
Setelah Shihai Haki dirilis. Segera itu menundukkan Johnson ke tanah hingga tidak berdaya. Gin yang dirasuki dengan acuh tak acuh mengontrol Haki untuk merobek-robek tubuh Johnson.
Dengan domain yang ada, Shihai Haki mampu mengontrol Haki di sekitar wilayah bidang kekuasaannya. Dengan cara ini, Gin menggunakan Haki untuk menekan Johnson hingga pria itu lemas.
Namun usaha itu cukup sulit dilakukan, karena tubuh alami milik Johnson sangat tebal dan juga telah dilapisi oleh Chōetsu Haki.
Meski Johnson menderita beban spiritual karena adanya tekanan Haki, tapi ia masih mampu bertahan dengan tekad kemauannya.
Engah~
Johnson memuntahkan seteguk darah dan menatap Gin dengan benci. Namun pandangannya juga dipenuhi dengan keterkejutan.
Johnson tidak menyangka bahwa bocah enam tahun bisa membangkitkan Shihai Haki. Meski ia tahu bahwa bocah itu tengah mengalami Bedevilment, dan tubuhnya bergerak sendiri sesuai naluri, tapi itu masih menekankan bahwa Shihai Haki-Nya telah terbangkit.
Ia tidak bisa membantu tapi terkejut setengah mati!
Itu tentu demikian karena sungguh tidak bisa terpikirkan bahkan mungkin menjadi keajaiban, seorang bocah enam tahun memiliki Shihai Haki.
Jika berita ini keluar. Mungkin dunia akan bergetar karena terkejut!
Jangankan dia, bahkan mungkin para 'Kaisar' yang memiliki kekuatan tiada tara, akan memperhatikan bocah ini dengan seksama dan serius.
Memikirkan ini semakin membuat Johnson menyadari bahwa bakat milik Gin terlalu ajaib bahkan bisa dikatakan diluar kata-kata.
Mungkin jika Gin bertahan 15–20 tahun kemudian. Ia sudah menjadi ahli tingkat Kaisar yang namanya akan membawa angin dan ombak.
Johnson sadar akan hal itu dan semakin bertekad untuk tidak membiarkan Gin tumbuh dewasa.
Ini bukan lagi dendam antara dia dan Seiryu, tapi demi menghindari masalah yang akan datang di masa depan.
Johnson yakin bahwa dengan tempramen Gin, dia pasti di masa depan akan membalas dendam dan akan membuat dirinya menderita. Oleh sebab itu, lebih baik mencabut rumput sebelum menjadi hama. Ia harus membunuh Gin atau ia tidak bisa tidur nyenyak di masa depan.
Namun meski sudah berusaha sekeras mungkin. Ia sulit terbebas dari tekanan Shihai Haki. Dan itu membuat murid-muridnya putus asa.
Saat itu, Gin yang berjalan perlahan ke arah Johnson dengan ditangan kanannya meremas Pedang Jaakuna, hendak menebas Johnson untuk mengakhiri kehidupan pria itu.
Gin telah menyiksa Johnson dengan Shihai Haki pada jiwanya. Pada awalnya karena Gin tidak bisa merobek tubuh Johnson, ia memilih kesadaran jiwa Johnson untuk disakiti. Ia berhasil dan dengan kejam mulai menyiksa jiwa Johnson dengan Haki secara ganas.
Sebenarnya mengontrol Shihai Haki untuk menyerang jiwa sangat sulit dilakukan, dan hanya ahli yang telah mendalami itu yang bisa melakukannya. Berhubung tubuh Gin yang dikontrol oleh sosok eksistensi luar biasa itu, ia bisa melakukannya dengan mudah karena sosok itu sudah sangat ahli.
Kemudian, saat Pedang Jaakuna tinggal beberapa senti di leher Johnson. Sesuatu terjadi!
BOOM!
__ADS_1
Sebuah pisau terbang menyelinap secara licik di belakang punggung Gin. Jika ia tidak menolaknya dengan tangkisan, mungkin kepala Gin sudah melayang. Namun, meski sudah ditangkis, Gin tidak sadar bahwa pisau terbang itu tiba-tiba meledak.
River yang menyerang!
Pisau itu kemudian memuntahkan asap hijau yang membuat pakaian Gin yang terkena perlahan terkorosi. Untung saja Gin memiliki energi jahat yang mengelilingi-Nya yang melindungi dari asap hijau.
Meski kulitnya terkena, tapi itu seperti tidak berefek sama sekali seolah tubuh Gin telah kebal. Saat ini tubuh Gin seperti kebal terhadap segala jenis racun!
Gin marah karena di serang secara diam-diam dan mengibaskan tangannya untuk membuat asap hijau menghilang.
Setelah asap buyar, Johnson yang terduduk di depannya sebelumnya telah hilang. Johnson sepertinya telah dibawa kabur menghindari krisis yang berbahaya.
Wajah Gin yang tajam jelek dan berubah menjadi bringas karena targetnya hilang. Namun meski begitu ia mendengus dan masih bisa mencium bau aroma dimana Johnson di bawa kabur.
Dengan ini ia mulai mengejar Johnson dengan kecepatan liar dengan hati yang diliputi api kemarahan.
