Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 57 - Gin Bangun


__ADS_3

Dengan sihir yang begitu kuat menimpa beastnya, Wolfgang hanya bisa terus bertahan sambil menggertakkan giginya menahan serangan balasan Kiryuu.


Tidak perlu waktu lama, setelah seluruh beast musnah, Wolfgang juga dipukul pingsan oleh Kiryuu.


Kiryuu tidak melanjutkan serangan pada Wolfgang ketika pria itu pingsan, lagipula dia tidak memiliki dendam terlalu dalam dengan Wolfgang dan membiarkan itu berlalu. Ditambah lagi, identitas Sekaibusho Wolfgang masih menjadi pertahanan terbaik pria itu, Kiryuu tidak mau memancing permusuhan dari Keluarga G karena membunuhnya.


Meski Kiryuu juga memiliki identitas sebagai putra dari Kaisar Angin, tapi dia tidak mau perselisihan ini semakin besar karena ulahnya. Dia tidak mau Keluarga G menambahkan kebencian lebih dalam pada dirinya.


Ia sebenarnya tidak takut akan pembalasan Keluarga G pada dirinya, tapi dia takut jika Keluarga G mengincar orang-orang Shinto lain yang tidak bersalah sebagai gantinya.


Konsekuensinya terlalu besar, dan dia tidak mau orang-orang yang tidak bersalah mati hanya karena ulahnya.


Kiryuu sangat memikirkan itu dan memiliki tanggung jawab pada Klan Shinto, ia sangat bijaksana dan hati-hati dalam bertindak, lagipula dia masihlah putra dari Kaisar Angin sekaligus anak dari Pemimpin Klan Shinto.


Sesama klannya, dia menganggapnya seperti keluarganya sendiri juga.


Sambil mengatur nafasnya karena lelah setelah bertarung, dia menyarungkan pedangnya dan mengangkat kepalanya.


Kiryuu melihat orang yang membantunya sebelumnya, itu Hinokami.


Jika dia tidak di bantu sebelumnya, mungkin kondisinya tidak akan seperti ini. Meski dia cukup kesal karena pertarungannya di ganggu, dia juga tidak membantah karena kesulitan menghadapi Wolfgang sebelumnya.


"Terima kasih." Sambil mengucapkan kata-kata itu, Kiryuu membungkuk dengan posisi 90 derajat pada Hinokami.


Entah apakah Hinokami mendengarnya atau tidak, Kiryuu tidak peduli, karena ini adalah adat Klan Shinto ketika seseorang merasa terbantu setelah ditolong.


"..."


Setelah itu, Kiryuu mencoba memeriksa tubuh Wolfgang mencari sesuatu. Dia kemudian menemukan Pon Pon, dia membukanya dan menemukan sebuah nomor seseorang yang menarik perhatiannya.


"Hehe, aku punya ide yang bagus." guman Kiryuu dengan senyum berseri-seri.


Dia kemudian menelpon nomor itu.


Ting ~


Respon Pon Pon sungguh cepat. Namun saat mendengar suara orang itu di telinga, Kiryuu terdiam sejenak karena orang itu memotong saat ia hendak berbicara, jadi dia hanya bisa diam sebentar menunggu orang itu selesai.


"Kubah Emas telah pecah, kamu sudah tidak perlu menjaganya ... Bisakah kamu datang kesini? Ada iblis yang sangat merepotkan." Suara Newyear tampak suram.


Kiryuu terdiam, setelah mendengar itu, ia tidak bisa tertawa.


"Apakah ini Newyear? Ha ha, maafkan aku karena lancang mengambil Pon Pon Wolfgang, pria itu hanya kelelahan karena habis bertarung sebelumnya ... Tapi ... Apa yang kamu maksud dengan iblis?" tanya Kiryuu agak penasaran.

__ADS_1


Suara Newyear tampak terkejut saat dia membalas, "... Kamu! ... Kiryuu!"


Setelah itu, adegan terjadi seperti sebelumnya.


...


"Hinokami!"


Mendengar ucapan dari Kiryuu, Newyear tidak bisa membantu melainkan terkejut.


Tidak masalah siapa anggota dari Amatsukami yang datang kesini, apapun hasilnya jelas dia tidak bisa meremehkannya, lagipula Hinokami merupakan ahli level Kaisar.


Namun yang menjadi pertanyaan bagi Newyear, untuk apa Hinokami datang kesini? Apakah itu hanya sebuah kebetulan atau sebuah kesengajaan?


Pada akhirnya, situasi kali ini benar-benar tambah rumit.


"Baiklah aku sebentar lagi akan—" Sebelum Kiryuu menyelesaikan ucapannya, dia mendengar sebuah ledakan dari sisi kiri bagian Kubah Emas di kejauhan.


"Apa yang terjadi?"


