
(The Most Ancient Evil \= Dewa Jahat)
Gin tidak bisa membelakkan matanya karena melihat wujud Maria di depannya.
"Hei, bisakah kamu tidak melakukan itu." cetus Gin yang kesal.
Dewa Jahat hanya terkikik menggoda saat Gin melihat dirinya. Akan tetapi tampaknya dia benar-benar tidak menghentikan sikap nakalnya.
Dengan pakaian setengah terbuka, Dewa Jahat tampak seperti sosok succubus yang menggairahkan. Gin tidak bisa menatap dua gunung menjulang bangga itu dengan tatapan kagum, dia tidak bisa bertanya-tanya apakah itu tidak memberatkan bahunya.
Gin tidak bisa menelan ludah, bagi pria lajang seperti dirinya yang hampir 40 tahun masih perawan, ini benar-benar serangan mematikan.
Bau harum khas Maria memenuhi ruangan dan itu membuat Gin hampir mabuk. Jika di depannya bukan sosok Dewa Jahat yang tidak tahu wujud aslinya, dia akan menerkam seperti singa yang lapar.
Dewa Jahat menyilangkan kaki mulusnya, menampakkan paha putih yang lembut, ia menatap Gin dengan tatapan teduh.
"Aia ... Kamu benar-benar pria yang menyedihkan." ucap Dewa Jahat sambil menyangga dagu.
"Aku tidak membantah itu." Gin menjawab spontan terlihat pasrah.
"Hahaha! Bagus kalau kamu lebih jujur." Tawa manis cekikikan Dewa Jahat bahkan membuat Gin memerah.
Gin hanya memalingkan mukanya menyembunyikan wajah malunya, setelah beberapa saat dia memberanikan diri untuk bertanya, "Uhuk, pertama-tama aku mengucapkan terima kasih karena telah memberikan kesempatan kedua untukku hidup di dunia lain."
Dewa Jahat lirih tersenyum, "Itu bukan apa-apa, aku hanya merasa kasihan pada jiwa malangmu yang tidak pernah merasakan pencapaian walau telah bereinkarnasi berkali-kali."
Mendengar itu Gin terkejut, "Berkali-kali!?"
"Ya, jiwamu telah bereinkarnasi melewati jalur samsara berkali-kali. Tapi itu memang kasus normal, setiap jiwa seseorang pastinya akan melewati jalur samsara untuk diciptakan kembali ke kehidupan baru." jelasnya.
Mendengar itu Gin tidak bisa membelakkan matanya. Meski yang diucapkan Dewa Jahat tampak sepele, tapi itu merupakan rahasia alam semesta yang hampir setiap orang tidak tahu.
Samsara β Setiap jiwa pasti akan melewati ini setelah kematian dan akan terlahir kembali dengan jiwa yang baru lahir. Setiap ingatan di kehidupan sebelumnya pasti akan dibersihkan dan menjadi jiwa yang baru.
"Jadi, apakah kamu memberikan aku kesempatan kedua untuk hidup tanpa menghilangkan ingatanku hanya karena jiwaku terlihat menyedihkan?"
"Itu benar." jawab Dewa Jahat dengan anggukan.
"..."
__ADS_1
Entah kenapa Gin terlihat sedih.
"Hei, tidakkah aku memiliki sesuatu yang spesial yang membuatmu tertarik dengan memberikanku kesempatan hidup kembali?" tanya Gin seperti memastikan.
"Hmm, sesuatu spesial dari kamu ya... Tidak ada sepertinya. Jiwa yang telah bereinkarnasi 1995 kali, setiap kehidupan tampaknya tidak pernah mendapatkan pencapaian yang luar biasa." katanya sambil mengingat-ingat.
"1995 kali!? Apakah itu banyak?"
"Yah, itu kasus yang cukup banyak untuk jiwa normal seperti mu. Palingan kamu bisa bereinkarnasi 5 kali lagi, setelah itu jiwamu akan lenyap."
"..."
Gin yang mendengar itu tampak memiliki ekspresi serius.
"Yah, abaikan itu, lagipula setelah aku mati jiwaku akan terlahir kembali kan? Dan itu bukan aku yang saat ini, pada dasarnya itu sudah menjadi orang yang berbeda." ucap Gin membosankan.
"Hoo~ Kamu benar juga, aku setuju dengan pemikiran itu."
Jeda singkat Gin bertanya," Apakah aku boleh menanyakan sesuatu?"
"Selama itu mau aku jawab maka aku akan menjawabnya." kata Dewa Jahat.
"Hei! Apakah kamu masih tidak percaya bahwa aku tidak memiliki niat tersembunyi, ah baiklah kalau begitu terserah kamu percaya atau tidak. Ngomong-ngomong aku terima rasa terima kasihmu." seru Dewa Jahat agak kesal.
Gin mengabaikan Dewa Jahat yang kesal dan berkata, "Ini tentang keluargaku saat ini. Aku ingin bertanya siapa identitas sebenarnya dari ayah dan ibuku? Kenapa saat ini mereka diincar oleh orang-orang yang sangat kuat!?"
