Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Bertemu Alex ( POV DEWI )


__ADS_3

Hari ini sebenarnya ada kelas Introduction to Resmeth, tapi malas aku ikut kelasnya. Lebih baik aku pergi ke kantin, mencari minuman yang seger - seger. Kayaknya segelas es kopi Vietnam segar deh, pingin banget ke kedai depan. Kalau di kantin kampus kayaknya gak ada es kopi Vietnam, jadi aku memutuskan untuk pergi ke kedai kopi depan kampus.


Banyak yang tidak tahu kalau di depan kampus banyak sekali kedai atau restoran yang enak, di kantin kampus jurusan ekonomi ada satu kantin yang enak.


Aku pun melangkah kan kakiku menuju ke luar kampus menuju ke arah kampus anak- anak Sosial Budaya, ada satu kedai kopi yang enak. Cocok dengan seleraku, lagian kan aku lagi bolos kelas jadi aku bisa bebas ke sana kemari mencari jajanan.


Aku sendirian di kedai kopi ini, karena memang suasananya yang menyenangkan membuat aku merasa sangat nyaman. Untuk sementara meninggalkan kampus Sastra Inggris dulu, biarkan aku sendiri tanpa geng ku.


Sengaja aku memilih berada di luar kantin, karena memang suasana sangat berbeda. Damai dan tenteram tanpa ada anak - anak kampus yang mengikuti ku, terutama Raka. Aku agak risih kalau bertemu dengan Raka, entah mengapa. Aku memang menghindari Raka. padahal cowok itu adalah anak pejabat di kota ini. Anak itu kelihatan tidak baik dan sedikit nakal, walaupun dia mengejar ku tapi tidak sedikitpun aku mencintainya.


Justru aku mencintai Alex, sosok orang yang pendiam dan misterius yang berhasil mengusik hatiku. Dia tidak setampan Raka memang, tetapi ada yang membuat hatiku bergejolak jika aku bertemu dengannya.


Kisah cintaku tidak seperti Edo, yang dekat dengan Rani. Justru sebaliknya. Cintaku bertepuk sebelah tangan, yang membuat aku merasa sedih.


Aku menyeruput es kopi Vietnam ku pelan-pelan, aku tidak ingin kopi ini habis begitu saja. Di kantin kampus ku saja tidak ada kedai kopi begini, seandainya ada aku pasti senang sekali berada di kedai kopi selama ber jam jam.


@@@@


"Dewi kenapa kamu bolos hari. " Aduh si Titin ini pakai teriak teriak, saat ketemu aku siang ini.


Kan aku jadi malu jadinya, kalau anak- anak yang lain. Seumur umur kuliah di UTHB belum pernah sekalipun bolos kuliah, bagaimana reputasi ku sebagai mahasiswa paling rajin.

__ADS_1


"Aku tadi ngopi di kampus sebelah. " Kataku datar, sambil membenahi rambutku yang berantakan saat buru buru ke sini.


" Ah, tidak ngajak ngajak kamu Dew.. Dew. " Aku tersenyum saat mendengar Ellen ber sungut sungut, dan aku menikmatinya.


" Tadi kamu dicariin Raka, dia nanyain Dewi kok masuk kelas. " Ah, ngapain itu cowok nyariin aku, emang nya dia siapa. Pacar bukan, teman bukan apalagi saudara.


" Ngapain si kampret nanyain aku?" Titin sampai kaget mendengar pertanyaan ku tadi, sebenarnya bukan satu atau dua kali aku memanggil si Raka kampret tapi berkali - kali aku menyebutnya.


" Nanti kamu malah jatuh cinta beneran lho sama Raka. " Ellen ikut mengompori ku, memang ya teman - teman di geng ku suka banget menganggu ku. Dasar! Rutukku dalam hati.


" Ke kantin yuk! Lapar nih. " Kata Sonya sambil memegangi perutnya yang lapar , memang mata kuliah ini agak menguras tenaga.


