
Kuro dengan cepat bergegas ke arah dimana Ava berada. Saat dia dalam jarak tertentu. Ia bisa melihat pertarungan yang terjadi.
Kuro mengenal pria yang dihadapi Maria, Ava, dan Adelyn. Sebagai anggota Keluarga G, nama Newyear tidak asing lagi di telinganya.
Menggunakan Voidwalk untuk berlari di udara. Kuro tanpa sepatah kata langsung mengacungkan pedangnya menyerang Newyear dengan serangan menyelinap.
Newyear yang merasakan dari Tomei Haki dengan cepat waspada dan membuat pengawasannya lebih ketat.
Dia dengan cepat membentuk pertahanan dari pasir besi yang dilapisi Haki untuk menahan serangan.
BANG!
Dengan antisipasi yang baik, ia bisa bertahan dari serangan menyelinap Kuro. Saat itu Newyear bisa melihat orang yang menyerangnya.
"Seiryu ..." Newyear nampak geram dan memiliki ekspresi kebencian setelah melihat Kuro.
Newyear sangat berpikiran cepat. Jika Kuro berada di sini, itu sudah dipastikan Blade telah kalah dalam pertempuran sebelumnya. Dan itu benar-benar menggagalkan rencana yang telah disiapkan.
Sampai saat ini ia tidak bisa mendengus.
'Orang tua itu. Bahkan mengalahkan Seiryu ia tidak bisa! Perset4n dengan gelar! Ia hanya pak tua yang sudah berumur!' Newyear tidak bisa geram dalam hati karena memikirkan Blade.
Saat ini, pikiran Newyear tengah berpacu, ia tengah memikirkan untung dan rugi di situasi kali ini. Meski ia yakin dengan kekuatannya sendiri, tapi ia tidak bisa bertarung dengan mereka bersama-sama. Jika ia harus dihadapkan dengan Kuro satu lawan satu, mungkin ia bisa melawannya, tapi jika mereka berempat, ia hanya akan dipukuli dan mendapat kerugian.
Misi kali ini mungkin akan gagal. Tapi Newyear tidak perlu merisaukan hal itu sebab yang harus disalahkan adalah Blade. Jika Keluarga G marah karena membiarkan lepas target, itu hanya karena Blade dikalahkan dan membuat rencana sebelumnya kacau.
Memikirkan itu Newyear tidak bisa terkekeh, "Hnhnhnhn! Karena sudah seperti ini, aku hanya bisa menyerah. Kalian pergilah sebelum segel semakin kuat."
Kuro terkejut melihat Newyear begitu mudah untuk berpisah saat melawan, tapi ia tidak lama memikirkan dan meraih Ava untuk bergegas pergi. Maria dan Adelyn juga tidak lama memikirkan juga ikut pergi.
Setelah mereka berlari jauh. Hanya Newyear yang menatap Ava dikejauhan dengan Kuro dalam pandangan kontemplasi. Melihat adiknya bersama Kuro hanya membuatnya mendesah. Meski ia tidak mau melihat Kuro dengan Ava, tapi itu sudah pilihan yang dibuat Ava sendiri.
__ADS_1
Memikirkan ini Newyear hanya terduduk di tanah sambil menyalakan cerutu. Ia mengeluarkan Pon Pon dari balik sakunya dan menelpon seseorang.
"Hei, pak tua! Bagaimana kamu bisa kalah? Hah!" tanya Newyear dengan nada marah dan jengkel.
Tiba-tiba muncul suara dari Pon Pon.
"Uhuk, uhuk, aku sedikit meremehkan pria itu Seiryu. Aku tidak menyangka bahwa Shihai Haki miliknya telah meningkat dan mampu bersanding denganku." Itu adalah suara Blade yang tampak lemah.
"Peduli setan dengan itu! Misi ini akan gagal jika kamu tidak bisa menahan Seiryu!" geram Newyear sambil menghisap cerutu.
"Tenang saja, aku perlahan telah pulih kembali. Lagipula masih ada “Segel Kubah Emas Surgawi” yang mengurung daerah ini, mereka tidak akan bisa keluar." ucap Blade dari balik Pon Pon sedikit lega.
Tapi itu dibantah oleh Newyear, "Pak tua! Kamu pikir mereka tidak bisa keluar? Ingat, masih ada Ava yang juga memiliki metode pemecahan segel formasi ini. Ia pasti tahu seluk beluk segel ini dan tidak lama bisa memecahnya."
Dari Pon Pon Blade memberi kepastian, "Ava tidak akan bisa memecah secepat itu. Segel ini telah menjadi kreasi terbaru dari Keluarga G dan ia akan kesulitan menguraikannya."
