Si Jenius Alexus & Alexa

Si Jenius Alexus & Alexa
Alice Di Culik


__ADS_3

Kehidupan berjalan terus tiada hentinya, bagaikan sebuah aliran sungai yang tak pernah berhenti untuk melaju. Hal ini juga terjadi pada kehidupan rumah tangga, Rose dan Michelson.


Tetapi sejak kelahiran Alice, justru menambah suasana rumah menjadi lebih hidup. Kini bertambah ramai saja. bahkan Reynaldi begitu kerasan tinggal di rumah, Michelson. Walaupun di luar sana ada seorang ibu yang selalu menginginkan dirinya untuk bersedia tinggal bersamanya.


"Rey, bagaimanapun aku ini yang mamah kandungmu bukan Rose! tetapi kenapa kamu selalu saja seperti ini jika di minta tinggal bersama mamah? pasti Rose dan suaminya telah menghasutmu sehingga kamu tak mau tinggal bersama mamah, iya kan?"


Hanya karena Reynaldi selalu saja menolak untuk di ajak tinggal bersama, Linda. Lantas ia berpikir buruk tentang Rose dan Michelson. Padahal justru Rose dan Michelson selalu menasehati Reynaldi untuk bersedia tinggal bersamanya.


"Mah, ini yang membuat aku tak ingin tinggal dengan mamah. Yakni mamah tak pernah bisa instrospeksi diri, tetapi mamah selalu saja menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi di kehidupan, mamah."


"Perlu mamah tahu yah, selama aku tinggal bersama Om Michelson dan Tante Rose. Mereka tidak pernah berkata buruk tentang mamah, justru mereka selalu memberiku nasihat supaya bersedia tinggal bersama mamah. Tapi aku sudah pernah katakan bukan? aku tidak akan tinggal dengan mamah, selama mamah belum bisa merubah sifat buruk mamah."


Linda merasa kesal, karena setiap kali bertemu dengan anaknya pasti saja terjadi perdebatan. Belum pernah mereka akur satu sama lain. Linda juga merasa heran, bertahun-tahun Rey kerasan tinggal di rumah Rose dan Michelson. Padahal mereka itu bukan saudara atau keluarga. Dirinya mamah kandung malah tak pernah dianggap ada.


Semula Linda memupus rasa kesalnya pada Rose dan Michelson. Tetapi kini rasa kesal dan dendam datang kembali, karena tak berhasil membujuk Reynaldi untuk tinggal bersamanya.


Padahal dari pernikahannya dengan suaminya yang sekarang, ia sama sekali tidak mempunyai keturunan. Hingga rumah terasa sepi tanpa ada kehadiran seorang anak.


Perdebatan demi perdebatan terus saja terjadi, hingga pada akhirnya Rey pun memutuskan untuk bangkit dari duduknya. Ia memutuskan untuk pergi, mengakhiri pertemuannya dengan, Linda.


"Rey, mamah belum selesai berbicara dan masih kangen padamu. Tunggu Rey!" teriak Linda menghentikan langkah Reta.


Tetapi Rey terus saja berjalan pergi menjauh menuju ke parkiran mobil. Dia begitu kesal pada sikap Linda.

__ADS_1


"Aneh banget, setiap kali ajak bertemu hanya untuk membahas Tante Rose dan Om Michelson. Apa tidak ada topik yang lain ya?" gumam Reynaldi kesal.


Apa yang di rasakan oleh Reynaldi juga sedang di rasakan oleh Linda saat ini. Ia juga kesal dengan tingkah Rey. Iya menyangkut pautkan sikap Rey, dengan Rose dan Michelson.


Selalu saja pikirannya menuduh yang bukan-bukan pada, Rose dan Michelson.


"Aku harus buat perhitungan lagi dengan Rose dan Michelson. Mereka kan punya anak balita lagi. Aku akan manfaatkan ini untuk membalas dendam padanya.


Hingga pada suatu hari, Linda mendatangi sekolahan dimana ke tiga anak Rose sekolah. Dan ia menemui security untuk bertanya mengenai Alice.


