
Sementara di rumah, Michelson dan Rose sedang panik karena tidak mendapati kedua anak mereka di kamarnya masing-masing.
"Mom, kok Alex nggak ada di kamarnya ya?" tanya Michelson panik.
"Lexa, juga nggak ada di kamarnya. Lantas kemana mereka?" Rose juga cemas.
"Coba kita tanya bibi atau orang rumah siapa tahu saja mereka melihat kepergian si kembar atau di pamiti olehnya," ajak Michelson merangkul Rose.
Namun pada saat mereka akan melangkah, tiba-tiba si kembar keluar dari kamar masing-masing.
"Dad-mom, kalian kok nggak jadi ke kamar kami?" tegur Alexus.
Baik Michelson dan Rose menoleh pada si kembar sekilas suami istri ini saling berpandangan satu sama lain.
"Kalian dari mana saja, tadi kami ke kamar kalian tapi tak ada?" tanya Rose memicingkan alisnya.
"Kami nggak kemana-mana kok, dad-mom. Kami di kamar masing-masing sedang mengerjakan tugas sekolah," jawab Alexa.
Kembali lagi Rose dan Michelson saling berpandangan satu sama lain. Mereka benar-benar di buat bingung oleh kedua anaknya. Karena mereka barusan benar-benar mencari hingga ke penjuru kamar, tidak ada satu ruangan yang terlewati. Bahkan hingga ke toilet kamar pun mereka cek, tapi tidak ada di kembar.
"Oh ya Daddy baru ingat, pasti kalian mengikuti jejak mommy ya?" ucap Michelson.
"Hah, mengikuti jejakku bagaimana Daddy?" tanya Rose heran.
"Ya, mereka ini pasti pergi lewat jendela kamar dan pulangnya juga lewat jendela kamar, seperti yang pernah kamu lakukan dulu," ucap Michelson seraya menatap ke arah Rose.
Rose menjadi salah tingkah celingukan tak karuan.
"Heee mommy ketahuan dech, ternyata dulu bandel ya dad?" canda Alexus terkekeh.
"Bukan bandel lagi, selalu buat daddy cemas dan merasa khawatir. Suka sekali kabur lewat jendela," ucap Michelson terkekeh.
"Daddy, kenapa pake acara buka kartu segala sih?" protes Rose manyun.
Alexus dan Alexa hanya bisa terkekeh melihat tingkah Daddy dan mommynya.
__ADS_1
********
Seperti biasa pagi menjelang, semua sarapan di meja makan bersama-sama. Sarapan selalu di iringi gelak tawa karena ulah si kembar. Akan tetapi pada saat semua asik dengan sarapannya. Tiba-tiba terjadi hal yang mengejutkan.
Oma Berta tiba-tiba kejang-kejang dengan mata melotot. Semua yang ada di meja makan sontak panik.
Namun tidak dengan Alexa dan Alexus, karena mereka sudah bisa menebak siapa yang telah melakukan hal itu.
"Ka, bagaimana kita akan menolong Oma?" tanya Alexa dengan bahasa batinnya.
Belum juga Alexus membalas pertanyaan dari Alexa. Tiba-tiba Oma Berta melotot ke arah si kembar seraya tersenyum sinis dan menunjuk-nunjuk kasar.
"Heh, kalian berdua! jika ingin Oma kalian selamat, serahkan Nagin dan anaknya sekarang juga!" bentaknya membuat kaget orang yang ada di meja makan.
"Dad, kenapa mommy berkata aneh seperti itu dan menatap ke arah kedua anak kita?" tanya Rose.
Yang lain seperti Tuan Rangga, Reynaldi, dan lainnya malah ketakutan. Mereka segera lari keluar ruangan makan.
"Mom-dad, biar kami yang urus Oma," ucap Alexus.
"Benar, mom."
"Memangnya kamu bisa atasi Oma?" tanya Michelson seraya tak percaya.
"Pasti bisa, dad. Percaya saja pada kami," ucap Alexus.
Alexus sengaja tak mengendalikan pikiran Rose dan Michelson. Karena kekuatan akan di gunakan untuk mengusir roh yang ada di tubuh Oma Berta.
