Si Jenius Alexus & Alexa

Si Jenius Alexus & Alexa
Menyelesaikan Permasalahan Daddy


__ADS_3

Ia merasa heran karena tidak biasa Rose tertidur nyenyak. Hingga ia pun menyelidiki kamar si kembar. Pertama ia tengok kamar Alexa lalu setelah itu kamar Alexus.


"Benar kan dugaaanku jika si kembar telah kembali. Pantas saja Rose bisa tertidur dengan pulasnya," batin Michelson.


Dia sudah bisa bernapas lega pada saat mengetahui si kembar sudah pulang dan kondisinya baik-baik saja. Ia pun berinisiatif membuat sarapan kesukaan istrinya, karena untuk menyenangkan istrinya yang beberapa hari pikiran terkuras memikirkan si kembar.


Beberapa menit kemudian, Rose pun terbangun. Ia merana samping tempat tidurnya dan mendapati suaminya tak ada.


"Hoam...kemana Daddy sepagi ini?" gumamnya menguap seraya masih bermalas-malasan di ranjang.


Ia merentangkan kedua tangannya ke samping kanan dan kiri, akan tetapi tetap posisi masih berbaring.


Tak berapa lama muncul Michelson dengan membawa nampan berisi sarapan dan satu gelas susu, satu gelas air putih.


"Hem wangi sekali, Daddy. Mendadak aku langsung lapar Daddy." Rose pun bangun dari rebahannya dan ia duduk.


"Makanlah yang kenyang, tapi maaf aku hanya membuat satu piring saja nasi gorengnya. Aku nggak ingat jika kamu sedang hamil," ucapnya terkekeh.


"Nggak apa-apa kok, Daddy. Ini saja satu piring tapi porsi banyak seperti ini sama saja porsi dua piring di jadikan satu. Terima kasih ya sayang, kamu begitu perhatian," ucapnya meneguk air putih terlebih dahulu.


"Daddy, kenapa kamu kebiasaan sekali. Setiap kali membuatkanku sarapan pasti sendirinya tidak buat untuk diri sendiri. Jika seperti ini kita barengan saja sarapannya."


Rose menyuapi suaminya, dan pada saat keduanya asik sarapan suap-menyuapan. Si kembar muncul dan heboh.


"Selamat pagi mom-dad," sapanya seraya mencium kening orang tuanya.


"Hem Daddy, kami iri loh. Masa iya cuma mommy yang di buatkan nasi goreng, untuk kami mana?" rajuk Alexa manyun.


"Sudah nggak usah protes, kita makan rame-rame saja. Lihatlah porsi satu piring banyak seperti ini. Nanti kita sarapan ulang lagi bersama-sama di meja makan," ucap Rose.


Ia pun memulai menyuapi si kembar secara bergantian, sedangkan Michelson mundur.


"Daddy mau kemana?" tanya serentak si kembar.

__ADS_1


"Daddy mau keluar, sayang. Kalian makanlah bersama mommy, Daddy mau ke ruang kerja sebentar. Nanti kita sarapan bareng lagi di meja makan." Ucapnya seraya berlalu pergi dari kamar.


Pada saat di ruang kerja, Michelson merasa gelisah karena perusahaannya sedang mengalami masalah tetapi ia sengaja tak memberi tahu pada Rose.


"Haduh, kenapa ini? sebenarnya siapa yang telah berkhianat di dalam perusahaan dengan mencuri semua data kantorku seperti ini?" gumam Michelson seraya terus meneliti laptop dan terus saja berusaha mencari tahu lewat semua data yang ada di laptop. Akan tetapi ia tak menemukan bukti apa pun.


"Sialan, kurang ajar sekali! pintar sekali ia hack semua dataku ini. Aku menjadi penasaran dengan orang ini! awas saja ya, jika akunsudah berhasil mengetahui siapa dirimu, aku akan menangkapmu dan takkan aku beri ampun sama sekali!" batinnya kesal.


Kekesalan Michelson bisa terbaca oleh Alexa. Sejenak ia terdiam pada saat sedang di sisi oleh Rose.


"Lexa, kamu kenapa sayang? apakah haus, minumlah ini." Rose memberikan air putih.


Namun Alexa menolaknya," nggak usah mom."


"Oh ya aku sudah kenyang. Aku akan kembali ke kamarku untuk mandi ya mom." Alexa berlari kecil keluar kamar Rose.


