Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 22 - Bercinta Dengan Ibumu!


__ADS_3

Di suatu tempat, di sisi sudut Kota Aresia, terdapat sebuah padang yang cukup luas dengan tanaman gandum yang bergoyang terhempas angin yang tampak lembayung.


Bukit yang agak tinggi membuat tempat itu sedikit bisa melihat seluruh Kota Aresia dari atas. Di sebagian kecil, ada sebuah gereja tua dan bangunan seperti rumah asrama yang kecil. Itu adalah sebuah panti asuhan.


Tampak anak-anak kecil yang masih riang bermain dengan bola yang terbuat dari kain dan tumbuhan rambat. Meski terlihat sederhana, tapi anak-anak itu nampaknya bahagia dengan kegiatan mereka.


Tiga wanita biarawati dengan senyum di wajahnya, agaknya senang karena melihat tawa anak-anak seperti malaikat kecil itu. Anak-anak ini yatim piatu yang ditinggalkan orang tua mereka dengan berbagai alasan. Dari meninggal karena Beast, ditinggal karena tidak mau mengurus, atau karena orang tua mereka tidak kunjung kembali.


Pada dasarnya mereka semua sebatang kara. Sungguh ironis melihat senyum cantik dan tampan malaikat kecil ini yang tidak memiliki kelengkapan keluarganya. Tapi bagi mereka, keluarga sebenarnya adalah teman-teman dan para biarawati di panti asuhan.


Seorang gadis pirang dengan kuncir dua bagian berkata, "Onee-san, apakah Masha telah kembali?"


Gadis itu memiliki mata biru yang indah dan rambutnya panjang. Dia tersenyum dengan senyum yang bisa menaklukkan para orang dewasa.


"Belum, tapi Masha pasti akan kembali sebentar lagi dengan alat-alat yang luar biasa." ucap satu biarawati berambut hitam dengan senyuman.


Gadis itu gembira dan berkata, "Benarkah! Aku iri dengan Masha yang sudah bisa pergi berkeliling di kota. Kapan usiaku bisa 10 tahun ... "


Biarawati itu hanya tertawa sambil mengambil pakaian jemuran. Namun, senyum biarawati itu seperti agak masam karena dia memikirkan sesuatu.


Tiba-tiba bocah laki-laki yang terlihat seumuran dengan Gin berlari tergesa-gesa sambil berteriak. "Sister! Sister! Ada banyak orang asing datang!"


Biarawati itu terkejut dan segera menjatuhkan jemuran. Dengan panik dia bertanya. "Dimana?" Biarawati itu seperti memiliki firasat buruk.


Anak-anak yang sebelumnya yang bermain bola juga berkumpul di sekitar biarawati menyahut.


"Tadi aku melihat banyak pria! Wajahnya galak-galak! Mereka sepertinya datang kemari." Salah satu bocah tampak polos dan sepertinya tidak tahu apa-apa.


Saat mereka sedang berdiskusi satu sama lain. Tiba-tiba terdengar sebuah teriakan.


"Sister! Tolong aku!"


Wajah biarawati dengan segera berubah kaget. Matanya menyapu kejauhan dan bisa melihat banyak pria datang. Namun, pandangannya berhenti di tengah-tengah karena di sana ada bocah laki-laki yang ditahan oleh seorang pria gemuk berkulit hitam dengan kepala botak.


Itu adalah Goro!


Goro yang melihat wajah cantik biarawati itu tersenyum sambil menjilat bibirnya. "Aku tanya? Apakah Marsha ada disini?"


Seorang bocah disamping biarawati kebingungan, "Siapa Marsha? Apakah itu Masha ... "

__ADS_1


Biarawati yang tahu bahwa Marsha adalah Masha terdiam. Dia mungkin bisa menebak satu atau dua hal. Marsha bekerja di tempat Goro, jadi mungkin secara tidak sengaja, menyinggung Goro.


Biarawati itu juga tahu bahwa Masha mengambil identitas Marsha untuk mencari uang dengan cara mencuri. Selain sebagai membayar hutang untuk Goro, ia juga melakukan untuk makanan anak panti asuhan.


Pak Walikota tidak tahu bahwa pencuri yang meresahkan Kota Aresia selama ini adalah Masha yang tinggal di panti asuhan. Lagipula, setiap kali Marsha mencuri, ia selalu mengenakan topeng. Jadi identitasnya cukup tidak diketahui.


Akhirnya setelah keributan itu, biarawati lainnya berkumpul. Mereka berdiskusi untuk mengirim anak-anak masuk ke dalam asrama.


Goro hanya melihat itu dan membiarkan, lagipula tujuannya bukan anak-anak, tapi Marsha dan tiga biarawati.


