
"Kakek buyut, bukannya kakek pernah mengatakan jika kita terpisah akan sulit untuk melawan musuh?" tanya Alexus bingung untuk menentukan siapa yang akan di tinggal di rumah.
"Sekarang ini kalian punya banyak kekuatan, gunakanlah kekuatan itu. Kalian di berikan sebuah kipas masing-masing satu oleh raja bukan? bisa kalian gunakan."
"Dan ada juga gelang serta cinta dari kakek buyut. Juga Alexa punya anaknya Nagin dan Alexus punya peniti yang bisa berubah bentuk."
"Pikirkan dengan bijak apa yang akan kalian lakukan, karena kakek tidak bisa memberikan ide secara langsung."
"Kalian harus berpikir sendiri, untuk memecahkan kasus hilangnya mommy kalian."
"Yang terpenting, kalian tidak panik. Karena jika panik, kalian tidak akan bisa mempergunakan kekuatan kalian."
"Satu hal yang perlu kalian ingat, jika mommy kalian itu tidak akan di lukai. Karena musuh bebuyutan kakek ini juga mengincar kalian berdua."
"Gunakan akal kalian, karena hanya dengan cara ini bisa membawa pulang mommy kembali ke rumah."
"Waktu kakek tidak banyak, begitu pula waktu kalian. Cepatlah pergi selamatkan mommy kalian."
"Karena jika sudah menjelang petang hari, musuh kalian tidak akan tertandingi. Waktu melawan musuh yakni sekarang."
"Saat ini ia sedang tidur nyenyak, nanti kakek akan membuatnya lengah dengan menyeretnya ke alam mimpi."
"Dan saat itu kalian bisa dengan mudah menyelamatkan mommy kalian."
Setelah itu, kakek buyut hang dari pandangan mata si kembar. Dan saat itu juga si kembar terbangun dari tidurnya.
"Bagaimana, apakah kakek buyut menunjukkan cara bagaimana menyelamatkan Mommy kalian?" tanya Michelson penasaran.
"Ya Daddy, tenang saja ya? kami pastikan akan segera membawa kembali mommy dalam kondisi sehat," ucap Alexus.
"Ka, aku punya ide. Begini saja, kita tetap pergi bersama. Dan kita minta tolong saja pada daddy untuk berjaga di sini," ucap Alexa.
__ADS_1
"Bagaimana bisa? apakah Daddy bisa melawan mommy palsu jika kita pergi?" tanya Alexus tidak yakin.
"Ka, aku belum selesai berbicara. Kenapa sudah di potong kata-kataku? dengarkan dulu apa yang ingin aku katakan ini," ucap Alexa manyun.
"Baiklah, maafkan aku."
"Daddy, dengarkan baik-baik apa yang aku katakan ya? karena baik aku atau Ka Alex tidak bisa pergi sendirian saja. Kami harus pergi bersama."
"Daddy, nanti jangan sampai lengah ya? nasehai semua orang yang ada di rumah ini untuk tidak keluar dari kamar masing-masing sebelum kami kembali."
"Kami akan memantrai pohon yang sedang di panjat oleh mommy palsu. Tapi mantra kami hanya bertahan beberapa jam saja."
"Semoga saja di saat kamu pulang, mantra itu masih bekerja dan belum hilang."
"Daddy, ini anak Nagin. Ia bisa berubah menjadi ular beneran jika kondisi terdesak. Dan ini ada kipas ini Juda bisa di gunakan. Dan Ka Alex, berikan peniti yang kakak punya."
"Tiga benda ini memang terlihat seperti mainan, tapi pada dasarnya adalah benda ini punya kekuatan."
"Daddy pegang baik-baik ketiga benda ini ya, untuk perisai diri Daddy yang lain. Jika ada suatu bahaya, pasti salah satu benda ini keluar dengan sendirinya dan melakukan fungsinya secara otomatis tanpa di perintah."
