SISTEM KEKAYAAN NEKO

SISTEM KEKAYAAN NEKO
BAB 11 : TERBALASKAN


__ADS_3

Perasaan murka bergejolak dalam dirinya. Dia lalu mendekat dan melampiaskan pada empat orang rentenir yang berkomplot dengan perusahaan untuk menipunya.


Arthur memukul dan menendangi mereka hingga kemarahannya mereda. Mike dan kawan-kawan hanya diam melihat itu. Mereka maklum dengan perasaannya.


Perlahan ia berhasil menguasai diri. Ketika ia berhenti memukuli Richard serta para anak buahnya, Arthur mendekati mereka untuk mengambil kopernya kembali.


Bunga hutang di dalam koper ia ambil dan sisa. uangnya ia lemparkan beserta kopernya kembali kepada Richard.


"Ini untukmu," ucapnya sembari memberi uang yang ia ambil dari Richard.


"Tidak, kau sudah memberi banyak kepadaku," kata Mike sembari mendorong uang tersebut kembali pada Arthur.


"Ini ucapan terima kasih dan rasa bahagiaku kepadamu. Karena aku telah menemukan fakta baru" kata Arthur sambil tersenyum.


"Tapi..."


"Aku tahu kau perlu uang untuk memperbaiki sasana," potong Arthur.


Mike mengangguk pelan dan memeluk Arthur dengan erat. Sebuah bentuk terimakasih dari mantan juara tinju nasional.


Lepas dari pelukan, Arthur mendekati Richard lagi. dan bertanya kepadanya,


"mana kertas perjanjian kita, HAH?" Arthur berteriak dengan keras, sebagai bentuk intimidasi pada Richard dan kawan-kawan.


"di-di dalam la-ci meja." Dengan terbata-bata Richard menjawab.


Arthur berjalan menuju laci meja dan kemudian memeriksa dokumen yang ada di sana. Ia menemukan surat perjanjian miliknya beserta banyak lagi yang lainnya.


Diambil dan ia simpan perjanjian miliknya seorang. Kemudian mengeluarkan kertas daru dalam bajunya, kemudian mengambil jempol Richard dengan paksa dan mengarahkannya ke hidung anak buahnya yang berdarah.


Awalnya ia tidak mau memberikan cap pada surat itu,


"bukkk...," satu pukulan mendera wajah Richard. Kemudian Arthur menarik lagi jempolnya, Richard tetap menggunakan segala usaha untuk menolaknya. Arthur memukul wajah Richard lagi dan lagi. Adegan ini terulang berkali-kali, hingga si rentenir menyerah dan memberikan cap pada dua lembar surat yang bahkan ia belum sempat membaca isinya.


"Nah begitu anak baik. Coba jadi penurut, maka kau tidak akan ku pukuli begini," Kata Arthur senang.


Begitu ia selesai menempelkan cap jari Richard pada surat itu. Ia melemparkan salinannya pada rentenir itu.


"Nah sekarang kita impas,"


Dengan segera Arthur menyimpan surat perjanjian ke dalam bajunya. Kemudian ia dan kawan-kawan pergi meninggalkan mereka yang sedang terikat itu.

__ADS_1


"ting... ting... ting"


seperti biasa, bunyi misi sukses terdengar. Tak sabar Arthur ingin kembali ke kontrakan untuk mengeluarkan uangnya.


Sedangkan Richard membaca isi kontrak dengan kaget. Di sana tertulis hutang lunas dan ia harus bersedia memberikan segala informasi mengenai kasus Arthur, serta tidak akan menuntut apapun di kemudian hari.


...----------------...


Situasi rumah itu sangat sepi, karena dia hanya sendiri di sana. Arthur merebahkan badannya di kasur, dia ingin berisitirahat setelah menyelesaikan misi. Mike dan kawan-kawan sudah pergi, mereka berpisah setelah Arthur traktir makan.


Ia kemudian memeriksa sistemnya. Uang hasil misi disimpannya dalam brankas dimensi. Levelnya juga sudah berubah menjadi kaya.


...STATUS...


...Arthur Demetrio...


...Umur: 27...


...Level : Kaya...


...Uang : 2.300.000.000...


...SKILL...


...SHOP...


...ITEM...


"Waduhh, banyak sekali nol nya. Kalau dibelikan mie instan mungkin satu rumah akan penuh kali ya," gumam Arthur sambil terkekeh.


Masih terngiang di pikirannya, tentang pembicaraan sebelumnya dengan Richard. Ia menyebutkan bahwa perusahaan lamanya memiliki andil besar menjebaknya.


"Apa alasan mereka melakukan itu dan bagaimana cara membalas perusahaan sebesar itu ya?"


