
Pada sisi lain, di sebuah kapal terbang.
Gin saat ini tidak diam karena ia tengah mengobati para pelayan yang terluka. Sambil melakukan itu, ia juga sesekali melihat perkembangan pertarungan Clause dan gadis ninja Rihana.
Meski gerakan Clause tidak cepat atau lambat dan kalah dibandingkan dengan Rihana, tapi ia memiliki banyak trik sihir dengan berbagai jenis elemen!
Siapa yang mengharapkan bahwa Clause pelayan kakek tua yang mengajarnya tentang pembelajaran, adalah seorang penyihir multitalenta dengan memiliki Sihir Elemen Dasar atau Elemen Lanjutan yang lengkap!
Bahkan, Clause tampaknya menggunakan aktifasi mantra hati yang itu sangat mementingkan Tiga Bentuk Dasar Kontrol Sihir yang luar biasa. Ia sangat mudah melakukannya sudah hafal, seakan-akan ketika ia membentuk sihir, muncul lagi sihir lain yang berbeda seperti tanpa jeda.
Bagi seorang penyihir mampu melakukan itu hampir bisa jadi tak terkalahkan. Karena kekurangan aspek seorang penyihir adalah waktu aktifasi mantra yang lama, tapi Clause seperti mengabaikannya dan seolah hukum itu tidak berlaku baginya.
Baik itu sihir yang aktifasi rumit atau susah, tingkat tinggi, atau ditingkat S sekalipun. Itu seakan hanya kacang yang siap ditelan oleh Clause sendiri.
Tak heran meski Rihana sering menekan dengan kecepatannya, tapi ia tidak berani terlalu lama di satu tempat apalagi jika jaraknya dekat, ia bahkan tidak berani bertarung close-combating atau kalau tidak ia bisa terkena sihir Clause.
Setelah pertarungan cukup lama. Rihana mengambil keputusan untuk mundur. Sebagai seorang Ninja Pembunuh, ia tahu bahwa jika tidak bisa menyelesaikan musuh dengan cepat dan singkat. Itu hanya akan memberikan kerugian yang buruk nantinya.
Pedoman seorang Ninja Pembunuh harus mampu menyelesaikan musuh sesingkat mungkin dalam diam, jika gagal maka kabur dengan cepat, dan jika tertangkap, bunuh diri tanpa memberikan informasi apapun yang akan membongkar identitas organisasi.
Rihana sangat memegang prinsip itu.
Meski gagal dalam membunuh target. Rihana tetap tenang layaknya profesional dan meninggalkan kapal dengan teknik bayangan membiarkan Clause menatap kosong.
Setelah memeriksa dan benar-benar menemukan bahwa Rihana telah kabur dari kapal, Clause akhirnya bisa lega.
Gin yang melihat Rihana kabur juga bisa menghela nafas. Akhirnya setelah pertarungan sebelumnya dia sangat menyadari bahwa pertarungan ahli dengan rank atas sangat berbahaya meski hanya ikut menonton.
Semakin memikirkannya semakin Gin mengepalkan tangannya erat sambil menggertakkan gigi karena dirinya benar-benar sangat lemah.
'Kenapa? Kenapa jaraknya begitu lebar? Tunggu saja! Dengan bakatku! Aku akan mengejar kalian semua!' Gin telah membulatkan tekadnya untuk mengejar kekuatan di masa depan.
Namun dalam pandangan visi ini, Gin tampaknya masih sedikit naif karena menganggap bakatnya begitu luar biasa dan ia memiliki sesuatu yang luar biasa seperti sistem.
Gin saat ini terlalu bangga dengan dirinya sendiri. Meski tidak ditampilkan ke publik, tapi kesombongan dalam hati itu akan membahayakan di masa depan.
Setelah Rihana meninggalkan kapal setidaknya hanya beberapa menit.
__ADS_1
Clause yang memulihkan diri di bantu Gin memiliki alis merajut. Hanya sepersekian detik ekspresinya berubah dan ia berteriak pada Gin.
"Tuan Muda awas ... " Belum selesai bicara, tiba-tiba goncangan terjadi pada kapal dengan bunyi pukulan yang keras.
Kapal Terbang seperti terpukul beberapa meter yang membuat orang-orang yang naik terpental jatuh ke tanah.
Gin yang lambat dalam merespon juga tidak bisa kaget dan tubuhnya terpental jauh. Untung saja ia memiliki Voidwalk yang kemudian mampu menyesuaikan diri saat di udara.
Clause dari jauh juga tidak bisa terpental, kondisinya tampaknya tidak terpengaruh oleh goncangan sebelumnya. Ia membawa Marsha dan Ana di tangannya dan menghindari kedua gadis itu jatuh ke tanah.
