Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 14 - Bengkel Isekai


__ADS_3

Setelah kejadian singkat itu. Kini Bar milik Maria telah pulih seperti sedia kala. Orang-orang yang menonton pertunjukan kembali makan dan minum sambil berbicara dengan kawannya.


Namun meski begitu, mereka juga melihat sisi Kuro karena mereka penasaran dengan pria itu. Siapa sebenarnya identitas Kuro? Tapi tentu saja tidak ada yang berani secara terang-terangan bertanya langsung.


Adelyn yang melihat Kuro menikmati minumannya berkata. "Kamu masih seperti biasanya, rendah hati, dan suka meminta maaf walau bukan kamu yang salah. Mengapa kamu tidak memberikannya pukulan sebelumnya?"


Kuro hanya tersenyum. "Setiap orang pasti memiliki kesalahannya sendiri, dan juga mereka juga menyadari bahwa itu sebenarnya salah. Bukan berarti hanya satu kesalahan, seluruh hidupmu juga salah dan harus dikorbankan. Mereka pada akhirnya akan bisa mengakui kesalahannya dan hidup dengan lebih baik."


Adelyn hanya diam karena dia tahu bahwa sifat inilah yang dimiliki Kuro.


"Terkadang aku benar-benar iri dengan Ava. " Entah apakah Adelyn berbicara sendiri namun itu hanya mendapatkan senyum masam Kuro.


Mereka bertiga akhirnya terdiam cukup lama sebelum Adelyn berbicara lagi mengganti topik.


"Kuro-san, kamu harus berhati-hati dengan keluarga G. Mereka mungkin sudah mengetahui lokasi kamu dan Ava. Namun mereka sepertinya masih menunggu sesuatu."


Berbeda dengan sebelumnya dengan sikapnya yang tenang, kini Kuro saat mendengar keluarga G memiliki mata yang sedikit tajam. Kuro menarik nafas dalam-dalam dan bergumam. "Sudah waktunya ya..."


...


...


...


Sementara itu disini lain.


Gin yang telah mengejar Marsha sangat lama akhirnya kehabisan nafas dan kelelahan.


"Sial!"


Namun meski begitu, dia menemukan tempat Marsha berhenti.


[Fisik anda telah meningkat 10 poin]


[Seluruh kemampuan fisik anda telah ditingkatkan sebesar 10 poin]


[Ketrampilan “Voidwalk” telah naik level kedua]

__ADS_1


[Stamina anda telah ditingkatkan... ]


[Daya tahan... ]


...


Meski Gin senang dengan sistem karena tubuhnya telah banyak ditingkatkan, tapi itu masih membuatnya kesal karena kehilangan Marsha.


Setelah duduk dan memulihkan stamina, Gin berjalan secara perlahan maju sambil melihat bangunan di depannya. Bangunan itu bentuknya cukup aneh namun itu sangat besar. Dibeberapa titik, itu juga sangat ramai karena tampak dari luar banyak orang tengah sibuk bekerja.



"Apakah ini bengkel?" Sepintas Gin memikirkan itu karena banyak orang disini juga tengah mengutak-atik mesin dan kendaraan yang tidak dikenalinya.


Ada kereta uap lokomotif, mobil bergaya klasik kuno, dan kapal-kapal yang mesinnya sangat rumit. Banyak sekali jenisnya dan Gin tidak bisa mengenalinya satu per satu.


Gin berjalan masuk sambil melihat banyak orang bekerja. Tempat ini sangat berisik karena berbagai orang tampak sibuk dengan urusannya sendiri. Suara las dan suhu yang cukup panas menjadi latar suasana di tempat ini. Apakah ini bengkel di isekai?


Gin tidak diganggu atau ditanya orang, karena selain Gin, ada juga beberapa pengunjung yang tampak memiliki urusan dengan para montir di tempat ini. Jadi Gin bisa leluasa berkeliaran.


Saat itu Gin tiba-tiba melihat Marsha. Gin senang dan ingin segera memukuli gadis itu. Namun saat Gin hendak berlari menghampiri, dia melihat bahwa Marsha berbicara dengan seorang pria paruh baya yang cukup kasar.


Setelah itu, pria itu membawa Marsha ke suatu tempat masuk lebih dalam pada bengkel. Gin mengikuti diam-diam dari belakang dan cukup penasaran.


Setelah mengikuti diam-diam. Gin bisa melihat tempat dalam bengkel yang begitu luas. Di sana dia bisa melihat sebuah jurang yang cukup dangkal dengan dibawahnya ada aliran sungai kecil. Di kedua sisi jurang itu ada pagar pembatas dan area kosong untuk para montir bekerja.


