Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 26 - Kekalahan Gin


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu.


"Bercinta dengan ibumu!"


Itu adalah kata-kata terakhir kali Gin kepada Goro setelah menyerang dengan Fire Ball.


Goro yang melihat arah serangan sihir itu sebelumnya berhasil menahan dengan tongkatnya yang menetralisir.


Goro marah sambil melihat ke arah Gin, bocah yang sudah mempermalukannya sebelumnya dan membuat namanya menjadi bahan lawakan. Wajah tampan putih menjengkelkan itu! Goro selalu mengingatnya sangat jelas.


Alasan kenapa dia melakukan aksi ini, tentunya karena ia juga ingin membalas perbuatan Gin padanya. Dia menaruh harapan pada menyerang panti asuhan selain untuk Marsha sendiri, tapi untuk Gin yang mungkin disembunyikan.


Goro sudah tidak peduli lagi, apakah Gin anak dari bangsawan siapa? Yang penting dia bisa memberi pelajaran bocah ingusan itu.


Gin yang melihat Goro marah hanya mengolok-olok sambil mengejek, "Buih, hei! Badak botak! Kembalikan uangku sebelumnya!"


Goro menggeram, "Bagus, bocah perak! Kamu berhasil membuat aku marah, maka dari itu, aku akan membuatmu menyesal karena menyinggung perasaanku!"


Dengan perintah Goro, anak buahnya mulai berlari ke sisi Gin untuk menyerang. Karena Goro masih terpaku dengan Robert dalam pertarungan, maka dari itu ia hanya bisa menyuruh anak buahnya.


Robert tidak tahu siapa Gin, tapi dia juga menyuruh prajuritnya untuk menjaga Gin dari bahaya yang mengancam hidup.


Gin yang melihat banyak pria datang ke arahnya memiliki sikap serius. Ia kemudian melakukan segel tangan untuk aktivasi mantra sihir.


"Mawar, melati, kenop, asoka, kamboja, kosmos! Earth Magic: Earth Wall!"


Sebuah Sihir Alam yang dipinjam Gin dari tanah untuk membuat dinding tanah. Setelah lingkaran sihir muncul dengan cepat, itu kemudian membuat anak buah Goro terangkat ke atas tanah oleh dinding.


Selain itu, juga memberikan kerusakan yang fatal karena tabrakan yang terjadi oleh munculnya dinding sangat cepat.


BRUAK!


Lima orang terpental secara bersamaan yang membuat tubuh mereka mati rasa terangkat ke udara. Namun ada juga yang berhasil menstabilkan diri di atas dinding dan meraung marah pada Gin.


Mereka menyerang dengan senjata ditangan mereka seolah-olah terjun dari atas. Gin melihat itu dan tidak panik, dengan segel tangan yang cepat dia menembakkan sinar cahaya dari jari tangannya.


"Light Magic: Light Pistol!"


Sambil mengambil jarak dengan orang yang terus maju, Gin menembakkan peluru cahaya secara bertubi-tubi, meski itu hanya memberikan luka dangkal, tapi setidaknya itu bisa menghambat orang yang jaraknya dekat.


"Ah! Sial! Menjengkelkan sekali!"


"Bangsat! Kemana para penyihir? Cepat serang dengan sihir kalian!"


Para penyihir yang diteriaki temannya memiliki wajah jelek, tapi mereka tetap melakukan apa yang diperintahkan. Dengan rapalan mantra, mereka menembakkan sihir secara berurutan.


"Fire Magic: Fire Ball!"


"Water Magic: Water Ball!"

__ADS_1


"Wind Magic: Wave Wind!"


Seolah hujan sihir, Gin melihat banyak serangan mengarah padanya dan wajahnya sedikit panik. 'Hei, aku hanya bocah yang belum genap enam tahun! Apakah kalian harus seserius ini?' Meski begitu, tidak akan ada yang menanggapi keluhan hati Gin.


Gin dengan cepat melakukan Voidwalk untuk secara cepat menghindari hujan serangan yang datang, tapi pergerakannya tidak secepat Kuro.


'Aku sepertinya harus memiliki kemampuan mobilitas yang tinggi untuk pertarungan kali ini. “Kecepatan” aku butuh kemampuan kecepatan yang tidak bisa ditangkap mata. '


Gin mencoba memikirkan dan melihat sistem miliknya.


'Bitches! Berapa CP yang harus aku habiskan untuk membuat Voidwalk mencapai level penuh?'


Bitches seperti memasang wajah emoticon membosankan dan menjawab.


[Perlu 1 Juta CP]


"...!"


'Sial! Mahal sekali?'


Bitches seperti melihat pemikiran Gin dan berkata.


[Jika kamu ingin mencari skill dengan basis mobilitas tinggi, kamu bisa membeli “Blinkstep” dengan harga yang wajar]


Oh!


