sombong, mereka tetap menyapa para fans nya yang datang untuk berkenalan dengan mereka. Tidak seperti teman-teman seangkatanku, yang membuat geng sendiri. Dan mereka hanya dekat dengan kakak-kakak anggota senat. Yang membuat geng cantik ini bersinar di kampus ini adalah kecantikan para membernya. Mereka sudah seperti grup idol. Terutama sang leader yaitu Dewi, aku menyebutnya leader sih, karena hanya dialah yang menjadi pusat perhatian. Banyak anak-anak di kampus ini yang iri dengan kecantikan mereka berempat, sehingga mungkin banyak gosip-gosip yang beredar tentang mereka berempat. Mereka sangat terkenal, bahkan banyak anak-anak dari jurusan lain yang terpesona dengan kecantikan mereka berempat. Bahkan ada anak-anak jurusan lain yang sengaja datang ke jurusan kami hanya ingin berkenalan dengan Dewi dan teman-temannya, ada dari jurusan kedokteran, tehnik sipil, ekonomi dan banyak lagi. Geng cantik adalah sebutan ku untuk mereka berempat, sebutan apalagi yang tepat untuk mereka selain geng cantik. Aku juga salah satu fans mereka, aku sering berharap kepada Tuhan kalau-kalau aku nanti bisa bergabung dengan geng cantik. Tetapi aku kemudian sadar diri bahwa aku gak cocok bergabung dengan mereka. Dari segi fisik aku sudah kalah telak, mereka cantik-cantik dan tinggi-tinggi sedangkan aku sudah pendek, gemuk, hitam lagi. Buktinya teman-teman kampus gak ada yang mau berteman denganku, kecuali Edo . Entah bagaimana anak itu bisa sedekat denganku, aku aja samapi heran. Kalau ada tugas kelompok an biasanya aku satu kelompok dengan Edo. Kadang-kadang juga aku satu kelompok dengan kakak-kakak kelas yang mengulang, untungnya Tuhan masih memberikan aku kepintaran. Ya setidaknya aku masih berguna untuk bisa membahagiakan orang lain termasuk ibu dan bapakku, aku masih dibantu sama kakakku yang sedang tugas di Jakarta. Untuk biaya kos dan biaya jajan sehari-hari. Setidaknya aku masih bisa makan dan masih bisa bayar kos, walaupun aku harus berjualan pulsa untuk nabung. Selain aku banyak sekali anak-anak kampus ini yang berjualan, padahal tahu sendiri ini adalah kampus ter bonafit di Yogyakarta. Tapi anak-anak disini tidak ada yang sombong, kecuali angkatan ku ya. Setelah aku kuliah disini aku jadi tahu, bahwa anak anak di kampus ini tidak hanya mengandalkan uang dari orang tua mereka. Tetapi mereka juga masih berjualan, ada yang jualan kosmetik, baju, sepatu, dan makanan. Setidaknya banyak dari mereka yang begitu. Senasib denganku berjualan untuk. menyambung hidup.


@@@@@@


Di kantin aku melihat geng cantik lagi, ya iyalah aku melihat mereka lagi kan kantinnya cuma satu model food court. Banyak sekali pilihan makanan disini, dari mulai masakan Jawa, Manado, dan lain lain. Pokoknya semua ada disini. Geng cantik sepertinya orang baik-baik, karena banyak sekali yang mengerumuni mereka. Tapi bukannya mereka ini memang populer di kampus UHTB.


"Kamu, ngelihatin geng nya Dewi lagi? " Tanya Edo mengagetkanku.


" Iya, Do. " Jawabku sambil tersenyum malu, karena ketahuan melihat geng cantik yang lagi dikerumuni sama anak-anak kampus.


"Kamu, mengidolakan mereka ya?" Aku mengangguk saat Edo bertanya tentang hal itu. Bukannya di sudah tahu kalau aku dari dulu sudah mengidolakan mereka, bukan karena apa-apa. Aku senang melihat mereka saja, karena mereka cantik. Di sekolahan ku juga ada geng atau grup seperti mereka. Namun tidak sepopuler grup ini.

__ADS_1


"Udah, jangan dilihatin saja. "Kata Edo sambil tangannya menutup mataku. Akupun menampik tangan Edo, usil banget sih. Pikirku dalam hati. Aku pun melanjutkan makananku karena aku tidak terlalu fokus dengan makananku, tapi masih sesekali melihat ke arah geng cantik. Sepertinya mereka geng mereka berdua ini seperti satu kesatuan. Dimana ada geng cantik pasti nanti nanti ada geng ganteng, Raka dan teman temannya.


Dan aku melihat Raka yang dari kejauhan tampak melihat Dewi dan teman-temannya, kenapa Raka tidak mau gabung dengan mereka? Apa yang terjadi sebenarnya? Bukannya kalau kita suka dengan seseorang, kita harus menunjukkannya. Bukan malah diam, jika hanya begitu maka orang yang kita sukai tidak akan tahu bagaimana perasaan kita. Dan mengapa hatiku rasanya sakit sekali, saat tahu kalau Raka sepertinya menyimpan perasaan kepada Dewi. Aku tidak ingin Edo dan semua orang tahu kalau aku menyukai Raka. Biarlah aku simpan dalam hati perasaan ini.


Apalagi Raka dan Dewi kelihatan sangat cocok sekali jika mereka bisa jadian. Satunya ganteng banget, satunya cantik banget jadi biarlah mereka bersama.


" Hai, ketemu lagi Rani. " Aku kaget sampai menumpahkan es teh manis dari mulutku.


Dia tampak cantik sekali apalagi senyum yang mengembang di pipinya membuat Dewi kelihatan tambah cantik.


" Makasih ya kak Dewi.... Aku kaget banget tadi. " Kataku sambil mengambil buku catatanku dari tangan Dewi.


"Ok, sama sama. Aku pergi dulu ya, bye. " Pamit Dewi sambil melambaikan tangannya, dan bertemu dengan teman teman satu geng nya.

__ADS_1


Aku masih melihat mereka berempat yang sedang berlalu meninggalkan aku dan Edo, dan masih tidak percaya kalau Dewi masih mengingat ku.


"Kamu lihat itu kan Do.... Cantik banget si Dewi. " Kataku sambil mengunyah makanan.


"Iya iya.... Sudah aku laper banget nih, mau nyelesain makan. " Aku pun merengut, gimana sih Edo ini. Jelas jelas ada wanita cantik seperti Dewi malah dianggurin, dasar cah gemblung. Batinku dalam hati.


Kalau sudah melihat si Edo mukanya kusut kayak kaos kaki yang belum di setrika, itu tandanya aku harus cepat cepat menyelesaikan makananku. Agar cowok yang ada di sebelahku mukanya jadi cerah ceria bak matahari bersinar di pagi hari, kalau masih marah pasti aku gak ditraktir lagi..... he.. he.. he..


Setelah menyelesaikan makan, aku pun membuka lapto nya si Edo. Dan mulai mengetik tugas yang diberikan oleh Mr. Justin yaitu tugas Extensive Reading, hal ini sangat mudah karena kita hanya disuruh membuat poster berdasarkan isi ceritanya.


Di kelas nanti kita akan mempresentasikan tentang novel yang kita buat nanti, berdasarkan poster yang kita buat.


Si Edo sepertinya sudah selesai dengan tugasnya, jadi dia gantian makan makanannya. Tadi dia sepertinya pesan nasi cap jay dan es jeruk, saat dia makan kok sepertinya enak ya. Aduh Rani, ingat tugasmu jangan lihat makanan terus.

__ADS_1


__ADS_2