Clause yang menonton adegan ini tidak bisa menghela nafas. Sebenarnya ia ingin melihat kondisi Gin, tapi ia tahu bahwa Bedevilment tidak bisa dipatahkan tanpa tekad jiwa sendiri, atau itu harus dilampiaskan dengan tindakan brutal agar cepat tenang.
Namun yang membuat Clause khawatir adalah bagaimana efek negatif itu nantinya?
Clause tidak seperti Johnson yang negatif pada kondisi Gin saat ini. Clause setidaknya yakin 20% bahwa tuan mudanya akan tetap baik-baik saja setelah mengalami Bedevilment. Lagipula kasus yang dialami tuan mudanya cukup unik, itu tidak dirasuki roh jahat atau penyimpanan Mana yang mengakibatkan Bedevilment. Akan tetapi itu dirasuki oleh pihak ekstensi khusus.
Apa itu yang merasuki tuan mudanya? Clause tidak tahu — tapi yang pasti ekstensi itu memiliki level tinggi karena mode kerasukan tuan mudanya tampak memiliki pikiran dan bisa berkomunikasi.
–––––––––––––––––––––––––––
Di suatu tempat di pinggir Kubah Emas Surgawi.
Seorang wanita berambut perak tengah melakukan segel tangan sambil bergumam terlihat mencoba menguraikan Segel Formasi. Wanita itu membuat formasi pemecahan dengan sihirnya dimana Sihir Cahaya membentuk sebuah lingkaran pola rumit yang membaca setiap kunci segel.
Dahinya berkeringat dan dia tampak kesulitan dalam mencoba memecahkannya.
"Segal Kubah Emas Surgawi ini adalah rancangan terbaru dengan variasi yang tidak aku ketahui. Aku butuh beberapa jam lagi untuk menyelesaikannya." ucap Ava dengan nafas terengah-engah.
Kuro, Maria, dan Adelyn menjaganya dari samping memastikan tidak ada bahaya yang mengganggu Ava.
Kuro yang melihat matanya kejauhan berbicara, "Aku akan mencari Gin. Entah kenapa Shihai Haki sebelumnya tampaknya adalah milik Gin."
Maria dari samping terkejut, "Milik Gin! Bagaimana kamu bisa berasumsi itu?" Ia menggeleng kepalanya seolah mustahil dan berkata, "Bocah enam tahun membangkitkan Shihai Haki, itu tidak pernah terjadi."
Adelyn dari samping juga mengangguk.
Kuro tidak membantah tapi masih berbicara. "Entahlah, ini hanya intuisiku saja. Aku akan membawa Gin dan orang lainnya kemari, semakin cepat semakin baik."
__ADS_1
Maria dan Adelyn mengangguk.
Situasi kali ini terlalu berbahaya. Dengan persiapan matang dari musuh, mereka harus segera kabur untuk hidup. Lagipula kumpulan kekuatan yang didalamnya ada salah satu Sage Pedang itu terlalu berlebihan bagi mereka untuk melawan.
Di tambah lagi, orang lainnya juga tidak begitu lemah dalam hal kekuatan. Mempertimbangkan ini semua, lari adalah keputusan yang harus diambil.
Setelah Kuro pergi, Maria dan Adelyn tetap di tempat untuk menjaga Ava dalam menguraikan segel. Jika konsentrasi di ganggu, mungkin itu akan berakibat fatal dengan Ava mengulanginya kembali. Dan itu akan menjadi kerugian karena waktu yang dibutuhkan mendesak.
Berpindah di sisi lain.
Kuro dengan Voidwalk menghentikan langkahnya karena melihat dua sosok di kejauhan.
Dengan presepsi jarak jauh dari Tōmei Haki. Kuro bisa tahu bahwa kedua orang itu River dan Johnson.
Namun tidak seperti yang dia harapkan. Johnson tampaknya memiliki kondisi buruk dimana tubuhnya tampak lemah. Ia dibawa menggunakan Sihir Hijau River yang mengangkut pria besar itu terbang.
Saat jaraknya cukup dekat.
River berhenti karena menyadari ada seseorang di depannya. Ia tampaknya jengkel namun masih terkikik.
"Kekeke, Seiryu... Ya~"
River tampaknya juga memiliki pakaian acak-acakan dengan nafas tidak beraturan. Meski kondisinya tidak seburuk Johnson, tapi ia masih terlihat kelelahan.
Namun saat Kuro hendak berbicara, ia merasakan dari kejauhan ada sosok lain yang bergerak cepat ke arah sini.
Selain itu Kuro juga bisa merasakan aura menindas dari Shihai Haki yang dilancarkan sosok itu dengan sombong.
Mata menatap sosok itu dan Kuro tidak bisa membantu tapi terkejut.
Meski Gin tampaknya berubah, tapi Kuro masih mengenali anaknya.
"Shiro!"
Tubuh Gin saat ini tinggi menjulang 1.5 meter, meski masih terbilang pendek, tapi itu peningkatan luar biasa mengingat tingginya sebelumnya lebih rendah.
Kuro bisa melihat wajah Gin yang brutal seperti haus darah seperti sosok iblis.
Di situasi saat ini, River menelan ludah.
Ini sangat berbahaya baginya karena di depan bahaya di belakang juga berbahaya!
Ia hanya bisa menangisi dirinya sendiri mengapa situasi menghimpit dirinya. Seolah Plot cerita ingin segera melenyapkannya.
__ADS_1