Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Cantiknya Kak Ellen


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling spesial buatku, karena hari ini aku diundang oleh Kak Ellen yang notabene kakak angkatan ku.


Aku senang banget, dan gak sabar melihat pertunjukan fashion show yang Kak Ellen berikan undangan nya kemarin. Kapan lagi aku bisa menonton model terkenal seperti Kak Ellen, seingatku Rossi. Teman sekelas ku dulu waktu SMA juga seorang model, apa dia juga datang ya ke peragaan busana itu.


Aku masih ingat dulu waktu Rossi pertama kali jadi model, wah dengan angkuhnya dia berjalan di kelas. Sambil berlengak lenggok ria, memamerkan cara jalannya yang aduhai. Beda dengan Kak Ellen yang prestasinya sudah luar biasa dibanding Rossita Dyah Ayu, yang hanya model amatiran.


Sebenarnya itu bukan peragaan busana biasa, tapi tempat ajan untuk para designer yang tentunya memiliki butik untuk mempromosikan baju mereka dan memperkenalkan butik mereka. Setahuku Bu Linda membawa sepuluh model di festival budaya Borobudur, yang akan diselenggarakan di Mall Hartono. Salah satu mall yang besar di. Yogyakarta. Dan Kak Ellen adalah bintang utama di fashion show milik Bu Linda Ernawati.


Aku masih membolak balik undangan ini, dan aku baru sadar kalau aku duduk di kelas VIP. Seneng banget rasanya seperti mimpi, padahal saat bertemu dengan Bu Linda dan Kak Ellen aja rasanya seperti mimpi. Apalagi diajak ke acara sebesar ini.


"Kamu lagi lihatin apa? " Tanya Edo mengagetkan ku yang sedang melihat undangan ini.


"Coba aku lihat. " Edo merebut undangan tersebut, aku agak sebal denganya. Tapi bagaimana lagi cuma dia temanku sekarang.


" Kalau mau lihat gak perlu merebut gitu. " Kataku kesal, yang dimarahi hanya bisa tersenyum kecil. Dasar Edo! Umpatku dalam hati.


" Kamu dapat dari mana undangan ini? Bukannya ini mahal? " Kata Edo. Memang sih agak mahal, tapi entah kenapa kok Kak Ellen memberikan undangan tersebut kepadaku.


"Dari Kak Ellen. " Jawabku singkat.


"Kamu berteman sekarang sama geng cantik? " Edo mulai kepo sekarang. Aku hanya menggelengkan kepala, sambil menyeruput es teh.


"Ibunya Kak Ellen kan bos ku sekarang, jadi aku berteman sama anaknya. " Kataku sambil masih menyeruput segelas es teh, aku dari tadi kehausan malah si Edo ini tanya tanya kayak polisi aja.


"Kamu kerja part time sekarang? " Aku menganggukan kepala, busyet kenapa ni kok kayak aku jadi tertuduh.


"Sudahlah Edo, kamu ke sini mau nraktir aku makan atau tidak. " Kataku mengalihkan perhatiannya, yang ditanya malah bengong sekarang.

__ADS_1


"Kamu yang dipikirkan makan aja, mau makan apa?" Kata Edo sambil meletakkan tasnya.


"Gak usah do, aku cuma beli es teh aja. Lagipula aku tadi di kos an masak nasi goreng. " Kataku sambil menunjukkan nasi goreng ke Edo. Sekarang aku lebih baik masak nasi sendiri, beli penanak nasi elektrik dan panci elektrik. Lumayan lah, buat menghemat budget makan. walaupun gak bilang ke ibu kos.


" Ya sudah, aku mau pesen soto dulu. " Kata Edo sambil berjalan menuju ke meja kantin memesan soto, aku yang sudah selesai makan lalu membereskan tempat makan ku.


Aku melihat Raka lagi di sana, tetapi aku tidak melihat ada geng cantik di sini. Biasanya kalau ada Raka, pasti ada geng cantik.


"Kamu gak capek kuliah terus kerja. " Edo mengagetkan ku, aku menggelengkan kepala lagi.


"Kan aku bisa mengerjakan tugas di butik, ada komputer kosong tenang aja. " Edo menganggukan kepalanya lagi, sepertinya memang ada yang salah dengan Edo. Dia hanya datang mengintrogasi ku, memang dasar cowok itu.