Mendengar itu Newyear menyeringai, "Hnhnhn! Benarkah? Maka itu kabar yang bagus."
Newyear sedikit jengkel dan berbicara, "Apakah kamu pikir aku idiot. Aku tidak mau dipukuli oleh empat orang secara langsung, ditambah masih ada Seiryu yang kekuatannya tidak kalah denganku."
Blade di sisi lain, seperti sedikit tersenyum terkekeh di balik Pon Pon sebelum bicara, "Apakah kamu pikir aku tidak tahu. Kamu telah membangkitkan Shihai Haki sejak lama. Apakah kamu ingin kekuatanmu tidak diketahui oleh keluarga?"
Newyear yang mendengar itu tiba-tiba ekspresinya menajam. Mata memiliki niat membunuh yang besar dan tanpa sengaja ia menggunakan sedikit Shihai Haki yang membuat lingkungan sekeliling sedikit bergetar.
"Pak tua, aku tidak tahu bagaimana kamu bisa mengetahui aku yang memiliki Shihai Haki. Tapi ... Jika kamu berniat menyiarkan ini pada keluarga, aku akan membunuhmu saat ini." Kata-kata ancaman yang dikeluarkan benar-benar mengandung niat membunuh ditingkat ekstrim.
Tapi dari balik Pon Pon Blade hanya tertawa, "Hahaha! Kamu tenang saja, aku tidak tahu alasan mengapa kamu menyembunyikan kekuatanmu itu pada keluarga. Tapi selama itu bermanfaat bagi keluarga, aku tidak akan mengusik itu."
Newyear yang mendengar itu sedikit tenang, "Tolong pegang ucapanmu pak tua."
Blade hanya terkekeh, "Tenang saja. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan yang lain?"
__ADS_1
Newyear membalas dengan bosan, "Wolfgang aku tugaskan di luar kubah untuk nantinya membuka segel dan membiarkannya menjaga para Beast sebagai bahan mempertahankan kubah, lagipula dia seorang “Tamer” yang handal.
River dan Johnson menderita luka. Mereka sepertinya masih dalam pemulihan. Bajingan Ethan tidak tahu kemana, dia tidak membalas Pon Pon saat ini. Dan untuk Rihana ... Sepertinya dia mendapat kabar yang mengejutkan."
Blade dari balik Pon Pon penasaran, "Apa itu?"
Newyear seperti sedikit kesal saat memikirkan hal itu, tapi ia masih berbicara, "Ini kabar yang sama yang diberikan River terakhir kali, tapi aku masih tidak percaya saat itu. Namun setelah Rihana mengatakannya aku sepertinya harus mempercayainya." Sedikit menghela nafas ia melanjutkan. "Ava sepertinya memiliki seorang anak dari Seiryu."
"...!"
"Jika dipikirkan kembali, itu sepertinya sangat tepat karena saat Ava hilang dari Keluarga, itu sudah 7 tahun yang lalu. Dan menurut Rihana, anak yang dia lihat tampak berumur 6 tahun yang memiliki rupa yang mirip dengan Ava." ucap Newyear.
Blade memiliki mata terkejut dan tidak bisa berkata-kata, tapi kemudian ia menstabilkan emosinya.
"Lalu, apakah anaknya laki-laki atau perempuan?" Entah kenapa Blade tampak tidak mempermasalahkannya dan malah tertarik dengan anak Ava.
Newyear sepertinya tahu perasaan Blade dari nada suaranya dan tidak bisa berhenti cemberut, "Mn, sepertinya itu laki-laki."
Blade tertawa dengan riang dan berkata, "Bagus, bagus sangat bagus! Maka ia mungkin bisa aku latih menjadi Sage Pedang selanjutnya!"
Newyear merasakan rasa pahit saat ini ketika mendengar Blade yang tampaknya sembrono.
"Pak tua! Kamu bisa saja mengajari anak itu. Tapi bagaimana dengan sikap Five Elders? Apakah mereka akan membiarkan garis darah gadis suci menyebar bahkan melahirkan seorang anak? Sudah pasti anak itu akan dibunuh." ucap Newyear.
Blade tampak juga memperhatikan itu dan dia mendesah.
"Kamu benar tentang itu. Tapi ... Jika bocah itu juga menunjukkan bakat yang tidak kalah dengan Ava, atau sebanding dengan calon gadis suci berikutnya. Mungkin keluarga akan mempertimbangkannya kembali."
Newyear diam tapi melihat kejauhan. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
Setelah menghabiskan cerutunya. Ia seperti membulatkan tekadnya saat ini.
__ADS_1
Bunuh anak Ava!