Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 25 - Resolusi Ginshiro


__ADS_3

Akhir pertempuran telah jelas terlihat di mata. Pertempuran yang seharusnya menjadi bencana akhir dari Kota Aresia diselesaikan dengan mudah oleh trio yang tidak diketahui identitasnya.


Para petualangan yang sebelumnya ketakutan, mengambil kesempatan untuk membunuh beberapa beast di celah-celah, lagipula, banyak beast disini dan itu adalah keuntungan yang sangat besar.


Alasan banyak petualangan memburu beast karena dalam tubuh beast terdapat “core” yang bisa dijual.


Core sebut saja sebagai batu inti monster atau sebuah bola yang terdapat dalam tubuh beast yang merupakan tempat penyimpanan Mana milik beast.


Setiap beast memiliki core dan tentunya setiap core nilainya berbeda-beda. Semakin kuat beast yang terbunuh, maka itu memungkinkan bahwa core miliknya akan memiliki jumlah kapasitas Mana terkandung yang tinggi.


Core banyak diburu karena banyak kegunaan dan pemanfaatannya. Banyak pengrajin telah berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya core, hampir setiap teknologi di kehidupan ini membutuhkan core sebagai sumber pembangkit tenaga energi.


Meskipun juga ada yang namanya “Mana Stone” sebagai sumber daya lain, tapi core lebih mudah dicari dan tidak akan terlalu menghabiskan kekayaan alam Mana Stone sendiri.


Jika penggunaan Mana Stone terlalu boros, maka cepat atau lambat, dunia ini akan kehabisan Mana Stone yang itu kemudian akan berimbas pada jumlah Mana udara (Mana langit & bumi) yang semakin terkuras.


Yang kemungkinan jika dibiarkan maka setiap ekosistem di dunia ini akan mati, lagipula di dunia ini Mana adalah segalanya. Meskipun begitu, tentunya ada juga beberapa klasifikasi mahkluk hidup yang tidak bergantung pada Mana juga.


Kembali ke pertempuran.


Para petualangan mulai mengumpulkan core dari tubuh beast dengan hati-hati. Selain core, kulit, daging, tendon, dan tulang beast juga memiliki nilai harga lebih, maka dari itu harus berhati-hati saat memisahkannya.


Bagi beast dengan peringkat E, core mereka memiliki nilai rata-rata 1–100 koin emas/Ryo, beast peringkat D sekitar 101–1.000 koin emas/Ryo, beast peringkat C sekitar 1.001–900 ribu koin emas/Ryo, beast peringkat B sekitar 1–9 juta koin emas/Ryo, beast peringkat A sekitar 10–100 juta koin emas/Ryo, dan beast peringkat S sekitar 100–500 juta emas/Ryo.


Untuk core Beast King itu akan memiliki nilai astronomis luar biasa, penilaian core Mana Beast King akan menjadi keributan bahkan untuk beberapa daerah, karena sangat jarang itu muncul. Terkadang nilai core Beast King bisa mencapai 1 miliyar koin emas/Ryo.


Tapi perlu di garis bawahi bahwa setiap daerah juga memiliki nilai beast yang berbeda pula, itu dilihat seberapa langkanya beast itu pula.

__ADS_1


Kuro saat ini setidaknya telah membinasakan 330 beast secara total, Maria 250, dan Adelyn 230, sisanya diambil oleh para petualangan. Trio itu tidak sama sekali membedah beast peringkat rendah, hanya Beast King yang mereka ambil core-nya dan sisanya diabaikan.


Dan Itu membuat bahagia para petualangan.


Setelah membereskan apa yang mereka butuhkan, ketiganya saat ini berkumpul dan membahas sesuatu.


"Sangat jarang ada beast yang bertindak liar seperti ini. Aku menduga bahwa ini pasti ada campur tangan pihak asing." ucap Adelyn sambil memeriksa mayat Beast King.


"Aku juga berpikir begitu, arah kedatangan beast berasal dari utara, itu sangat tepat dengan pegunungan Rosia, apakah ada hal tersembunyi disana?" kata Maria sambil memainkan cerutu di tangannya.


Kuro tidak mengatakan apa-apa, tapi juga melihat arah utara dimana sebuah gunung menjulang tinggi dikejauhan.


