Si Jenius Alexus & Alexa

Si Jenius Alexus & Alexa
Sikap Aneh Rose


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa suaminya asam lambungnya kambuh, Rose pun melirik sinis pada Michelson.


"Daddy, sudah berapa kali aku katakan sesibuk apapun jika sudah waktunya makan ya makan, akhirnya seperti ini kan asam lambung menjadi kambuh kembali," ucap Rose sinis.


"Suami sedang sakit bukannya diberi kasih sayang yang penuh di manja eh... malah diomelin seperti ini," rajuk Michelson mengerucut bibirnya.


"Ooooh jadi Daddy sengaja telat makan supaya sakit seperti ini? karena ingin dimanja ingin disayang-sayang," celoteh Rose berkacak pinggang.


"Sudahlah mommy, jangan marah-marah terus. Kasihan juga kan dedek bayinya yang ada di perutmu itu, nanti dia jadi ikut marah di dalam. Aku nggak mau loh kelak anak kita ini jadi pemarah seperti dirimu," tegur Michelson yang membuat Rose menghentikan aksi marahnya.


Rose segera ke dapur untuk membuatkan bubur bagi suaminya. Karena sudah terbiasa jika suaminya mengalami asam lambung yang kumat. Ia pasti tak mau makan nasi terlebih dahulu, ia lebih suka makan bubur hingga asam lambung sembuh.


Pada saat Rose sedang asik berada di dapur, tiba-tiba ada awan hitam mengitari dirinya dan tiba-tiba menutup tubuhnya begitu saja.


Bahkan awan hitam tersebut membawa Rose terbang tinggi. Rose terjebak di dalam gumpalan awan hitam tersebut, sekeras apapun ia berteriak minta tolong tidak ada yang mendengarnya.


Gumpalan awan hitam itu membawa Rose melesat jauh dan semakin jauh dari apartement Michelson.


Sementara Michelson mulai curiga dan heran kenapa Rose tak juga datang.


"Sudah tiga puluh menit berlalu, kenapa pula Rose belum selesai membuar bubur untukku ya?" Dengan langkah tertatih, Michelson melengkag menuju ke dapur untuk mengecek kondisi istrinya.


Tetapi ia begitu shock karena tak mendapati istrinya ada di dapur. Ia mencoba bertanya pada bibi yang barusan melinyas di dapur.


"Bi, lihat nyonya nggak?" tanya Michelson.

__ADS_1


"Barusan beberapa menit yang lalu sih lihat, Tuan. Nyonya Rose ada di dapur membuatkan bubur untuk Tuan. Bahkan pada saat saya yang meminta untuk saya saja yang membuatkan bubur untuk Tuan Michelson, sama nyonya nggak boleh," ucap asisten rumah tangga tersebut.


Michelson menjadi bingung kenapa juga Rose tiba-tiba menghilang begitu saja. Ia pun melangkah ke kamarnya dan meraih ponselnya. Ia mencoba menelpon Rose dan ternyata ponsel Rose ada di atas nakas.


"Astaga, Rose tidak membawa ponselnya. Lantas kemana ia pergi ya?" Michelson semakin panik karena tidak seperti biasanya Rose bertindak seperti ini.


Ia pun keluar kamarnya dan mencoba bertanya kepad orang rumah. Satu persatu ia tanya hingga security juga di tanya, tapi tidak ada satupun yang tahu atau melihat kepergian Rose.


"Kata security, tidak melihat Rose keluar sama sekali. Bahkan bibi mengatakan terakhir melihat Rose ada di dapur sedang buat bubur. Tadi aku juga sempat melihat buburnya masih ada di atas kompor dan kompornya juga masih menyalah. Lantas kemana Rose pergi?" Michelson bingung.


Dan pada saat ia sedang bingung, tiba-tiba datang Rose dengan membawa bubur. Tetapi ia hanya diam saja pada saat Michelson bertanya macam-macam.


