
Pria pucat dengan luka di pipinya itu terkekeh-kekeh dan bermain layaknya sirkus pada pisaunya.
Gin tidak kenal dengan pria itu tapi ia memiliki firasat bahwa pria itu tidak datang dengan damai. Dari cara kedatangannya, sudah dipastikan bahwa River datang kemari tidak bertujuan dengan niat baik.
Saat itu muncul sosok di depan Gin dengan cepat, itu ayahnya, Kuro!
Ekspresi Kuro saat melihat River tidak bagus, ia memiliki pandangan tajam seperti melihat musuh yang sulit dihadapi.
Ava, Adelyn, dan Maria juga berkumpul bersama saling berhadapan dengan River.
River seperti tidak melihat kumpulan orang itu dan asik berjalan mengambil cangkir berisi minuman dan meminumnya.
"Mm, aku benci strawberry. " River meludahkan minuman dan menggosok lidahnya seolah itu menjijikkan.
Kuro tahu bahwa River tidak datang dengan niat baik, jadi ia langsung melancarkan serangan pedang ke arahnya dengan kecepatan kilat.
Gerakan itu sangat cepat, jika orang yang diserang tidak dalam kondisi siaga, maka jelas akan terpukul dengan menyakitkan.
Tapi River seolah sudah mengantisipasi, ia menoleh dan seperti ada kilatan di matanya yang kemudian tubuhnya bergerak dengan aneh menahan pedang cepat Kuro hanya dengan sebilah pisau.
Ding!
Bunyi hantaman senjata terdengar dan Kuro terkejut bahwa serangannya bisa ditahan.
"Apakah ini kemampuan kamu? Kikiki! Sangat lemah!"
Tiba-tiba muncul pisau lain dari tangan River satunya yang hendak menusuk Kuro. Untungnya Kuro memiliki reflek yang bagus dari Tōmei Haki dan bisa menghindar dengan cepat mundur kebelakang.
Namun meski begitu, Kuro masih menderita sedikit luka di pipinya yang menimbulkan luka kecil.
River dari kejauhan masih seolah santai dan menjilat pisau bekas luka darah dari Kuro, "Kikiki! Ayolah! Apakah ini kemampuan dari Seiryu?"
Kuro saat ini serius dan menatap tajam ke arah River. Dari sisi lain, Adelyn mengatakan sesuatu pada Kuro.
"Kuro, pria itu bernama River. Ia baru-baru ini sangat terkenal di “Laut Tanpa Batas” karena bisa membunuh salah satu Saint Knights tingkat tinggi Gereja Verona! Saat ini Gereja Verona memberikan Bounty padanya sebesar 500 juta Ryo! Di pasar gelap, harganya terus naik dan menambah pamornya di dunia!"
Kuro terkejut mendengar penjelasan Adelyn dan tidak bisa menatap River dengan mata waspada.
Ia sangat tahu bahwa menjadi salah satu Saints Knight di salah satu gereja agama harus memiliki kemampuan tempur yang sangat kuat. Tidak peduli apa, menjadi Saints Knight sudah dilatih sejak kecil dan tentunya pengalaman tempurnya sangat banyak.
__ADS_1
Apalagi itu adalah Saints Knight tingkat tinggi, dan itu setidaknya tidak jauh lebih lemah dari Kuro sendiri.
River bisa membunuhnya dan itu menunjukkan bahwa River adalah sosok yang sangat kuat!
Namun Kuro tidak takut karena ia yakin dengan kemampuannya, apalagi saat ini bersama Ava, Adelyn, dan Maria yang kekuatannya juga tidak lemah.
Tanpa aba-aba dan persetujuan, Adelyn sudah merapalkan mantra dan menembakkan sihir hitam ke arah River.
Serangan itu membawa momentum yang cukup kuat, mengharuskan River untuk fokus, tapi seperti tidak diharapkan, bahwa River melakukan segel tangan untuk juga menggunakan sihir.
Tiba-tiba muncul dari kekosongan sebuah pola lingkaran sihir hijau di sekitar tangan River yang kemudian pola itu semakin membesar untuk menahan serangan dari Adelyn.
BANG!
Tabrakan terjadi antara dua jenis sihir dan itu menimbulkan riak menghancurkan lantai di bawahnya. Dari efek tabrakan, itu menimbulkan getaran yang cukup mengguncang membuat banyak orang tidak bisa menstabilkan kaki mereka.
River masih menyeringai licik menganggap bahwa serangan itu tidak ada apa-apa bagi dirinya.
Namun saat itu, dari sisi belakang River, muncul Kuro dengan gerakan tak kasat mata! Kuro memegang gagang katana dengan sigap dan mengayunkannya dengan tegas.
River yang semula tenang tampak merubah ekspresinya sambil mendecakkan lidahnya, ia nampak terkejut dan tidak mengharapkan bahwa gerakan Kuro bisa sangat cepat.
Meski River sadar dari presepsinya bahwa Kuro telah bergerak padanya, tapi ia terlalu lambat dalam merespon.
Energi Pedang membawa Chōetsu Haki sangatlah kuat! Meski itu hanya serangan ayunan biasa, tapi kekuatan juga tidak lemah.
Pedang sudah dekat dengan leher River dan dengan keyakinan penuh bisa memotongnya, tapi pada saat itu.
BANG!
Suara tembakan membuyarkan mata semua orang, karena pedang Kuro di tepis oleh sebuah peluru tembaga yang tiba-tiba muncul.