Mendengarkan Gin menanyakan itu, membuat Dewa Jahat dengan sosok Maria tersenyum misterius. Dia terkikik manis sebelum menjawab, "Yah, kurasa ini tidak akan menjadi rahasia lagi, lagipula cepat atau lambat kamu juga akan segera mengetahuinya." Jeda singkat Dewa Jahat melanjutkan, "Pertama adalah ibumu Ava, dia adalah wanita spesial karena sejak kelahirannya sudah memiliki keistimewaan yang mungkin seluruh orang di dunia ini akan iri karena memilikinya, dan apa hal itu cari tahu sendiri. Identitas sejati ibumu adalah seorang 'Saints Maiden' atau 'Gadis Suci' dari Keluarga G, aku tidak akan memberitahumu labih jauh dan pada intinya ibumu adalah sosok yang sangat penting bagi dunia."
'Saints Maiden, Gadis Suci ... Gin menanamkan kata ini dalam benaknya.'
"Lalu seberapa penting ibuku?"
"Sangat penting bagi Keluarga G, karena ibumu di butuhkan untuk memanggil para pahlawan."
"..."
'Pahlawan!?'
'Apakah ini seperti novel klise dimana penyihir dari kerajaan akan memanggil pahlawan dari dunia lain untuk mengalahkan Raja Iblis?'
__ADS_1
'Ini terdengar sulit dipercaya!'
Dewa Jahat tahu apa yang ada di dalam pikiran Gin dan berkata, "Itu benar, sangat tidak logis dimana dunia yang hampir di penuhi orang-orang kuat membutuhkan pahlawan yang mencampuri dunia ini. Akan tetapi fakta menunjukkan bahwa pahlawan benar-benar diperlukan untuk menyeimbangkan kekuatan di dunia kamu."
Mendengar itu, Gin tampak bingung dan bertanya, "Apakah pahlawan benar-benar diperlukan?"
Dewa Jahat hanya tersenyum sinis ke atap, tapi entah kenapa Gin bisa merasakan rasa cemoohan dan ketidakpedulian dalam mata kusam Dewa Jahat.
"Ketika Manusia sudah haus akan kekuasaan, sesama ras-nya mereka tidak akan peduli." kata-kata itu hanyalah gumaman dari Dewa Jahat, tapi Gin bisa mendengarnya.
Gin menelaah perkataan itu dalam hatinya. Meski dia kadang idiot tapi dia tidaklah bodoh. Jika ada suatu hal yang membuat pikiran sosok dewa di depannya penuh konteplasi, itu pasti bukan hal sepele.
Lagipula pasti kebijaksanaan seorang dewa sangat jauh ketimbang manusia fana.
"Baiklah aku lanjutkan lagi, mengenai pemanggilan pahlawan atau hal-hal yang mengenai iblis, kamu bisa mencari sendiri." ucap Dewa Jahat.
Sebenarnya Gin ingin bertanya lebih lanjut tentang hal itu dan mengorek informasi yang mungkin akan bermanfaat bagi dirinya di masa depan. Tapi karena Dewa Jahat menolak berbicara, apa boleh buat.
"Selanjutnya adalah ayahmu, nama sebenarnya dari ayahmu adalah Seiryu Nobunaga. Apakah kamu sudah mendengarnya?"
Seiryu Nobunaga.
Sebenarnya Gin sudah seringkali mendengar orang-orang baik musuh atau Adelyn dan Maria memanggil ayahnya Seiryu. Ia sangat ingin bertanya perihal itu namun tidak sempat karena situasi terlalu kacau.
Saat ini, karena dia ada kesempatan bertanya dengan Dewa Jahat yang seperti tahu banyak hal, menjadi hal bagus untuk mencari informasi tentang rahasia ayahnya.
"Aku pernah mendengar ayahku dipanggil Seiryu sebelumnya, tapi nama 'Nobunaga' apakah itu marga keluarga?"
"Itu benar, Nobunaga adalah marga keluarga yang dimiliki garis darah pemimpin bangsawan resmi Klan Shinto sejak 700 tahun yang lalu. Ayahmu adalah anak dari pemimpin Klan Shinto saat ini yang bernama Futen Nobunaga."
Mata Gin membelak saat mendengar informasi itu. Dia tidak bisa berhenti berpikir karena kedua orang tuanya tampak memiliki identitas yang luar biasa.
'Futen Nobunaga ... Itu nama kakekku ya.'
Menghiraukan Gin, Dewa Jahat melanjutkan, "Terlebih lagi, tampaknya Klan Shinto saat ini tengah dalam masa keemasan. Itu karena Futen Nobunaga telah berhasil menjadi salah satu dari delapan kekuatan dunia dan membawa Klan Shinto dalam kebanggaan di Samudera Tanpa Batas. Dengan julukan Kaisar Angin dia menciptakan kekuatan bernama The Rising Sun Empire yang bisa memengaruhi keseimbangan dunia."
"..."
'Ya ampun, mengapa silsilah keluarga ku begitu menakjubkan! Lalu bagaimana kakek dan nenekku dari jalur ibuku? Apakah mereka juga memiliki identitas istimewa?'
__ADS_1
Memikirkan ini membuat Gin merinding penasaran?