Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik

Si Itik Buruk Rupa di Geng Cantik
Tangisan Bu Linda


__ADS_3

POV Ellen


Pulang kampus aku langsung ke butik, hari ini sepertinya mama ingin pergi ke mal bersamaku. Mungkin ada yang ingin mama bicarakan, ada banyak rahasia yang tidak orang ketahui.


Kampus adalah tempatku untuk melepaskan semua yang ada dalam hatiku, aku bisa menjadi orang yang sangat bahagia di sana. Melepaskan semua ketegangan yang ada di rumah, orang tuaku memang seperti itu.


aat ini keluargaku dalam masalah, walaupun setiap hari aku kelihatan ceria. Tetapi ada masalah yang tidak bisa aku dan mamaku ungkapkan, tentang keluargaku yang kelihatan bahagia. Kenyataannya berbeda dengan apa yang kami alami


Mama dan papaku akan bercerai setelah 25 tahun menjalani hidup rumah tangga, ternyata semua yang kelihatan harmonis dan baik - baik saja hancur seketika.


Kisah ku sama seperti Dewi, rumah tangga orang tuanya sempat hancur. Karena Papa Dewi selingkuh dengan orang jauh, saat aku mendengar gadis itu bercerita bahwa ayahnya membawa seorang anak laki laki hasil perselingkuhan nya. Tetapi Dewi merahasiakan siapa adik laki laki tiri nya, dan aku tidak tahu seperti apa wajah adik tiri Dewi.


" Kamu tidak masalah saat mendengar perselingkuhan orang tuamu dew? " Tanyaku saat itu.


" Sebagai manusia biasa pasti aku marah saat papa membawanya, tetapi aku harus bagaimana lagi. Sudah terjadi kan? " Kata Dewi sambil menyeruput segelas es kopi, aku hanya bisa heran dengan Dewi dan mamanya. Bagaimana bisa dia tersenyum seperti itu, padahal ayahnya sudah berselingkuh selama 10 tahun.


" Ellen, sampai sekarang adik tiri ku mengalah. Dia tidak mau tinggal di rumah, dia memilih untuk kos. " Aku terkejut mendengar perkataan Dewi, adik tirinya lebih memilih untuk tinggal sendirian daripada satu atap dengan Dewi dan mamanya.


" Kok, bisa gitu Dew? " Tanyaku penasaran.


"Entahlah." Kata Dewi sambil menggelengkan kepalanya, berarti memang adik tirinya tidak mau mengganggu kehidupan mama dan kakak tirinya.

__ADS_1


" Mungkin saja adik tiri ku tidak suka kalau kami tinggal bersama. " Kata Dewi waktu itu, aku hanya menghela nafas saat mendengar perkataan Dewi.


Mungkin bagi Dewi dan adik tirinya suasananya memang sangat tidak memungkinkan bagi mereka, adik tirinya merasa bersalah karena sudah merebut ayahnya dari Dewi dan ibunya.


Seandainya mama ku bisa seikhlas mama Dewi mungkin mama tidak akan sesakit ini, tetapi jika aku diposisi mama pasti juga akan merasakan hal yang sama.


Dulu papa adalah kebanggaan ku, beliau adalah orang yang paling aku hormati di muka bumi ini selain mama. Seorang pria yang sukses dengan segala bisnisnya, punya istri seperti mama ku yang juga seorang pekerja keras mungkin juga kebanggaan sendiri bagi beliau.


Siapa yang tidak kenal dengan Evan Hartono, seorang pebisnis yang handal. di Yogyakarta. Beliau mempunyai banyak bisnis perumahan, bahkan mempunyai banyak perkebunan sawit di luar kota dan luar pulau. Mamaku juga seorang pebisnis hebat beliau mempunyai beberapa salon dan butik, bahkan mempunyai bisnis kuliner. Selain itu mamaku juga sangat cantik di usianya yang memasuki umur 44 tahun, sangat sempurna untuk usia segitu.


Bagaimanapun aku tidak mau kedua orang tuaku cerai, aku ingin mereka bahagia. Dan hanya aku anak mereka, bukannya aku egois tetapi aku merasa hidupku sudah sangat sempurna untuk saat ini. Seorang anak tunggal dari keluarga paling terpandang, tetapi hanya sekejap saja. Aku belum tahu kalau papa ku punya wanita lain, jangan sampai apa yang dialami Dewi terjadi kepadaku. Karena aku belum siap.


@@@@@@


Mama ku memang senang banget membuat kan aku baju, beliau juga yang menyuruhku untuk bisa menyukai dunia modelling. Memang ini paksaan dari mama, karena ingin sekali ada yang bisa mempromosikan design baju mama. Dari kecil aku sudah keluar masuk agency model, ganti dari agency satu ke agency lainnya hanya untuk mencari tempat yang nyaman. Memang bukan perkara yang mudah, tetapi semua aku lakukan hanya untuk bisa mempromosikan butik nya mama agar bisa berkembang dengan baik.


