
Alice terlebih dahulu pulang sekolah, tetapi ia sengaja menunggu kedua kakaknya. Ia asik bermain sendiri di halaman sekolah. Hingga ia melihat beberapa semut yang sedang asik saling bergotong royong mengangkut makanan.
Kehebatan Alice melebihi kedua kakaknya. Ia bahkan bisa berubah wujud menjadi apa pun yang ia mau. Dan bahkan ia bisa merubah wujud menjadi kecil ataupun besar.
"Dari pada aku bosan menunggu Ka Alex dan Ka Lexa keluar dari ruang kelas mereka. Sebaiknya aku bermain dulu dengan para semut ini. Aku akan merubah diriku menjadi sekecil semut dan akan membantu mereka."
Saat itu juga Alice mengecilkan tubuh sekecil semut. Dan ia pun lantas membantu para semut menggotong makanan ke rumah semut.
Alice sangat senang sekali bermain-main dengan para semut, dan sesekali ia bercanda ria dengan para semut. Hingga beberapa jam kemudian, ia mendengar derap langkah kedua kakaknya yang sedang mencari dirinya. Ia paham dengan aroma tubuh kedua kakaknya.
Sejenak Alice berpamitan pada para semut untuk pulang. Tetapi ia sengaja masih dengan wujudnya yang kecil. ia ingin sejenak iseng pada kedua kakaknya.
"Ka Alex, Ka Lexa. Aku di sini."
Mendengar suara adiknya memanggil, keduanya celingukan mencarinya.
"Ada suara tapi tidak ada anaknya. Di mana sih kamu, Lice? suka banget becanda dech," rajuk Alexus yang mulai tak suka dengan sukal adik bungsunya.
"Aku si sini kok, Ka Alex. Jangan marah dong, masa kamu tak bisa melihatku. Ka Lexa, aku di sini. Cepat kalian lihat aku," ucapnya ada di bahu Alexa.
Sejenak Alexa menoleh ke arah bahunya, ia meraih sesuatu yang kecil dan meletakkan di telapak tangannya. Ia mengamatinya menatapnya dengan seksama.
"Lice, bagaimana kamu bisa berubah menjadi sekecil semut?" tabyeat Alexa membuat Alexus penasaran dan ikut mengamati sesuatu yang sangat kecil yang ada di telapak tangan Alexa.
__ADS_1
"Ada dech, bahkan aku bisa berubah menjadi siap pun."
Dan saat itu juga tiba-tiba ada seseorang yang sangat mirip Alexa ada di samping Alexus. Keduanya terpana dengan kehebatan si bungsu. Setelah berubah menjadi Alexa, Alice berubah menjadi Alexus.
"Sudah, Lice. Atraksinya, ayok kita pulang. Pasti mommy sudah menunggu kita di rumah," ajak Alexus hingga Alice berubah wujud kembali ke wujud aslinya.
Sembari bersepeda berdampingan dengan Alexa, dan Alice membonceng dirinya. Alexus terus saja menasehati Alice Supaya benar-benar mempergunakan kehebatannya untuk hal yany positif. Dan jangan sesekali di pamerkan kepada orang lain. Alice selalu patuh dengan apa yang di nasehatkan eb kedua kakaknya. Karena ia tak ingin kekuatannya hilang begitu saja jika di gunakan tidak pada tempatnya.
Hingga pada saat Alexus sedang asik menasehati nya, ia tidak sadar jika adiknya sudah tidak ada di boncenganya jika bukan Alexa yang memberi tahu.
"Ka Alex, berhenti ! Mana Alice, kok hilang?"
Sejenak Alexus menghentikan laju sepedanya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Alexa. Dan saat itu juga keduanya celingukan mencari Alice. Dan mereka sejenak menghela napas panjang pada saat melihat adiknya menghentikan laju mobil yang akan menabrak sebuah motor. Mereka masih bisa mengenali itu adiknya, walaupun Alice mengenakan masker dan berubah kostumnya.
Dia sengaja melakukan itu seperti kedua kakaknya, karena mereka bertiga tak ingin ada satu orang pun yang tahu tentang kekuatan supranatural mereka. Hanya orang rumah saja yang tahu tentang segalanya.
Si kembar selalu memberikan contoh yang positif pada Alice. Walaupun yang sebenarnya wajib memberikan pendidikan adalah mommy dan Daddy mereka. Tetapi mereka juga kerap kali menasehati serta memberikan suri tauladan yang baik.
Si kembar kembali melajuksn sepedanya setelah tahu jika Alice tidak apa-apa. Bahkan setelah selesai menolong orang, tahu-tahu Alice sudah ada di boncengan Alexus.
"Lice, kami bangga punya adik sepertimu. Yang menurut dengan kata-kata kami. Selalu jadi anak yang baik ya, Lice."
"Pasti dong, aku juga bangga punya dua kakak yang sangat teramat baik seperti kalian berdua. Selalu mengajarkan kebajikan padaku. Dan tak pernah galak padaku jika aku sedang susah di atur hhe.....
__ADS_1
Si kembar hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar apa yang barusan di katakan oleh Alice.
Alice memang suka sekali dengan keusilan. Dimana ia sering menghilang lama sekali hingga kerap kali membuat si kembar panik dan kalang kabut di buatnya. Tetapi keusilan Alice tak lantas membuat si kembar terus marah-marah pada si bungsu. Mereka tak pernah lelah dalam memberikan nasehat pada si bungsu.
Untuk tidak usil pada saat sedang bersama orang tuannya. Karena Daddy dan mommy selalu panik dan cemas jika tiba-tiba Alice hilang begitu saja.
"Kamu ingat ya, jangan pernah kamu usul di hadapan Daddy dan mommy. Kasihan mereka jika panik lalu pingsan bagaimana?" ucap Alexus.
"Beres, Ka Alex. Cukup satu kali saja dalam memberikan nasehat padaku. Jangan mengulang untuk nasehat yang sama, karena aku akan bosan dengarnya, Ka Alex."
"Hem, Iya maaf. Kakak pikir supaya kamu tak lupa dan ingat selalu akan hal ini," ucap Alexus.
"Ka, aku ini bukan anak bodoh yang harus di beri nasehat yang sama secara berulang-ulang. Cukup satu kali saja sudah paham dan aku akan ingat selamanya."
Tak terasa laju sepeda mereka sudah sampai di depan pintu gerbang. Mereka mengetul pintu gerbang, layaknya anak pada umumnya. Walaupun sebenarnya mereka bisa saja menghilang dan tahu-tahu sudah ada di dalam rumah. Tetapi mereka tak pernah melakukan hal itu.
Karena mereka ingin menghemat tenaganya, untuk hal yang lebih penting. Rosw sangat senang pada saat melihat ketiga anaknya sudah sampai dengan selamat.
"Kalian bertiga sudah pulang? sebaiknya lain kali di antar jemput saja, jadi tak memakan waktu lama dan juga kalian tidak terlalu cape."
Rose merasa tak tega melihat ketiga anaknya tiap hari pulang sampai rumah jam tiga atau empat sore.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Rose, tidak ada di perkataan apapun dari ketiganya. Mereka hanya merespon dengan senyuman. Lantas langsung melangkah ke kamar masing-masing dan mandi sore.. Setelah itu sejenak mereka bertiga belajar bersama serta menikmati susu hangat buatan Rose dan beberapa cemilan yang selalu tersaji jika mereka sedang belajar.
__ADS_1
Rose sangat senang karena ketiga anaknya akur tidak pernah terlihat berantem sama sekali. Si kembar selalu menjaga si bungsu dengan sangat baik.