
Saat itulah, kuncinya mendekat sendiri pada Alexus. Dan setelah mendapatkan kunci tersebut, Alexus baru membuka matanya. Ia lekas membuka kurungan tersebut dengan kunci itu.
Dengan gerak cepat, Alexus meraih Rose yang waktu itu masih berubah kecil. Dan Alexus tidak membiarkan begitu saja kakek tua yang sedang tertidur pulas tesebut.
Kini Alexus merubah kakek itu menjadi kecil sekecil Rose. Dan memindahkan tidurnya ke dalam kurungan yang semula di gunakan untuk mengurung Rose.
"Hati-hati, Ka. Nanti ia terbangun," ucap Alexa dengan bahasa batinnya.
"Nggak usah berisik, nanti malah jadi ia terbangun. Tenang saja, aku pelan-pelan kok," jawab Alexus dengan bahasa batinnya pula.
Kini Kakek itu sudah berhasil di masukkan ke dalam kurungan dan secara otomatis kuncinya juga tertutup sendiri. Alexus sengaja menghancurkan kuncinya supaya kelak si kakek tidak bisa keluar.
Mereka langsung mengajak Nagin pergi dari tempat itu dengan menghilangkan diri dari tempat itu. Dan secepat kilat mereka sudah ada di pelataran apartement mewah Michelson. Mereka sengaja menghilang walaupun setelah itu kekuatan mereka terkuras.
"Ka, kenapa tadi kita tidak naik Nagin saja? kita terlalu menguras energi jka menghilang seperti tadi," rajuk Alexa.
"Lexa, yang terpenting kita sudah sampai di rumah. Dari pada kita menggunakan Nagin tetapi terlalu lama sampai. Lihatlah, sudah menjelang sore. Apa kamu lupa apa yang di katakan oleh Kakek Buyut jika menjelang malam, di kakek itu terbangun?"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Alexus, Alexa mulai paham. Dan sejenak ia mencari keberadaan Rose palsu, akan tetapi sudah tak ada.
"Ka, mana jelmaan mommy? kenapa tiba-tiba menghilang?" Alexa celingukan.
"Sudahlah, tak usah mempermasalahkan hal itu. Yang terpenting mommy selamat, dan mulai sekarang kita harus membentengi rumah ini dengan mantra, supaya keluarga kita aman," ucap Alexus.
"Sebaiknya kita masuk saja dulu, dan temui daddy."
__ADS_1
Saat itu juga mereka masuk ke dalam rumah tersebut dan mencari keberadaan Michelson.
"Syukurlah kalian sudah pulang, mana mommy?" tanya Michelson seraya menarik tangan Alexus dan Alexa menuju ke kamarnya sendiri.
Alexus meraih Rose yang masih belum berubah wujud kembali menjadi normal di dalam sakunya.
"Hah, bagaimana Mommy menjadi sekecil itu?" tanya Michelson seraya memicingkan alisnya.
"Tenang Daddy, kita baringkan saja mommy di sini. Esok pagi pasti ia berubah menjadi normal kembali," ucap Alexus menenangkan hati Michelson.
Setelah membaringkan Rose yang masih saja belum sadarkan diri. Tiba-tiba tubuh Alexus ambrug begitu saja, hingga membuat Michelson begitu khawatir.
"Alex, kamu kenapa?"
"Daddy, Ka Alex nggak apa-apa. Kami memang seperti ini jika terlalu banyak menggunakan energi supranatural kami. Saat ini Ka Alexus sedang tertidur karena sudah tak kuat menahan rasa lelahnya. Aku pun sudah tak kuat lagi menahan rasa lelah melakukan ini."
Dalam tidur panjangnya, kini Rose yang bertemu dengan Kakek.
"Rose, untung saja anak-anakmu telat dalam menolong dirimu. Kakek ada sesuatu untuk dirimu. Supaya kamu tidak lagi terancam bahaya."
"Kamu pakailah kalaung ini, dan jangan pernah sekalipun kamu lepaskan ya. Dengan kalung ini, kamu dan bayi yang ada di perutmu akan selalu aman."
"Tidak akan ada lagi yang mengancam keselamatan dirimu. Ingat pesan kakek ya."
Kakek memberikan kalung tersebut pada Rose, dan ia pun menerima kalung pemberian dari kakeknya.
__ADS_1
*****
Pagi menjelang, Rose sudah berubah menjadi normal kembali. Dan ia kaget pada saat melihat di tangannya menggenggam kalung.
"Kalung, benar juga kakek yang memberikan ini padaku. Aku akan menuruti kemauan kakek."
Rose bangun dari berbaringnya dan ia lekas memakai kalung pemberian kakek. Ia melihat di samping kanan dan kiri ada kedua anaknya yang sedang tertidur pulas.
"Kalian pasti kelelahan karena telah menolongku, tidurlah yang nyenyak kalian berdua. Terima kasih ya dua malaikat mommy yang sangat hebat," batin Rose terharu dengan perjuangan si kembar dalam menyelamatkan dirinya.
Rose bangkit dari ranjang dan kini ia menghampiri Michelson yang masih terlelap nyenyak di sofa.
"Daddy, kamu pasti juga khawatir tentang hilangnya aku dan kamu jug lelah," batin Rose.
Pagi ini aktifitas berjalan normal tidak ada hal yang mencurigakan atau pun membahayakan.
Dan situasi di tempat musuh bebuyutan kakek juga sedang heboh.
"Sialan, aku telah lengah! aku telah di persaya oleh musuhku, dengan ia membawaku ke alam mimpi. Dari sore kondisi aku mengecil seperti ini dan terkurung dalam perangkap yang sebelumnya di gunakan untuk mengurung, Rose!"
"Aku tidak tahu jika salah satu anak Rose. Bisa merubahku hingga sekecil ini! bahkan aku tak tahu akan sampai kapan aku berada di dalam kurungan yang telah aku mantrai sendiri!"
"Hah, sialan! aku terjebak seperti ini! dan jika pagi hingga sore aku tidak bisa bangun. Tetapi aku selalu saja tertidur!"
"Bagaimana aku bisa mencari solusi untuk hal ini? bagaimana aku bisa keluar dari jebakan ku sendiri?"
__ADS_1
Terus saja musuh si kakek Rose menggerutu karena ia terjebak oleh ulah Alexus.