Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Berawal dari Butik Rainha


__ADS_3

Akhirnya kelas Extensive Reading sudah selesai, dan tampaknya presentasiku tadi tentang novel The Adventure of Huck Finn memuaskan. Senang sekali deh melihat kita sudah menyelesaikannya tugas dengan sangat maksimal. Aku sangat suka novel ini karena memang tentang persahabatan antara kulit hitam dan kulit putih, ceritanya juga seru. Siapa yang tidak tahu tentang Mark Twain, pasti semuanya tahu.


Edo dan aku sudah janjian beli batagor di taman dekat kampus, di situ terkenal enak. Banyak sekali anak SMA yang mangkal disitu, jadi bisa dipastikan kalau makanannya sangat enak dan tentu saja murah.


Letak kampus UTHB ini bersebelahan dengan SMA Negeri 4 Yogyakarta, dan anak anak SMA sering banget mengagumi para mahasiswa yang sedang kuliah di sini.


Mereka sering melihat mobil mobil bagus, dan biasanya mobil keluaran terbaru yang bersliweran masuk dan keluar kampus. Sungguh pemandangan yang baru dan tidak pernah terlintas dalam pikiranku, akhirnya aku bisa kuliah di Universitas Tunas Harapan Bangsa. Kampus ter elite dan ter kece di Yogyakarta.


Tanpa sengaja aku melihat salah satu anggota geng cantik yaitu Ellen, dia adalah seorang model yang cukup terkenal di Yogyakarta.


Aku sering melihat fotonya bersliweran di jadikan gadis sampul oleh koran lokal. Maria Ellena Saraswati, seorang model ternama yang sering wara wiri di televisi lokal.


Dia cantik sekali, di geng cantik siapa sih yang tidak kenal dengan Ellen. Hari ini pun dia tetap mempesona, walaupun hanya memakai kaos berkerah dan celana jeans.


Yang aku heran ternyata dia suka sekali makan batagor di sebelah kampus, aku pikir kalau dia suka makan di kafe yang mewah dan mahal. Tapi memang batagor di sini enak sih, jadi banyak langganan nya.


Aku masih memandangi Kak Ellen, dia memang dua tahun diatasku jadi aku panggil dia kak. Ternyata dia sendirian makan batagor, aku pikir dia bersama teman teman satu gengnya. Dan makan batagor bersama, kalau begitu kan aku jadi bisa memandangi wajah cantik geng nya.


"Kamu ngliatin apa sih? " Tanya Edo sambil melirik ku.


" Itu aku melihat Kak Ellen. " Kataku sambil menyendok sepiring batagor.


" Kok dia sendirian? " Tanyaku ke Edo, yang ditanya hanya mengangkat bahu.

__ADS_1


" Sudah selesaikan makanmu, bukannya hari ini kamu jaga butik. " Kata Edo mengingatkan.


Wah, iya sampai lupa. Aku harus jaga butik hari ini, pekerjaan sambilan agar aku bisa mendapatkan uang. Kemarin aku keterima untuk bekerja paruh waktu di sebuah butik yang ternama di kota ini, semuanya tentang fashion. Harganya pun murah cocok di kantung mahasiswa seperti aku, memang butik itu sedang mencari karyawati yang mau menjaga butik tersebut. Dan aku salah satunya, hitung hitung aku bisa membantu orang tuaku untuk membayar kos dan makan.


Sedikit sedikit lama lama menjadi bukit, lumayan lah gajinya jadi aku kalau makan tidak usah minta jatah ke orang tuaku.


Aku pun mempercepat makan ku agar aku tidak telat sampai butik, karena jam kerjaku dari jam tiga sore sampai jam sepuluh malam. Untung aku tidak pernah mengambil kelas sore, aku selalu mengambil kelas pagi. Karena memang tujuanku agar bisa bekerja paruh waktu. Demi bisa jajan, jadi aku harus bekerja. Selain bekerja paruh waktu aku juga di kos menyediakan pulsa dan token listrik, jadi kalau ada yang membutuhkan pulsa tinggal menghubungi aku. Lumayan lah bisa untuk kebutuhan sehari - hari, tanpa harus minta ke orang tua.


" Apapun bisa kamu lakukan nduk, asal tidak mengganggu nilai mu. " Kata Bapak waktu aku minta izin ingin bekerja paruh waktu.


