Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 49 - Gin Menjadi Monster


__ADS_3

Demon Gin masih bergerak dengan cara tergesa-gesa, namun pergerakannya masih bisa disusul oleh Blade.


Blade mengayunkan pedangnya yang membawa guntur bersamanya, serangan itu mengenai Demon Gin dan membuatnya terpukul mundur.


Boom!


Sebagai ahli level Kaisar kekuatannya bukan main-main, jika ia serius, ia bisa bertarung berhari-hari dengan memporak-porandakan alam sekitar.


Daya tahan tubuhnya telah mencapai kondisi tak terduga, meski ia telah berumur, tapi kekuatannya saat ini masih dalam masa puncaknya.


Demon Gin tahu ia tidak bisa melawan dan lebih memilih mundur dari awal, tapi siapa yang menduga bahwa Blade sangat bertekad untuk membunuhnya, itu benar-benar kabar buruk untuknya.


Saat itu, Demon Gin yang telah melarikan diri menatap ke suatu tempat.


Disana ia bisa melihat sekelompok orang yang tengah berkumpul, orang-orang itu seolah dipisahkan dua kelompok yang agaknya tampak tidak bersahabat.


Demon Gin juga bisa melihat seseorang yang sebelumnya telah ia lawan. Disana ada Kuro yang telah mengatasi kenaikannya sebagai Grandmaster pedang, ada juga River yang masih tampak pucat seperti biasa.


Saat Demon Gin muncul, segera ia menjadi sorotan banyak orang.


"Shiro!" Kuro berteriak seolah memanggil.


Ava, Maria, dan Adelyn juga tampak terkejut melihat perubahan Gin pada tubuhnya, itu hampir seperti orang yang berbeda karena penampilan rambut hitam Gin benar-benar tidak bisa dihubungkan pada wujud aslinya sebelumnya.


"Apakah itu Shiro?" Ava bertanya, namun ia sudah tahu jawabannya sendiri karena bisa merasakan perasaan halus yang meyakinkan bahwa itu anaknya.


Namun saat Ava ingin berteriak, sebuah serangan pedang tiba-tiba melaju cepat ke arah Demon Gin dengan cepat.


Boom!


Karena fokus Demon Gin teralihkan, dia tidak menyadari bahwa Blade telah menyerang dengan sengit hingga tidak bisa membalas.


"Bangsat!!"


Tubuh Demon Gin jatuh ke tanah dengan luka berdarah di sekujur tubuhnya, kulitnya yang coklat berotot juga tampak lusuh dengan darah yang mengalir, penampilan buruk Demon Gin benar-benar menyedihkan seperti anjing yang dipukuli.


Tanpa memberikan kesempatan Demon Gin menghela nafas, Blade dengan wajah datar bergerak cepat ke arah Gin sambil menebas ke arah Demon Gin, berniat mengambil nyawanya.


Namun.


Ding!

__ADS_1


Kuro tiba di depan Demon Gin dengan gerakan super cepat, pedangnya menepis bilah Blade membuat pria tua itu melebarkan matanya.


"Apakah kamu akan melindungi iblis ini? Menjadi aib bagi manusia untuk melindungi Ras Iblis, menyingkirlah!" Nada suara Blade agak tinggi dan itu membuat lingkungan bergetar karena ia menggunakan Shihai Haki.


Kuro memiliki raut alis tajam saat berhadapan dengan Blade, ia juga menggunakan Shihai Haki.


"Dia bukan iblis, dia anakku!" Saat mengatakan itu, pedang Kuro bersinar merah biru dan mendorong pedang Blade.


Woach!


Blade yang di dorong mundur bisa menstabilkan posisinya dengan baik, dia agak terkejut bisa merasakan bahwa Kuro bisa membalasnya.


"Kamu telah naik ke level Grandmaster!?" Tanya Blade dengan wajah terkejut.


Sebagai ahli pedang, dia tahu perasaan seseorang ketika menilai kemampuan level dalam berpedang, itu sulit dijelaskan dan penilaian hanya berdasarkan naluri, dan perasaan.


Blade tampaknya terkejut karena tahu bahwa Kuro telah memecah pembatas kemauan diri dalam pedang, kini tingkatannya bisa setidaknya dekat dengan dirinya.


Kuro saat ini bisa dikatakan telah menjadi ahli level Raja dengan tanpa nama. Dirinya sudah bisa dipastikan berada dijajaran top ahli di dunia.


Namun Blade hanya terkejut sesaat sebelum memasang wajah datarnya kembali. Yah, biarpun Kuro telah meningkat, itu masih tidak bisa menekan dirinya.