Namun pandangan Gin beralih ke benda yang tampak mengambang di atas jurang. Itu adalah sebuah kapal? Ya, kapal itu tampaknya bisa mengambang di udara. Selain itu ukurannya juga lumayan besar, setidaknya bisa menampung 100 orang.



Di samping kapal tidak jauh. Seorang pria paruh baya tengah duduk sambil menikmati makanan dan buah yang disajikan beberapa pelayan wanita. Pria itu dikelilingi banyak orang juga yang berpesta dalam minuman alkohol.


Berbeda dengan saat masuk bengkel. Suasana disini lebih hidup karena setiap orang tampak berpesta.


"Bos, gadis itu sepertinya membawa uang yang dijanjikan." ucap seorang pria kurus yang tampak anek karena terlihat pucat.


"Apakah Marsha benar-benar telah kembali? Haha, aku sudah lama tidak menunggu uang itu datang."

__ADS_1


"Dia disini!" teriak salah satu anak buah pria itu.


Marsha di bimbing dengan pria sebelumnya dengan membawa koper berat miliknya. Dia tampak takut dengan pria yang duduk di kursi tengah paling tinggi dan menundukkan kepalanya.


"Apakah kamu sudah membawa uangnya?" tanya pria itu dengan memandang tajam Marsha.


"Su-sudah i-ini dia... " Marsha membuka kopernya dan di sana bisa terlihat banyak uang yang menumpuk.


Mata pria itu tampak bersinar namun masih memasang wajah datar. Dia menyuruh anak buahnya untuk menghitung. Setelah sesi perhitungan yang cepat, akhirnya anak buah itu memberi anggukan.


"Ini 1 juta Ryo bos..."


"Haha, bagus sekali!" Pria bos itu senang sambil menampar pahanya. Dia kemudian mengambil koper itu sambil mencium aroma uang dengan cara menjijikkan.


Di dunia ini mata uang bernama Ryo. Namun, selain itu juga ada koin kepingan yang dibagi tiga bagian. Emas, perak, dan perunggu. Paling terkecil adalah perunggu dan setiap nilai memiliki kelipatan sepuluh kali.


Semisal, satu koin emas akan setara sepuluh koin perak, satu koin perak akan setara sepuluh koin perunggu. Dan untuk menjadi nilai Ryo itu setara dengan satu koin emas.


[1 Ryo \= 1 Koin Emas]


[1 Koin Emas \= 10 Perak]


[1 Koin Perak \= 10 Perunggu]


[1 Koin Perunggu \= ∞]


Namun bukan berarti setiap koin emas di dunia ini memiliki nilai demikian, itu hanya mata koin yang di buat secara resmi oleh para pemerintah di dunia ini. Sedangkan untuk koin emas lain bisa saja memiliki nilai lebih tinggi karena kandungan di dalamnya.


Selain transaksi menggunakan koin dan Ryo, ada juga yang menggunakan “Mana Stone” sebagai alat perdagangan. Hanya satu jenis Mana Stone yang biasanya digunakan sebagai alat transaksi. Dan nilai Mana Stone setara dengan 10 Ryo.


[1 Mana Stone \= 10 Ryo]


Kembali ke Marsha. Setelah memberikan uang kini dia berbicara dengan gugup. "Mm, Tuan Goro, aku sudah membayar hutangku, aku hanya kurang bunga-nya saja. Anda pernah bilang jika aku bisa membayar hutang dulu, kamu akan mengembalikan kapal milik ayahku. Bisakah aku mengambilnya?"


Goro pria itu menatap Marsha dengan pandangan jengkel karena mengganggunya. Namun dia masih menjawab, dia menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa! Aku memikirkan bagaimana jika kamu tiba-tiba di masa depan kabur tanpa membayar bunga! Ditambah ayahmu telah banyak membuat kerugian yang sangat besar pada bengkelku! Kamu harus bekerja lembur untuk menutupi kerugian itu..."


"T—tapi..." Marsha hendak berbicara tapi dipotong Goro. "Tidak ada tapi-tapian! Kamu dan kakek busukmu sudah aku berikan tempat tinggal serta kerja yang bisa membuat kalian berdua makan setiap hari.

__ADS_1


Aku bahkan melindungimu dari Walikota karena kasusmu yang mencuri setiap pelancong asing yang datang, jika tidak bagaimana kamu bisa membayarku dengan uang hasil curian ini! Huh!


Salahkan ini semua pada ayah bodohmu itu! Jika dahulu dia tidak secara egois menambah komponen pada kapal! Dia tidak akan mati karena merusak kapal orang itu! Kamu tahu, bengkel ini hampir hancur karena kesalahan ayahmu itu karena menyinggung orang yang menakutkan!"


__ADS_2