"Inggih, Pak. Pasti" Jawabku waktu itu.


Aku tidak ingin membuat orang tuaku terbebani, karena kebutuhan kuliahku. Kalau Bapak boleh milih antara kuliah dan kerja, pasti Bapak lebih setuju kalau aku bekerja. Tetapi nasib sudah berkata lain, aku di terima di kampus UHTB. Bahkan orang tuaku pun tidak pernah berpikir untuk menyekolahkan aku disana.


Setelah aku selesai makan batagor, aku melihat jam yang ada di pergelangan tanganku. Ternyata sudah menunjukkan puku dua, saatnya bekerja di butik.


Namanya Butik Rainha, salah satu butik yang terkenal di kota Yogyakarta. Banyak sekali artis yang selalu mampir ke sana, dan banyak sekali kemarin yang datang ke sana untuk bekerja paruh waktu sama sepertiku. Aku sangat beruntung bisa bekerja di sana, karena pemiliknya sangat baik. Namanya bu Linda.


Seperti yang aku bilang jarak antara kampus ku dan Butik Rainha sangat jauh. Untung aku bawa motor, jadi bisa ngebut. Sekitar 15 menit jika mengendarai motor, kalau jalan terasa jauh dan tidak bisa mengejar waktu.


Setelah sampai butik aku pun bergegas berganti seragam, memang kalau kerja di sini sudah disediakan seragam. Lucu banget kalau pakai baju ini, karena aku memakai baju berwarna pink dan ditambah aksesoris berupa bando kelinci. Berasa imut sekali, semoga pembeli di sini tidak ada yang kenal.


Selain baju-baju kece, di butik kami menyediakan juga menyediakan aksesoris dan tas-tas yang harganya lumayan mahal. Untuk ukuran ku yang masih tergolong anak mahasiswa ini, aku melihat lihat tas yang unik banget sayang harganya sangat mahal.

__ADS_1


Selagi menunggu pembeli, aku mulai belajar untuk kuis besok. Mata kuliah yang paling aku tidak suka, yaitu Structure 1. Tentang grammar dalam Bahasa Inggris, kalau anak IPA bilang kayak matematika.


"Selamat datang di Butik Rainha. " Kataku saat pintu butik di buka, dan aku melihat Kak Ellen sedang berada di butik ini. Aku memandang nya takjub sekali, cuantik banget.


"Bu Linda ada? " Tanyanya sopan.


"Ada kak, beliau sedang ada di ruangan nya. " Kataku sambil masih mengaguminya.


" Ya, sudah aku ke ruangannya. " Kata Kak Ellen sambil langsung melenggang ke ruangan Bu Linda, mungkin dia adalah pelanggan tetap di butik ini atau dia ada kerjasama langsung dengan Bu Linda.


Kak Ellen kan model pasti ada urusan bisnis atau Bu Linda mau mengajak Kak Ellen mempromosikan baju-baju yang ada di butik nya, karena beliau juga seorang fashion designer.


"Hai, sepertinya aku kenal kamu deh. " Kak Ellen menyapaku seolah aku ini teman akrabnya.


"Kayaknya kita satu kampus deh, kenalin aku Ellen. Kamu? " Ya, ampun Tuhan dari sekian banyak mahasiswa yang ada di Kampus, ternyata aku dikenali sama Kak Ellen.


" Iya, kak. Aku satu kampus. Nama aku Rani. " Kataku sambil membalas jabatan tangan dari Kak Ellen, akhirnya bisa berkenalan juga dengan salah satu mahasiswa yang keren dan keceh seperti dia.


" Siapa Ellen? Kamu kenal sama Rani? " Tanya Bu Linda sambil berjalan ke arah kami berdua.


" Ini, adik tingkat aku ma. Namanya Rani. Kemarin Dewi pinjem catatan nya su Rani. " Kata Kak Ellen sangat antusias sekali, aku hanya bisa tersenyum kecil. Ternyata gara- gara buku catatan bisa membuat aku kenalan dengan Kak Ellen, sungguh luar biasa memang.


Dunia ini ternyata sangat sempit sekali ya, ternyata Bu Linda mamanya Kak Ellen. Pantas saja mereka berdua kelihatan akrab sekali.

__ADS_1


__ADS_2