Si Jenius Alexus & Alexa

Si Jenius Alexus & Alexa
Kembali Melawan Musuh


__ADS_3

Pagi menjelang, seperti biasa Alexa dan Alexus sedang asik sarapan dengan seluruh anggota keluarga. Tetapi pagi ini mereka dikejutkan oleh suatu kejadian yang sangat membuat seluruh orang di rumah menjadi tegang.


"Hahahaha..."


Terdengar suara tertawa menggelegar di angkasa raya, membuat orang yang ada di dalam rumah terhenyak kaget.


"Suara tertawa siapa itu membuat bulu kuduk ku merinding?" ucap Mamah Berta di sela sarapan pagi.


"Kak Alex, sepertinya pagi ini kita jangan ke sekolah dulu karena bahaya sedang mengancam pada keluarga kita," ucap Alexa.


"Memangnya kamu melihat apa, Alexa?" tanya Michelson penasaran.


"Sesuatu yang berbahaya di cakrawala, dan aku minta baik kak Rey, Daddy, mommy atau semuanya kalian janganlah keluar rumah untuk saat ini," ucap Alexa.


"Memangnya kenapa, Lexa?" tanya Rose penasaran.


"Sulit di jelaskan, mommy. Bibi, Mamang, dan security di hubungi mommy. Supaya mereka jangan keluar sama sekali," pinta Alexa.


Saat itu juga, Rose menghubungi nomor ponsel bibi, Mamang, dan security untuk tetap di tempat. Seperti yang di sarankan oleh Alexa.


Semua tetap stand by di dalam rumah. Hanya Alexa dan Alexus yang akan keluar rumah untuk menghadapi musuh itu.


"Alexa-Alexus, kalian mau kemana?" tanya Rose.


"Kami akan segera menghentikannya, sebelum ia melakukan hal buruk di rumah ini, mom," ucap Alexus.


Keduanya saling bergandengan tangan, tak gentar untu melawan musuh yang belum jelas terlihat.


"Jangan....

__ADS_1


"Hust...sudah mom, percayakan saja pada Alexa dan Alexus. Pasti mereka bisa menghadapinya."


Michelson menghentikan perkataan Rose.


Sementara dengan tidak ada rasa takut sama sekali. Alexa dan Alexus saat ini sudah ada di pelataran rumah. Mereka menatap ke arah cakrawala dimana ada sebuah awan hitam yang menjelma menjadi wajah yang sangat menyeramkan.


"Akhirnya kalian keluar juga! hahahaha..... bersiap-siap untuk aku makan kaliwn berdua, setelah itu aku akan memakan ibu dan calon adik kalian! hahahah....


Ternyata awan hitam yang menyerupai wajah menyeramkan adalah musuh besar kakek buyut.


"Kalian pikir bisa mengurungku lama di dalam kurunganku sendiri, hah! tidak bisa! kini aku yang akan mengurung kalian dalam mulutku!"


Sejenak Alexa dan Alexus diam seolah sedang berpikir bagaimana bisa kok musuh kakek buyut mereka keluar di pagi hari. Padahal yang mereka tahu dari Kakek, musuh itu kalau lagi hingga sore tertidur pulas.


"Ka, bagaimana mungkin ia bisa menemui kita? kakek buyut mengatakan jika ia itu bangun menjelang malam saja?" tanya Alexa heran.


"Hem, apa kamu tidak lihat Lexa. Wujud ia yang sekarang? ia tidak berujud manusia berjubah hitam tapi berujud awan hitam. Itu mendandaksn ia saat ini sedang ada di alam mimpinya. Jika ia tidak bermimpi, ia saat ini datang dengan wujud aslinya. Aku yakin dengan seperti ini malah akan mudah bagikta untuk melawannya," ucap Alexus.


"Cerdas, sekarang kita siap-siap saja untuk melawannya... Jangan sampai lengah, Lexa. Kira harus fokus karena kaki ini musuh yang kita hadapi setara kekuatannya dengan kakek buyut kita," ucap Alexus.


"Heh, sudah diskusinya! pasti kalian takut bukan! setelah tahu aku ini bebas dari kurungan! masih ada waktu untuk kalian menyerahkan diri tanpa kira harus beradu kekuatan, hahahaha ...."


