Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 31 - Bahaya!


__ADS_3

Pria yang baru datang tampak memiliki tubuh tinggi menjulang hampir 2 meter. Dilihat dari segi manapun pria itu tampaknya sosok yang sangat kuat.


LaBeouf G. NewYear.


Ia juga menyandang nama keluarga “G” yang itu berarti ia adalah seorang World Nobel di dunia ini yang memiliki prestise tinggi.


Namun berbeda dengan marga “Rose” yang merupakan keluarga elite disegani di keluarga G. Keluarga LaBeouf saat ini telah jatuh dan bahkan hampir tidak dianggap sebagai salah satu bangsawan keluarga G.


Itu karena ada beberapa kejadian yang menjadikan keluarga itu terpuruk dan namanya hampir terhapus dari daftar keluarga. Namun berkat seseorang bernama LaBeouf G. NewYear ini, itu masih bisa dipertahankan.


Meskipun beberapa keluarga lainnya menolak adanya keluarga LaBeouf tentunya.


"Wolfgang, apakah persiapanmu sudah selesai?" tanya NewYear.


Wolfgang pria berjas mengangguk, "Aku telah melakukan uji coba, dan itu tampaknya bahkan bisa mengendalikan Beast King tingkat 4, aku sudah mengumpulkan banyak Beast King peringkat tinggi lainnya juga. Tapi ... Sesuatu hal terjadi saat aku mengirim beast ke kota kecil."


NewYear mengangkat alisnya dan bertanya. "Apa itu?"


"Tampaknya lokasi kita saat ini sangat benar. Seiryu dan Ava bersembunyi di pulau ini. Saat aku mengirim beast untuk invasi, itu semua terbantai dengan bekas luka pedang khas milik Seiryu."


NewYear menampilkan seringai licik sambil terkekeh, "Khekhekhe! Bagus sekali! Sangat bagus! Dengan begini aku bisa melanjutkan rencanaku selanjutnya."


Wolfgang tetap diam menghadapi NewYear yang asik dengan dirinya sendiri. Sementara River tampaknya terlihat menyipitkan matanya sambil menjilat pisaunya.


"Seiryu, ya... Kukuku, aku sudah lama tidak melawan orang-orang Shinto yang kuat."


Sementara itu, tiba-tiba empat sosok datang dengan gayanya masing-masing. Tiga pria dan satu wanita, salah satu tampaknya mengenakan setelan koboi dengan pistol khas di pinggangnya, sementara wanita itu mengenakan pakaian serba ketat dengan kunai bergigi empat besar di punggungnya, ia tampak seperti seorang ninja, namun di bagian wajahnya, ia menutupi dengan kain yang menutup matanya dengan pola satu mata.


Pria lainnya tampak juga mengenakan mantel besar dengan tubuh yang besar karena otot-ototnya, ia berjanggut lebat tapi memiliki kepala botak. Di setiap lengannya tampaknya ada sebuah sarung tangan sihir teknologi yang memungkinkan pukulannya sangat kuat.


Sementara di sisi lain seorang pria berjas putih bergaris biru dengan mantel besar, ia tampak berusia 50 tahunan dengan tubuhnya yang tinggi 2 meter. Pria itu mengenakan satu kacamata di mata kirinya dan memiliki janggut lebat dengan warna selingan hitam dan putih, bahkan rambutnya juga.


Wolfgang melihat kedatangan orang itu dan tidak bisa membatin menyebutkan namanya masing-masing.


Pria koboi - Ethan Texas.


Wanita Ninja - Rihana.


Pria botak - Dady Johnson.

__ADS_1


Pria rambut hitam dan putih - Joaquin G. Blade.


Mereka semua adalah orang-orang terkenal di dunia dengan keahliannya masing-masing. Namun mereka semua berkumpul disini dengan tujuan yang sama, menangkap Seiryu!


Meski tentunya mereka tidak hanya menangkap Seiryu saja, tapi ada juga keperluan yang mereka butuhkan sendiri.


Blade menghampiri NewYear dan bertanya, "Apakah kamu sudah menemukan petunjuk keberadaan Ava?"


NewYear memiringkan kepalanya berkata, "Belum, tapi sepertinya itu akan sebentar lagi. Aku sudah pastikan bahwa mereka benar-benar bersembunyi disini."


Blade tetap dalam ekspresi dan berkata, "Kalau begitu, segera temukan, Aku akan menangkap Seiryu dan membawa Ava kembali."


NewYear memiliki mata dingin tapi masih menjawab, "Tunggu sebentar lagi, lagipula di luar masih badai salju. Meskipun aku juga ingin menyelesaikan skor dengan Seiryu, tapi aku sepertinya juga harus memenuhi janji kesepakatan sebelumnya."


