SISTEM KEKAYAAN NEKO

SISTEM KEKAYAAN NEKO
BAB 2 : TUAN NEKO


__ADS_3

Lama sekali ia menangis sembari memeluk lututnya.


"Richard begitu kejam padaku. Bagaimana mungkin aku menemukan uang sebanyak itu, hanya dengan waktu sebulan," pikir Arthur dalam keputusasaannya. Selama beberapa jam Arthur duduk berlinangan air mata seperti itu.


...----------------...


Seusai menangis tiba-tiba ia mulai tertawa sendiri. Selang beberapa detik, wajahnya berubah sedih dan kemudian tertawa lagi. Hal ini terjadi berulang-ulang. Arthur menggila, otaknya tidak mampu menahan rasa depresinya yang mendalam.


Pemuda yang mulai tidak waras itu berdiri dan berjalan dengan langkah gontai keluar kost. Ia terus berjalan dipinggir jalan raya. Orang-orang melihat kelakuannya dengan tatapan iba.


"Lihat orang itu. Dia gila, mana masih muda." pikir siapa saja yang melihat Arthur.


Sampai ke sebuah jembatan yang tinggi. Arthur terdiam beberapa saat, lalu berkata sambil tersenyum."Sepertinya mati lebih menarik, aku sudah lelah hidup seperti ini. Ayah ibu aku datang."


Ia menutup matanya, siap melompat. Tiba-tiba dari belakang terdengar suara.


"Miaww"


"Hah, ada kucing. Eh apa yang kulakukan." Begitu mendengar suara mengeong, seperti tersengat listrik, kesadarannya kembali. Arthur mundur beberapa meter dan kemudian duduk di sana.


Si pemuda yang gagal bunuh diri itu melihat ke belakang, mencari dari mana suara kucing berasal. Kemudian, yang ia temukan ialah seekor kucing gemuk berwana putih dengan sedikit tambahan warna jingga. Sedang berdiri seperti manusia.


"Kenapa tidak jadi bunuh diri ?" kucing itu menggerakkan mulut seolah bertanya.


"Ada kucing berdiri dan bicara padaku? Sepertinya aku sudah benar-benar gila," kata Arthur sembari meringis.


"Aku bukan kucing, aku tuan Neko," sahut si kucing sambil menjilat kakinya.


Ia mencoba menggosok matanya berkali-kali, tidak yakin apa yang terjadi padanya. Tapi tetap tidak ada yang berubah, kucing itu masih berdiri di sana. Dengan sedikit perasaan ragu, didekatinya kucing itu dan kemudian mencoba untuk mencubitnya.


"Jangan sentuh tuan Neko yang terhormat," kata kucing itu menepis tangan Arthur.


Mengalami hal itu, Arthur hanya melongo. Ternyata ia tidak sedang bermimpi. Seumur hidup, ia tak pernah berada dalam situasi seperti ini.


"Ingin bunuh diri saja, tidak berhasil. Kau benar-benar seorang pemuda yang gagal." Kucing itu menghinanya.Mendengar perkataannya, Arthur yang lagi galau, langsung menangis tersedu-sedu. Tuan Neko merasa bersalah, kemudian merangkul kepala Arthur dan mengarahkannya ke dada si kucing.


Sebuah pemandangan yang lucu. Di tepi jembatan terlihat seorang pria yang menangis dan dipeluk oleh seekor kucing.


"Cup...cup...cup. Kau manusia yang ditakdirkan gagal, tapi aku akan membantu," kata si kucing


"Membantu bagaimana ? Pacar meninggalkanku dan punya hutang 625 juta, yang harus dibayar dalam waktu sebulan. Hidupku sudah tamat, tidak ada yang bisa dilakukan."


"Hemmm...625 juta, itu uang yang kecil. Aku bisa membuatmu mendapatkan lebih dari itu," kata si kucing dengan sombongnya.


"Ini pesugihan kah? Kau itu tuyul atau jin," seru Arthur bersemangat, ia merasa mendapatkan jalan, tak peduli baik atau buruk.


Sebagai orang yang terlahir di negera ini. Cara tercepat untuk menjadi kaya adalah dengan metode pesugihan. Meski harus menyediakan tumbal. Arthur tidak peduli lagi, ia harus mendapatkan uang yang banyak.


"DASAR BODOH !! jangan merendahkan Tuan Neko yang mulia," teriak si kucing dengan murka.


"Maaf maaf, aku tak tahu lagi. Pikiranku sudah pusing memikirkan tentang ini." Kata Arthur dengan wajah menyesal.


Kucing itu terlihat memalingkan wajah. Beberapa detik kemudian ia menatap Arthur lagi.


"Miawww. Baiklah, kau akan ku maafkan. Tapi ada syaratnya."


"Apa itu ?"


