Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Spesial Bab Hari Ibu


__ADS_3

Bab ini bisa kalian skip sesuka hati kalian. Tapi aku menyarankan untuk membaca karena cukup asik untuk diikuti! ᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗ


Ini tidak akan mengikuti alur utama!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Selamat Hari Ibu."


Gin memberikan Ava sebuah pelukan dan memberikan sebuket bunga melati yang harum.


Ava sedikit memiliki air mata di sudut dan tersenyum bahagia. Wajahnya yang cantik memiliki rona cerah dan menunjukkan bahwa kebahagiaan yang ia terima menggugah hatinya.


"Terima kasih Shiro."


Gin juga tersenyum bahagia saat ini. Dikehidupan sebelumnya ia sama sekali tidak pernah merayakan hari ibu. Yah, itu tentu karena dia sudah yatim piatu sejak kecil.


"Semoga dengan menyambut hari ini, Ibu tidak akan marah-marah lagi." kata Gin dengan senyum indah.


Ava juga tersenyum, namun senyum itu tampak sedikit aneh bagi Gin, "Oh, kapan ibu pernah marah?"


"A-ah itu...?" Gin sepertinya salah saat berbicara dan merasa tergagap.


"Ahahaha, pokoknya semoga ibu tetap menjadi ibu Ginshiro yang cantik dan anggun selamanya." puji Gin.


Ava yang mendengar itu tersenyum dan memeluk Gin dengan erat lagi. Gin merasa lega bahwa ia tidak salah mengambil langkah, jika tidak, ia akan menjalani hukuman berlatih sihir kelas berat oleh ibunya.


Kuro yang dari samping juga tersenyum melihat istri dan anaknya saat ini. Ia mengangguk dan juga tidak bisa meneteskan air mata haru.


Setelah itu, Gin melihat ke arah ayahnya dan berbicara, "Ayah, apakah kamu tidak akan mengucapkan sesuatu pada ibu?"


Kuro yang meski bertindak keren saat menangis, hanya ditatap oleh Gin seolah orang ini idiot. Kuro hanya tertawa sambil menggaruk kepalanya dan menghampiri Ava.


"Sayang selamat ..." Kuro memberikan pelukan dan sebuah kado hadiah yang dibuat dengan rapi.


"Sayang apa ini?" Ava memegang kado itu tidak bisa berhenti.


Kuro terkekeh dan berbicara, "Itu rahasia, kamu bisa membukanya nanti."


"Kenapa?"


Kuro tidak menjawab dan hanya sibuk dengan dirinya sendiri memasang sikap idiot. Gin entah kenapa seperti bisa melihat ayahnya ada tanda hati yang mengelilingi ayahnya


Karena Kuro tidak menjawab, dan Ava juga sudah sangat penasaran, ia kemudian membukanya.


Kuro yang melihat itu kaget.


"Ah! Sayang! Jangan!"


Namun itu sudah terlambat.

__ADS_1


Saat kado itu terbuka, itu menunjukkan sebuah pakaian tipis yang bentuknya agak aneh.


Kuro (〇o〇;)


Ava :;(∩´﹏`∩);:


Gin (눈‸눈)


Saat melihat pakaian itu, Gin tidak bisa menampar wajahnya sendiri seolah melihat hal yang membuatnya agak malu.


'Pasangan ini benar-benar! Urgh!' dalam hati Gin mendesah.


Benda yang keluar adalah pakaian wanita yang tipis dan agak terlalu seksual, dan itu terlihat transparan. Hmm, itu sejenis pakaian tidur.


'Ayahku benar-benar bajingan! Bagaimana ia memakaikan pakaian itu pada ibu? Urgh! Berpura-puralah tidak tahu Gin!'


"Ah! Pakaian apa itu?" Gin bertanya dengan wajah polos dengan mata bersinar.


Ava bingung harus menjawab apa pada Gin dan menyalahkan Kuro karena memberikan hadiah hal-hal yang aneh.


"Ahaha, ini hanya kain pel Shiro." Ava menginjak pakaian itu dan seolah-olah menggeseknya dengan lantai marmer.


Kuro ಥ‿ಥ


Gin Σ(゜゜)


Namun ia mengabaikan dan berpura-pura pergi karena tidak mau melihat ayah dan ibunya canggu lagi.


"Ah, kalau begitu aku akan pergi, dadah~" Gin dengan cepat melarikan diri dengan cepat, sepertinya ia bahkan menggunakan Blink Step agar cepat pergi.


...


Di sisi lain.


Gin menghampiri sepasang Ibu dan anak. Itu Ana dan Adelyn.


Gin melihat mereka dari jauh tidak bisa bersembunyi di balik dinding.


"Mm, apakah mereka membuat percakapan?" Sebuah suara tiba-tiba datang dari sisi kanan telinga Gin.


Gin ((((;゚Д゚))))


Gin tidak bisa berhenti kaget dan berbalik untuk melihat Maria di belakangnya.


Maria hanya tersenyum menggoda tapi masih menatap Adelyn di kejauhan.


"Lihat mereka berdua. Itu sepasang ibu dan anak yang aneh?"


Meski Gin tidak bisa berhenti berkeringat dingin karena ada sebuah dua bola menempel di punggungnya, ia masih melihat kejauhan dengan menelan ludah.

__ADS_1


Setelah itu Gin memperhatikan Adelyn dan Ana cukup lama, dan saat itu Gin tidak bisa berhenti bertanya-tanya.


"Bagaimana mereka bisa mengerti satu sama lain."


Adelyn dan Ana terlihat hanya saling menatap dan menganggukkan kepala. Kemudian memeluk dan melepas. Gin tidak bisa menggaruk kepalanya, bagaimana dua wanita kuudere itu berkomunikasi?


...


Di sisi lain, saat ini Marsha hanya berdiri diam sambil membawa sebuket bunga.


"Huhu, aku tidak punya ibu!"


Gin yang melihat tidak bisa mendesah dan agak kasihan. Namun kemudian dia bisa merasakan sebuah dua bola menempel di punggungnya lagi.


Uh?


Maria melihat ke arah Marsha dan bertanya dengan Gin bersembunyi di balik tembok.


"Nah, bagaimana dengan Marsha? Apakah ada hal menarik padanya Shiro?"


Gin seperti menyanyikan lagu kebangsaan untuk menahan diri. Ia melihat Marsha dan menjawab, "Yah, dia tidak bisa menyambut hari ibu."


"Mengapa?"


"Karena dia tidak memiliki ibu!"


Maria mengangguk, dan tahu mengapa Marsha terlihat sedih di kejauhan. Namun seperti mengingat sesuatu, Maria tersenyum saat melihat Marsha dan hatinya seperti tersentuh.


Ia menghampiri Marsha dan memeluk gadis itu.


"Uh!?" Marsha tampak kaget karena tiba-tiba dipeluk, tapi ia masih membalasnya.


Maria mengelus lembut rambut Marsha dan berkata, "Mulai hari ini aku akan menjadi ibumu, Marsha ..."


Marsha yang mendengar itu menangis lagi dengan keras.


"Ibu!!"


Gin yang melihat itu tersenyum.


'Yah semuanya bahagia!'


Melihat ke arah langit, ia berbicara.


"Selamat merayakan Hari Ibu!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[A/N : Maaf jika jelek karena aku cukup malas mengeditnya dan hanya satu langkah menulis! ]

__ADS_1


__ADS_2