"Pak, kenal Alice nggak? anak bungsu dari pasangan suami istri, Rose dan Michelson?" tanya Linda.


"Siapa sih yang nggak kenal Alice dan si kembar? memangnya ada apa ya, Bu?" security malah balik bertanya.


Alice menghampiri Linda dengan sorot mata yang tidak suka. Di dalam hatinya sudah tahu ada maksud jahat yang terselubung di hati, Linda. Indra ke enam milik Alice lebih peka dari pada Alexa.


"Aku sudah tahu siapa wanita ini, ia adalah ibu kandung dari Ka Reynaldi. Dia datang kesini untuk maksud yang tidak baik padaku. Hem... Kebetulan sekali dech, untuk mengisi waktu luangku. Aku akan bermain-main sejenak dengan dirinya. Dari pada aku bosan menunggu Ka Lexa dan Ka Alex yang tak juga keluar dari ruang kelasnya," batin Alice.


Selagi bengong terus menatap tak suka ke arah Linda, ia pun menyapa Alice.


"Hay, Alice? kenalin aku teman mommy kamu. Dan kebetulan mommymu saat ini sedang ada di rumahku. Dan ia meminta tolong padaku untuk menjemput dirimu. Mau ya ikut pulang sama, Tante?" bujuk Linda.


Tanpa ada penolakan sama sekali, Alice menerima ajakan Linda. Hingga membuat hati Linda bersorak kegirangan. Ia tidak tahu jika di dalam hati Alice sudah tahu rencana jahat yang akan di lakukan olehnya.

__ADS_1


"Bagus, anak kecil. Begitu mudahnya kamu bisa di bohongi. Ternyata kamu tak sepintar orang tuamu, justru kamu ini terlalu polos dan bodoh," batin Linda.


Dia menuntun Alice melangkah menuju ke mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu gerbang sekolah. Saat itu juga, Linda membawa Alice ke suatu tempat yang sunyi. Dan aksi jahatnya mulai ia lakukan.


"Alice, kita turun di sini ya. Kebetulan mamahmu ada di gubug itu untuk menunggu dirimu," ucap Linda.


Alice mengangguk pelan, ia pun turun beserta Linda di jalan yang sangat sepi


dan tak terjamah oleh orang. Linda terus saja mengajak Alice masuk ke dalam gubug tersebut. Dan pada saat masuk, Alice pun berkata.


"Tante, mau ajak aku bermain ya? ok dech aku ladeni kemauannya Tante ya?"


Setelah Alice mengatakan hal itu, ia pun berubah menjadi raksasa. Linda terperangah pada saat melihat perubahan yang terjadi pada, Alice.


"Heh, kamu pikir aku takut hanya karena kamu bisa berubah wujud menjadi besar?" ucap lantang Linda walaupun sebenarnya di dalam hatinya sangat kaget dan juga takut.


Mendengar perkataan dari Linda, Alice pun meraih tubuh kecil Linda di telapak tangan kiri.


"Tante, kamu pikir aku tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Tante. Tante pikir, aku tidak tahu rencana jahat Tante padaku? jika tante ini bukan Mamahnya Ka Rey, sudah aku habisi tanpa ampun!" mata Alice berubah hitam menatap ke arah Linda.


Linda sudah tak kuasa menahan rasa takut, ia pun menyerah dan meminta maaf pada Alice. Ia meminta Alice untuk melepaskan dirinya. Dan ia berjanji untuk tidak menyakiti Alice lagi. Alice pun merubah matanya kembali normal seperti tadi. Ia pun tersenyum pada Linda, dan ia pun berubah wujud kembali seperti semula. Tetapi kini Linda yang berubah menjadi kecil sekali.


"Tante harus merasakan hukuman dariku ya, karena Tante sudah berniat jahat padaku."

__ADS_1


Alice meletakkan tubuh Linda yang telah menjadi kecil di sebuah pohon yang amat tinggi.


__ADS_2