Michelson mendengarkan apa yang di katakan oleh Alexa dengan seksama. Dan ia juga mengantongi tiga benda yang mirip sekali mainan anak kecil. Saat itu juga si kembar langsung memantrai pohon di mana mommy palsu sedang asik makan daun.
Setelah itu si kembar melesat terbang tinggi ke awan dengan mengendarai Nagin. Sementara Michelson langsung memerintah semua orang untuk masuk dalam satu ruangan. Dan ya juga di satu ruangan itu juga, dimana ruangan itu bisa untuk mengawasi keberadaan Rose palsu.
"Kalian semua jangan kemana-mana dulu ya, sebelum anak-anakku kembali ke rumah ini. Karena yang ada di pohon itu, bukanlah Rose tetapi itu Rose palsu. Dan ia bisa kapan saja mencelakai kita. Jadi untuk cari amanbya, kita berkumpul di sini saja semuanya."
Mendengar instruksi dari Michelson, semuanya mengangguk begitu pula dengan para asisten rumah tangga juga tukang kebun, security, dan para pelayan yang lain.
Sementara si kembar sedang ada di awan, mereka terus saja mencari keberadaan awan hitam sesuai dengan petunjuk si kakek buyut. Dan tak butuh lama, mereka pun menemukan gumpalan awan hitam tersebut.
Mereka langsung memerintahkan Nagin untuk masuk ke dalam gumpalan awan hitam tersebut. Dan keajaiban terjadi, di dalam awan hitam itu terdapat sebuah ruangan dimana ada Rose yang sedang tak sadarkan diri dikurung. Rose menjelma menjadi kecil sekali.
__ADS_1
Sementara di samping Rose, ada seseorang pria tua yang memakai jubah hitam sedang tertidur pulas.
"Ka, mungkin itu yang di maksud kakek buyut. Itu musuh kakek buyut, dan itu mommy ada di dalam kurungan."
"Hust...jangan keras-keras nanti si dua bangka itu bangun. Sebaiknya kita harus cepat menolong mommy. Karena waktu kita sangat terbatas."
"Jika tidak segera, awan hitam ini bisa menghilang dan selamanya kita tidak bisa menolong manusia mommy."
Namun pada saat si kembar akan mendekati kurungan tersebut. Tiba-tiba di depan mereka datang begitu banyak kelelawar yang menghadang langkah mereka.
"Aduhh...aku pikir tidak akan ada halangan, ternyata di luar expetasi," batin Alexus.
Keduanya saling bergandengan tangan dan memejamkan matanya. Dan mereka hilang begitu saja dari hadapan kelelawar yang berjumlah ribuan itu.
Kini keduanya sudah muncul di hadapan kurungan yang berisi Rose.
Dan saat ini aku kakek buyut sedang mengecoh musuh bebuyutannya melalui alam mimpi.
Dengan gerak cepat, keduanya meraih kurungan tesebut. Tetapi tidak bisa dan terasa berat.
"Aduh bagaimana ini ka, kenapa berat sekali?"
"Iya, Lexa. Kakak juga nggak tahu. Aduh para kelelawar sedan mg menuju kemari."
"Ka, minta bantuan Nagin dan pakailsh kipas yang ada di Kakak cepat. Untuk mengatasi kelelawar itu."
Alexus melakukan saran dari Alexa. Tiba-tiba kipas kecil itu berubsh besar dan menghembuskan angin yang begitu besar hingga membuat ribuan kelelawar tidak bisa menjangkau si kembar.
Sementara Nagin juga berjaga-jaga di samping kipas itu. Si kembar mencari cara untuk bisa mengeluarkan Rose dari kurungan. Tak sengaja Alexus melihat sebuah kunci yang menggantung di atas tepat si kakek tua berjubah hitam itu tidur.
"Lexa, sepertinya kita harus gunakan kunci itu untuk membuka kurungan."
__ADS_1
"Gunakan kekuatan kakak sekarang untuk mengendalikan kunci itu supaya kunci itu mendekat ke kakak."
Sejenak Alexus fokus melihat ke arah kunci itu dan berkomat kamit seperti sedang membaca mantra.