
Sementara itu, Alice segera menghilang dari tempat tersebut menuju ke gerbang sekolah. Security sempat kaget pada saat melihat Alice sudah ada di gerbang.
"Non Alice, bukannya tadi pulang sama teman mommynya? kok tahu-tahu sudah ada di sini?" tanya security memicingkan alisnya.
"Tadi itu bukan teman mommy, dia mau menculikku. Tetapi aku berhasil melarikan diri darinya."
Perkataan Alice sempat membuat security terperangah, ia pun merasa tak enak hati pada Alice dan langsung meminta maaf. Bahkan ia meminta supaya Alice tak melaporkan keteledorannya pada pihak sekolah, karena apa bila itu terjadi. Dirinya bisa di pecat.
Alice pun terkekeh pada saat melihat kekhawatiran pada wajah securitynya. Ia pun mengatakan pada security tersebut bahwa dirinya tidak akan sekejam itu mengadu pada pihak sekolah. Justru Alice mengatakan pada security tersebut untuk tidak mengatakan kejadian tadi pada Alexa dan Alexus.
"Ingat ya, pak. Ini rahasia kita berdua. Tolong jangan pernah katakan pada siapapun tentang apa yang barusan terjadi padaku. Terutama pada kedua Kakakku," ucap Alice.
"Siap, Non Alice."
Security sempat heran, bagaimana caranya Alice bisa lolos dari penculik tadi. Tetapi pada saat ia akan bertanya, ia pun menepiskan rasa ingin tahunya.
Alice Kembali masuk pintu gerbang sekolah untuk menunggu Alexa dan Alexus kembali. Ia pun sudah biasa mengobati rasa kebosanannya dengan bermain-main dengan binatang yang ada di sekitar sekolah tanpa sepengetahuan siapapun.
__ADS_1
Berbeda situasi dengan Linda, yang tak terasa kini tubuhnya sudah mulai berubah normal ke wujud aslinya lagi. Ia pun mulai panik, karena kini dirinya masih ada di atas pohon.
Dia sangat takut dengan ketinggian, apa lagi mengetahui dirinya saat ini berada di pucuk sebuah pohon. Ia pun tak tahu bagaimana caranya supaya bisa turun dari pohon itu.
"Tolong.....tolong...."
Perlahan Linda berteriak minta tolong, tetapi tidak basa satupun orang yang melintas. Hingga pada akhirnya ia meraih ponsel yang ada di saku bajunya.
Dengan tangan gemetaran, ia mencoba menelpon Reynaldi untuk meminta tolong.
Setelah beberapa menit, menelpon anaknya. Kini Reynaldi sudah ada di sekitar gubug tua. Ia mencari keberadaan Mamahnya, bahkan ia mencoba menelpon nomor ponsel mamahnya supaya ia tahu dimana keberadaan, Linda.
"Astaga... bagaimana bisa mamah ada di pucuk sebuah pohon besar? kenapa juga tadi saat menelpon tidak mengatakan bahwa dirinya sedang ada di atas pohon?" gumam Rey.
Dia pun memutuskan meminta tolong kepada beberapa anak buahnya untuk segera datang ke lokasi tersebut dengan membawa tangga yang panjang, supaya Linda bisa turun dengan anak tangga.
Hingga tak berapa lama, datanglah beberapa anak buah Rey. Dan lekas menyelematkan Linda yang ada di atas pohon besar.
__ADS_1
Linda begitu lega pada saat dirinya sudah bisa turun dari atas pohon. Tetapi rasa takutnya masih saja ada. Hingga tubuhnya masih saja gemetaran tak karuan. Jika sedang dalam kondisi seperti itu, Rey merasa iba pada Linda.
"Mah, sebenarnya apa yang telah menimpa mamah? bagaimana bisa mamah ada di atas pucuk pohon?" tanya Rey yang masih saja penasaran dengan kejadian yang menurut dirinya aneh tersebut.
Namun Linda tak berkata jujur, justru ia mengatakan bahwa apa yang menimpa dirinya itu karena ulah jin. Tiba-tiba dirinya tersadar sudah ada di atas pucuk sebuah pohon besar.
Apa yang dikatakan oleh Linda, tak lantas membuat dirinya itu percaya begitu saja. Tetapi aneh juga jika seorang wanita yang tak muda bisa ada di atas pucuk pohon.
Menurut Rey, yang bisa melakukan hal itu hanya satu yakni Rose dan para anak-anaknya. Rey mencoba menepis rasa penasarannya. Ia pun mengantarkan pulang Linda. Sementara mobil Linda di bawa oleh salah satu anak buah Reynaldi.
Kenapa untuk sementara waktu, Linda belum bisa mengemudi karena kondisinya yang masih terlihat di wajah nya trauma ketakutan.
Sepanjang perjalanan pulang mengantarkan Linda ke rumah, keduanya hanya diam saja dengan jalan pemikiran yang berbeda.
Saat ini Rey terus saja penasaran dengan apa yang telah menimpa Linda. Sedangkan Linda terus saja mengumpat pada Alice dengan apa yang telah membuatnya ada di pucuk pohon besar.
"Aku tidak akan pernah memaafkan anak itu. Heran saja, anak sekecil itu melakukan hal ini padaku. Jika aku cerita yang sebenarnya pada Rey, ia pasti tidak akan percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh salah satu anak Rose terhadap diriku," batin Linda.
__ADS_1
Terus saja Linda berpikir tentang kehebatan yang telah di miliki oleh Alice. Dan berpikir dari mana anak kecil itu bisa memiliki kehebatan nya tersebut.