Saat Edo makan aku mulai belajar di kantin, karena memang suasananya sudah sangat sepi. Siang ini aku akan ujian mata kuliah structure 1, karena memang kami baru masuk semester satu. Jadi kami belajar dari dasarnya dulu, baru nanti yang lainnya.


Aku tetap tidak mau kehilangan kesempatan ini, karena memang dari dulu pingin bekerja ke kedutaan luar negeri. Jadinya aku harus semangat belajar, Edo pun habis makan juga langsung membuka bukunya. Dan kami berdu pun hanyut dalam buku kami masing masing.


Akhirnya mata kuliah terakhir hari ini selesai juga, dan waktu baru menunjukkan pukul 12.00. Aku tidak langsung ke butik melainkan ke kosan ku untuk istirahat sebentar, tadi habis selesai kuis. Perutku minta diisi lagi, jadi aku ke warung untuk beli lauk pauk dan sayur. Untung akun sudah punya nasi sendiri, lumayan lah. Untuk urusan makan malam aku sudah beli lauk siang ini, jadi anak kos memang harus berhemat apalagi sekarang sudah bekerja. Tetapi tetap harus berhemat.


Aku merebahkan tubuhku setelah makan siang, badanku ternyata sakit semua. Aku sudah hepi dengan tubuhku saat ini. Tidak ada yang kurang suatu apapun. Aku pun mulai memejamkan mata, karena sudah merasa penat dan kekenyangan.


Aku bangun setelah mendengar alarm dari ponsel kunberdering, dan bergegas untuk siap siap berangkat kerja ke Butik Rainha tempat aku bekerja.


@@@@


Sesampainya di butik aku melihat Hellena Agustine sedang fitting baju di sana, sengaja Bu Linda fitting di butik agar tidak kelihatan orang orang. Mumpung butik nya juga sedang sepi, sehingga tidak terlalu mengganggu para pelanggan.


Kali ini aku melihat begitu cantiknya seorang Kak Ellen, seperti seorang Dewi yang memakai baju seperti bidadari dalam Legenda Jaka Tarub. Cantik sekali, memang keahlian Bu Linda dalam merancang baju luar biasa.

__ADS_1


" Bagaimana, Ellen? Ada yang tidak pas? " Tanya Bu Linda memastikan baju yang dikenakan anaknya sangat nyaman, dia tidak mau anaknya mendapatkan hasil yang tidak bagus.


"Pas, ma. Aku senang sekali. " Kata Kak Ellen memastikan.


" Bagaimana menurut kalian? " Bu Linda menanyakan kepada para pegawai yang ada di butik itu termasuk aku, kami pun menjawab iya. Karena memang rancangan baju bos kami memang tiada duanya, sangat bagus dan elegant.


Hari ini sepertinya kami para pegawai hanya membantu para model untuk fitting baju, tidak ada kegiatan lainnya.


Walupun begitu banyak yang kami kerjakan seperti mengambilkan baju untuk para model, memcarikan aksesoris untuk para model sehingga mereka dapat bergaya sesuai dengan baju yang mereka pakai.


" Rani. " Panggil Bu Linda.


" Iya Bu. " Aku berjalan menuju ke arah Bu Linda yang manggil ku.


" Hari ini kamu saya tugaskan untuk melayani para model, mencatat apa yang diperlukan oleh mereka. " Kata Bu Linda mengingatkan.


" Baik Bu. " Kataku yakin, dan aku akan membantu Bu Linda untuk menyiapkan pagelaran ini.


Setelah di panggil Bu Linda, aku dan beberapa pegawai lainnya langsung mengurusi para model yang sudah dipiliholeh Bu Linda. Mereka juga masih mahasiswa sama seperti aku, tapi ada beberapa yang masih SMP. Fashion show ini memang untuk segala umur, tetapi Bu Linda hanya mengajak beberapa model yang sudah terkenal saja.


" Bagaimana menurut mu


, Ran. Baju hasil rancangan mama? " Tanya kak Hellen.


" Bagus kok kak, semoga nanti banyak yang suka hasil rancangan Bu Linda. " Kataku sambil membereskan baju yang agak tercecer di lantai.


"Mamaku, memang sangat luar biasa. " Aku pun tersenyum senang melihat Kak Ellen pergi, memang Kak Ellen kelihatan sangat cantik sekali dengan hasil rancangan Bu Linda.

__ADS_1


Melihat keakraban Bu Linda dan Kak Ellen, jadi keingat simbok yang sedang ada di kampung. Ah, nanti malam telepon ah. Batinku dalam hati.


__ADS_2