Goro dengan senyum c4bul di wajahnya menyuruh anak buahnya untuk menangkap ketiga biarawati.


"Tidak lepaskan!..."


Mendengar teriakan penolakan biarawati, Goro hanya tertawa dengan keji, "Haha! Aku sudah lama tidak merasakan wanita biarawati! Cepat buka pakaian mereka!"


Anak buah Goro dengan riang bersorak dan mulai merobek-robek pakaian biarawati.


Namun, saat itu sebuah panah melesat mengenai salah satu anak buah Goro.


"Ahhhh!?"


Saat itu, sekumpulan rombongan prajurit berzirah datang. Meski zirah tempur mereka terlihat jelek dan kotor tidak layak digunakan, tapi hanya itu pakaian tempur milik prajurit Kota Aresia.


Seorang pria yang cukup tua beruban memimpin mereka dengan sebuah kuda. Pria itu di punggungnya ada panah dan sebilah pedang tergantung di pinggangnya.


Goro melihat itu tampak geram, "Robert ... "


Itu adalah Walikota Robert.


"Goro! Kamu sudah bertindak terlalu jauh! Lepaskan biarawati itu!" Meski dia sudah tua, tapi semangat tampak seperti masih muda.


Terbukti suaranya seperti membawa momentum yang kuat.


Goro hanya mendengus dan berkata. "Kenapa aku harus berhenti? Aku bisa bertindak apapun yang aku inginkan!"


Robert marah dan menatap tajam, "Jika kamu berani, maka aku akan menghentikan kamu!"


Goro hanya tertawa. "Haha! Coba saja jika bisa! Apakah kamu tidak lupa 5 tahun lalu aku memukulimu sampai wajahmu penuh lebam?"

__ADS_1


Robert tidak berkata apa-apa lagi dan mulai berteriak. "Tindakan kamu sudah terlalu jauh! Aku akan menghukum kamu karena berani bertindak di kota ku!"


Mereka akhirnya saling beradu satu sama lain. Para anak buah Goro dan prajurit juga sama-sama berperang yang membuat bunyi pedang dan tombak ada di mana-mana.


Ada yang menggunakan sihir, ada yang menggunakan serangan close combat dengan senjata di tangan mereka.


Robert dan Goro saling beradu pukulan. Goro menggunakan tongkat yang ujungnya ada sebuah Mana stone, itu adalah senjata sihir yang mampu memperkuat serangan.


Bak! Bak! Bak!


Sebagai orang dengan peringkat C, Goro juga bukan orang yang mudah dikalahkan. Terbukti setiap serangan miliknya sangat kuat hingga membuat tanah beriak.


Dia memiliki teknik Strongest Mana yang dimana mampu memperkuat serangan miliknya dengan basis sihir. Sihir bukan hanya bisa mengeluarkan Sihir Jiwa atau Sihir Alami seperti penyihir umumnya, tapi juga dengan menyalurkan Mana bisa membuat serangan lebih kuat.


Bahkan terkadang seseorang bisa setara hanya dengan memperkuat sihir serangan pukulan mereka dengan ahli Chōetsu Haki yang notabene tubuh fisiknya sangat keras.


Ditambah Goro memiliki senjata sihir ditangannya yang lebih mudah dalam menyalurkan Mana. Setiap serangannya sangat kuat, hingga membuat suasana udara tampak berubah.


Namun meski begitu, Robert juga tidak bisa diremehkan. Meski dia sudah tua, tapi pengalamannya sangat kaya. Dia bisa menghindari pukulan Goro yang kuat dan menyerang Goro dengan celah sudut buta.


Robert menangkis serangan Goro, tapi karena terlalu berat, pedangnya terlepas dari tangannya. Robert tidak panik tapi menendang Goro di kaki kanannya hingga membuat berlutut.


"Bangsat!" Goro murka, lalu dengan sigap meraih kerah Robert.


Robert ingin menghindari tapi tampaknya tidak sempat. "Sial!?"


Dengan tubuh Goro yang besar, dia kemudian mengangkat Robert dengan satu tangan dengan senyum mengerikan.


"Apakah kamu punya kata-kata terakhir?" ucap Goro pada Robert.


Tapi saat itu sebuah serangan tiba-tiba melesat cepat mengenai Goro.


Itu sihir berbasis api dengan ukuran bola.


"Ya aku punya! Kata-kata terakhir aku untukmu adalah bercinta dengan ibumu!?"


Dari kejauhan tampak bocah tampan dengan rambut perak dan mata biru safir.


Ya! Itu MC idiot kita Ginshiro.

__ADS_1


__ADS_2