Blade tidak bermain-main lagi seperti di awal, kini dia berinisiatif untuk menyerang dulu menggunakan taktiknya untuk menakan Kuro.


Sebuah tusukan pedang listrik menyerang dan itu membuat tangan Kuro tersengat dari efek getaran tangkisan. Kuro meringis karena meski ia berhasil menangkis, efeknya masih mengenai dirinya.


Saat itu Ava dengan cepat bergegas ke belakang Kuro, ia menggunakan Sihir Penyembuh untuk meringankan beban Kuro.


Kuro yang telah sembuh berterima kasih singkat sebelum bersiaga menindaklanjuti pergerakan Blade.


Karena keduanya bertarung menggunakan Shihai Haki, Ava hanya bisa membantu di sela-sela dalam menyembuhkan luka Kuro.


Sedangkan yang lainnya, seperti Maria dan Adelyn turus menyingkir kesamping. Pihak Ethan, Rihana, dan River juga harus menyingkir karena pertarungan ini mereka kesusahan ikut campur apalagi mengikutinya.


River berencana menggunakan kesempatan ini untuk kabur dari Kubah Emas, namun karena adanya tekanan Haki ia tidak bisa terus maju untuk keluar, karena pertarungan tepat di depan pintu celah segel.


Yang diuntungkan saat ini adalah Demon Gin karena dia hanya duduk dan menonton pertarungan, tapi ia tidak gembira karena tidak bisa kabur dari sini, ia memerlukan jiwa untuk memulihkan dirinya.


Saat Demon Gin memikirkan permasalahan mencari jiwa, tiba-tiba dia merasakan getaran dalam ruang batin dan bisa sedikit merasakan bahwa Rantai yang telah lama melilit wujud aslinya melemah.


Demon Gin senang dan tanpa sadar melepaskan aura jahat dari pori-pori tubuhnya.

__ADS_1


Jika saja segel dalam ruang batin itu lepas, maka Demon Gin akan bisa langsung menggunakan wujud aslinya memakan tubuh anak ini sebagai pengorbanan kebangkitan dirinya seutuhnya. Kekuatannya akan langsung melonjak ke tingkat tak terbayangkan.


Dia kegirangan dalam hatinya, dan memfokuskan pikirannya ke ruang batin.


Rantai yang mengikat jiwa perlahan longgar dan itu membuat aura berdarah dari Demon Gin semakin kental.


'Bagus bagus sangat bagus! Hahaha!' Saat ini kemampuan telah dipulihkan dari cedera akibat Kuro sebelumnya dan bisa memanggil Tangan Iblis sesuka hatinya, namun Demon Gin tidak melakukannya karena dia bisa merasakan bahwa dirinya bisa membentuk tubuhnya lagi!


Meski itu tidak dalam bentuk sempurna, tapi itu masih bentuk utama tubuhnya.


Sementara Demon Gin diam-diam duduk mengumpulkan kekuatannya. Pertarungan masih berlanjut diantara Kuro yang dibantu Ava melawan Blade.


Sepasang suami istri itu memiliki koordinasi yang baik dalam pertarungan, dan bisa menentang setiap serangan dari Blade.


Sang Sage Pedang juga menunjukkan kualitasnya yang setiap serangannya sangat merusak. Meski kemampuannya terbatasi karena adanya Kubah Emas, tapi ia masih memiliki stok ketrampilan luar biasa.


Permainan taktik dan teknik terus diluncurkan membuat gaya pertarungan perlu daya konsentrasi tinggi.


Saat ini Blade berada di atas angin, ia berhasil membuat serangan-serangannya membuat luka pada tubuh Kuro, namun dengan vitalitas alami dari tubuhnya dan berkat Sihir Penyembuh Ava, Kuro bisa tetap berdiri berjuang.


"Putra Kaisar Angin benar-benar luar biasa." Sanjung Blade saat berhadapan dengan Kuro adu kekuatan pedang.


"Jangan pernah menyebutkan orang brutal itu padaku." Kuro dengan marah mendorong pedangnya lebih keras.


Ding! Dong! Dong!


Mereka berdua beradu pukulan di udara yang setiap pedang bersentuhan menciptakan percikan api. Gerakan mereka sangatlah cepat, udara juga mulai berubah akibat energi pertempuran yang sengit.


Namun saat pertarungan telah dalam puncaknya.


Sesuatu mengganggu.


Roar!


Suara lolongan membuat banyak orang bergidik ketakutan.


Setiap mata mengalihkan pandangannya ke arah asal suara.


Itu adalah Demon Gin yang mengalami perubahan trasformasi.


Saat ini.

__ADS_1


Demon Gin telah berubah menjadi monster seutuhnya!


__ADS_2