Si Jenius Alexus & Alexa

Si Jenius Alexus & Alexa
Kejujuran Alice Pada Rey


__ADS_3

Pagi menjelang, pada saat Reynaldi akan berangkat ke kantor. Tiba-tiba tangannya di cekal oleh Alice. Dan ia meminta waktunya sebentar untuk bicara.


"Kak Rey, bisa kita bicara sebentar? ini gak yang penting, please.."


Melihat keseriusan wajah Alice yang mengiba, membuat Reynaldi tak tega padanya. Hingga ia pun mengajak Alice duduk sejenak di dalam mobilnya. Dan pad saat sudah berada di dalam mobil, terlebih dahulu Alice celingukan kanan dan kiri. Untuk mengecek apakah ada orang di sekitar mereka.


"Kak Rey, tapi janji jangan marah dan jangan cerita pada siapapun tentang hal ini ya?" pinta Alice seraya mengiba dan menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Iya, Alice. Sebenarnya ada apa sih? kok sepertinya serius sekali?" tanya Reynaldi menjadi penasaran.


"Iya ka, ini memang serius kok. Aku ingin minta maaf pada Kakak, atas apa yang telah aku lakukan pada Tante Linda waktu lalu. Dimana aku meletakkannya di atas pucuk pohon."

__ADS_1


Alice menceritakan awal mula, Linda datang ke sekolah untuk mengajak Alice pulang. Dan tanpa ada rasa sungkan, Alice juga menceritakan apa saja yang akan di lakukan oleh Linda padanya. Hingga untuk membela dirinya, ia pun meletakkan Linda di pucuk sebuah pohon yang tak jauh dari sebuah gubuk dimana Alice di bawa.


Mendengar kejujuran yang di katakan oleh Alice, sempat membuat Reynaldi benar-benar kagum dengan Alice.


"Ka Rey, aku mengatakan hal ini karena aku tahu. Jika kakak yang telah menolong Tante Linda turun dari atas pucuk pohon tersebut. Aku yakin sekali, Tante Linda tidak mengatakan hal yang sesungguhnya terjadi pada, Kakak. Hingga aku memutuskan untuk berkata jujur pada kakak. Supaya Ka Rey tidak penasaran lagi tentang apa yang telah menimpa, Tante Linda. Tapi aku tidak menyakitinya, karena aku tahu ia adalah ibu kandung Ka Rey."


Reynaldi benar-benar heran dengan Alice. Bagaimana anak kecil ini tahu jika Linda adalah ibu kandungnya, dan bagaimana ia tahu jika dirinya juga yang telah menolong Linda turun dari atas pucuk pohon yang tinggi.


Selama ini tidak ada orang rumah yang bercerita atau menyinggung tentang Linda ataupun Rey sendiri juga tidak pernah bercerita tentang Mamahnya.


"Ka Rey, tak usah pusing dengan diriku. Dari mana aku tahu semuanya, ya aku memang sudah sejak lahir seperti ini. Aku juga bisa baca pikiran Ka Rey, apa yang saat ini sedang Kakak pikirkan. Yakni tentang diriku," ucap Alive terkekeh

__ADS_1


Reynaldi tersipu malu pada saat mendengar perkataan dari Alice. Ia benar-benar tidak menyangka jika kehebatan Alice melebihi kedua kakaknya.


"Alice, kamu hebat sekali sih? Kakak jadi malu karena kamu tahu semua yang sedang kakak pikirkan saat ini. Kau nggak usah merasa bersalah lagi, apa yang kamu lakukan pada Tante Linda itu memang benar. Dengan memberinya sebuah pelajaran supaya tidak menggangumu lagi," ucap Reynaldi seraya mengusap pucuk rambut Alice.


"Tapi Tante Linda tidak akan bisa berubah, Ka. Selamanya ia akan benci kami terutama pada mommy dan daddy. Selama kakak masih ada di rumah ini, ia akan gunakan seribu cara untuk bisa menyakiti salah satu diantara kami. Tapi kakak nggak usah khawatir, karena kami pasti akan selalu bisa menghadapi Tante Linda," ucap Alice.


Setelah cukup lama bercengkrama dengan Reynaldi, Alice pun keluar dari mobilnya dan ia berlari kecil masuk ke dalam rumah untuk segera mengambil tas sekolahnya. Karena kebetulan ia hari ini berangkat rada siang, jadi ia diantar oleh sopir pribadi. Tidak dengan kedua kakaknya yang sudah terlebih dahulu berangkat dengan mengendarai sepedanya.


Reynaldi juga lekas berangkat ke kantor, akan tetapi pikirannya masih saja teringat dengan perkataan polos yang luar dari bibir Alice.


"Maafkan Kakakya, Alice. Gara-gara kakak bertahan tinggal dengan kalian. Jadi kamu dan kedua kakakmu selalu terancam bahaya oleh, Mamahku."

__ADS_1


"Tapi aku memang tak mau tinggal serumah dengan mamah karena sifatnya yang buruk."


Terus saja Reynaldi menggerutu di dalam hatinya.


__ADS_2