Namun ia tak kembali ke kamarnya melainkan ke ruang kerja Michelson. Ia bisa merasakan kegelisahan yang sedang di rasakan oleh papahnya lewat Indra ke enam nya.


"Tok tok tok tok"


"Siapa sih, yang datang kemari?" batin Michelson seraya melangkah ke ambang pintu dan membukanya.


"Lexa, ada apa kamu kemari sayang?" tanya Michelson memicingkan alisnya.


"Daddy, aku tahu jika saat ini ada permasalahan yang sedang Daddy alami di perusahaan. Semua data perusahaan ada yang retas atau hack kan?" ucap Alexa dengan begitu yakinnya.


"Loh dari mana kamu tahu?" Michelson malah balik bertanya.


"Dari sini, Daddy." Alexa tersenyum seraya mengetuk-ngetuk keningnya sendiri dengan jari telunjuknya.


"Lantas untuk apa kamu datang kemari? sebaiknya mandi saja dan nanti tunggu di meja makan, nanti Daddy menyusul," pinta Michelson.


"Nanti saja, Daddy. Waktu juga masih terlalu pagi, aku datang kemari karena ingin membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang di hadapi oleh Daddy," ucap Alexa dengan begitu antusiasnya.

__ADS_1


"Bantu, kamu itu baru umur lima tahun Lexa. Mana bisa bantu permasalahan Daddy. Daddy saja berhari-hari tak bisa menyelesaikan permasalahan Daddy sendiri. Apa lagi kamu yang baru sekolah di Taman Kanak-Kanak?" Michelson terkekeh tak percaya dengan ucapan Alexa.


"Daddy, sudah menertawakanku? Daddy seharusnya memberiku kesempatan untuk memperlihatkan kemampuanku untuk meretas balik data Daddy yang telah di curi salah satu orang kepercayaan Daddy."


"Daddy, jangan menyepelekan kemampuan aku loh. Kita lihat saja jika Daddy tak percaya, aku bisa tahu siapa yang berkhianat pada Daddy hanya dalam waktu hitungan menit saja."


Alexa terus saja meyakinkan Michelson hingga pada akhirnya Michelson menjadi penasaran juga dengan kemampuan putri kecilnya tersebut.


"Ya sudah, Daddy beri kamu kesempatan untuk membuktikan segala perkataanmu itu. Duduklah di sini."


Michelson meminta Alexa duduk di sampingnya yang sedang fokus dengan laptopnya.


"Daddy ketik saja kata sandi untuk membuka data perusahaannya. Setelah itu aku yang akan mengecek satu persatu data tersebut," pinta Alexa serius.


Sejenak Michelson mengetik kata sandinya dan terbukalah data perusahaan yang begitu banyaknya.


Dengan kepintarannya, dan kecekatan tangannya dalam mengetik. Alexa mengecek satu persatu data perusahaan tersebut. Dan ia benar-benar telah membuktikan ucapannya.


Hanya dalam waktu sekejap mampu membongkar siapa yang berkhianat di dalam perusahaan papahnya.


"Dad, cepat tangani kasus daddy ini dan bawa segera pelaku ke ranah hukum. Barusan aku sudah tunjukan bukti kuat tentang kecurangan yang ia lakukan."


"Jika daddy ingin lebih yakin, datangi rumahnya. Dan geledah saat ini juga, ia menyembunyikan semua kejahatannya di bawah kasur tepatnya di bawah ranjang tempat tidurnya."


Mendengar apa yang Alexa katakan, Michelson memicingkan alisnya.


"Apa kamu yakin, Alexa?" tanyanya ragu.


"Daddy, percayalah padaku kali ini saja. Jika Daddy tak mendengarkan perkataanku, sebentar lagi ia akan membakar semua bukti kejahatannya untuk menghilangkan jejaknya supaya tidak di ketahui oleh Daddy."


"Apa perlu aku yang bertindak sekarang juga, Daddy? apa aku saja yang ke rumah orang itu?"


Michelson melarang Alexa," nggak usah sayang biar Daddy saja yang kesana bersama beberapa anak buah pilihan Daddy."

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang saja karena ia saat ini sedang bersiap-siap akan menghancurkan semua bukti itu dengan membakarnya.


__ADS_2