"Yareyare! Itu tadi tipis sekali."
Suara itu datang dari atas bangunan lantai. Sosok pria dengan topi koboi terlihat merokok dengan cerutunya masih menyala. Di tangannya ada sebuah senjata sniper laras panjang yang diujung masih berasap karena baru digunakan.
"River! Kamu tadi hampir mati! Kamu berutang satu nyawa padaku!" Pria itu dengan blak-blakan berteriak seolah mengabaikan lainnya.
River hanya menoleh menatap Ethan dan mendengus, "Aku tidak akan mati semudah itu! Aku hanya ceroboh karena sedikit meremehkan."
__ADS_1
Ethan mengangkat bahunya dan mengabaikan River, ia menoleh ke arah Kuro dan berbicara, "Seiryu menyerahlah! Kami disini untuk menangkap kamu dan “Gadis Suci” Ava! Kamu telah berdosa karena menculiknya dan kami disini atas izin keluarga G akan membawanya kembali!"
Kuro menegang setelah mendengar Keluarga G dilontarkan, tapi segera matanya kembali dingin dan tajam. Ava yang mendengar itu tidak bisa marah.
"Omong kosong! Aku tidak diculik! Aku melarikan diri sendiri! Seiryu hanya membantuku saat itu!" Wajah Ava yang cantik tampak marah karena mendengar apa yang dilontarkan Ethan.
Ethan hanya menggaruk kepalanya karena yang ia tahu saat bertanya pada NewYear, misi ini dilakukan atas dasar penculikan “Gadis Suci”, tapi karena sepertinya tuduhannya salah, ia benar-benar ingin memukuli NewYear karena memberikan informasi yang salah.
"Yah, apapun itu, kami disini untuk menangkap kalian berdua! Menyerahlah! Atau aku akan menggunakan cara yang kasar!"
Ava tentunya tidak akan mau dibawa pergi kembali, dan Kuro juga tidak akan dengan mudah dibawa dengan cara menyerah!
Melihat tekad di mata itu, Ethan menghela nafas, "Kalau begitu bersiaplah kalian!"
Ethan membidik lagi dengan senjatanya dan menembakkan peluru bertubi-tubi ke arah Kuro.
Kuro tentunya tidak tinggal diam dan menangkis beberapa peluru yang melaju ke arahnya. Ia kemudian menggunakan Voidwalk untuk melaju ke arah Ethan untuk menyerangnya dari jarak dekat, tapi ...
River tahu apa yang dipikirkan Kuro dan menghalangi jalannya dengan berbagai lemparan pisau miliknya.
"Tidak semudah itu orang Shinto!"
River terkekeh dan menampilkan permainan pisau yang terus melayang di sekitarnya yang membuat Kuro harus menjaga jarak.
Situasi ini sangat sulit!
Dari pertarungan yang singkat itu, Kuro sudah setidaknya memperkirakan kekuatan milik River. Dan ia menganggap bahwa River adalah seorang “MāQi” atau “Pengguna Ganda”.
Maqi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk seseorang yang memiliki kemampuan dua jenis energi “Mana” dan “Haki” secara bersamaan. Dengan beberapa kreasi, seorang Maqi akan mampu menggabungkan energi Mana dan Haki yang bisa menampilkan serangan yang beberapa kali lebih kuat!
Dan terbukti, River adalah seorang ahli pengguna Maqi yang berpengalaman yang bisa menampilkan keahliannya secara menyeluruh. Ia bisa memainkan permainan pisau, sihir, dan Haki di saat bersamaan, dan itu menciptakan bidang keahlian yang hampir tanpa cacat.
Bisa dikatakan bahwa seorang Maqi adalah jenius diantara para jenius. Karena dengan keunggulan dua energi supranatural itu, ia bisa menampilkan kekuatan yang jauh dari pengguna tunggal.
Dan ini akan menjadi lawan yang sangat merepotkan!
–––Bonus–––
__ADS_1
A/N : Sebenarnya Haki bukanlah sebuah “energi” tapi “naluri” yang timbul dari dalam tubuh. Ini tidak seperti Mana yang bisa habis karena kapasitas yang sudah ditentukan, Haki jauh lebih kompleks karena selama “naluri” masih ada, itu tidak akan pernah habis. Tapi banyak orang menganggap Mana dan Haki adalah dua energi yang hampir sama tapi sebenarnya berbeda! Kebanyakan setelah orang menggunakan Haki, mereka akan kelelahan secara mental dan menganggap bahwa itu seperti Mana karena kasusnya sama! Tapi sebenarnya bukan! Haki bisa terus digunakan jika keyakinan “tekad” dan “naluri” masih aktif, itu hampir seperti sebuah perasaan yang membangkitkan jiwa semangat seseorang. Meski terlihat sepele, tapi itu lebih sulit dari yang dibayangkan.
Bisa dikatakan Haki adalah “tekad”, “naluri”, “keyakinan”, dan “perasaan”. Saya akan membuatkan contoh: saat Gin dalam kebenciannya pada Goro, itu langsung membangkitkan naluri dalam tubuhnya yang kemudian di luar dugaan membangkitkan Shihai Haki! Bukan berarti dengan orang yang berbeda ia juga bisa melakukannya, karena memerlukan “bakat” dan “keberuntungan” yang tinggi. Dan akan saya tekankan lagi, bahwa Gin yang bisa langsung membangkitkan Shihai Haki adalah kasus yang sangat, sangat khusus.