Dalam keadaan buntu, Arthur menyalakan televisi untuk melihat kabar terbaru. Di sana ia menemukan bahwa telah terjadi resesi akibat dampak perang yang dilakukan dua negara besar. Banyak perusahaan yang turun harga sahamnya, karena pemodal menarik hasil investasinya. Mereka takut resesi ini menyebabkan berujung kerugian besar.


Banyak sektor terkena dampaknya, yang paling parah terjadi pada bidang keuangan. Tempat lama Arthur bekerja merupakan salah satu perusahaan yang mengalami goncangan karena investornya menarik saham mereka. Harga sahamnya turun drastis.


Melihat itu, Arthur kepikiran ide membeli saham yang sedang turun drastis. Di saat orang lain menarik saham mereka, ia justru akan membelinya dengan jumlah besar. Hal ini karena dia memang tidak mencari untung, tapi sekedar ingin membalaskan dendamnya.


Tapi kemudian idenya itu memiliki masalah lain. Kalau perusahaan tahu Arthur lah yang akan membeli saham mereka, sudah barang tentu CEO perusahaan itu tidak mau menjual dalam jumlah besar.

__ADS_1


"Aku harus mencari orang lain yang membantuku," pikirannya. Lantas ia membuka hp untuk memeriksa kontak whatsapp yang dimiliki. Dari. semua nomor yang ada di sana, tak ada satupun teman yang bisa ia percaya.


"Bagaimana kalau ku buka lowongan aja ya."


Arthur berencana mencari tangan kanan yang bisa ia andalkan, terutama yang hebat dalam urusan negosiasi saham.


...LOWONGAN PEKERJAAN...


...Dicari Assisten manager Investor...


...- Usia maksimal 50 tahun...


...- Pria atau wanita...


...- Memiliki pengalaman 2 tahun di bidang yang sama...


...- Lulusan minimal D3...


...- Berpenampilan menarik, rajin menabung, bisa menghentikan hujan ketika bos ada acara sanggup menulis tanpa melihat, dapat bekerja 24 jam, kebal, bisa memasak, sholeh, berjalan tanpa menginjak tanah, dapat menjadi tukang kebun, punya sim pesawat pribadi, tukang fotocopy dan memijat bos....


Arthur membuat lowongan pekerjaan sesuai dengan kriteria yang ia inginkan. Ia ingin satu orang bisa melakukan banyak pekerjaan dan mempermudah hidupnya. Selanjutnya, lowongan itu ia posting di media sosialnya.


Tak sampai setengah jam, lowongan itu ia hapus. Karena dirinya mendapatkan hujatan dari banyak netizen. Kejadian pada Arthur membuktikan kekuatan netizen, mereka terbiasa main hakim online sendiri.


Akhirnya Arthur merevisi dan menghilangkan poin terakhir dari pengumuman lowongan kerjanya. Dalam satu jam hpnya mulai dipenuhi banyak pelamar. Ia menentukan lusa sebagai waktu interview dan dilakukan di rumahnya.


...----------------...


Pelamar mengantri di depan rumahnya. Sulitnya keadaan karena resesi menyebabkan banyak orang yang dipecat dari perusahaan. Sehingga banyak pelamar yang datang ke rumah Arthur, meski sebenarnya perusahaan yang mengajukan lamaran sangat tidak jelas.


Arthur menggunakan kemampuannya membaca pikiran. Hasil interview sudah ia putuskan sejak peserta duduk di kursi. Hampir habis jumlah peserta yang harus diwawancara, tak ada satupun yang berhasil sesuai dengan kriterianya.


Tinggal dua peserta terakhir, satu laki-laki dan satu perempuan. Arthur membaca pikiran mereka, dua-duanya orang yang jujur dan berpikir positif.


Arthur menyukai mereka karena kejujurannya. Kemudian ia membuat tes akhir. Dia sengaja menaruh uang di atas meja dan pergi dalam waktu satu jam lebih.


Ternyata wanita yang merupakan peserta ujian gagal tes akhir, ia mengambil beberapa lembar uang itu. Kemudian bertindak seolah tak terjadi apa-apa. Arthur selanjutnya mempersilahkan ia pulang, tanpa mengambil dan meributkan hal itu.


Sedangkan yang satunya tidak mengambil sama sekali uangnya dan pelamar tersebut langsung ia terima.


Orang itu adalah Robin Alexander (30 tahun). Dia adalah pria yang baik dengan pengalaman kerja di bursa efek selama 5 tahun. Di tempat Arthur ia menandatangani kontrak yang isinya, dia akan digaji dengan jumlah dua kali lipat dari perusahaan lamanya dan tidak akan membocorkan identitas Arthur sebagai pimpinan.

__ADS_1


Arthur memberikan tugas pertama padanya, untuk membeli saham di perusahaannya yang lama. Ia menyuruh Robin mencari cara termudah dan termurah untuk mendapatkan 20% saham. Dengan gesit dia melakukannya.


Pengalamannya terbukti, saham perusahaan itu langsung terbeli.


__ADS_2