Dan nyatanya aku bisa melakukannya, bisa membuat mama bahagia sangat senang sekali. Bisnis mama sekarang berkembang pesat, membuat hatiku senang. Apalagi papa yang selalu mendukung usaha kami berdua, itu yang membuat keluarga kami seperti keluarga yang sangat bahagia.


" Sri, kamu lihat mama?" Tanyaku kepada Sri yang sedang menyusun etalase produk, dia kelihatan sibuk sekali. Ya memang ini kegiatan kami sehari hari di butik, selain mama memproduksi baju beliau juga dropshiper dari banyak produk seperti sepatu dan tas dari beberapa merek.


" Ada, Mbak Ellen. Bu Linda sedang sibuk di ruangannya mbak. " Sri menielaskan, aku hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


" Kira - kira sedang apa ya mbak? " Sri hanya bisa menggeleng kan kepalanya, sambil masih sibuk dengan kotak - kotak sepatu yang di susunnya.


Aku pun melangkah ke ruangannya mama, aku melihatnya tampak sibuk menggambar sesuatu. Mungkin dia sedang menggambar baju yang akan ditampilkan nya untuk fashion show tadi, tapi sepertinya ada orang lain di sana. Aku melihat dari balik jendela, dan ada orang lain sepertinya dari balik jendela yang ditutupi korden. Sepasang kekasih yang sedang berdiskusi tentang sesuatu, apa sepasang kekasih itu sedang ingin membuat gaun untuk pernikahan mereka.


Sepasang kekasih itu sangat bahagia waktu berdiskusi dengan mamaku tentang konsep pernikahan, waktu kecil aku paling senang melihat gaun - gaun pengantin yang dibuat sama mama. Apalagi waktu mereka sedang memakai baju pernikahan nya, aku membayangkan suamiku seperti papa. Seseorang yang kaya raya dan pengusaha sukses, keluarga yang sempurna bagi kebanyakan orang. Tetapi sekarang hanya mimpi, keluarga yang dilihat oleh orang banyak sebagai keluarga sempurna ternyata sudah rapuh.


Mama ku memang designer serba bisa, selain dia membuat baju biasa yang dikenakan untuk kegiatan sehari hari. Sudah banyak sekali pasangan yang dibuatkan baju oleh mamaku, beliau memang serba bisa. Aku tidak ingin mengganggunya, kemudian aku pergi meninggalkan beliau yang sedang meeting dengan client.


Aku berjalan meninggalkan butik itu, nanti pasti aku ke sini lagi. Kalau nanti aku ajak ngobrol Rani atau Sri, pasti pekerjaan mereka tidak selesai.


@@@@@@@


Pov Rani


Aku pun sampai ke butik dan memarkirkan motorku di depan butik, aku tadi sekilas melihat Kak Ellen sedang keluar dari butik dengan sedih. Biasanya sangat ceria, apalagi kalau sudah bertemu dengan mamanya. Tapi ya sudah bukan urusanku, dan aku tidak mau ikut campur. Lebih baik aku segera masuk ke butik menyelesaikan pekerjaan ku, Sri pasti sudah kelimpungan menyusun barang - barang di etalase.


Sebenarnya yang bekerja di Butik Rainha bukan hanya aku dan Sri, ada sekitar dua puluh orang yang bekerja di sini. Tetapi yang freelancer hanya aku dan Sri, kami yang masih harus ber kuliah terpaksa kerja part time. Sedangkan 15 orang yang lain bekerja full time, tetapi tidak ada yang berbeda perlakuan pegawai yang lain kepada kami. Memang akrab ku sama Sri, kami memang seperantaran.


Betul kan kataku, saat aku memasuki butik ternyata memang benar Sri sedang sibuk menata barang bersama mbak Sulis. Aku pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian, setelah itu aku pun segera membantu Sri mengambil barang dari gudang dan menatanya agar para konsumen puas.


Setelah menata baju dan sepatu, aku pun segera membantu teman teman yang lain untuk melayani para pelanggan. Sepertinya hari ini adalah hari yang paling melelahkan buatku, karena aku harus bolak balik ke belakang untuk mengambil sepatu dan baju sesuai ukuran para pelanggan.

__ADS_1


Saat aku ke gudang untuk mengambil sepatu, aku mendengar sayup sayup suara dari Bu Linda. Seperti sedang menangis, dan ku intip dari balik korden ternyata memang benar Bu Linda sedang menangis sambil memegang sesuatu. Aku ingin sekali menghiburnya tetapi tidak, aku terlalu lancang jika ikut campur urusan keluarga Bu Linda. Jadi aku langsung ke depan membantu para pegawai yang lainnya.


__ADS_2