"Kau perlu menyediakan buatku ikan. Aku sedang lapar dan malas harus berburu tikus lagi"


"Kalau cuma itu, aku sanggup. Tapi emang ada ya kucing yang malas berburu tikus?" Tanya Arthur sambil tertawa


"Aku bukan kucing, tapi...."


"Tuan Neko yang terhormat, kan," Potong Arthur cepat.


"Nah, kau akhirnya paham," Kata Tuan Neko sembari tersenyum bangga.


Setelah itu, Arthur merogoh kantong celananya. Beruntung, masih ada beberapa buah koin receh di sana. Kemudian ia menuju ke pasar untuk membeli ikan. Tuan Neko terlihat mengikuti di belakang. Berjalan seperti kucing lain pada umumnya.


...----------------...


Suasana pasar siang itu, ramai sekali. Arthur menenteng sebuah plastik, dengan beberapa ekor ikan di dalamnya. Selesai mendapatkan apa yang dicari, selanjutnya mereka pulang. Sampai di rumah Arthur berkata.


"Maukah kau memakan ikan mentah ?, aku tak punya minyak dan gas untuk memasaknya."

__ADS_1


"Miaww... sebenarnya aku tidak suka ikan mentah. Tapi aku paham saat ini kau sedang tidak punya uang, jadi aku bersedia memakannya."


"Terima kasih atas pengertianmu, tuan Neko," kata Arthur sambil tersenyum.


Lalu kucing itu makan dengan lahap. Dari bagaimana rakusnya ia melahap ikan mentah, terlihat bahwa kucing itu sangat kelaparan.


Arthur hanya duduk dan melihatnya. Dia menganggap itu sebagai hiburan, pengobat keresahan hati.


Selesai makan, kucing gemuk itu bersendawa. Arthur melotot kaget, baru pertama kali ia melihat kucing sendawa.Tapi ia hanya mendiamkan hal itu dan tidak berani berkomentar. Takut tuan Neko marah.


"Ayo ajari aku bagaimana caranya agar bisa menjadi kaya," kata Arthur bersemangat.


Tuan Neko terlihat sudah duduk santai. Perut gendutnya seolah jatuh ke lantai. Si kucing menganggukkan kepala dan kemudian berkata.


"Baiklah aku akan mengajari kau cara untuk mendapatkan kekayaan."


Kemudian ia mulai bercerita bahwa dirinya adalah seekor kucing dari planet Nekone. Kemudian, ia terpilih untuk mendapatkan kekuatan Neko System. Kekuatan itu didapat dari para leluhurnya.


Dengan kekuatan itu ia berkuasa di sana. Lalu terjadi prahara, yang disebabkan invasi monster dan menghancurkan planet itu. Tuan Neko pergi ke bumi untuk melarikan diri.


Dalam pelariannya ke bumi, dirinya dikejar oleh para monster dan terluka dalam yang parah. Rasa sakit akibat luka itu, menyebabkan ia ingin menyerah. Sialnya, dia tak bisa mati karena belum punya pewaris Neko System. Beruntung, akhirnya ia bertemu Arthur.


Sebagai seorang raja, tuan Neko memiliki beberapa kemampuan tersembunyi. Salah satunya ialah, kemampuan menilai orang lain. Raja kucing itu melihat ada potensi besar dalam diri Arthur.


"Bagaimana dengan, keluargamu di sana," tanya Arthur dengan perasaan iba.


"Sementara aku tak ingin membahas itu." Jawab tuan Neko dengan mata agak berkaca-kaca.


"Hemmm.... Iya, aku tak membahasnya lagi. Lalu apa hubungannya ini dengan kesempatanku membayar hutang."


"Ini berhubungan. Planet kami adalah sebuah planet, yang teknologi serta pengetahuannya jauh lebih maju daripada di sini"


"Terus... "


"Aku adalah kucing yang berhasil menjadi raja dengan Neko System."


"Hah, Apa itu ?"


"Neko System adalah sebuah sistem yang membuat seseorang menjadi kaya hingga menjadi raja dengan menyelesaikan misi. miaww."


"Tentu saja ini, memang untukmu yang terpilih," kata tuan Neko.


Ia terlihat menjilat badannya sejenak. Lalu raja kucing itu berkata. "Sini, mendekatlah dan tempelkan kepalamu ke kepalaku."


"Begini ya ?" tanya Arthur sambil mendekat dan mulai menempelkan kepalanya.


"Duarrr"


Terjadi ledakan dan cahaya menyilaukan muncul dari kepala mereka berdua. Arthur terlempar, kemudian ia tidak sadarkan diri.


"Ini sebenarnya jarang dilakukan. Sebuah cara install paksa, semoga tubuh manusianya siap." Kata tuan Neko sedikit gelisah.


Satu jam berlalu, selama itu Arthur terlihat tidak bergerak sama sekali.