Pada saat si awan hitam itu tertawa keras. Si kembar tidak membiarkan kesempatan ini begitu saja. Mereka langsung menyerangnya dengan kekuatan mereka.


Namun awan hitam tersebut juga meniupkan angin ke arah si Kembar. Hingga api yang berasal dari si kembar padam oleh angin.


Keduanya kembali lagi mencari cara supaya bisa melawan awan hitam itu. Walaupun otak mereka tak bisa berpikir jernih karena lawan mereka adalah lawan yang cukup hebat.


"Hhhaaaa ...menyerah saja. Kalian hanya anak kecil yang tak bisa apa-apa!" ejek awan hitam.

__ADS_1


"Ka, bagaimana ini?" tanya Alexa panik.


"Kamu tak usah panik seperti itu, jika kita panik malah tidak akan bisa gunakan kekuatan kita. Kita masih punya banyak cara yakni dengan memanggil hujan yang lebat dan petir. Supaya awan hitam itu terkena petir dan air hujan. Kaka yakin usaha kira kali ini berhasil. Syaratnya kamu tak boleh panik ya."


Mendengar apa yang di katakan oleh Alexus, Alexa mencobs menenangkan diri dan supaya dia tak panik lagi. Keduanya memanggil bantuan dari hujan dan petir. Seketika itu juga datanglah hujan yang sangat lebat dan perut menyambar-nyambar.


"Tidak....apa yang kian lakukan...tidak..."


Kakek berjubah hitam yang menyerupai awan hitam tersebut, tersambar petir dan awan hitam itu hangus seketika hilang berubah menjadi asap yang mengepul.


Sementara di dalam gua, Kakek berjubah hitam itu ternyata masih ada di dalam kurungan. Dia nekad melawan si kembar lewat alam mimpinya datang ke alam nyata si kembar. Kakek itu benar-benar terbakar di dalam kurungan. Ia benar-benar mati saat itu juga.


Kekacauan telah hilang, bersama hilangnya petir yang menggelegar dan bersama redanya hujan yang lebat tadi. Tiba-tiba datangleh pelangi di langit yang barusan sempat gelap.


"Ka, sepertinya kita telah berhasil melawan si kakek itu. Tetapi apakah suatu saat nanti ia akan datang lagi ya?" tanya Alexa memastikan.


"Kakak juga belum tahu, nanti lebih jelasnya kalau kita tidur. Pasti kakek buyut akan menjelaskan semuanya. Sebaiknya kita segera berganti pakaian dan langsung melanjutkan sarapan setelah itu kita tidur untuk memulihkan tenaga kita yang sempat terkuras habis melawan si kakek jahat tadi."


Keduanya masuk ke dalam rumah. Dan berganti pakaian terlebih dahulu. Tanpa mereka tahu, orang-orang yang ada di dalam rumah sempat mengintip apa yang barusan di lakukan oleh mereka.


"Keren ya kedua cucuku, mampu melawan awan hitam yang menyeramkan tadi," puji Oma Berta dan yang lainnya.


Setelah keduanya selesai berganti pakaian, mereka bergabung kembali bersama semua orang yang ada di meja makan.


Dan pada saat keduanya makan, tanpa sadar mereka menjatuhkan kepalanya di meja makan. Untung saja dengan sigap baik Rose maupun Michelson menyingkirkan piring yang ada di hadapan keduanya.


"Loh, Rose-Michelson. Ada apa dengan mereka berdua? cepat kalian hubungi dokter!" ucap Oma Berta panik begitu juga yang lainnya.


"Mah, mereka ini nggak apa-apa. Memang seperti ini jika mereka telah bertarung. Kecapean dan tertidur pulas. Nanti jika sudah bangun, energi mereka akan kembali lagi," ucap Rose yang sudah paham dengan kebiasaan si kembar.

__ADS_1


Oma Berta hanya berhooh ria, setelah mendengar penjelasan dari Rose. Sementara Michelson dan Rey mengangkat tubuh si kembar untuk memindahkan mereka ke kamarnya masing-masing.


__ADS_2