Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 21 - Ketegangan Kota Aresia


__ADS_3

Setelah Gin menyesuaikan tubuhnya, kini dia bisa berdiri seperti sedia kala. Tubuhnya yang lemah sebelumnya saat ini telah diperkuat dan tampak segar. Bahkan ia juga bisa merasakan bahwa tubuhnya lebih ringan.


Gin kemudian bertanya pada Marsha, "Sekarang, apa yang akan kamu rencanakan untuk melawan Goro?"


Marsha mencoba memikirkan sambil menggaruk dagunya. "Aku tidak tahu. Kuro-san hanya tinggal memukulnya saja, kan?"


Secara alami dia tidak terlalu memikirkan tentang rencana yang rumit. Marsha hanya perlu mengandalkan Kuro untuk memukul Goro dan anak buahnya, lagipula bukankah Kuro sangat kuat?


Gin tampak aneh dengan ini dan merasa bahwa tindakan kali ini akan cukup kasar. Bukankah ini gaya tipe para bandit yang merampok. Bedanya, ini dengan maksud merebut kembali properti pemilik sebenarnya.


Yah, Gin tidak peduli. Lagipula di dunia ini yang kuat menjadi raja dan yang kalah menjadi mangsa. Jika ayahnya benar-benar menghabisi kelompok Goro, maka itu hanya akan menjadi nasib buruknya dan tidak akan ada orang yang simpati.


Mencoba mengandalkan latar belakang? Heh! Ayahnya bahkan telah menakut-nakuti orang yang dianggap sebagai orang belakang.


Gin tiba-tiba memikirkan gambar lucu Goro ketika dia dikalahkan ayahnya. Pria itu pasti telah terkena karma buruk dan ayahnya hanya sebagai pedangnya.


'Hehehe, beraninya dia memanggilku bocah bau sebelumnya. Aku ingin melihat bagaimana wajahmu nanti ketika tersiksa.' Gin menyeringai dan menggosok kedua tangannya terkekeh seperti dalang aktor kejam.


Akhirnya setelah sedikit berdiskusi. Gin, Kuro, Marsha, dan Adelyn pergi ke bengkel sebelumnya untuk menemukan Goro.


Dalam waktu dekat pertempuran mungkin akan dimulai.


–––


Sementara di sisi lain. Seorang prajurit setempat Kota Aresia kini tengah menghadapi beberapa masalah.


Pria berambut hitam dengan zirah ringan itu gemetar karena tubuhnya telah cukup terluka oleh sayatan pedang dan noda darah telah membasuh sebagian tubuhnya. Namun meski begitu, Ronald masih gigih berdiri meskipun ia hanya seorang diri menghadapi lima orang.


Sebelumnya sedikit kembali ke masa lalu. Ronald tengah mencari keberadaan Marsha di setiap jalan kota. Para pedagang yang dia tanya, mengatakan bahwa ada dua bocah kecil yang saling mengejar. Satu gadis cukup besar menggunakan Jet-Pack model baling-baling dan bocah laki-laki tampan dengan rambut perak seperti seorang bangsawan.


Meski Ronald bodoh, tapi dia tahu bahwa bocah laki-laki tampan yang dimaksud adalah anak Kuro sebelumnya. Namun, dia masih bertanya-tanya, mengapa mereka saling mengejar.


Ronald mencari setiap sudut kota dan menemukan sebuah petunjuk bahwa Marsha dan Gin mengarah ke bengkel tempat Goro.

__ADS_1


Awalnya dia ingin memeriksanya tapi hubungan antara Walikota dan Goro cukup buruk. Dia sebagai prajurit kota tentu akan membawa dampak negatif terhadap orang-orang Goro dan bisa saja timbul sebuah masalah.


Namun saat hendak pergi, dia menemukan bahwa Goro dan anak buahnya keluar dari bengkel dengan membawa senjata di tangan mereka. Itu sudah pasti Goro akan melancarkan kerusuhan yang akan membawa dampak besar di kota.


Ronald dengan berani muncul dan menghalangi jalan Goro dan anak buahnya, tapi Goro malas mengurus Ronald dan membiarkan anak buahnya untuk membereskan. 


Dan seperti itulah kejadian hingga bisa sampai seperti ini. Ronald tentunya juga seorang prajurit terlatih, tapi tentu saja ia tidak bisa mengalahkan lima orang dewasa yang kekuatannya hampir setara dengannya.