Tiba-tiba saja, nafas pria itu menjadi cepat dan badannya bergetar. Hal ini terjadi beberapa menit. Sampai kemudian nafas Arthur perlahan normal dan badannya berhenti bergetar.


Pria itu kemudian membuka mata. Tuan Neko yang khawatir masih berada di depannya, sedang memegangi badan Arthur.


"Syukurlah kau selamat. Prosesnya sukses"


"Apa yang terjadi padaku?"


"Kau telah diinstall Neko System"


"Wow keren banget. Terus bagaimana cara kerjanya". Kata Arthur bersemangat.


Tuan Neko hanya geleng-geleng kepala. "Arthur rupanya tidak sadar bahwa ia baru saja hampir mati,"pikir si kucing. Kemudian ia menarik nafas dan berkata.


"Untuk memulai sistemnya, kau hanya perlu bilang miaww miaww status"


"Baiklah, akan kucoba. Miaww miaww status"


Kemudian, di depan Arthur muncul gambar seekor kucing berwarna emas transparan. Kucing itu memiliki perut berbentuk segi empat.


"Ini apa tuan Neko?"

__ADS_1


"itu adalah status yang diberikan untukmu, coba kau baca apa yang ada di sana"


...STATUS...


...Arthur Demetrio...


...Umur: 27...


...Level : Gembel...


...Uang : 0...


...QUEST...


...SKILL...


...ITEM...


...SHOP...


"Apa-apaan nih." Desis Arthur kaget.


"Itu adalah status dirimu saat ini," kata tuan Neko


"Lalu apa itu level, quest dan beberapa tulisan di bawah."


"Aku hanya bisa jelaskan beberapa untukmu, waktuku sudah tidak lama," Kata tuan Neko.


Menurut si raja kucing, Neko system adalah sebuah sistem yang membuat seseorang menjadi raja. Penggunanya harus menyelesaikan quest, yang nanti akan mendapatkan reward dapat berupa uang, item atau kemampuan.


Level yang terdapat pada Neko System terbagi menjadi beberapa : Gembel, Normal, Kaya, Konglomerat, Crazy Rich, Raja.


Perhitungan naik level berdasarkan berapa banyak uang yang pernah ia raih. Quest yang ada di sana, merupakan misi yang harus dilakukan. Kesulitan quest serta hadiahnya sesuai dengan level yang dimiliki.


".... ah ternyata waktuku, habis. "


Tuan Neko berkata. Tiba-tiba dari kakinya mulai terlihat buram.


"Kau kenapa?" tanya Arthur


"Karena dirimu sudah menyalin Neko System, maka tugasku mencari pewaris telah usai. Saatnya aku dipanggil oleh semesta"


"Maksudnya?"


"Berjuanglah, hingga menjadi raja manusia, kawan." Tuan Neko lenyap dan kemudian menghilang.


"Tunggu..... "


Arthur meneteskan air mata. Pertemuannya memang singkat, tapi seolah ia merasa sangat kehilangan. Mungkin karena kekuatan tuan Neko sekarang berada dalam dirinya atau karena hal lain, entahlah.


 


...----------------...


"Apa-apaan ini !" Terdengar suara perempuan berteriak di malam itu. Karena pintu tidak dikunci, ia masuk begitu saja ke kamar Arthur.


"Wah Ibu Kost. Mohon maaf bu, aku masih belum bisa bayar kostan.


"Sudah berkali-kali aku kesini. Kalau kau memang tidak mampu bayar. Silahkan keluar."


"Apa tidak ada keringanan bu. Bulan depan akan kubayar"


"Sana keluar, tidak ada keringanan. Selain telat bayar, sepertinya kau ini seorang kriminal. Buktinya kamar ini berantakan dan darah ada di mana-mana"


"Aku bukan kriminal bu. Ini saus tomat, bukan darah," kata Arthur berbohong.


"Kau pikir aku percaya, hah? cepat pergi dari tempat ini. Kalau tidak, maka akan kupanggil polisi!" Kata ibu kost setengah berteriak.


Mendengar kata "polisi", Arthur langsung terdiam beberapa detik. Dirinya enggan jika urusan ini bertambah ribet. Tak mau memperpanjang perdebatan, ia berkemas lalu pergi dari sana. Dia menyadari, dengan keuangannya saat ini, belum tentu bulan depan ia bisa membayar uang kost.


Hutangnya dengan rentenir pun belum lunas. Jika ia tertangkap dan polisi mengusut kasus tersebut. Maka, hukumannya pasti akan bertambah berat.


Malam itu juga ia keluar dari pintu kost, kakinya melangkah tanpa tujuan. Ia bingung harus kemana, perasaan campur aduk terasa sesak di dalam dadanya. Hutang banyak, pacar selingkuh dan menghinanya


Hingga akhirnya karena kelelahan berjalan. Arthur tertidur di emperan toko, depan taman kota. Hanya dengan beralaskan kardus bekas air mineral.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2