Tanpa sepengetahuan si kembar, semua orang yang tadi ada di meja makan mengintip dari balik jendela kaca. Karena mereka penasaran juga apa yang akan di lakukan oleh Alexus dan Alexa.
"Lexa, apa kamu tahu wujud asli roh yang merasuki Oma Berta?" tanya Alexus dengan bahasa batin.
"Tahulah ka, ia seorang nenek juga. Lebih tepatnya mirip nenek sihir. Ia ingin kita menyerahkan Nagin dan anaknya karena ular itu bisa untuk menanyakan kekuatan sihir yang ka miliki," ucap Alexa.
Pada saat si nenek sihir yang masuk di tubuh Oma Berta akan menyerang pada si kembar dengan memancarkan sinar merah dari matanya, Alexa dan Alexus meraih cermin yang selalu terdia di kantung mereka. Cermin itu untuk menangkis sorotan merah yang akan mengenai keduanya.
__ADS_1
Sontak saja pancaran merah tersebut berbalik arah mengenai dirinya karena pantulan dari kaca. Hal ini membuat si nenek sihir benar-benar terpental dan keluar paksa dari tubuh Oma Berta.
"Aahhhh sialan kalian! awas ya aku akan datang lagi untuk balas kelakuan kalian!" Si nenek sihir berlalu pergi begitu saja dari arah jendela.
Sementara tubuh Oma Berta sejenak limbung dan pingsan tapi Alexus menahan tubuh Omanya tersebut hingga tak sampai jatuh di lantai.
Alexus mengendalikan pikiran Omanya hingga Omanya terduduk sendiri di kursi. Semua yang melihat hal itu sempat terpana dan takjub dan masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Mom, sejak kapan anak kita sehebat itu? padahal kita tak punya kekuatan seperti itu?" tanya Michelson heran.
"Aku baru ingat, Daddy. Jika almarhum kakekku bisa melakukan semua hal karena memiliki kekuatan supranatural. Dan mungkin bakatnya menurun pada si kembar," ucap Rose.
Michelson hanya berhooh ria, kini ia sudah mengerti kenapa kerap kali ada hal aneh pada si kembar. Hal yang tak sewajarnya di lakukan oleh si kembar.
"Lihatlah, hanya dengan satu uapan telapak tangan Lexa. Mamah menjadi sadarkan diri, dan ia seperti orang bingung," ucap Michelson dari balik pengintaiannya.
"Jadi si kembar mirip seorang indigo juga?" batin Reynaldi heran.
Semua orang menatap kagum dan heran pada si kembar. Dan pada akhirnya kini baik Alexa dan Alexus tidak lagi menyembunyikan jati dirinya pada orang rumah.
Semua menghampiri si kembar dan mengacungkan ibu jari mereka.
"Dad-mom, kami ingin bicara dengan semuanya baik Ka Rey ataupun Opa Rangga dan Opa Sam serta Oma Berta,*" pinta Alexus.
Hingga semuanya duduk kembali di ruang makan. Begitu juga dengan si kembar. Setelah semua duduk dengan nyaman, barulah Alexus berkata.
"Dad-mom, aku harap setelah kalian melihat kami tadi tolong jaga rahasia ini ya," ucap Alexus.
"Ya, dad-mom. Aku tahu loh kalian semua tadi mengintip apa yang kami lakukan tadi," ucap Alexa.
"Jadi kami minta kalian semua yang tadi melihatnya, untuk merahasiakan atau tidak bercerita pada siapapun ya," pinta Alexus.
Semuanya mengangguk pelan, dan Rose mulai khawatir.
"Lexa-Alex, jika kalian punya kekuatan supranatural seperti ini pasti hidup kalian tidaklah aman. Akan selalu di kejar orang jahat terutama dari lembah hitam," ucap Rose.
__ADS_1
"Mommy nggak usah khawatir, kami sudah di beri suatu perlindungan dari Kakek Buyut," ucap Alexus tanpa memberi tahu gelang dan cincin pemberian Kakek buyut.