Saat itu, sebuah suara dentingan logam datang tepat sebelum pedang anak buah Goro mengenai Ronald.


Dentang!


Pedang yang hendak mengenai Ronald ditepis oleh James yang datang secara tiba-tiba. Pria itu dengan gagah menendang hingga membuat musuh terlempar menabrak warung jajanan kaki lima.


"Kamu baik-baik saja Ronald?" tanya James sambil menjaga sikap siap pada empat orang tersisa.


"Aku baik-baik saja, tapi aku memiliki berita buruk!" ucap Ronald terengah-engah.


"Berita apa?"


"Apa!?"


James kaget karena itu adalah hal yang buruk jika panti asuhan diincar oleh Goro? Dia tidak tahu tujuannya apa, tapi yang lebih penting ia harus segera melaporkannya ke Walikota.


"Ronald! Kamu kembali dan laporkan ini ke Walikota! Aku akan menghadang orang-orang ini!" James berteriak dan menyuruh Ronald untuk segera pergi.


Ronald mengangguk dan segera berlari meski tubuhnya juga terluka.


Sementara itu, melihat Ronald kabur dan di depan mereka ada James yang menghalangi, membuat wajah anak buah Goro cemberut marah.


Mereka akhirnya melancarkan serangan pada James bersama-sama, tapi James bisa menahan keempat orang itu setidaknya dia bisa menahan orang-orang ini cukup lama. Lagipula dia masihlah seorang kapten kecil di Aresia City yang kemampuannya lebih kuat dari Ronald.


Dengan permainan pedang dan gaya tarung mumpuni, James seolah-olah tengah mengajari seorang anak dalam bertarung. Untungnya anak buah Goro tidak bisa memiliki kemistri yang bagus dalam kerja sama dan itu menjadi peluang bagi James.

__ADS_1


Tiang! Tiang! Tiang!


Itu akhirnya menjadi adegan pertarungan yang cukup sengit.


...


Sementara itu, setelah Ronald kembali melapor. Itu segera disambut wajah marah dari Walikota. Ia tidak marah dari Ronald, tapi dia marah karena isi laporannya.


Ini Goro lagi!


Sudah beberapa tahun Goro tidak berulah dan menjalankan bisnisnya dengan baik. Akan tetapi sepertinya tahun ini ia mulai bergerak lagi membuat kerusuhan.


Melihat wajah buruk Walikota, asisten wanita menyarankan berkata, "Pak, bukankah lebih baik anda menumpaskan Goro dan Dias dari Hammer Dog dengan menyewa petualangan peringkat tinggi atau seorang pembunuh?"


Walikota menggelengkan kepalanya, "Jika bisa aku sudah melakukannya sejak lama. Tapi kelompok Hammer Dog terhubung dengan organisasi gelap yang akan membuat situasi akan lebih rumit."


Organisasi Gelap!


Itu adalah organisasi sindikat kejahatan yang terhubung dengan dunia bawah. Pada dasarnya organisasi itu memiliki jaringan intelejen bawah tanah yang luas, sistem koneksi yang luas, melakukan penyelundupan, atau sebuah transaksi teduh yang tidak sesuai norma.


Bisa dibilang itu adalah organisasi kriminal yang menjadi kegelapan seluruh kejahatan di dunia.


Pak Walikota Robert tentu tidak mau organisasi teduh itu mengincar kotanya, lagipula kotanya tidak berafiliasi dengan kerajaan dan seluruh biaya hanya pungutan dari pajak rakyat yang tinggal.


Dia tidak mau kotanya dibasmi, tapi dia juga tidak mau Goro dan Dias bisa bersikap sewenang-wenang di kotanya.


Robert memanggil pasukan prajuritnya dan pergi untuk menghadang Goro di panti asuhan.


Secara tidak sadar, Kota Aresia saat ini tampak memiliki suasana yang mencekam. Para petualangan yang berada di kota juga bisa merasakan atmosfer kota yang tampaknya akan terjadi sebuah aksi besar.


Kali ini akan terjadi perang antara Walikota Robert melawan Goro dan Dias dari Hammer Dog. Namun siapa yang akan menyangka, bahwa nanti hanya dengan satu orang. Masalah itu selesai dengan mudah.


Sementara itu di sisi lain kota. Kelompok Gin memandang bengkel yang terlihat sepi.

__ADS_1


"Hei, semua orang kemana?"


__ADS_2