Namun berbeda dengan beberapa pelayan, mereka ada yang beruntung selamat tapi ada juga yang memiliki nasib buruk dengan jatuh dalam kondisi mengenaskan.
Dari jauh Gin bisa melihat dua sosok, satu memiliki kepala plontos tapi memiliki ukuran tubuh yang besar hampir 2.5 meter, satunya lagi kecil dengan wajah kurus kering dan memiliki wajah pucat.
Itu Deddy Johnson dan River.
Keduanya setelah memulihkan diri tampaknya masih memiliki kekuatan untuk bertarung, terlebih lagi Johnson yang memiliki wajah ganas dengan vitalitas otot-otot yang tegang, kedua Iron Gloves mengeluarkan bunyi derit yang tidak mengenakkan.
Dari jauh Gin bisa merasakan betapa berbahayanya kedua orang itu dan tidak bisa membantu tapi bergidik.
Dari informasi Clause sebelumnya, ia tahu bahwa River adalah seorang Maqi yang luar biasa, dengan Sihir Hijau korosif dan permainan pisau Haki, ia adalah lawan yang susah di hadapi.
Gin sangat gugup dan mengeluarkan Pedang Jaakuna berdiri dengan mengantisipasi.
Saat kedua orang itu mendekat berjalan dengan santai, Johnson tidak bisa menyeringai menatap Gin dengan pandangan ganas.
"Hahahaha! Apakah bocah itu anak dari Seiryu?"
River mengangguk, "Ya, aku seratus persen yakin bahwa dia anak dari Seiryu, kikiki ... "
River terkekeh melihat Gin dengan seringai.
Johnson juga tidak bisa tertawa, "Hahaha! Kalau begitu! Biarkan aku mengambilnya! Aku ingin melihat ketika Seiryu putus asa saat anaknya mati!"
"Apa maksudmu!? Aku yang akan mengambil anak dari Seiryu! Kamu menghadapi pria tua itu!" River tampaknya juga memiliki minat pada Gin, tapi ia memiliki rencananya sendiri.
Tiba-tiba bunyi dering mengganggu suasana. River mengangkat Pon Pon.
__ADS_1
"Oh, begitu ... Baiklah." Setelah menutup Pon Pon River hanya terkikik.
"Dari siapa?" tanya Johnson.
"NewYear. Dia ingin kita menyelesaikan anak Seiryu dengan cepat."
Mata Johnson memiliki mata ganas dan sukacita.
"Baiklah, kamu mengambil anak Seiryu dan selesaikan dengan cepat. Aku akan mengurus Clause, aku memiliki sedikit minat padanya."
Johnson hendak bergerak tapi saat mendengar nama Clause ia tidak bisa berhenti.
"Clause!? Bukankah itu nama penyihir yang pernah menjadi partner Joaquin G. Blade? Sang Penyihir Multitalenta?" tanya Johnson bingung.
"Itu benar, sudah puluhan namanya tenggelam tapi ia masih menjadi idola banyak penyihir karena kreasi sihirnya yang luar biasa. Bahkan aku harus mengakui sihirku lebih rendah darinya, jika saja ia tidak mengalami insiden 'itu' mungkin ia sudah menjadi Penyihir Agung dan bisa bersanding dengan Blade saat ini." River menggeleng kepalanya menatap pria tua beruban di kejauhan dengan menghela nafas. Sunggu disesalkan.
Johnson juga menatap kejauhan juga penuh pikiran. Meski dia orang barbar, tapi ia sangat memuji seorang ahli yang kuat.
Namun pikiran itu segera terhapus dan dia terkekeh.
"Hahaha! Pada akhirnya entah itu orang berbakat sekalipun, jika ia memiliki jalan nasib yang buruk. Ia juga akan tenggelam."
River juga terkikik, "Pada akhirnya, yang muda mengganti yang tua. Ia hanyalah seorang legenda di masa lalu, dan di masa kini, itu sudah bukan dirinya yang menampilkan bakat. Tapi kita yang akan mengguncang dunia."
"Hahaha! Kamu benar."
Saat keduanya selesai tertawa. Mereka kemudian melesat untuk memulai pertarungan.
River VS Clause.
Johnson VS Gin.
Ini akan menjadi pertarungan menentukan bagi Gin sendiri dan membawa entah nasib baik atau buruk baginya.
Namun satu hal yang pasti, jika Gin bisa selamat dari pertarungan ini. Visi mentalitasnya akan berkembang dan dia akan menjadi sosok yang hebat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
(A/N: Maap gaiz~ tidak update lama. Liburan ini, saya mengalami Writer block dan jenuh untuk menulis, untung saja saya telah mengalami pencerahan dan bisa kembali normal (untuk saat ini).)