"Mommy, kamu dari mana saja? kenapa suka sekali membuat aku panik sih? aku dari tadi mencarimu."


Namun Rose sama sekali diam, ia hanya menyunggingkan senyuman saja lantas berlalu pergi begitu saja keluar dari kamar. Sementara Michelson meraih mangkuk berisikan bubur. Akan tetapi selera makan hilang pada saat melihat bubur yang ada di dalam mangkuk.


Sementara di sekolah, tiba-tiba feeling Alexa buruk terhadap Rose.


"Aku kok punya firasat buruk terhadap mommy? apakah yang sedang terjadi dengan mommy ya?" batin Alexa hingga tak fokus di dalam belajar.


"Ka Alexus, aku merasa ada hal buruk terjadi pada Mommy. Lantas bagaimana kita cek hal ini? sedangkan kita tanggung sedang di kelas," ucap Alexa menggunakan bahasa batinnya untuk bisa berkomunikasi dengan Alexus.


Walaupun mereka saat ini duduk bersebelahan, tetapi mereka tak ingin pembicaraan mereka terdengar oleh temen-temen mereka apa lagi oleh guru.


"Lexa, kamu kan bisa cek dengan penglihatan batinmu ke rumah kita. Bisa kan, kamu menjangkau rumah?" saran Alexus.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya Alexa fokus melihat kondisi rumahnya dengan mata batinnya. Ia pun mendapati Rose ada di samping halaman.


Tetapi di dalam penglihatan Alexa, Rose sedang memakan burung hidup-hidup.


"Astaga ada apa dengan, mommy? masa iya makan binatang masih hidup? sepertinya itu bukan mommy, ada yang menyamar sebagai mommy. Lantas Mommy di mana ya?" batin Alexa mulai panik.


Ia sudah tak sabar ingin segera pulang kerumahnya. Melihat wujud Rose yang kelakuannya tidaklah wajar.


Hingga tak terasa jam pelajaran usai berbunyi. Tanda semua murid pulang. Bahkan saat ini mobil jemputan untuk si kembar sudah menunggu di pelataran sekolah. Alexa dan Alexus segera berlari masuk ke dalam mobil tersebut.


Alexa hanya diam, ia terus saja mengamati perilaku Rose dengan penglihatan mata batinnya.


"Lexa, apa sih yang kamu lihat di rumah kita? dari tadi kamu hanya diam dan tak memberi tahu pada kakak? apakah mommy ada di rumah atau nggak ada?" tanya Alexus dengan mata hatinya.


"Ada ka, mommy di rumah. Tapi sepertinya ini bukan mommy kita yang asli karena sifat dan perilakunya sangat aneh. Tadi aku menerawangnya sedang makan burung hidup-hidup. Dan saat ini aku juga sedang terus menerawang apa saja yang mommy lakukan di rumah," ucap Alexa dengan bahasa batin.


Alexus masih tidak percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh Alexa. Sayangnya, ia tak bisa melakukan penerawangan. Hingga ia harus rela menunggu sampai di rumah.


Pada saat telah sampai di rumah, barulah Alexus benar-benar melihat keanehan dalam diri Rose. Bahkan seisi rumah juga begitu, apa lagi dengan Michelson.


"Daddy, kenapa mommy menjadi aneh seperti itu?" tanya Alexus heran melihat Rose yang sedang ada di atas pucuk pohon memakan dedaunan pohon itu.


"Entahlah, Daddy juga bingung."


"Dad-kak, itu bukan mommy kita. Itu rih yang menjelma menjadi mommy kita karena tingkahnya saja aneh. Dan tak bicara sama sekali bukan?" ucap Alexa.

__ADS_1


"Ya Lexa, mommy nggak berkata-kata sama sekali. Paling hanya tersenyum melotot atau cemberut," ucap Michelson.


"Daddy, coba ceritakan awal mula mommy menghilang dan datang dengan kondisi yang berbeda?" pinta Alexa.


__ADS_2