[Nama: Blinkstep (LV1)


Tipe: Skill (Langkah Kaki)


Rincian: Teknik ini mampu membuat pengguna yang mengaktifkan bergerak dengan kecepatan cahaya selama 10 detik yang hampir tidak bisa ditangkap oleh mata telanj4ng.


Cooldown: 1 menit. ]


[Harga: 1.000 CP]


Meski Gin sangat tidak mau menghamburkan CP-nya, tapi kali ini dia dengan terpaksa melakukannya.


[Selamat telah mendapatkan (Blinkstep)! ]


[Poin CP akan dikurangi]


Segera setelah Gin membelinya, di otaknya seperti telah mendapatkan banyak pengetahuan tentang Blinkstep dan cara penggunaannya. Arus hangat yang mengalir membuat Gin seperti telah banyak berlatih teknik tersebut, dengan senyum diwajahnya, ia kemudian mengaktifkan.


BLINK!


Segera setelah Gin seperti menghilang, anak buah Goro yang kaget merasakan bahwa tubuhnya merasakan rasa sakit.


URGH!

__ADS_1


Masing-masing dari mereka tiba-tiba terpental dengan kerusakan yang berbeda-beda. Ada yang memegang perut, ada yang memegang kepala, dan ada juga memegang harta pria mereka, pada akhirnya, orang-orang yang menyerang Gin semuanya terkapar kesakitan.


Itu hanya kedipan mata, tapi banyak yang sudah tidak sanggup bertarung. Gin tidak menyia-nyiakan teknik ini dan melaju menerobos ke arah Goro.


Dengan kaki kanannya, Gin mengarahkan kakinya untuk menendang kepala Goro. Dengan pergerakan cepatnya, Gin yakin bahwa tendangannya bisa setidaknya menerbangkan Goro. Lagipula, kecepatan sama dengan berat!


Namun berbeda dengan yang diharapkan, Goro melirik Gin di samping karena dari inderanya bisa merasakan sesuatu datang ke arahnya dengan cepat. Mengabaikan serangan Robert, Goro dengan tongkatnya menangkis sesuatu yang datang.


BANG!


Goro hanya mundur satu langkah sedangkan Gin masih tetap di udara menahan rasa sakit kakinya karena efek tabrakan.


Namun Gin dengan cepat merapalkan mantra cepat dengan mulutnya dan mengarahkannya pada Goro di bawah.


Tapi, Goro tidak akan membiarkan itu lolos dan meraih kaki kecil Gin dan membanting ke tanah berulang kali.


"Sial!?"


Rasa sakit tak tertahankan mulai menyebar di sekujur tubuhnya. Meski Gin telah membentuk tubuh yang kuat, tapi dia masih akan hancur jika tubuh terus mengalami kerusakan.


Goro yang membanting Gin berulangkali tertawa terbahak-bahak dengan wajah yang kejam, "Haha! Bocah ingusan! Bagaimana? Apakah kamu akan menangis kali ini?"


Gin masih menggetarkan giginya dan menahan rasa sakit sambil menatap Goro dengan benci. Goro yang melihat pandangan Gin tidak marah, tapi menunjukkan gigi kuningnya seperti emas.


Goro membuang Gin yang tubuhnya sudah terluka seperti sampah sambil memukul bagian perut dengan tongkatnya untuk membuat aliran Mana dalam tubuhnya terhambat.


"Urgh!... "


Gin terkapar tak berdaya dengan wajah yang kusam. Tubuhnya sudah cukup parah, bahkan bagian tulang rusuknya ada yang patah.


Akan tetapi, Gin masih menggertakkan gigi dengan mata kebencian sambil terkapar di tanah.


Goro menikmati pandangan itu sambil tertawa terbahak-bahak.


"Bocah Perak, kamu terlalu membanggakan dirimu sendiri saat ini, kamu tidak tahu seberapa luas langit dan seberapa luas dunia! Kamu seperti katak dalam sumur! Apakah kamu menganggap kami orang dewasa hanyalah sebuah kentut?"


Gin tidak menjawab tapi matanya masih memiliki roh yang tinggi. Gin tahu apa yang dibicarakan oleh Goro. Benar, ia terlalu sombong untuk menganggap dirinya sendiri sangat berbakat bisa mengalahkan Goro.


Dia dengan membohongi dirinya sendiri menganggap bahwa dengan sistem, atau dengan bakat supernya, ia bisa lambat laun menjadi terhebat di dunia ini, tapi padahal tidak!


Sikapnya yang nakal sebenarnya perwujudan dari sikap sombongnya pada segela hal di dunia ini.


Setelah kekalahannya dengan Goro saat ini, membuat pikiran Gin jelas jernih dan tidak sombong.


Akhirnya Gin tersadar, bahwa dia bukan protagonis di dunia ini!


Seperti di awal bahwa ia hanyalah.


Karakter sampingan.

__ADS_1


__ADS_2