Blade menatap NewYear dan menghela nafas, "Kamu dapat yakin bahwa Keluarga G akan memberikan apa yang kamu inginkan ketika acara ini berhasil, dan keluarga LaBeouf tidak akan hilang dari daftar nama keluarga."


NewYear tidak mengatakan apa-apa dan hanya berbalik. Ketika tidak ada yang sadar, ia mendengus seolah mendengar hal yang menjijikkan. Ia duduk di sudut sambil menyalakan cerutu.


Sementara itu Johnson yang mendengar keberadaan Seiryu dekat tidak bisa tertawa, "Gwaha! Bajingan Seiryu! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu kembali! Aku tidak akan lupa kedua lenganku yang kamu potong!"


Ethan melirik Johnson dan bergumam, "Ya ampun, orang bodoh ini berbicara sendiri. Hei! Rihana apakah dia salah minum obat?"


"Cih, membosankan kelompok orang-orang ini." Ethan tampak terlihat bosan dan merasa bahwa disini bukan tempatnya.


Tapi karena sudah ada misi, ia hanya bisa mengikuti alurnya. Ethan tidak bisa mengolok-olok dalam hati.


'Psikopat, Bandar Kartel, Penjual budak, laki-laki anjing, pria heboh, wanita robot, sage pedang! Hei! Kelompok orang ini sungguh aneh? Hanya aku yang tampaknya yang normal!' Ethan mendesah.


Setelah menyelesaikan beberapa rencana yang dilakukan, akhirnya badai salju yang lebat saat ini telah sedikit reda.


Dan akhirnya sebuah kekuatan yang amat besar tengah menghampiri kediaman rumah Gin saat ini. Sebuah masalah yang akan mengubah takdir Gin kedepannya.


Setelah datang ketenangan yang damai, seperti Gin akan menghadapi badai yang lebih besar lagi.


***


***


***

__ADS_1


Kapal terbang dapat memuat setidaknya 50 orang setiap penerbangan, kapal ini menggunakan “Vinum” sebuah bahan bakar yang merupakan sumber daya di dunia ini, hampir mirip minyak di bumi. Tentunya karena kondensasi puluhan juta tahun dengan Mana, menjadikan Vinum jelas jauh lebih unggul.


Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya kapal mendarat dengan tenang di halaman vila.


Itu sudah sampai di rumah Gin.



Banyak pelayan melihat kapal yang mendarat tidak bisa bertanya-tanya, tapi saat tahu bahwa tuan mereka berada di kapal, mereka dengan bergegas menyambutnya.


Gin yang pertama kali turun dengan meloncat, setelah mendarat ia kemudian meregangkan tubuhnya seolah membuat seluruh kelelahan di tubuhnya selama ini hilang.


Tangannya melambai dan tersenyum ke arah para pelayan yang menyambutnya. Ia menghela nafas.


"Aku pulang." Matanya kemudian menyapu ke sosok wanita cantik mengenakan pakaian putih dan berlari ke arahnya. "Aku kembali ibu!"


Ava tertawa melihat sikap anaknya dan menangkap pelukannya.


"Kamu kembali dengan selamat Shiro." Ava mengelus kepala Gin dengan lembut merasa bahwa anaknya jauh lebih manis.


"Ya." Gin tidak terlalu mau berbicara dan hanya terus mendekap kepada ibunya.


Setelah beberapa saat, mereka melepaskan pelukan. Adelyn dan Maria yang menghampiri tidak bisa menatap Ava, terlebih Maria.


"Sudah lama tidak bertemu Ava, anakmu sangat persis denganmu." ucap Maria tersenyum.


Ava sedikit terkejut mendengar suara itu.


"Apakah Maria? Sudah lama tidak bertemu." balas Ava dengan senyuman.


Gin memperhatikan, meski keduanya tersenyum, tapi itu sepertinya menyembunyikan jejak persaingan antara kedua matanya. Itu seolah seperti baut listrik saling bertautan menyerang antara mata keduanya.


Adelyn menggelengkan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya pada sosok gadis.


Ana.


Kedua mata mereka saling bertemu dan entah apakah karena hubungan darah ibu dan anak, tapi mereka tampaknya memiliki pemahaman yang sama.


Kali ini adalah kepulangan kembali yang bermakna bagi Gin. Dan saat itu mereka sangat antusias untuk bercengkrama.

__ADS_1


Tapi sayangnya, tidak ada yang tahu bahwa bahaya tengah mendatangi mereka pada hari besok.


__ADS_2