Dia sedikit memainkan core di tangannya dan memasukkannya dalam kantong ajaib. Ia pun menghela nafas, "Masalah pegunungan Rosia, aku akan mengurusnya nanti, saat ini, aku ingin melihat Shiro dulu. "


Maria tidak mengatakan apa-apa, tapi Adelyn mengangguk, "Yah, setelah melihat Ana, aku akan pergi dan juga menyempatkan untuk melihat apa yang terjadi di Pegunungan Rosia."


Setelah itu, ketiganya pergi meninggalkan tempat dengan banyak mata mengarah pada mereka.


Dan karena trio itu, bahkan topik ini masih akan tetap hangat ditelinga bahkan setelah setahun, itu karena trio itu dengan kekuatan luar biasa menyelamatkan Kota Aresia dari kawanan beast yang mustahil dikalahkan.


...


...


...


Sementara itu disisi lain.

__ADS_1


Setelah Kuro mengalahkan para beast dalam beberapa puluh menit, kini ia melihat sesuatu yang menakjubkan saat telah sampai di bukit.


Trio itu kaget setelah melihat banyak mayat tergeletak dengan luka rapi halus seperti sayatan pedang. Padang yang sebelumnya dipenuhi rumput hijau kini berubah merah karena darah yang menggenang.


Kuro melihat Gin dimana anaknya tengah duduk di mayat pria yang kepalanya telah lepas. Wajahnya tampak kosong, matanya kusam dan jika orang lain melihatnya, itu seperti memberikan penindasan mengerikan.


Gin tampaknya telah melewati fase kesadaran diri dimana itu dinamakan “Flow” yang membuat mentalnya memiliki masa penuh dan puncaknya. Namun itu tidak bisa secara paksa aktif karena fase itu adalah dorongan tanpa kesengajaan.


Flow adalah kondisi dimana seseorang mengalami “jiwa” atau “mental” terguncang yang pemicunya adalah “perasaan” yang membuat kekuatan dalam tubuh mereka bisa dikeluarkan hingga ketitik 1.000%. Setiap pemicu “perasaan” setiap orang berbeda-beda dan potensi penuhnya juga berbeda.


Bahkan Kuro tidak bisa semena-mena mengaktifkannya dan hanya keberuntungan dorongan luar sebagai pemicunya.


Melihat anaknya dalam kondisi “Flow” Kuro tidak bisa khawatir, itu karena biasanya saat orang dalam kondisi ini, ia telah melihat sesuatu yang membuat perasaan dorongan hatinya terpukul luar biasa atau bisa dibilang “amarah”, “kebencian” dan seluruh perasaan lainnya bersatu yang membuat fenomena ini.


Dan itu akan sangat berbahaya bagi anak 5 tahun seperti Gin.


Gin yang dulunya tampak seperti bocah manis, lucu, nakal, dan menggemaskan, kini tampak seperti bocah suram dengan tatapan kosong.


Gin juga sadar saat ayahnya datang. Ia mengangkat matanya ke ayahnya dan berkata, "Ayah, dunia ini sangat menjijikkan, ya ... "


Kuro menghampiri anaknya dan memeluk, "Maaf, Shiro ... Kamu melihat sesuatu yang buruk." Meski Kuro tidak tahu apa yang dialami anaknya, tapi dia bisa tahu bahwa itu mungkin hal yang busuk.


Gin dengan senyum kosong menggelengkan kepalanya, ia berkata, "Tidak, ayah itu bukan apa-apa bagiku. Tapi, seperti kata ayah, semakin terang dunia itu, maka akan semakin gelap pula dunia itu sendiri. Baik itu dunia manapun, kejahatan akan selalu menyertai dan tidak akan pernah punah.


Setiap orang mencari keadilan, dan di dunia ini hanya orang kuat yang bisa mendapatkan keadilan itu sendiri, hanya orang kuat yang bisa berbicara sedangkan orang lemah, hanya bisa menjadi lemah selamanya.


Maka ayah! Suatu hari nanti!

__ADS_1


Aku Rose G. Ginshiro!


Akan menjadi keadilan itu sendiri!"


__ADS_2