Kiryuu melihat Kubah Emas yang bergetar di kejauhan, tampaknya ada pertarungan yang terjadi di daerah sana. Mungkin kakaknya ada di sana? Pikirnya begitu.


Namun saat Kiryuu masih dalam pikiran kontemplasinya sendiri, sesosok wanita turun dari Skyship mendarat di sampingnya.


"Kita harus cepat membawa pergi Seiryu! Ada bala bantuan dari Force yang datang ke arah pulau ini dengan 100 Skyship yang membawa banyak orang! Dari unit intelejen, tampaknya itu adalah batalyon yang dipimpin oleh Marsekal sendiri!" kata Chika dengan tergesa-gesa.


Mendengar itu Kiryuu tidak bisa terkejut. Bagaimana tidak, satu batalyon tentara Force setidaknya terdiri dari 2.000 orang yang dipimpin oleh Letnan Kolonel, dan setidaknya kekuatannya tingkat SSS-rank.


Namun yang menjadi permasalahan bukan itu, akan tetapi datangnya Marsekal yang membuat Kiryuu sangat gugup.


Setidaknya Marsekal dari Force memiliki tingkat level Kaisar!


Itu bukan kekuatan yang bisa dihentikan di tengah jalan.


"Siapa Marsekal yang memimpin?" tanya Kiryuu.


Chika mendesah pelan sambil melihat kejauhan.


"Douglas MaxArthur ..."


...


Di sisi bagian lain.

__ADS_1


Sebuah ledakan timbul saat Kishin mengeluarkan Shihai Haki-nya dengan kekuatan penuh. Iblis itu meraung marah karena jiwanya saat ini terluka akibat ulah dari Ava.


Tidak!


Bukan hanya jiwa Kishin yang terluka, melainkan jiwanya telah dipecah dua oleh Ava dengan teknik rantai sebelumnya.


Teknik Sacred Adamantine Chain milik Ava bukan hanya memiliki energi murni biasa, tapi juga merupakan teknik yang mampu mengikat jiwa seseorang. Ava telah berhasil mengembangkan teknik itu dan mampu membuat jiwa seseorang ditarik olehnya, menghancurkan jiwa itu secara perlahan-lahan.


Biasanya ia akan langsung mampu membunuh lawannya dengan sekejap jika jiwa musuhnya sudah dia kekang dan ditarik keluar. Bahkan ahli tingkat Kaisar harus berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari rantai Ava.


Karena itu sangat fatal akibatnya!


Namun jiwa Kishin terlalu kuat, perlawanan yang diberikan pada Ava sangat berat membuat wanita itu hampir tidak sanggup. Jika Ava tidak memiliki tekad mengorbankan nyawanya, mungkin ia akan kalah saat ini.


Jiwa Kishin yang berhasil ditarik Ava hanya setengahnya, karena Ava sudah berada di ujung tanduk dan hanya bisa sejauh itu, namun itu sudah luar biasa karena yang dilawan Ava adalah sosok Dewa.


Saat masuk ke dalam perut Ava, jiwa Kishin yang setengah masih melakukan perlawanan di ruang batin Ava. Wanita itu harus bersusah payah mengendalikan sebuah teknik itu membuat segel pengekangan pada jiwa itu.


Dengan wajah pucat, Ava memuntahkan seteguk darah lagi membuat tubuhnya semakin layu.


Namun dia masih menyempatkan untuk tersenyum karena dia bisa melihat bahwa tubuh Kishin di depannya mulai menghilang secara perlahan.


Aura darah itu menguap ke langit seperti di telan oleh atmosfer udara. Dalam prosesnya, tubuh Gin yang ditelan Kishin telah terlihat dari balik perut Kishin yang transparan.


"Aku ingat ini manusia! Kamu seorang wanita berdarah Demigod akan aku hancurkan berkeping-keping! Tunggu saja balasanku! Selain ??? Tidak ada yang—" Sebelum ucapannya selesai, jiwa Kishin telah masuk ke dalam perut Gin.


Sabit besar yang menembus perut Ava dan Kuro juga telah hilang ketiadaan bersama dengan aura darah.


Tubuh Kuro dan Ava jatuh lunglai karena sudah memiliki tenaga lagi. Namun mereka masih sekuat tenaga merangkak ke arah Gin yang terkapar pingsan.


Dengan tertatih-tatih mereka akhirnya mencapai tubuh Gin dan memeluk anaknya itu.


Keluarga itu saling memeluk seolah ingin menyampaikan kehangatan terakhir.


"S-Shiro ~"


Saat itu Ava tiba-tiba menyadari bahwa kelompok mata Gin berkedut yang itu menandakan bahwa Gin telah sadar.


Dengan perlahan Gin membuka matanya.


Pandangannya menatap wajah ayah dan ibunya yang tersenyum ke arahnya. Gin juga ingin balas tersenyum saat itu, tapi dia tiba-tiba menyadari sesuatu.


"...Kalian!?"

__ADS_1


__ADS_2