Kami berempat masuk ke dalam kantin untuk menemani Sonya makan, tetapi tiga temanku yang lain juga makan. Hanya aku yang mengambil air mineral dan makan beberapa kue, rasanya kenyang tadi habis ngopi jadi agak bernafsu untuk makan yang lainnya. Tiga temanku yang lain sedang makan nasi cap jay, dan es lemon tea. Di kantin ini semua makanannya sangat enak sehingga banyak anak - anak kampus yang suka makan di sini, selain itu tempatnya bersih.


" Kamu nggak makan, Dew? " Tanya Sonya, aku menggeleng pelan.


"Tumben. Biasanya kalau makan nasi cap jay gak pernah ketinggalan. " Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Sonya tadi, memang nasi cap jay adalah makanan kesukaan ku. Apalagi masakan tante kantin, tambah suka aku. Tetapi memang aku hari ini kenyang banget, jadi tidak ada nafsu untuk makan.


Sayup- sayup di luar kantin aku mendengar ada orang yang bermain gitar dan bersenandung kecil, aku pun pemasaran suara siapa kah ini. Suaranya yang bas nya yang bisa membuat para wanita tergila gila, keren memang.


Di depan kantin ini memang ada taman dan ada beberapa bangku kecil, biasanya digunakan oleh para mahasiswa untuk duduk - duduk sambil nyanyi nyanyi atau kegiatan lainnya. Posisi tempat duduk ku memang dekat dengan taman, tapi tidak terlalu jelas siapa yang bernyanyi tadi.

__ADS_1


Aku sepertinya mengenal suara ini, merdu sekali memang suaranya agak berat tapi seksi. Mirip - mirip suara Cakra Khan. Suara ini seperti suara Alex, saat aku melihat ke luar kantin. Ternyata memang dia lelaki yang sampai ini membuat aku jatuh cinta untuk yang pertama kali, dia yang membuat jantungku berdebar. Bukan Raka.


Selama ini memang aku di digosipkan dengan Raka, tetapi tidak ada rasa cintaku untuk lelaki itu. Aku hanya menyukai satu orang yaitu Alex, sosok nya yang misterius dan pendiam. Membuat aku jatuh cinta kepadanya, namun sayang aku di tolaknya.


"Dew, kita mau ke perpustakaan. Kamu mau ikut?" Ajak Titin, aku hanya menggeleng.


" Aku pingin duduk - duduk di sini. " Kataku pelan sambil masih melihat ke arah taman, sepertinya aku tidak rela kalau kehilangan momen seperti ini. Melihat Alex dan mendengarkan suaranya sampai puas, kesempatan langka memang.


"Ya sudah, Dew. Kita pergi ke perpustakaan ya, jangan sampai kesambet cowok ganteng lho ya. " Aku tersenyum kecil mendengar perkataan teman temanku, memang mereka sahabat yang sangat pengertian. Tidak seperti adik ku, Edo. Yang ke mana - mana selalu saja nempel ke Rani, memang lagi bucin dia.


"Dewi, kamu gak apa - apa?" Tanya seorang cowok yang menubruk ku, salahku juga sih aku keluar dari kantin terburu- buru.


Deg! Jantung ku berhenti berdetak, ternyata aku menabrak Alex. Si ganteng, bisa gak kalau adegannya di ulangi lagi. Biar aku bisa siap - siap kalau ditangkap sama Alex, kalau begini kan aku tidak siap.


"Dewi. Halo! " Aku pun melepaskan tangan Alex, takut dia melihat wajahku yang sudah merah merona.


" Iya, aku gak a... pa.. a... pa kok. " Kataku terbata - bata, bayangkan aku bisa sedekat ini dengan Alex. Sungguh hal yang sangat mencengangkan, aku bahagia sungguh sangat bahagia.


"Hati - hati ya, kalau jalan. Jangan sampai nabrak lagi, untung aku yang kamu tabrak. " Aku tersenyum kecil, dan cowok itu meninggalkan kantin bersama teman - temannya.


Aku menatap punggung Alex dari kejauhan, aku merasa sangat bahagia. Benar - benar bahagia, orang yang selama ini aku inginkan. Yang aku cintai ada di depan mataku, dan tersenyum kepadaku. Sungguh bahagianya hatiku, aku pun bergegas menuju ke perpustakaan menyusul teman - temanku dengan rasa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2